PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
26. Keberangkatan Michael



Pagi itu Michael telah siap dengan barang-barang yang akan di bawanya, di bantu sopir yang akan mengantarnya memasukkan barang-barangnya kedalam mobil. Ny.Park menggenggam erat tangan putranya itu bahkan merangkul lengannya. Karena, ini pertama kalinya Michael pergi tanpa mereka dan Ny.Park merasa berat untuk melepaskan anaknya untuk pergi sendiri tanpa pengawasan dari dirinya atau putranya yang lain.


Baby Carlissa terus merengek dan memberontak dari gendongan Reivant, dengan tanggannya yang kecil ia mengulur kearah Michael. Michael mengambil alih Baby Carlissa dan sejenak bayi itu pun tenang dan dengan santai ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Pamannya itu.


"Carli, Paman harus pergi. Baby Carli kembali ke Papa Reivant yah." Ujar Michael pelan dan mengusap pucuk kepala Baby Carlissa. Bukannya menangguk iya, Baby Carlissa mengenggam erat baju Michael dan menatap tajam kearah Reivant yang datang untuk mengambilnya kembali.


"Kamu pergi dek?"Tanya Brandon dengan wajah sedih. Michael menahan tawa melihat wajah Kakaknya itu, itu sungguh lucu dan inginnya ia mengabadikan expresi Brandon tersebut. Tapi untuk sekarang itu tidak akan mungkin terjadi.


"Mic, Ingat pesan Daddy. Selalu kabari Daddy atau kakak-kakakmu, jangan pernah lepas dari Handphonemu itu dan jangan pernah biarkan ponselnya kehabisan daya. Selalu waspada, jika ada yang mencurigakan segera hubungi Daddy atau Kakakmu." Pesan Tn.Park yang sepertinya sangat berat hati melepaskan anaknya pergi jauh.


"Baik Daddy." Jawab Michael dengan senyumnya.


Michael memberi Baby Carlissa kepada Reivant, ia mengecup Ponakannya itu dan memeluk saudaranya satu persatu, saat tiba di giliran Arthur, pria itu menatapnya seolah memperingati dirinya harus menang, Michael tersenyum menyanggupinya.


Danien menarik adiknya kedalam pelukannya dan menepuk tidak ia bukan menepuk tapi memukul Belakang adiknya dengan kuat, sungguh kakak yang kejam. Ny.Park menatap Putranya itu dan seolah meraju tak ingin di peluk anaknya.


"Ingat sampai disana,segera hubungi Mommy, jangan telat makan, jangan tidur larut malam seperti disini, dan selalu hubungi Mommy. Ingat itu!." ujar Ny.Park dan Michael hanya menanggapinya dengan senyum.


Baby Carlissa semakin memberontak dan menagis dengan keras saat mobil Michael meninggalkan Mansion Park. Aidyen menatap mobil kakaknya sambil termenung, ia merasa sepi karena untuk beberapa hari kedepan tak ada teman gamenya.


Reivant berjalan masuk dan menelpon seseorang.


"Awasi dia dan aku tidak ingin Adikku kenapa-kenapa." Ujar Reivant dan mematikan sambungan telponnya.


******


Kini Ny.Park Bersama kelima putranya + Cucu tersayangnya Baby Carlissa yang tertidur di pangkuan Brandon, karena setelah Michael pergi. Reivant harus menemani Daddynya untuk bertemu klien di luar negri.


Ny.Park menopang dagunya dan menatap putra-putranya yang tampak tak bersemangat, ia tersenyum dan menepuk tangannya membuat mereka terkejut. Brandon memegang tangan Baby Carlissa yang sepertinya terkejut akibat ulah mommynya itu.


"Apakah kalian ingin ikut Mommy?"Ujar Ny.Park dengan senyumnya devilnya.


Mereka serempak mencondongkan tubuhnya penasaran apa yang ingin di katakan oleh Mommy mereka. Chaiden merasa ada sesuatu yang tidak beres jika Mommynya sudah tersenyum seperti itu. Pasti ada sesuatu yang akan di lakukan oleh mommynya.


"Apakah Mommy memiliki ide untuk menyusul kakak keenam?". tebak Aidyen dan langsung di iyakan oleh Ny.Park


"Tapi, bagaimana caranya Mommy, kita bahkan tidak tau kemana Michael pergi." Ujar Arthur dan kembali bergulat dengan PlayStation milik Michael Bersama Aidyen.


