PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
142.



Keesokan harinya, Reivant Bersama Danien dan Brandon sedang bersiap untuk pergi ke perusahaan karena Reivant akan bertemu dengan seorang pengusaha dari kota M yang mengajukan kerja sama pada Park Company.


"Pa, hari ini temanin aku ke rumah sakit bisa?."Tanya Shera pada suaminya.


"Apa hari ini kamu periksa sayang?."Tanya Reivant yang di balas anggukan dari istri mungilnya itu.


"Baiklah, jam berapa ke rumah sakit?."Tanya Reivant lagi.


"Kemarin sudah janji sama Dr. Gina jam 10 pagi."Ujar Shera, entah ia ingin sekali suaminya yang menemaninnya.


"Baiklah."Ujar Reivant karena baru kali ini istrinya ingin di manja, biasanya Shera selalu pergi dengan Stella sama Mommy Park.


"Tapi pa ke kantor kan?."Tanya Shera lagi.


"Iya nanti aku jemput kesini."Ujar Reivant dan mengusap lembut perut buncit istrinya itu.


Shera tersenyum memandang wajah tampan suaminya itu, entahlah ia merasa senang.


"Kenapa menatap ku seperti itu hmm."Tanya Reivant


"Ternyata aku baru menyadari kamu tampan."Ujar Shera sambil tertawa hingga membuat Reivant gemas dengan pipi cubby istrinya itu.


"Aku memang tampan sayang, lihatlah anak kita Carli sangat cantik itu perpaduan dari papanya yang tampan dan mamanya yang manis."Goda Reivant. Shera tersipu mendengar perkataan manis suaminya itu.


Kita tinggalkan gombalan pagi suami istri yang kasmaran itu, di sebuah kamar bernuasa abu-abu tampak Danien sudah memakai pakaian formalnya itu, ia menatap pantulan wajahnya di cermin, ada sesuatu yang menganjal di pikirannnya tapi entah apa itu.


Sedangkan di kamar Chaiden saat ini sedang pusing dengan tingkah adik kelimanya, yang mencari pakaiannya yang pas untuk di pakai oleh anak itu, untung tinggi mereka tidak terlalu terpaut jauh jadi pakaian Chaiden biasanya akan di pakai oleh Arthur.


Karena hanya pakaian Chaiden yang pas dengannya, sedangkan Brandon tidak mungkin untuk Danien ia agak sungkan dengan kakak Keduanya itu.


Sedangkan Michael hari ini ia akan mengikuti turnamen yang di adakan oleh salah satu perusahaan Game ternama yang juga ada saham Park Company di dalamnya.


"Mike apa hari ini kamu akan mengikuti turnamen tersebut?."Tanya Tuan Park pada anak keenamnya itu.


"Iya Dad, kan rugi, Harld juga ikut Dad, karena aku mengajaknya juga."Ujar Michael sambil memasukan entah apa yang akan ia bawa dalam tasnya.


"Apa kakak-kakak mu tahu?."Tanya Ny.park karena ia sangat overportektif pada anak-anaknya.


"Iya kak Rei sudah menyiapkan beberapa bodyguard begitu juga Kak Rayn."Ujar Michael lagi.


"Ha, setidaknya Daddy dan mommy tenang kalian aman."Ujar Ny.Park karena ia tahu para bodyguard milik anaknya dan juga Rayn sangat setia dan sangat bisa di andalkan.


"Pagi mom, pagi Dad,,pagi Mike."Sapa Stella yang datang Bersama baby Carli di gedongannya, entah lah gadis kecil itu sedaritadi tak ingin berjalan sendiri.


"Pagi Tella."Balas Ny.Park sedangkan kan Tuan Park hanya menganggukan kepalanya.


"Pagi kak Tella."Balas Michael juga


"Pagi baby, kenapa dengan gadis kecil Park ini?."Tanya mommy Park yang melihat wajah tak ceria cucu tercintanya.


"Kurang tahu mom, dari tadi gak mau di lepas."Ujar Stella dengan wajah bingungnya, karena ia belum tahu tentang seluk beluk bayi.


"Sini sama Nana sayang."Ujar Ny.Park dan mengambil alih baby Carli, di rabanya kening anak itu sedikit panas.


"Dimana mama dan papanya?."Tanya Ny.park.


"Masih di kamar mom, tadi kak Shera bilang hari ini ia periksa kandungannya Bersama kak Rey."Ujar Stella, dan ia berjalan ke arah Liliana yang masih menyiapkan susu untuk putri kecil park.


"Kenapa mom dengan baby?."Tanya Tuan Park.


"Baby Demam dad."Ujar Ny.Park yang langsung membuat Mike menghentikan aktifitasnya dan berjalan ke arah mommynya dan ponaan cantiknya itu.


"Baby, sama Uncle Mike yah." Ujar Michael yang mengambil alih Baby Carli dari Mommy nya.


Karena, memang dari awal Baby datang Michael lah yang paling dekat dengan bayi kecil itu. Baby Carli menyandarkan kepala mungil nya di dalam pelukan uncle keenamnya dan tampak diam dan tenang.


"Apakah baby merasa sakit disini?". Tanya Michael dan menyentuh kening ponakan nya dan bayi kecil itu hanya mengangguk.


Michael membawa ponakan kecilnya duduk dan menutup tubuh kecil itu dengan blazer hitam kebesarannya.


"Telpon Diky kesini saja mom."Ujar Tuan Park dan ia memanggil salah satu anak buah Reivant yang kebetulan ada disana, karena selama sebulan ini selalu yang bertugas di Mansion putra park atas perintah Reivant tentunnya.


"Ada perintah Tuan."Tanya bodyguard itu dengan sopan dan siaga saat tuan Park memanggilnya tadi.


