
Pukul 7 pagi, mereka tampak berkumpul di meja makan dengan penambahan beberapa anggota yaitu Dr.Diky, Rayn serta Harld dengan hidangan yang terlihat penuh di meja makan yang sangat besar itu.
Meja itu memiliki belasan kursi hingga muat untuk mereka sebanyak itu. Tapi, tidak untuk Aidyen dan teman segrupnya, karena mereka sudah pergi sedari pagi tadi, kembali ke asramanya yang di bekali makanan oleh Ny.Park yang bangun pagi menyiapkan makanan untuk putranya dan teman-temannya di bantu oleh para Maidnya.
Setelah selesai, mereka masih duduk di meja makan belum ada yang beranjak.
"Ra, apa kamu sudah baikan, Nak?"Tanya Ny.Park yang melihat wajah anak menantunya yang masih tampak pucat, walaupun ia sudah merias dirinya, karena ia akan ke Rumah sakit .
"Shera sudah mendingan,mom."Jawab Shera dengan senyumnya
"Nanti paman Telpon Dr. Sharrena."Ujar Diky pada Shera yang di balas anggukan Shera.
Dr.Sharrena adalah Junior Shera di Michael hospital, dan sebelumnya mereka berdua sama-sama bekerja di rumah sakit yang lama dan saat Shera pindah, ia juga meminta Sharren untuk pindah juga di Michael Hospital.
Itu juga atas bantuan Reivant dan Dr.Diky tentunya sebagi direktur Michael Hospital. Tapi walaupun begitu Shera belum melakukan tugasnya, paling ia hanya datang seolah bekerja padahal sebenarnya itu hanya mengecoh papinya dan antek-antek.
"Iya paman."Jawab Shera
"Mom,Dad hari ini Rachel kembali mansion bersama,kak Rayn."Ujar Rachel yang pamit pada Tn dan Ny.park yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya itu. Tadi malam juga ia sudah membicarakan pada Reivant juga.
"Yah, mommy senang ada kamu dan cucu tampan mommy disini."Ujar Ny.Park dengan wajah memelasnya menatap Rachel yang di balas senyuman dari Rachel.
"Tapi mom, kami juga sudah lama disini, dan juga kami masih tetap bisa memainkan peran itu saat di kantor, bukan kah begitu,Dan?". Ujar Rachel dan bertanya pada Danien yang di balas anggukan dari pria nomor dua Park itu.
"Iya Grandmom, nanti Ell akan selalu main kesini, kan Axell sayang baby Cantik."Ujar Axell yang melihat wajah grandmomnya.
Baby tampan itu menyayangi semuanya tanpa terkecuali tapi ia lebih sayang Baby cantik, boneka kecilnya dan ia berjanji akan melindungi boneka miliknya dari siapapun yang berani menganggunya dam akan berakhir di tangannya, Ia menatap Baby Cantiknya. (wah baby boy belajar sadis eh).
"Axell harus rajin main disini ya."Ujar Tn.Park akhirnya bersuara.
Mereka tak bisa menahan Rachel dan anaknya karena mereka punya kehidupan sendiri.
Kecuali,jika Rachel menikah dengan salah satu anaknya, sepintas saja itu terlintas di benaknya membuat Ny.Park tersenyum, dan sudah pasti itu Danien tapi ia hanya menahan pikirannya. (Dasar Mami Park).
"Yah kak Chell, aku tak ada teman lagi dong."Ujar Chaiden,karena selama ini ia yang selalu menjadi teman Rachel dan baby Boy.
"Tenang lah Kai, aku akan sekali bermain-main di kantormu nanti."Jawab Rachel dan semua menatap Rachel, serta baby boy entalah mereka merasa akan kekurangan anggota keluarga yang selama hampir dua bulan Bersama.
"Eh tidak,karena kak Rachel sekertarisku,jadi kalau aku kesana baru kak Rachel akan ikut."Ujar Brandon yang di tatap sengit oleh Chaiden
"Oke, baiklah! Tapi, kak Rachel adalah temanku."Ujar Chaiden, lah ini kenapa pada berebut Rachel sedangkan aslinya Rachel sahabat Reivant, wkwkkw.
"Oh ya Chell, besok saja baru kamu ke kantor,yah."Ujar Reivant yang ditatap nanar oleh Brandon lah sekertarisnya malah gak masuk kerja hari ini. Emang ya kalau boss besar paling berkuasa.
"Dan Kamu Don, hari ini Bersama Arthur pergilah mengurus pengambil alihan Panti asuhan itu dan urusan sekolah tersebut, sekarang bersiaplah."Ujar Reivant dan melerai pertengkaran konyol antara kedua adiknya.
"Oh ya Re, untuk urusan lanjutnya kita bertemu di kantor mu saja, sepertinya aku ingin melihat kantormu."Ujar Reivant pada sahabat kecilnya.
"Yayaya, bawakan makanan yang enak untuk ku nanti."Jawab Rare dan berdiri untuk menuju kamarnya mengambil travel bag ukuran mini.
