PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
139. Triple couple



Setelah pembicaraan mereka yang campur sari, akhirnya mereka ke ruangan masing-masing dengan Chaiden dan Arthur yang Kembali ke Yunna Ent. bersama Anna tentunya. Sedangkan Reivant dan kedua adiknya melanjutkan pekerjaan mereka Kembali.


**Flashback**


Saat Atasan-atasan mereka mengadakan meeting khusus mereka, ketiga sekertaris itu berbincang-bincang dengan Anna yang memperkenalkan dirinya, karena ia juga baru kali ini ke perusahaan pusat itu.


"Hai, kenalkan saya Anna."Ujar Anna pada kedua sekertaris itu sambil mengulurkan tangannya.


"Hai saya Agatha, dan ini Devi, senang bisa berkenalan."Balas Agatha sopan dan membalas jabatan tangan Anna, begitu juga dengan Devi.


"Heheh, aku baru kali ini kesini, itu juga karena pak Chaiden yang ngajak."Ujar Anna dengan senyum.


"Ehh, di Yunna entertainment., pasti ketemu cogan banyak ya kak."Ujar Devi penasaran.


"Hehe banyak, ampe bosan karena tiap hari juga bertemu sama pak Kai dan pak Arthur."Jawab Anna yang membuat Agatha dan Devi tertawa.


"Kalian juga kan, disini bossnya juga cakep-cakep."Ujar Anna lagi dengan bercanda dan mereka tertawa bersama.


"Tunggu apa kamu kekasih pak Brandon ya?."Tanya Anna pada Agatha hingga membuat Agatha tersipu malu.


Anna tertawa karena tebakannya benar, ia tadi hanya melihat ekspresi kedua manusia itu yang malu-malu kucing.


"Ih kak Anna, jangan gosip deh."Ujar Agatha dengan tersenyum.


"Hehe aku tadi hanya nebak loh ya, eh padahal benar ya."Ujar Anna sambil tertawa cekikikan.


"Trus kak Anna kapan mencari papa baru untuk Leon?."Tanya Devi dan menggoda Anna.


"Belum, masih ingin memberikan Leon kebahagian dulu."Jawab Anna santai.


"Trus kamu Dev, hmm aku tahu pasti kalian berdua pacaran sama Boss semuakan."Ujar Anna sambil tetap tertawa begitu juga kedua gadis muda itu.


Kenapa mereka memanggil Anna dengan kakak, karena tadi mereka juga menanyakan usia dan Anna tua setahun di atas mereka, dan Anna juga sudah menceritakan tentang statusnya yang single parent untuk anak semata wayangnya Leonardo Angga yang sekarang berusia 5 tahun.


**Flashblack End**


"Kak ini Sudah sore, apa kita langsung pulang saja?."Tanya Arthur


"Apa kamu kurang pekerjaan Ar, masih menumpuk berkas-berkas yang belum kakak lihat di kantor."Jawab Chaiden malas


"Ha, Arthur Lelah kak, pengen tidur bentar aja."Ujar Arthur dengan wajah yang benar-benar tampak lelah.


Ya ia kelelahan karena sepulang dari kota M, ia kurang istirahat.


"Ya sudah kamu istirahat dulu, kakak mau menghabiskan laporan dulu."Ujar Chaiden


"Kak Anna bisa buatkan aku kopi, terima kasih."Ujar Chaiden pada sekertarisnya itu.


"Baik pak."Jawab Anna, ia tahu jika boss nya itu masih banyak pekerjaannya.


Sepeninggal Anna dan Arthur yang berbaring di sofa, Chaiden mengirimkan pesan singkat untuk kekasih hatinya dokter specialis bedah yaitu, Sharenna, tak lama Anna mengantarkan kopi yang di minta oleh atasannya tadi, dan setelah itu ia pamit.


Ia tersenyum membaca pesan balasan dari gadisnya itu, berbagai rasa yang membuat ia semangat menyelesaikan pekerjaannya karena ia akan kencan pertama dengan Rena, hari ini hari sabtu ya tepatnya malam minggu.


Akhirnya Chaiden menyelesaikan pekerjaannya dan ia berjalan ke arah adiknya sekarang jam sudah menujukan pukul 5.30 sore, Chaiden menatap wajah Lelah adiknya itu.


"Ar, bangun, kita pulang sekarang."Panggil Chaiden sambil mengoncang tubuh adiknya pelan.


"Uhm, sudah selesai kak?."Tanya Arthur sambil mengerjapkan matanya dan merenggangkan otot tubuhnya.


