
Rouwnd menghampiri beberapa anak buahnya yang tadi menculik Aidyen. Ada salah satu pengawal yang baru ia rekrut tentunya.
"Kerja bagus, aku harap kamu bias bekerja lebih baik jika tidak kamu akan tahu mereka akan aku kirim dari dunia ini."Ujar Rounwd pada pengawal itu. ( ya itu adalah teman Riz, salah satu bodyguard yang menjaga Aidyen, dkk) tapi sepertinya ia berkhianat, kita lihat saja apa alasanannya.
"Dimana anak itu?."Tanya Rouwnd todepoint.
"Di kamar tamu, Tuan!."Jawab A kepala bodyguard Rouwnd tersebut.
"Apa anak itu sudah sadar, beri ia makan, jangan buat ia sampai sakit."Ujar Rouwnd lagi.
Walaupun ia menculik Aidyen tapi ia tidak akan berbuat jahat pada anak itu. Anak itu hanya sebagai poin mereka saja, untuk menjatuhkan Ramons dan anak-anaknya, tapi ia tidak pernah tahu musuhnya itu siapa sebenarnya mungkin ia sedikit teledor.
"Belum tuan, mungkin sebentar lagi, setelah dia bangun. Kami akan memberinya makan."Jawab si A
****
Kamar bernuasa dark Cokelat itu menjadi kamar untuk anak bungsu Tuan Park, di sana Aidyen tampak masih terlelap dalam mimpinya, sebenarnya obat biusnya sudah tak bereaksi lagi tapi sepertinya anak itu masih nyaman dalam mimpi indahnya, entahlah hanya ia yang tahu.
Sedikit pergerakan yang di lakukan anak lelaki itu, ia membuka mata perlahan yang serasa perih, Ia melihat sekeliling dan Aidyen langsung terduduk saking kagetnya, ia masih linglung dengan keadaan.
"Dimana ini?."Gumamnya dan ia baru sadar jika semalam ia mungkin di culik.
"Di mana ponsel ku."Ujarnya lagi, Aidyen berdiri dari tempat tidurnya menuju pintu, ia ingin membuka knop pintu, di saat bersamaan seorang maid masuk dengan napan berisi makanan.
"Tuan muda, ini makanannya."Ujar Maid itu, dan perintah dari Rouwnd sendiri untuk memanggil Aidyen dengan sebutan Tuan muda.
"Maaf, kalau boleh tahu saya dimana?."Tanya Aidyen penasaran.
"Maaf tuan muda, saya tidak bisa mengatakan, karena saya hanya pekerja disini."Jawab Maid itu sopan
"Hm, baiklah."Ujar Aidyen pasrah dan melihat nampan yang berisi makanan itu.
****Flashback****
Satu jam setelah Aidyen pergi untuk kembali ke asrama, mereka berempat masih bercanda di ruangan latihan, entah lah anak-anak itu apakah tak merasakan kelelahan, hingga salah satu bodyguard datang dan menanyakan keberadaan Aidyen.
"Maaf tuan muda Arvin,, Tuan muda Aidyen dimana? Daritadi tidak kelihatan."Tanya Bodyguard yang bernama Riz itu pada Arvin (karena ia baru selesai dari Toilet).
"Oh,,Ai sudah kembali ke asrama Riz, mungkin dengan temanmu."Jawab Arvin.
"Ayo kita kembali ke asrama ini sudah jam 2 malam, kita istirahat dulu."Ujar Arvin lagi pada anggota grupnya.
"Biaklah, Riz kita ke asrama sekarang, mungkin Ai sudah Tidur."Ujar Arvin lagi
"Baik Tuan muda, saya hubungi teman saya."Jawab Riz dan menghubungi temannya menanyakan dimana.
Arvin dan anggotanya berjalan duluan dengan Riz yang masih menghubungi temannya tapi belum ada jawaban hingga ia bingung di mana temannya itu.
Mereka bercanda sepanjang perjalanan hingga Kevin berhenti karena ia merasa menginjak sesuatu, karena jalanan yang mereka lewati sedikit remang, dengan keadaan alam yang masih asri jadi itu sangat bagus
Kevin menunduk dan ia mengambil hpnya untuk memakai senter, dan ia melihat jika yang ia injak adalah Hp tapi ia belum tahu jika itu ponsel milik Aidyen. walaupun ia sedikit familiar dengan Hp itu.
"Ada apa Kev?."Tanya Arvin yang ikut berhenti.
"Ini Hp siapa yah?."Tanya Kevin sambil menujukan Ponsel pintar itu.
Arvin mengambil ponsel itu dan ia langsung tahu jika itu Hp Aidyen, pikirannya langsung merasa tak nyaman.
