
Seketika Suasana yang tadi sempat Hening,kini terdengar suara Rayn yang berbicara Kepada kedua kakak adik itu.
"Tidak ada yang harus di tutupi lagi sekarang."Ujar Rayn menatap Reivant
"Iya, sebentar siang aku akan bertemu langsung dengan istriku."Ujar Reivant dengan pandangan mata yang tajam.
"Terus kita tak mengunakan Amel kak??"Tanya Danien yang merasa apakah mereka tidak perlu menggunakan amel.
"Kita tetap gunakan Amel, dan saat mereka bertemu, kalian bereskan orang suruhan Rouwnd itu."Ujar Reivant menyakinkan.
"Baik kak,,"jawab Danien, paham maksud dari perkataan kakak sulungnya itu
"Aku akan langsung datang menemui Shera setelah itu."Ujarnya lagi dengan penuh keyakinan.
"Hei vant, aku akan ikut juga."Ujar Rayn/Rare.
"Aku ingin melihat istrimu itu, aku sangat penasaran dengan istrimu itu."Lanjutnya lagi dengan senyuman yang menyebalkan di mata Reivant
"Terserah, karena gadis mungil ku hanya mencintaiku."Jawab Reivant dengan pede tingkat tinggi, karena kenyataannya memang begitu.
"Kak sekarang sudah pukul 6 pagi."Ujar Danien sambil menatap jam yang melingkar manis di pergelangan tangan kirinya.
"Ha, sepertinya hari ini akan menjadi hari yang Panjang untukku."Ujar Reivant dengan wajah yang kusut karena semalam suntuk tak tidur.
"Baiklah Re, apa kamu akan ikut Bersama ku."Ujar Reivant,
"mommy pasti tak mengenalmu lagi."Ujarnya lagi kepada Rayn.
"Tapi,mommy sangat menyayangi Rachel dan juga baby Boy."ujar Danien menimpali perkataan kakaknya
"Aku merindukan mommy dan daddy, tapi belum saatnya sekarang, saat ulang tahun anakmu undang aku."Ujar Rayn dengan santai nya,tak lupa senyuman tengilnya.
"Hei, apa kamu meretas akun pribadiku Rayn??."Tanya Reivant melotot kearah Rayn,karena Rayn bisa tahu tentang anaknya
Raynald hanya tersenyum manis menatap sahabatnya itu, sungguh mirip dengan Axell. Axell benar-benar jelmaan unclenya.(Dah kayak hantu aja)
"Dasar,,baiklah aku akan mengirimkan undangan untukmu."Ujar Reivant dan berdiri memakai mantelnya dan Danien juga berdiri, di ikuti oleh Rayn, dimana Harld, anak itu tertidur di sofa yang ia duduki tadi dan mereka tidak membangunkannya.
"Jaga dia Re, sepertinya ia anak yang baik, tapi ia tampak kesepian."Ujar Reivant pada Rare sambil menatap wajah Harld, mengingatkan pada adik-adiknya di rumah.
"Ya, makanya itu, aku menjadikanya asisten pribadiku, supaya dia punya kesibukan dan bisa mengenal teman yang banyak, ia hanya menghabiskan waktunya dengan bermain game."Jawab Rayn dan menceritakan hobby adiknya itu
"Akan ku kenalkan dengan adikku, Michael. jika ia suka bermain game,Kurasa mereka seumuran."Ujar Reivant lagi
"Baiklah kami pamit,jaga dirimu, Re."Lanjut nya lagi
"Ya kamu juga, tunggu aku nanti!."balas Rayn
"Kak, aku yang menyetir."Ujar Danien karena ia melihat wajah Lelah kakaknya itu
"Hei kamu juga belum tidur."Jawab Reivant yang juga balas menatap adiknya itu
"Tidak apa kak, aku tahu sekarang kakak tidak akan fokus untuk menyetir."Balas Danien dan masuk ke kursi kemudi,di susul oleh Reivant di sampingnya
"Kak tidur lah sedikit, karena perjalanan ini lumayan untuk istirahat."Ujar Danien sedikit memberi saran kepada kakaknya.
