PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
21. Planning



Sepulang dari liburan semuanya kembali ke aktifitas mereka seperti semula dan Michael yang berakhir di rumah dan menjaga baby Carlissa yang kini telah resmi menjadi anggota keluarga Park.


Walaupun belum tahu yang sebenarnya, tapi bayi kecil itu telah menjadi anggota keluarga yang sangat di sayangi oleh Ketujuh pria tampan dan juga Tuan dan Ny. Park.


Kali ini Brandon menjadi penghuni rumah, entah apa yang di lakukannya dan Ny. Park di dapur dan keduanya tampak sangat serius dengan percakapan mereka yang sangat rahasia.


Di saat Michael ke dapur ingin mengambil minum, Ny. Park akan menyuruh Brandon diam ataupun sebaliknya.


"Don, mommy memiliki keyakinan kalau Baby Carlissa adalah putri Reivant, Wajah mereka sangat mirip, Kau lihat saja Reivant waktu kecil, mereka sangat mirip kan. Mommy yakin itu." Ny. Park menopang dagunya di atas meja dan menatap anaknya itu.


"Hmmm,,benar sih Mom. Brandon yakin itu, Selama ini Brandon memiliki suatu kecurigaan, semenjak kedatangan baby Carlissa, Kak Reivant tampak berbeda dan tak pernah marah-marah kalau pulang kantor, di tambah lagi kak Reivant lebih sering tersenyum." ujar brandon menyakinkan.


"Kita harus mencari bukti dan membenarkan dugaan kita." Ny. Park menatap Brandon dengan senyum devilnya.


"Hmmm,,benar! Kita harus membuktikan ini,mom! Tapi, bagaimana caranya??"Tanya Brandon sambil menggaruk tengkuknya.


"Ckckck,,lakukan tes DNA."Ny. Park mengetuk Kepala Brandon dengan majalah nya.


"Tapi mom, Kak Reivant tak mau melakukan itu."


"Apakah kau tidak bisa menggunakan akalmu, anakku sayang! Ckckck." Ny. Park menatap Brandon iba.


"Hehehee, Aku tau sekarang Mom. Dua tiga hari lagi kita akan mendapatkan Hasilnya, percayakan pada Partner Boy mu ini,mom."Senyum Brandon dengan wajah tengil nya.


"Good Job. Anak mommy yang pintar,Hmm mau di bayar berapa Pak?"Tanya Ny. Park nge-drama.


"Aku tidak butuh Bayaran."


"Terus??"tanya Ny. Park menaiki Sebelah alisnya.


"Kebenaran yang membawa kebahagiaan." Senyum Brandon lebar di wajahnya.


"Hahah,,baiklah! Mommy tunggu hasilnya. Okeyy,," Ny. Park bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke ruang tengah di mana ada Michael dan Baby Carlissa.


"Mic,," panggil Ny. Park dan membuat anaknya itu menoleh padanya.


"Ada apa,mom?"tanya Michael dengan suaranya yang lembut.


"Dimana cucuku?"Ny. Park mencari keberadaan Baby Carlissa.


"Di sana."Tunjuk Michael ke balik sofa.


Ternyata Baby Carlissa sedang bermain di balik sofa dengan Beberapa permainan nya yang berserakan dimana-mana.


Liliana Berjalan ke Ruang keluarga dengan Kemoceng di tangannya sambil berdengung lagu.


"Mommy Park."Sapa Liliana dengan suaranya yang cempreng.


"Putriku. Dari mana saja kamu?"Ny. Park memeluk Liliana yang sudah di anggap seperti anaknya sendiri.


"Pliss deh Mom. Biasa aja kali," Liliana mulai bertingkah dengan gaya nya yang alay.


"Hahahah,, Dasar..apa yang mau kau lakukan disini???'' tanya Ny. park menatap Liliana dari ujung kakinya hingga kepala.


''ckckc.. aku akan membasmi mahkluk-mahkluk kecil yang mengotori tempat ini.'' Liliana menatap Michael dengan tatapan mengejeknya. Michael menatap Liliana dengan tatapan bertanya ada apa dan apakah kau ingin mencari mati.


Sedangkan orang yang di maksudnya hanya tersenyum jahil. Seolah dirinya tidak bersalah, Liliana berjalan kearah dimana baby Carlissa berada. Michael menatap Liliana yang terus mengejeknya tanpa melihat bahwa ada manusia kecil kesayangan Tuan Reivant.


''yak...hey Liliana apakah kau ingin dibunuh? tidakkah kau melihat cucuku di bawah kakimu.'' teriak Ny. Park histeris.


Liliana terkejut dan melompat di atas baby Carlissa, sedangkan bayi kecil itu tertawa senang melihat tingkah mereka.


''Apakah menurutmu ini lucu, Carli??'' Michael langsung menggendong baby Carlissa dan membawanya menuju kamarnya yang berada di dekat kamar Danien.


''Ada apa,mom?'' tanya Danien dan berjalan ke ruang keluarga dengan celana pendek dan baju kaos putihnya.


