
Mobil yang membawa kelima manusia beda usia itu membelah jalan kota M menuju ke Michael Hospital.
"Bagaimana keadaan Kai sekarang Dad?."Tanya Ny.Park berusaha untuk tenang.
Setelah mereka pergi tadi saat di dalam mobil barulah Tuan Park menceritakan jika Chaiden terluka dan itu membuat Ny.Park menangis.
Ia tak menyangka jika anak-anaknya mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelesaikan masalah ini.
Rasanya ia ingin memberi pelajaran pada Rouwnd itu yang sudah berani melukai anak-anak tersayangnya.
Setelah melakukan perjalanan yang hanya memakan waktu 15 menit akhirnya mereka sampai di Michael Hospital, mobil Alphard itu berhenti di lobby Rumah sakit tersebut, dengan cepat Ny.Park keluar dari mobil dan berjalan menuju ruangan operasi.
Beberapa petugas yang tahu siapa yang datang, ada yang menyapa bahkan menundukan kepalanya, padahal keluarga Park tidak pernah ingin di hormati berlebihan seperti itu, selama pekerjaan mereka bagus, mereka akan di apresiasi sesuai jabatan mereka.
*****
Mobil yang di tumpangi oleh kedua putra Park yaitu Brandon dan Arthur masih setia mengikuti motor sport milik Danien yang mereka tahu jalan itu menuju ke arah Michael Hospital.
"Kak perasaan ku tak nyaman."Ujar Arthur tanpak gelisah dan tidak tenang.
"Tenanglah Ar, kita akan tahu nanti."Balas Brandon yang tak kalah kuatir.
"Tapi, daritadi, Ar kepikiran terus sama kak Kai."Ujar Arthur kuatir.
"Tenanglah, Ar. Kak Kai pasti baik-baik saja, mungkin ada salah satu pengawal yang terluka." Ujar Brandon menenangkan Arthur yang tampak sangat gelisah.
Danien tak menyadari jika dirinya di ikuti oleh kedua adiknya karena pikirannya sekarang tertuju pada kedua saudaranya, dan juga Rachel, entah kenapa tiba-tiba ia memikirkan wanita itu, ia juga heran.
Danien ingin sekali cepat tiba disana dan memastikan bahwa Rachel baik-baik saja, dan ingin melihat keadaan Wanita itu.
Motor sport milik Danien masuk ke dalam lingkungan rumah sakit tersebut dan berhenti tepat di sebelah mobil milik mereka, Pak Agus yang kaget dengan kedatangan putra kedua keluarga Park itu.
"Tuan muda." Sapa Pak Agus
"Iya pak, dimana Daddy dan mommy pak?."Tanya Danien sambil membuka helmnya.
"Di ruang operasi tuan muda."Jawab Pak Agus.
"Siapa yang di operasi, pak?."Tanya Arthur yang muncul dari belakang Bersama Brandon tentunya.
"lah kalian disini."Ujar Danien melihat kedua adiknya itu.
"Kami mengikuti mu kak."Balas Brandon dan menatap kearah Arthur yang sudah tidak tenang.
"Baiklah kita langsung ke dalam."Ujar Danien setelah ia membuka jaket kulitnya tadi, karena ia sebenarnya mengenakan hoodie tadi di lapisi dengan jaket dari luar.
Mereka bertiga berjalan beriringan dengan tetap menjadi tontonan menarik untuk penghuni rumah sakit itu.(bukan hantu ya).
"Mom,,dad,," panggil Arthur yang langsung sedikit berlari menuju kedua orang tuannya.
"Arthur, apa Reivant yang menelpon kalian?."Tanya Tuan Park, pasalnya ia tidak memberitahukan masalah ini pada anaknya yang lain.
"Kakak pertama tak mengabari kami, kami mengikuti kak Danien tadi. Mom, dimana kak kai? Kenapa Ar tidak melihat kak Kai?". Balas Arthur dan mencari Kakak ketiganya itu.
"Mom, Dad, kakek."sapa Brandon
"Siapa yang terluka, dad?."Tanya Danien, soalnya ia tidak melihat kakak pertamannya dan adik ketiganya, ia sedikit lega saat melihat Rachel baik-baik saja.
"Kau tidak apa-apa, Chel?". Tanya Danien dan memutar tubuh Rachel memastikan wanita itu tidak terluka sedikitpun.
"Ya,, aku baik-baik saja, Dan." Jawab Rachel dan menatap bingung Danien.
"Huff,, syukurlah Kau baik-baik saja." Ujar Danien dan tersenyum lega.
Tanpa disadari oleh dirinya, ternyata Danien sempat menjadi bahan tontonan oleh Kedua Kakak beradik Brandon dan juga Arthur, dan juga Ny. Park yang sempat melihat kearah Danien.
Tak berselang lama Reivant datang, entah darimana saja anak itu, hanya ia sendiri yang tahu karena ia sedikit menyelesaikan kasus tersebut, tadi ia menelpon salah seorang jaksa dan kepala polisi untuk membuka kembali kasus kematian paman dan bibinya serta kedua sahabat daddynya.
"Mom, Dad,,"Sapa Reivant dan mommy park langsung memeluk anak sulungnya itu.
"kenapa kalian terluka sayang?."Ujar Ny.park dan menatap Reivant lekat.
"Maafkan Rei mom, Rei lalai menjaga adik-adik Rei."Balas Reivant
"Tidak Rei, kamu tak salah nak, mommy hanya meminta selesaikan masalah ini dengan tuntas jangan ada lagi masalah seperti ini, mommy takut kehilangan kalian."Ujar Ny.Park Panjang lebar, membuat mereka yang disana terharu.