"Uhm,,"Hanya deheman balasan dari Reivant, entahlah ia bisa istirahat atau tidak, sekarang pikirannya berkecamuk membayangkan istri kecilnya.
Tanpa terasa ia akhirnya tertidur juga, Danien hanya melirik melihat wajah kakaknya yang tampak kusut, terdapat guratan Lelah di wajah tampan itu.
"Aku akan selalu Bersama mu,kak. "Gumam Danien, ya ia akui jika sekarang matanya juga hampir- hampir tak bisa di ajak kompromi tapi ia berusaha untuk bertahan, dan akhirnya ia memilih menepikan mobilnya di pinggiran ujung jembatan yang mereka lewati.
Danien keluar dari mobilnya dan membeli air mineral yang di jual oleh pedagang keliling. Bapak penjual yang sudah tampak tua masih mencari rejeki dengan berjualan seadanya.
"Berapa pak?".Tanya Danien menujukan dua botol air mineral di tanganya
"10ribu Nak."Jawab pedagang itu dengan mata berbinar, karena ia bersyukur ada yang membeli dagangannya
"Bapak berjualan seperti ini dari jam berapa?."Tanya Danien sambil menatap sepeda tua yang di gunakan untuk berjualan
"Dari jam setengah 6 pagi sampai jam 9 malam nak, itu pun kalau laku."Balas bapak itu, dengan binar mata yang tak pernah redup serta senyum yang tulus di wajah tuanya.
"Kemana anak bapak??."tanya Danien lagi dan jiwa penasarannya memberontak. Sejujurnya Danien merasa sangat prihatin pada Bapak Tua itu.
"Anak saya tidak tahu kemana nak, bapak dulu kerja di rumah keluarga yang sangat baik dan kaya, tapi keluarga itu pergi."cerita bapak itu,
"Keluarga? Apa saya boleh tahu nama keluarga itu pak??." tanya Danien, entahlah kenapa ia penasaran sekali
"Oh itu Tuan Arnold dan Ny. Christella, itu juga sudah lama, saat mereka masih muda, dan baru punya satu anak." ujar bapak itu lagi dengan wajah yang tampak sedikit berpikir.
Hal itu sukses membuat Danien berpikir jika bapak ini ada di saat pembunuhan yang di lakukan oleh Rouwnd.
"Apa bapak tinggal sendiri??." tanya Danien bukan ia ingin mengalihkan tapi ia merasa kurang tepat jika bertanya sekarang,jadi ia berencana mengajak bapak itu ke rumah mereka.
"Iya nak,rumah bapak di ujung sungai itu
"jawab bapak itu sambil menujuk arah rumahnya yang lebih tepatnya gubuk entahlah apa yang cocok di sematkan pada rumah itu. (Intinya tak layak huni).
"Saya sudah tua nak,kerja apa yang bisa saya lakukan."ujar bapak itu dengan wajah yang sudah keriput.
"Dulu apa yang bapak lakukan di rumah keluarga itu??." tanya Danien memastikan supaya ia bisa menempatkan pekerjaan yang pas.
"Bapak hanya jadi tukang kebun nak."ujar bapak itu
"Baiklah,saya bayar semua jualan bapak ini,sekarang ikut saya ya." ujar Danien dengan lembut, dan ia mengambil ponselnya serta mendial nomor seseorang.
"Datang sekarang,di jembatan XX."ujarĀ Danien saat terdengar sapaan dari sebelah
"...."
"Cepat."lanjutnya lagi dan mematikan sambungan telpon nya.
Danien melihat jam tanganya yang jarum jamnya sudah menunjukan pukul 7.30 pagi
"Nak, apa bapak di terima,lihat pakaian bapak seperti ini.,"Tanya bapak tua itu sedikit ragu dengan penampilannya.