Arthur bangun dan mengikuti langkah Chaiden keluar dari ruangan menuju lift yang mengantarkan mereka ke parkiran bawah, sedangkan Anna sudah pulang setengah jam yang lalu, karena ia hanya tinggal bersama adik dan anaknya saja di rumah hasil dari kerjaannya selama ini.


Hari ini Brandon juga mengajak Agatha keluar untuk makan malam di luar, ia juga mengajak Danien Bersama Devi.


~•****•~


Sekarang Devi ada di rumah nya Agatha tadi saat pulang ia ikut dengan Agatha karena ia akan menginap.


"Tha, baju mana yang cocok untukku?."Tanya Devi dan memilah beberapa baju yang akan di kenakannya nanti.


"Semua itu bagus Dev."Ujar Agatha dan melihat pakaian Devi.


"Pakai yang menurut mu bagus Devi, aku aja pakai gaun ini aja."Ujar Agatha lagi


Akhirnya Devi mengunakan gaun selutut yang senada dengan kulitnya yang putih dan di padankan dengan flat shoes. Karena tinggi badan Devi juga semampai hanya tidak setinggi Rachel.


Begitu juga Agatha ia sudah mengenakan gaun berwarna Navy dan sepatu yang berwarna senada.


"Apa kalian sudah siap nak, itu Nak Brandon sudah menunggu di luar."Ujar Ibu Tety dari depan pintu yang baru ia buka.


"Iya Bu, sebentar lagi selesai."Jawab Agatha.


"Ibu lihat pemuda yang satunya itu tampan sekali, apa ia kekasih mu Nak?."Tanya Tety pada Devi yang di balas anggukan dari Devi. Akhirnya ia menerima Danien dua minggu yang lalu.


Entahlah perasaan apa yang mendorong Danien mengungkapkan rasanya untuk Devi, ada fakta yang tersembunyi yang Danien ketahui tentang Devi, tapi tak ada yang tahu.


Devi sendiri menyembunyikan nya selama ini, dan beberapa minggu yang lalu Danien tak sengaja menemukannya, hal itu yang membuat Danien bertekad untuk Devi walaupun ia merasa hampa, tapi ia tahu wanita muda itu sangat menyukai nya. Dia ingin memberikan kebahagiaan pada wanita muda itu.


"Apa kalian sudah siap?."Tanya Brandon saat melihat kedua wanita itu sudah datang.


"Iya,,"Jawab Agatha.


"Ibu kami ijin sebentar ya."Ujar Brandon pada ibu Tety calon mertuanya itu.


"Iya, jangan pulang malam-malam ya."Pesan Ibu Tety yang di angguki oleh mereka.


Akhirnya mereka pergi dengan mobil masing-masing, Danien juga menggunakan mobil, ia tidak ingin mengunakan motor, karena hanya Rachel yang pantas naik motor dengannya itulah yang ada dalam pikirannya itu.


Mansion Tujuh Park, tampak Brandon sudah rapi dengan pakaian kasualnya begitu pula Chaiden dan Danien yang membuat penghuni Mansion yang lainnya terpana dengan fenomena yang baru terjadi itu.


"Kalian akan kemana?."Tanya Ny.park, karena ketiga anaknya itu pamit untuk dinner di luar. ( tidak biasakan).


"Mereka mau kencan mom."Ujar Arthur yang baru datang dari dapur dengan sepiring bubur sumsum kesukaannnya.


"Ha, apa, wah kemajuan dong, akhirnya anak mommy sudah dewasa semua, sudah sana cepat bawa anak mantu mommy kesini."Ujar Ny.Park Panjang lebar


"Baik mom, kami pamit dulu."Ujar Chaiden mewakili kedua saudaranya.


"Ha, anak-anak mommy sudah besar semua ya dad."Ujar Ny.Park pada suaminya.


"Terus kak Arthur kapan?". Tanya Michael yang duduk di samping Mommy nya.


"Sttt,, diam kau anak kecil. Kakak masih ingin menikmati kehidupan yang indah ini." Ujar Arthur dan menyuapi bubur kepada adik keenamnya itu, agar diam.


Sedangkan Reviant dan Shera hanya tersenyum melihat kedua orang tuanya itu


"Mom, jangan salah kalian sudah punya dua cucu sekarang."Ujar Reivant sambil mengusap lembut perut istrinya itu.


Sedangkan ketiga putra Park itu berpisah dengan mobil sport masing-masing dengan Chaiden yang menjemput kekasih nya di rumahnya, sedangkan Brandon dan Danien satu tujuan.