Karena, hari ini ia akan pulang Bersama Rachel, Harld dan baby boy tentunya. Tapi, karena kemarin ia datang mengunakan mobil BMW i8 yang tidak akan cukup untuk berempat jadi, Reivant menyarankan mengunakan mobilnya, ya kapan-kapan lah di balikin gitu. (holkay mah bebas.😎)
"Harld, kamu bawa BMW, kakak dan kakakmu Rachel dengan mobil lain."Ujar Rayn pada adik nya, dan pria itu hanya menangguk menanggapi perkataan kakaknya.
"Papi, aku Bersama uncle Harld aja, biar uncle ada temanya."Ujar Axell langsung mengenggam tangan Harld, yang di balas genggaman balik pada tangan mungil itu.
"Baiklah, Harld hati-hati."Ujar Rachel.
Sekarang mereka ada di depan teras mansion Park, untuk bersiap ke mansion Rare, yang Rachel saja belum tahu, karena baru kali ini, ia kesana rumah kakaknya.
Ny.Park memeluk Rachel dan Rayn, serta Harld dan terakhir cucu tampannya.
"Baik Dad."Jawab mereka bersamaan.
"Dan cucu grandpa, jangan lupa telpon grandpa ya."Ujar Tn.Park lagi pada cucunya.
"Oke Grandpa, jaga baby cantik untuk ku ya Grandpa,aku mempercayainya pada,Grandpa."Jawab Axell dan berpesan pada grandpanya agar menjaga boneka kecilnya dan tersenyum pada Tn.Park.
"Tenang boy, pamanmu disini banyak untuk menjaga baby cantikmu."Ujar Reivant pada anak sahabatnya itu.
"Baik daddy Rei, Axell pamit."Ujar Axell dan memeluk Reivant yang tadi mengangkatnya untuk di gendong dan ia juga mencium pipi Shera.
"Mami sakit?."Tanya Axell yang melihat wajah maminya.
Ya,maminya lah karena shera adalah mami dari boneka kecilnya.
"Mami baik-baik saja,Ell."Ujar Shera membelai rambut anak lelaki itu.
"Baby cantik, Axell pergi dulu,ya".Ujar Axell yang menatap bonekanya yang ada di gendongan Shera dan baby Carli tampak berkaca-kaca matanya.
Entah bayi itu seakan mengerti jika orang yang selalu menjaganya selama ini akan pergi.
"El,ell alan-alan,,"Celoteh bayi cantik dan akhirrnya ia bersuara juga.
"Tidak, Ell hanya pulang sebentar, nanti Ell main lagi sama baby cantik ya."Ujar Axell sok dewasa, membuat semua manusia dewasa yang ada disana menatap tak percaya pada jawaban Axell.
Danien menatap putra kecilnya nanar,seakan ada yang hilang. Tapi,dia berusaha tersenyum dan menyangkal perasaan itu, karena nanti juga mereka bertemu di kantor.
"Ell,apakah Ell melupakan paman Kai?". Ujar Chaiden dengan memasang wajah cemberutnya.
"Astaga, Ell hampir melupakan Paman kai."Ujar Axell dan menepuk keningnya seolah ia melupakan Paman nya itu dan menyengir menunjukan deretan gigi kecilnya yang sangat rapi.
"Ell sangat kejam." Ujar Chaiden memelas dan membawa Axell kedalam gendongannya.
"Paman, Ell pulang dulu yah. Nanti,jika Paman ada waktu luang,paman harus janji untuk menjemput Ell pulang sekolah dan mengajak Ell bermain yah." Ujar Axell dan membuat perjanjian dengan Chaiden.
"Iya Paman,janji." Ujar Chaiden dan mengacak rambut Baby Tampan itu.
"See you,Ell. Sampai jumpa di kantor." Ujar Arthur dan berpamitan. Karena Dia dan Brandon harus berangkat sekarang.
"See you to,Paman tampan." Ujar Axell dan melambaikan tangannya kepada kedua pamannya.
Jangan tanya kenapa Axell memanggil Arthur Paman Tampan, karena itu di minta oleh Arthur dengan jaminan bahwa ia akan menjaga Baby Carli dengan baik.
"Daddy." Panggil Axell kepada Danien.
"Iya Baby." Jawab Danien dan tersenyum pada putra kecilnya, Axell merentangkan tangannya meminta di gendong oleh Daddynya.
Entah apa yang ia bisikan pada Daddy-nya dan membuat Danien tersenyum gemas menatap Putra kecilnya itu.
TBC.
Hay kakak-kakak pembaca.
holla, salam jumpa lagi dari author.
maaf yah, kalau selama ini author telat upnya, bukan di sengajakan. karena satu dua kesibukan real life yang memaksa jadi author sedikit telat upnya.
Terima kasih utk kakak-kakak pembaca yang selalu setia menunggu kelanjutan Cerita ini dan Mohon dukungannya selalu.
Jangan Lupa Like,vote dan dukungannya yah. terima kasih