"Tidak ada yang salah dengan penampilan bapak, tidak apa-apa, saya yang akan bertanggungjawab untuk itu." ujar Danien,karena keluarga nya bukanlah keluarga yang memandang status sosial.
Tak sampai 30 menit sebuah mobil datang dengan dua orang yang turun dari kursi kemudi dan samping nya.
"Maaf tuan muda kami sedikit terlambat
"ujar salah satu bodyguard yang tadi di telpon oleh Danien
"Tidak apa, saya menelpon kalian karena saya ingin kalian membawa bapak ini ke rumah." ujar Danien
"Sekarang bapak ini sudah menjadi bagian dari keluarga besar Park". lanjut Danien lagi kepada kedua Bodyguard itu.
"Baik tuan muda." jawab keduanya.
"Bapak bersama mereka ya, saya tunggu di rumah,jangan takut, saya duluan karena kakak saya ada di mobil." ujar Danien melihat mobilnya di mana Reivant saat ini benar-benar tertidur.
"Baik nak,terimakasih!". balas bapak itu dengan senyumnya.
Danien berjalan menuju mobilnya,karena tadi ia banyak berbicara dengan bapak tua tadi, entah kemana menghilang kantuknya.Danien masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya menuju Mansion Park.
*****
Di Mansion, tampak semua orang mulai sibuk dengan aktivitas nya masing-masing, termasuk Rachel yang menyiapkan Axell untuk ke sekolah.
Saat sarapan semua sudah berkumpul disitu Tuan dan Ny.Park sadar jika anak-anaknya kurang Reivant dan Danien
"Dimana Reivant dan Danien??." tanya Tn.Park karena tidak biasanya kedua anak pertamanya itu terlambat bergabung di meja makan.
"Mereka kakak masih di luar Dad." ujar Chaiden
"Di luar mana?." tanya Ny.Park yang ikut penasaran
"Bertemu seseorang katanya mom."jawab Brandon.
Tak berselang lama bunyi mobil di luar mansion, tampak Reivant dan Danien masuk kedalam dengan wajah yang benar-benar kusut.
"Pagi Mom, Dad,," sapa Danien tidak dengan Reivant yang tampak kusam
"Ada apa denganmu,Rey?." tanya Ny.Park
"Papa,,papa,," ocehan baby Carli yang memanggil papanya
"Tidak apa-apa mom,hanya banyak kerjaan jadi kurang tidur." jawab Reivant dan berjalan kearah Baby Carli dan mencium putri Kecilnya itu.
"Apa kamu yakin Rey, bersihkan diri kalian dulu sana." ujar Ny.park kepada kedua anaknya
"Ya mom,," jawab Danien
"Papa mandi dulu ya sayang." ujar Reivant pada putri kecilnya yang ingin meminta di gendong.
Mereka berdua berlalu dan masuk ke kamar masing-masing karena bersebelahan.
Berbeda dengan Rachel, di saat yang lainnya tampak biasa menyambut kedua putra Park. Tapi,tidak dengan Rachel, Ia sangat terpesona dengan tampilan Danien dengan penampilan acak-acakkannya.
"Sangat tampan." Ujar Rachel pelan dan Bisa di dengar oleh Chaiden yang duduknya bersebelahan dengan Rachel.
Sebenarnya tempat yang di duduki Chaiden adalah Tempat yang biasa Danien duduk saat Makan.
"Kak Chel, Awas ada lalat." Ujar Chaiden menggoda Rachel,dengan seolah menepuk lalat di depan wajah Rachel.
"Ck,,Kau Sangat jahil,kai." Ujar Rachel dan berdecak menatap Chaiden.
"Apakah Kak Chel menyukai kak Danien? Jika itu benar,Aku akan siap menjadi Mr.cupid. Ck,,ayolah Kai Mr.cupid." Gumam Chaiden dan menertawai kebodohannya sendiri.
TBC.