**Flashback End**


Mereka memang sengaja melakukan Triple Date, supaya lebih seru katanya dan akhirnya ketiga mobil sport keluaran terbaru masuk ke salah satu pelataran Restoran bintang lima.


Disana mereka sudah memesan satu meja besar yang cukup untuk mereka berenam dengan pemandangan malam yang menakjubkan karena letak Restoran tersebut di salah satu bukit yang tidak terlalu tinggi, dan pemandangan kota menjadi objek yang memanjakan mata.


"Kalian mau makan apa kak?."Tanya Brandon pada kedua kakaknya.


"Suruh para wanita yang memesannya."Ujar Chaiden, yang di angguki oleh Rena.


Ya, Rena sudah berkenalan dengan kedua pacar dari Brandon dan Danien tadi, saat mereka sampai, mereka tadi bertemu di Restoran ini dengan Chaiden yang sudah dating sedikit lebih dahulu.


Mereka tengelam dalam cerita-cerita ringan yang terkadang membuat mereka tertawa dan terkadang mereka merasa kesal entah selalu ada bahan pembicaraan.


~•****•~


Disebuah Apartement megah, seorang pria tampak uring-uringan, ia kesal tidak ada pekerjaan yang harus ia lakukan, ia merasa bosan, hingga terbersit dalam pikiran yang membuat ia tersenyum.


"Ahaa, aku punya ide."Gumamnya sendiri, dan mengambil ponsel pintar miliknya yang terletak di atas meja.


Gavin mendial nomor seseorang yang akan ia ajak keluar di malam minggu kelabu ini, (wkwkwkw apes banget lu Vin).


"Hallo napa boy, lu telpon?."Tanya sebuah suara yang membuat Gavin ingin melempar ponselnya ketembok.


"Lu jadi cewe kagak ada manis-manisnya Chell."Ujar Gavin.


"Ada apa?."Balas Rachel dari line sebelah yang di telpon Gavin adalah wanita Bar-bar ibu, dari Axell Aharon itu, mereka sempat bertukar nomor telpon saat Gavin sudah menjadi pria baik.


"Lu ngapain bu?"Tanya Gavin bertanya balik kepada Rachel.


"Gak ada, nie lagi nemenin baby boy main game."Jawab Rachel sambil menatap putra semata wayangnya.


"Temanin gw keluar yu, bete gw di apartement mulu."Ujar Gavin memelas.


"Hahaha, kagak laku lu boy."Ujar Rachel sambil tertawa.


"Dih jangan salah, biar begini banyak yang ngantri."Jawab Gavin dongkol


"Hahah, sorry boy, gitu aja ngambek, mau ngajak gw kemana."Ujar Rachel


"Ke resto ajalah, sekalian gw mau makan, lapar ni."Balas Gavin membuat Rachel ketawa.


"Eh lu kalau lapar, jangan makan di Resto tapi di abang-abang nasi goreng depan apartement itu kan banyak, kenyang lagi."Ujar Rachel sambil ketawa.


"Eh, gw pengen di resto yang di atas bukit to, katanya View disana sangat menakjubkan."Ujar Gavin


"Hayo lah Chell, lu kan kakak yang baik."Ujar Gavin sambil memohon.


"Oke deh, gw ijin sama baby boy dulu ya, jemput yah."Ujar Rachel dan mematikan sambungan telponnya.


Rachel menatap anak semata wayangnya yang juga menatapnya seakan bertanya mami mau kemana?, siapa yang telpon.


"Tadi Uncle Gavin yang telpon boy, ia minta mami nemenin makan malam, boleh gak."Ujar Rachel dan bertanya pada anaknya.


"Siapa Uncle Gavin mom?. Ell baru dengar namanya."Ujar Axell penasaran dan menatap Mommy nya.


"Oh,,dia teman daddy Reivant, sayang."Ujar Rachel menjelaskan kepada putranya.


"Baiklah, tapi jangan lama mom."Ujar Axell.


"Daddy ku cuma satu mom, aku tak ingin orang lain lagi."Ujar Axell lagi langsung meninggalkan Rachel yang terpaku mendengar perkataan anaknya.


Ia hanya berpikir apakah Danien mempunyai rasa padanya, ataukah hanya ia yang terlalu berharap pada pria itu. Semuanya terlalu membingungkan.


TBC.


Hay-hay akak....


Kali ini karena kebaikan hati saya.


Jadi mari kita melihat yang segar-segar, seperti melihat Papi Raynald Aharon, contohnya.