'' Tidak. Mommy hanya meneriaki Liliana yang hampir saja menginjak baby Carlissa.'' Ny.Park melaporkan hal itu pada Danien dengan wajah cemberutnya.


''Ckckck,,sungguh ceroboh kau, kak! Jika saja Tuan Reivant kita tahu maka kau akan minggat dari rumah ini.'' ledek Brandon, sedangkan Liliana menatapnya kesal.


''Laporkan saja jika kau berani, maka aku akan membongkar rahasia mu dan Mommy. Apakah tadi kalian tidak sadar bahwa disana ada aku dan aku mendengar semua rencana kalian.'' Liliana balik mengancam dan membuat Ny. Park menatapnya kesal


''Rencana apa,mom??.'' tanya danien yang sepertinya penasaran.


'' Nanti juga kau tau.'' jawab Ny. Park dan berjalan menuju kamarnya.


''aku bisa mencari Tahunya. itu sangat mudah bagiku.'' ujar Danien santai dan Ny. Park berbalik menatap anak keduanya itu dengan kesal.


*******


Berbeda dengan keadaan di kantor, Reivant tampak gelisah dan berharap waktu berjalan dengan cepat,meeting cepat selesai agar ia cepat pulang atau setidaknya ia bisa melakukan video call dengan Michael hanya untuk melihat wajah baby Carlissa.


Dengan ketidakhadiran Brandon membuat tambah pusing karna tak ada yang bisa mengganti dirinya memimpin rapat di kantor cabangnya yang lain. Sedangkan, Arthur sedang memipin rapat di kantor cabangnya yang lain Bersama Tn. Park.


Reivant menatap layar ponselnya berulang kali, raut wajahnya sedang berbeda dan sekretarisnya terus menatap bosnya itu yang tampak gelisah dari tadi.


Sekretarisnya berdiri dan berjalan dengan pelan menuju kearah Reivant dengan langkah yang pelan, ia menepuk pundak Reivant dengan pelan. Reivant berbalik dan menatap sekretarisnya.


''Ada apa??''Tanya Reivant dengan kening yang menyerngit.


''Apa kita akhiri disini dulu,pak? bapak terlihat pucat dan gelisah dari tadi.'' ujar sekretarisnya.


''Baiklah. sampai disini meeting kita.''. ujar Reivant dan bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar disusul oleh sektretarisnya.


''Siapkan mobil untukku.'' perintah Reivant sambal membuka kancing kemejanya.


''Baik,Pak!'' jawab sekretarisnya menyanggupi.


REIVANT POV


Apa yang terjadi pada diriku, entah kenapa bayi itu terus membuat ku gelisah walau tak melihatnya sedetikpun. Seperti ada rindu yang menyiksa dan memaksaku untuk pulang dan bertemu dengannya. Dia memberikan kesan yang familiar dalam diriku.


Aku harus cepat dan bertemu dengan putri kecilku yang membuatku tersiksa dengan keadaan seperti sekarang ini.


REIVANT POV END


*****


Sesampainya di Mansion Reivant berjalan dengan cepat membuka pintu Mansion dan membuat penghuni Mansion itu terkejut, Aidyen menyerngit melihat kakak Pertamanya yang tampak aneh dan bahkan melewatinya begitu saja.


sepulang sekolah, Aidyen banyak menghabiskan waktunya di ruang tamu dengan pekerjaan rumah yang menumpuk. Ia harus menyalin semua materi yang tak diikutinya selama beberapa hari yang ia absen.


Reivant mencari baby Carlissa di ruang keluarga, bukan baby Carlissa yang di dapatinya tetapi Brandon,Danien, dan Chaiden yang sibuk dengan PlayStation milik Michael. Tapi, tak ada Michael disana, Reivant berjalan kekamarnya di lantai dua dan tak ada baby Carlissa. Di kamar Baby Carlissa hanya ada Ny.Park yang sibuk mengatur kamar cucunya.


Reivant turun menuju kekamar Michael dengan perlahan ia membuka kamar Michael dan benar dugaannya., Michael dan Baby Carlissa ada di sana, Baby Carlissa terlihat sedang tertawa dan ia bermain dengan Michael.


''Baby Carli...Papa.'' tunjuk Michael ke arah pintu saat ia sadar dengan keberadaan kakaknya Reivant.


''Papa..papa..'' ujar Baby Carlissa semangat dan berusaha turun dari tempat tidur Michael.


Perlahan Reivant menutup pintu kamar dan berjalan kearah Baby Carlissa dan memeluk bayi kecil itu dan berkali-kali mencium pipi baby Carlissa penuh sayang. Baby Carlissa pun seolah memeluk Reivant dengan tangan kecilnya, diam-diam Michael merekam moment yang mengharukan itu dan mengirim ke Mommynya.


Ternyata mereka telah bekerja sama untuk mencari tahu kebenaran tentang Baby Carlissa dan Reivant.


TBC.