
"Dulu saat SD, ia pernah di bully, hingga ia menjadi penyendiri dan jarang bersosialisasi dengan orang-orang, kecuali kami kakak-kakaknya."Jawab Rayn, dan sedikit bercerita tentang masa kecil adiknya itu.
"Mulai sekarang kami adalah saudaramu juga Harld, jadi jangan menghindar dari kami, ya."Ujar Brandon sambil tersenyum menatap Harld yang di balas senyuman dari anak itu.
"Jadi sejak dari kejadian pembullyan itu, ia meminta pada kakek Aharon dan kami untuk home schooling."Lanjut Rayn menceritakan kan tentang Harld.
"Berarti sama seperti Michael,kak."Ujar Arthur yang ingat adiknya itu yang juga melakukan home schooling.
"Tampaknya Mereka juga seumuran ya kak." Tanya Chaiden entah pada siapa, Reivant, Rayn atau Danien.
"Iya Kai,,liat saja mereka sama-sama masih minum susu, bedanya Michael susu putih loss sugar."Ujar Danien sambil tertawa mengingat adiknya itu. Tapi,semua makanan manis ia suka, tidak untuk susu manis,Michael sangat membencinya.
Tak berapa lama pak Jun, datang dan melaporkan jika makanan sudah siap, ia sedikit bingung, subuh begini mereka bilang makan malam.
"Kita makan dulu, baru kita lanjutkan investigasi ini."Ujar Rayn ala-ala detektif
"Kebetulan aku sudah lapar, kak."Ujar Brandon yang di angguki Arthur, entahlah mereka sudah menganggap jika Rumah Rayn adalah rumah mereka juga.
Mereka menuju ruang makan yang sudah ada beberapa pelayan dan pak Jun yang sudah menunggu, mungkin dalam hati mereka berteriak, karena tuan nya sungguh gila, di tambah pria-pria tampan lainnya.
Tapi, di sisi lain para Maid itu bersyukur karena teman dari Tuan muda mereka sungguh menawan hati, enak di pandang. Walaupun sebenarnya mereka sangat mengantuk tapi ini berkah menurut mereka, hanya pak Jun yang paham siapa tamu dari tuan mudanya itu.
Mereka sudah selesai makan, dan Arhtur sudah menguap berkali-kali sedari tadi, sungguh matanya tidak bisa di ajak untuk bernegosiasi.
"Ayolah,,bertahan sebentar saja,, ayolah mata, aku benar-benar mencintaimu. Sebutkan berapa yang kau mau,aku akan membayarnya. Aku sudah tidak sanggup lagi,, Tidak! kau harus bertahan,Ar. Mata kau sangat tampan,aku akan membayarmu. Baiklah, 5 menit lagi,deal kau harus bertahan 5 menit lagi,,kau mau berapa?1 milliar,2 milliar. Atau wanita cantik. Bertahanlah,,,ku mohon". gumam Arthur yang seolah sedang berbicara pada matanya yang benar-benar sudah tak tahan ngantuk lagi.
Chaiden menatap adik kelimanya itu dengan kening yang menyerngit, awalnya ia sempat berpikir apa yang di lakukan oleh bocah kecil itu.
"Aku kalah denganmu, mata." Ujar Arthur pada dirinya sendiri.
Akhirnya, Chaiden sadar jika Arthur sedang melakukan negosiasi dengan matanya yang susah di ajak untuk bekerja sama dan akhirnya ia mengalah dan tertidur dengan menyandarkan kepalanya di bahu kakak keduanya Danien.
Karena mereka bertiga duduk di satu sofa yang panjang Bersama Brandon, tapi Arthur memilih menyandarkan kepalanya di kakaknya Danien, dan Danien hanya menatap sekilas adiknya itu, dengan tidak membangunkan ataupun menganggunya.
"Biarkan ia tidur, sepertinya ia sudah tak bisa menahan kantuknya lagi."Ujar Rayn yang ikut melihat adiknya itu, ya, dia sudah menganggap adiknya Reivant adalah adiknya juga, begitu juga sebaliknya dari Reivant dan adik-adiknya, mereka sudah menganggap seperti keluarga.
Dimana Harld, jangan di tanyakan karena sekarang ia juga sudah menuju alam mimpinya, dan tertidur di sofa yang ia duduki tadi.
Sekarang sudah pukul 5 pagi. Tapi, pembahasannya mereka belum lah berakhir, sedangkan Arthur di biarkan tidur di sofa yang tadi di duduki oleh mereka bertiga, kedua kakaknya mengalah duduk melantai, untungnya alas permadani nya sangat tebal jadi tak masalah untuk kedua manusia Park itu.
Dengan Danien yang tampak fokus dengan laptopnya, entah apa yang ia kerjakan hanya mereka yang tahu.
"Kak, apa kita akan membuat suatu jebakan untuk Max?."Tanya Brandon pada Reivant.
"Untuk sekarang anggaplah kalian tidak tahu apapun tentang Gavin."Ujar Rayn yang menjawab, bukanlah Reivant melainkan Rayn.
"Iya sebaiknya seperti itu, dan untuk Rouwnd bagaimana?. Pasti ia sudah mencurigai karena anak buahnya tak ada yang kembali ataupun melaporkan tentang Kakak ipar."Tanya Chaiden yang ikut menimpali perkataan kakak-kakaknya
"Tenang Kai, kakak sudah urus jika soal itu, jadi untuk beberapa hari kedepan akan aman, karena kakak memegang salah satu ponsel dari orang yang selalu mengikuti Shera dan nomor Shera juga tetap aktif tapi hanya sebatas aktif dan berkirim pesan seperti biasa."Jawab Danien dengan mata yang tetap fokus di layar laptop.