"Tolong panggilkan Reivant."Perintah Tuan Park.


"Baik Tuan."Ujar Bodyguard itu dan pergi dari sana, berlalu menuju dimana Boss besarnya berada yaitu kamarnya tentunya.


Ia berpikir bagaimana caranya memanggil Bossnya yang masih ada di kamar, karena baru kali ini ia di suruh, biasanya Bossnya itu sudah di ruang makan, tapi sekarang belum muncul juga atasannya itu.


Walaupun ia juga mahir dalam berkelahi tapi jika berhadapan dengan tuan muda pertama ia memilih mundur saja. Saat ini ia sudah berada di depan kamar tuan muda pertama itu tapi ia ragu.


Belum sempat bodyguard itu menjawab, tampak Reivant yang sudah rapi dengan Shera istri mungilnya yang menyusul dari belakang.


Reivant menaikan sebelah alisnya melihat bodyguard yang baru bekerja dengannya itu, karena anak itu baru tamat SMA. Walaupun ia masih bau kencur tapi untuk skill anak itu sangat hebat.


"Ada apa?."Tanya Reivant


"Tuan besar menyuruh saya untuk memanggil tuan muda pertama."Jawab anak itu dengan sedikit gugup karena tatapan atasannya itu sangat menakutkan.


"Baiklah."Ujar Reivant dan ia berjalan duluan dengan mengenggam jemari mungil istrinya. Sedangkan Chaiden bingung, karena tadi ia ada perlu dengan kakak pertamannya.


Chaiden menatap bodyguard yang semururan dengan Aidyen adik bungsunya


"Hei siapa namamu?."Tanya Chaiden karena ia baru melihat anak itu, atau mungkin karena ia tak memperhatikan karena ia juga sibuk


"Saya tuan muda?."Tanya anak itu, ada kegugupan dalam ucapannya sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Ya, kamu. Masa mereka." Ujar Chaiden menunjuk kearah tangga yang tak ada siapapun disana.


"Maaf saya Tuan. Nama saya Andra." Jawab Bodyguard muda itu.


"Berapa usia mu sekarang?". Tanya Chaiden yang benar-benar penasaran dengan usia anak itu.


"Tahun ini usia saya memasuki 18 tahun, Tuan." Jawab Andra


"Apa? Kau masih sangat muda. Apakah kau tidak melanjutkan sekolahmu?". Tanya Chaiden lagi yang merasa tak menyangka, ada anak masih berusia 18 tahun itu sudah bekerja.


Sedangkan dirinya dulu saat berusia 18 tahun, sibuk menyenangkan diri dengan teman-temannya.


"Tidak Tuan. Karena, tidak semua anak seberuntung anak-anak lainnya. Saya permisi Tuan Muda." Jawab Andra dan pamit undur diri.


Chaiden hanya manggut-manggut setuju dengan jawaban Andra yang cukup masuk akal dan sangat benar. Chaiden menyusul Kakak pertama yang kini sudah berada di ruang makan.


"Ada apa dengan Baby?". Tanya Chaiden yang kini melihat Baby Carli tampak diam dan lesu di dalam gendongan Papanya.


"Baby Sakit dan kurang enak badannya kak." Jawab Michael.


"Astaga,, apakah kita harus membawanya ke RS?". Ujar Chaiden


"Paman Dicky sebentar lagi akan datang. Maafkan Michael Mom, Sepertinya Michael tidak bisa mengikuti Sarapan pagi. Karena Michael sudah telat." Ujar Michael dan meneguk susu coklat miliknya.


"Baiklah. Hati-hati di jalan, Nak." Ujar Tuan Park.


Michael berjalan dengan cepat kearah Pintu utama, tak lama Arthur yang baru saja turun dari kamar Kakaknya Chaiden yang ada di lantai dua menatap adiknya bingung.


"Tumben keluar pagi." Tegur Arthur


"Ah, iya kak. Michael ada turnamen jadi harus pergi pagi-pagi." Jawab Michael dan terus berjalan.


"Maaf Tuan muda, ada seorang gadis yang menunggu Tuan di depan." Ujar Seorang bodyguard kepada Michael dan di dengar oleh Arthur.


Karena rasa penasarannya, Arthur mengikuti Michael kedepan pintu Rumah dan benar di sana ada seorang gadis yang berdiri di samping mobil menatap Michael kesal.


"Kau sungguh sangat lama Pemuda Park." Ujar Gadis itu dan masuk ke dalam mobil yang memang mobil team milik Michael.


"Maafkan aku, Che. Tadi ada sedikit masalah di rumah." Ujar Michael.


"Dia siapa?". Tanya Gadis itu dan menunjuk kearah pintu.


"Dia kakak kelimaku." Jawab Michael yang hanya melihat kakak kelimanya yang berdiri bersandar di pintu sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Hati-hati Mike, kalau ada waktu kakak akan menyempatkan diri untuk datang." Ujar Arthur dengan senyuman nya.


"Baiklah kak. Mike berangkat dulu." Jawab Michael dan masuk ke dalam mobil.


Mobil itu keluar dari kawasan Mansion Park dan melaju dengan pelan membelah jalanan pagi yang tampak ramai menuju Mansion Harld untuk menjemput Harld.


Karena mereka menggunakan mobil yang di sediakan oleh Team Gamer itu.


TBC.


*Hay kakak-kakak pembaca yang selalu setia menunggu kelanjutan cerita ini. Author memohon maaf atas keterlambatan meng-up cerita ini.


Terima kasih karena selalu setia menunggu cerita ini.


sebagai tanda maaf Author kasih deh penyejuk mata*. Harld Aharon