"Ada apa Tuan muda?."Tanya Bodyguard Riz yang menyusul mereka dari belakang.
"Apa kamu sudah menghubungi temanmu?."Tanya Arvin pada Riz tanpa menjawab pertanyaan Riz.
"Sudah tuan muda, tapi panggilan tak terhubung."Jawab nya Jujur karena ia juga bingung kenapa temannya itu tak bisa di hubungi.
"Ini, ponsel Ai."Ujar Arvin menujukan ponsel Aidyen pada Riz dan hal itu tentu langsung membuat Riz kalang kabut.
"Aku coba lihat Aidyen di Asrama,,"Ujar Kevin serta ingin berlari tapi suara Mattew membuatnya berhenti.
"Aku ikut,,"Ujar Mattew.
"Baiklah kalian berdua ke asrama, biar Aku, Jack dan Riz mencarinya disini."Ujar Arvin yang di angguki mereka.
"Dan kamu Riz, aku curiga jika temanmu itu musuh dalam selimut,, jika kita tidak menemukan Ai sekarang, kamu harus menghubungi kakak pertama."Ujar Arvin Panjang lebar (Karena ia sudah menganggap Reivant juga kakaknya).
"Baik tuan muda!."Jawab Riz, ia benar-benar stress sekarang karena hilangnya Tuan muda bungsunya itu bisa jadi ia tinggal nama jika mereka tidak menemukan Aidyen malam ini.
"Ai dimana kamu."Gumam Arvin dengan gelisah, hingga suara Jack membuat ia menoleh ke arah.
"Kak Vin, ini bukannya Jaketnya kak Ai ya."Ujar Jack sambil menunjukan Jaket hitam yang ia temukan tadi. Tak lama Kevin dan Matthew datang dengan nafas ngos-ngosan.
"Ai, vin,,Ai,,dia Tidak ada."Ujar Matthew dengan putus-putus.
"Tarik nafas, hembuskan, bicara pelan."Ujar Arvin walaupun ia juga gelisah ,tapi ia berusaha tenang.
"Ai, gak ada di asrama Vin."Ujar Kevin pelan.
"dan tidak ada tanda-tanda jika ia sudah di asrama, ini sangat tidak masuk akal."Ujar Kevin lagi
Tak lama Riz datang dengan wajah yang sangat pucat, ia tadi sempat ke luar arah security dan yang ia dapatkan adalah kedua security yang berjaga dalam keadaan pingsan dan terikat.
"Bagaimana Riz?."Tanya Arvin
"Tuan muda Aidyen di culik."Jawab Riz
"Apa, aduh bagaimana ini, kita harus menelpon orang tua Ai."Ujar Matthew dengan gugup.
"Tenanglah, aku akan menelpon kakak pertama, dan kamu Riz telpon kak Brandon karena ia pemimpin kalian bukan."Ujar Arvin dengan tetap tenang.
"Mari kita ke asrama sekarang, aku harus menghubungi kakak pertama."Ujar Arvin
Mereka berjalan menuju ke asrama dengan rasa bersalah, kenapa tadi mereka tidak menahan Aidyen untuk menunggu mereka saja. Sedangkan, Riz ia menuju ruangan nya untuk mencari temannya apakah yang di katakan oleh tuan muda Arvin benar jika temannya itu pengkhiatan.
Arvin mengambil ponselnya yang tadi sengaja ia tinggalkan di kamar Asramanya, ia mendial nomor pribadi Rievant, ia juga punya nomor Reivant, karena hari itu Reivant meminta ia untuk menghubunginya langsung jika ada apa-apa.
Telpon pertamanya tidak di angkat, tapi ia tidak putus asa ia tetap melakukan panggilan, terserahlah ia menganggu tapi sekarang keadaan jauh lebih penting.
"Hallo,,"Jawab Reivant dengan masih dengan suara khas tidurnyanya dari line sebelah.
"Hallo Kak Rei, maaf menganggu."Jawab Arvin.
Reivant tampak diam, mungkin ia antara kaget dan bingung karena ia mendengar suara Arvin.
"Hallo kak Rei."Ujar Arvin lagi memanggil kakak tertua putra Park itu.
"Ada apa Vin, katakan langsung."Jawab Reivant, akhirnya ia sadar dari keterkejutannya.
"Kak, Arvin minta maaf, Aidyen di culik."Ujar Arvin jujur
"Apa, kamu bicara yang jelas, Vin."Balas Reivant dengan shock masih subuh tapi dapat kabar adiknya hilang, siapa yang gak shock.