"Wahh kakak sungguh hebat."Ujar Chaiden memberikan jempol pada kakaknya.
"Aku sungguh Lelah, dan kita bisa keriputan jika tak pernah tidur seperti ini terus."Ujar Rayn dengan muka memelas.
"Ya, sebentar siang, aku harus melakukan perawatan muka dan tubuhku."Lanjutnya lagi membuat keempat putra Park melongo menatap Rayn.
"Re, apakah kamu kurang kerjaan?."Tanya Reivant ia sedikit ingin mengerjai sahabat kecilnya itu.
"Sangat banyak,Vant. Kadang hingga aku lupa kalau aku juga butuh istirahat."Jawab Rayn/Rare dengan cepat karena ia tahu pasti sahabatnya itu ingin mengerjainya.
"Muka mu sangat tidak cocok di buat seperti itu Re, seperti om-om mesum dan pantasan hingga sekarang kau masih menyendiri."Goda Reivant dan terus mengerjai sahabatnya itu.
"Ck,,kamu sungguh menyebalkan Vant, dari dulu hingga sekarang tak pernah berubah."Ujar Rayn dengan wajah cemberutnya itu.
Ya di tengah keseriusan mereka tetap di selingi dengan candaan agar mereka tidak mengantuk.
"Kak, jam berapa kita kembali, Mommy mengirimkan pesan padaku, menanyakan keberadaan kita."Ujar Brandon yang memberitahukan jika Mommy Park mengirimkan pesan.
Reivant tampak melihat jam tangannya, sekarang hampir menunjukan pukul setengah 7 pagi, apa karena suasana di rumah Rayn yang sangat sejuk dan damai membuat mereka lupa waktu ataukah karena pekerjaan yang mereka kerjakan sungguh menguras otak.
"Hm,,katakan pada Mommy, sebentar lagi kita pulang."Ujar Reivant belum lama ia berbicara, bunyi ponselnya terdengar dan tertera nama Daddynya disana.
"Ya Dad,,"Sapa Reivant pada Daddynya
"..."
"Hm,,baiklah sebentar lagi, Rei dan adik-adik kembali."Jawab Reivant
"..."
"Ya, nanti Dad,aku harus mendengarkan dari Daddy secara langsung."Ujar Reivant dan mematikan sambungan telponnya.
"Oh ya Rayn, sebentar malam, kami datang lebih awal, kasian istri dan anak ku."Ujar Reivant pada Rayn sambil menatap sahabatnya itu.
"Hei, aku tahu kamu merindukan istrimu kan."Goda Rayn sambil tertawa menatap Reivant
"Ya lah, aku merindukannya, makanya menikah lah supaya kamu tahu bagaimana rasanya hidup berumah tangga."Ujar Reivant dan terus menggoda Sahabatnya itu.
"Ck, aku belum mendapatkan yang cocok, Rei."Balas Rayn dan membuat wajah yang seolah merajuk.
"Baiklah kami pamit dulu, Don bangunkan adik-adik kecilmu itu."Ujar Reivant pada adiknya Brandon yang juga hampir tertidur, untuk membangunkan Chaiden dan Arthur, karena tadi Chaiden akhirnya tertidur juga.
Brandon bangun dari duduknya dan membangunkan kedua manusia itu yaitu kakak dan adiknya.
"Siapa yang menyetir?."Tanya Reivant lagi, karena ia menyerah jika harus menyetir, ia sudah sangat Lelah dan mengantuk.
"Biark aku saja kak."Jawab Chaiden, setidaknya ia sudah tidur walaupun sebentar.
"Aku saja kak!". Ujar Arthur yang barusan balik dari kamar kecil, tadi saat ia terbangun langsung menanyakan di mana toilet, sekalian membasuh mukanya.
"Baiklah jika kamu yang menyetir, Thur
"Ujar Danien sebab ia juga menyerah jika harus menyetir
"Re, kami pamit dulu."Ujar Reivant yang sudah masuk di mobil mereka, dengan Danien yang duduk di depan samping Arthur yang mengemudi, karena Danien sedikit ragu pada adiknya itu.
Sedangkan Chaiden dan Brandon langsung terlelap saat mendudukan dirinya di dalam mobil, karena mata mereka juga sudah kalah taruhan.
Reivant jangan di tanya, ia juga sudah sangat Lelah dan mengantuk tapi ia berusaha bertahan, mungkin ia juga masih bernegosiasi dengan matanya seperti yang Arthur lakukan. wkwkwwk
Percakapan gaje Author dan Reivant
'*Thor, jangan aneh-aneh ya,,"-Reivant
"Tenang Vant, author sangat mencintaimu, jadi author tak tega membuat dirimu seperti Arthur yang bernegosiasi dengan matanya. Tapi,itu sangat lucu,jika kamu yang melakukannya,Rei."-Author dengan wajah tengilnya.😆
"Bagus, love you Thor."Reivant dan seolah membuat fly kising ke author.
"Iyuu,,,Shera,,suami mu mulai kumat,,"Author
"Thorrrrrrrrrrrrr,,,,,,," Ujar Reivant geram dan menatap author penuh cinta🤣🤣*.
TBC.