"Ckck,, menyesal Mommy menyekolahkan kalian tinggi-tinggi kalau kalian memiliki kemampuan yang sangat dangkal, untuk apa kita memiliki anak IT jika tidak di gunakan daripada hidupnya hanya membobol perusahaan orang bahkan perusahaan Mommy jadi korbannya." Decak Ny.Park dengan wajah mengejek.


Danien langsung menutup ipadnya saat merasa dirinya di sindir, karena Ny. Park melihat apa yang dilakukan Danien saat itu, dengan posisi Danien yang duduk melantai dan tak jauh dari pandangan Ny.Park. Danien menatap Mommynya dan langsung tersenyum seolah tak bersalah.


"Wah,, tumben Mommy benar." Jawab Chaiden dan Ny.Park tersenyum bangga selang beberapa detik expresi Ny.Park berubah dan langsung menatap kesal Chaiden.


"Jadi Maksud Chaiden selama ini Mommy selalu salah gitu." Tanya Ny.Park dan Chaiden hanya tertawa seolah tak bersalah.


"Aku sudah menemukan dimana Michael berada sekarang."Ujar Danien


"Dimana kak." Tanya Chaiden dan Aidyen bersamaan dengan antusiasnya.


"Di kota K." Jawab Danien tanpa berpaling dari Ipadnya.


"Bukannya kota itu lumayan jauh dari sini, kita harus menelurkan waktu 5 jam perjalanan mengunakan mobil untuk sampai disana." Jawab Arthur yang dari tadi menjadi pendengar setia.


"Hmmm,,,iya juga sih. Tapi,untuk apa kita memiliki segalanya kalau tidak di gunakan." Senyum Ny. Park dan di angguki oleh Putranya yang lain.


"Kapan kita akan pergi mom." Brandon bertanya dengan muka ngantuknya dan sedang mengendong baby Carlissa.


"Hmmm,,,besok kita pergi." jawab Ny.Park dengan wajah ceriannya


"Mom, apa tidak sebaiknya kita memberitahukan pada kak Reivant." usul Chaiden, karena mereka tahu kalau mereka pergi tanpa sepengetahuan kakaknya Reivant, bisa-bisa terjadi peperangan dalam Mansion, karena pasti Reivant akan mencari Putri kecilnya itu.


Dan di setujui oleh saudaranya yang lainnya, karena mereka tidak mau mencari masalah dengan kakak tertuanya.


"Baiklah, mommy akan bilang kalau kita akan pergi piknik,,bagaimana." usul


Ny.Park


"Kalau kakak tidak percaya bagaimana? Apalagi bayi ini bersama kita." Tunjuk Brandon kepada baby Carlissa yang masih tertidur lelap.


"Ck,,benar juga. Pria berhati baja itu pasti akan melarang kita pergi. Bagaimana kalau kita pergi tanpa sepengatahuan Reivant atau Daddy." Usul Ny. Park dan langsung di tolak mentah-mentah idenya oleh kelima putranya.


Inginnya ia menjitak kepala mereka satu persatu, tidak ada yang bisa di andalkan.


"Baiklah,jika kalian tidak mau. Biar mommy yang pergi sendiri." ancam Ny. Park dan memalingkan wajahnya.


"Mom,,, baiklah mom.. Kita akan pergi bersama mommy tanpa sepengatahuan Kak Reivant." Bujuk Chaiden yang tak bisa melihat Mommynya meraju.


"Kak.."Tegur Ketiga adiknya serentak dan Danien hanya mengangguk tak mengerti dengan apa yang mereka bahas.


"Baiklah,setuju dan deal besok kita berangkat. Selamat beristirahat anak-anak, karena besok kita akan berpetualang dan melakukan perjalanan yang panjang dan jauh. Sini kembalikan cucu Mommy." ujar Ny. Park dan mengambil baby Carlissa dengan pelan dari pangkuan Brandon.


Akhirnya Brandon dapat bernafas lega, kaki dan tangannya sepertinya kesemutan karena harus memangku baby Carlissa berjam-jam. Apalagi besok mungkin tiba di sana, ia tak bisa bergerak dan harus memerlukan kursi roda jika Ia yang harus menggendong baby Carlissa lagi.


Tapi kesempatan seperti itu tak datang dua kali, ada Reivant ataupun Michael jangan pernah bermimpi atau berharap bahwa gadis kecil itu akan mau jika pamannya yang lain menggendongnya.


TBC.


Mohon dukungannya dan tolong votenya yah kakak-kakak pembaca yang baik hati.


Terima kasih😊