"Aidyen tadi pamit pulang duluan ke asrama, setelah satu jam kemudian kami baru pulang ke asrama, pas di jalan kami menemukan ponsel Ai, yang tergeletak di tanah dan juga jaket milik Ai."Ujar Arvin menjelaskan pada Reivant.
"Dimana kedua bodyguard kalian, Vin?"Tanya Reivant masih berusaha tenang karena ia tidak mau istrinya terbangun.
"Salah satu bodyguardnya juga ikut menghilang kak, dan Riz sekarang akan menghubungi kak Brandon."Jawab Arvin juga dengan tenang.
"Baiklah, kakak coba melacak keberadaan Ai, kamu tidurlah, kakak tidak marah padamu Vin."Ujar Rievant lagi dan mencoba menenangkan sahabat adik bungsunya itu.
"Baik kak, terima kasih, dan kak salah satu bodyguard itu juga tak bisa di hubungi, ponsel dan atributnya tadi Riz menemukan di tempat sampah, aku berpikir ia salah satu penghianat."Ujar Arvin lagi.
"Iya kakak paham Vin, kamu tidur lah, kamu pasti capek."Ujar Reivant dan sambungan telpon terputus.
**Flashback off**
Kediaman Putra Park, yang tahu keadaan hilang Aidyen hanya Reivant dan kelima adiknya, serta Rayn dan Halrd tentunya, dan Chaiden serta Michael sangat murka begitu juga saudara yang lain. Mereka benar-benar ingin menghabisi Rouwnd saat ini juga.
"Aku harus memberitahukan pada Daddy tapi aku takut Mommy tahu."Ujar Reivant sekarang mereka berada di kamar Danien.
Karena, tadi Reivant dan Brandon datang ke kamarnya untuk melacak keberadaan Aidyen lewat cincin yang pernah di berikan oleh Reivant pada mereka saat mereka baru menempati Mansion ini, ternyata sekarang berguna.
Cincin itu di modifikasi seperti tato di jari tapi jika di teliti itu cincin sebenarnya, lewat cincin itu mereka mengetahui keberadaan adik bungsu mereka.
"Dan sabotase Ponsel mommy, Daddy dan keluarga lainnya serta telpon rumah, karena pasti Rouwnd akan menghubungi Daddy."Ujar Reivant.
"Baik kak."Jawab Danien
"Harld, kakak butuh bantuanmu, dan kamu Mike urus telpon rumah."Lanjut Danien pada kedua adik-adiknya
"Siap kak."Jawab keduanya
Ketukan pintu membuyarkan pembicaraan mereka, saat Danien melihat dari salah satu PCnya itu adalah Mommynya.
"Kak, itu mommy."Ujar Chaiden
"Kamu keluar Kai, jika mommy tanya katakan kami menyusun strategi untuk penangkapan Rouwnd jangan singgung tentang adikmu."Ujar Reivant
"Siap Boss."Jawab Chaiden dan berlalu menuju pintu keluar kamar Danien.
"Pagi Mom."Sapa Chaiden dengan mimik wajah di buat seolah ia baru bangun tidur
"Kai, ini adikmu tadi pagi subuh-subuh kok telpon Mommy, sekarang saat mommy telpon balik gak bisa, apa adik mu baik-baik saja."Ujar Ny.Park dengan nada khawatir.
"Tenang mom, Ai baik-baik saja, tadi setelah ia telpon mommy dan gak mommy angkat ia telpon Mike, mungkin sekarang Ai masih istirahat."Jawab Chaiden santai walaupun sebenarnya hatinya tak santai.
"Oh,Baiklah! Sepertinya Mommy merindukan Anak Bungsu Mommy." Ujar Ny. Park
"Nanti, kalau semua ini sudah selesai. Kita akan sama-sama mengunjungi Aidyen, Mommy kan tahu seminggu lagi Aidyen dan grupnya akan mengadakan Konser pertama mereka. Pasti sekarang sangat sibuk!". Ujar Chaiden dan Ny. Park hanya mengangguk setuju.
Ny. Park kembali ke dapur dan menyiapkan sarapan pagi untuk mereka semua. Sedangkan Chaiden sedikit bernafas lega karena mommynya tak bertanya lebih.
TBC.
.....
***Happy New year untuk kita semua.
Wah, gak kerasa Baby Carli and Uncle's sudah setahun. Heheheh,,,
Terima kasih Atas dukungannya dan selalu setia menunggu kelanjutan cerita ini.
Semoga di Tahun yang baru ini, Kita selalu di beri kesehatan dan rejeki yang melimpah.
Happy New Year 2021...
Kali ini.. Auhtor Mau kasi Spesial Pict
.
.
Arvin Orlando***