**Flashback**
Ny.Park dan Tuan Park berjalan dengan cepat menuju ruang operasi seperti yang di katakan Reivant tadi, saat mereka sampai, Ny.Park terkejut karena ada anak bungsunya di sana siapa lagi kalau bukan Aidyen.
"Ai, kamu disini nak?."Tanya Ny.Park, karena ia belum tahu jika anak bungsunya adalah tawanan Rouwnd awalnya.
"Mom, Ai disini dari tadi."Jawab Aidyen
"dengan siapa kamu datang?."Tanya Ny.Park soalnya ia tahu perjalanan dari asrama mereka hingga rumah sakit lumayan jauh.
Aidyen melihat daddynya dan ia mengerti jika daddynya belum mengijinkan untuk menceritakan yang sebenarnya.
"Hmm, sebenarnya tadi Ai dan teman-teman ingin memeriksakan kesehatan dengan paman Diky tadi mom, tapi Ai lihat kakak pertama jadinya Ai ikut. apalagi saat tahu kejadian tentang kak Kai."Ujar Aidyen Panjang kali lebar.
"Oh syukurlah, kamu pulang ke rumah malam ini."Ujar Ny.Park sambil memeluk anak bungsunya itu, tapi ia merasa ada yang jangal disini, entahlah ia akan meminta suaminya menceritakan tentang ini semuanya nanti.
"Masih di lakukan operasi kek, mungkin sebentar lagi selesai, kita berdoa saja."Jawab Diky menenangkan mereka semua.
***Flashback Off**
Tak berselang lama, lampu operasi mati, yang menandakan operasi sudah selesai di lakukan, dan seorang dokter keluar, ia adalah salah satu dokter terbaik di rumah sakit ini.
"Operasinya berjalan dengan baik, dan sekarang kondisi pasien sudah melewati masa kritis" Ujar Dokter itu.
"Syukurlah."Ujar Tuan Park, mereka disana menghela nafas lega.
"Apakah saya bisa melihat anak saya, Dok?"Tanya Ny.park.
"Bisa Ny. tapi kami pindahkan ke ruang perawatan dulu."Ujar Dokter tersebut.
"Bawa ke ruang yang sudah di siapkan tadi."Ujar Diky.
"Biak Dok,,"Balas Dokter tersebut karena pasiennya ini adalah anak dari pemilik rumah sakit ini jadi ruangannya VVIP.
Tak lama brangkar di dorong dari ruang operasi menuju kamar VVIP dengan pasien yang belum sadarkan diri, disana tampak Louis ikut mendorong brangkar tersebut.
Setelah melewati Lorong dan masuk ke Lift untuk menuju ruangan VVIP yang berdekatan dengan ruang kerja Diky, akhirnya mereka sampai, dengan pelan beberapa dokter mengangkat tubuh Chaiden dan memindahkan ke ranjang yang cukup besar.
Dengan telaten mereka memasangkan semua alat-alat monitor di tubuh anak itu, yang supaya lebih praktis untuk mengecek keadaan anak itu.
"Paling tidak 24 jam Kai akan sadar kak."Ujar Diky yang melihat kakak sepupunya itu dan duduk di samping anak ketiganya itu.
"Kalian pulang lah, biar mommy yang menjaga Kai, dad ajak ayah dan billy pulang serta anak-anak."Ujar Ny.park
"Mom, Ar disini ya, biar Ar bisa tidur dengan kak Kai."Ujar Arthur, ia tak menyangka jika perasaan khawatirnya tadi karena kakak kesayangannya terluka karena tertembak, sepertinya ia akan menghukum Rouwnd nanti. (Wah Rouwnd sudah banyak yang mengincar ni)
"Brandon juga, Brandon mau disini temani Mommy."Ujar Brandon.
"Tidak , kamu pulang dengan kakak."Ujar Reivant karena ia membutuhkan Brandon dan Danien untuk mengurus masalah ini.
"Biarkan Mommy dan Diky serta Arthur yang menjaga Kai disini."Ujar Ny.Park lagi tanpa ingin di bantah.
"Baik lah, kalau begitu kami pulang, Rayn buat penjagaan ketat di luar ruangan."Ujar Kakek Aharon, ia tidak ingin hal-hal yang tidak di inginkan terjadi.
"Baik kek."Jawab Rayn dan ia menelpon tangan kanannya untuk mengirimkan beberapa anak buah kepercayaannya itu untuk berjaga di sekitar ruangan.
"Louis, kamu bantu aku."Ujar Diky pada Louis yang di balas anggukan dari Dokter muda tersebut, sepertinya ia merasa memiliki keluarga.
Akhirnya mereka semua keluar dari ruangan rawat Chaiden.
"Chel, kamu pulang dengan ku."Ujar Danien todepoin dan menggenggam tangan Rachel tiba-tiba.
"He, aku pulang bersamaa kakek saja."Balas Rachel dan terkejut dengan perlakuan Danien.
"Mobil tidak akan cukup, karena, semuanya naik mobil Alphard itu, sedangkan Brandon membawa mobil sport yang hanya cukup dua orang dan itu dengan kak Rei."Ujar Danien cerewet
"Iya Chell, aku Bersama kak Rei, sedangkan kak Rayn dan Aidyen Bersama kakek dan daddy."Ujar Brandon nimbrung dengan sedikit tersenyum. Sebenarnya, ia tahu jika sekertarisnya itu menyukai kakak keduanya tapi entahlah itu urusan mereka.
"Huff, baiklah."Jawab Rachel yang tanpa tahu jika ia pulang berboncengan dengan Danien mengunakan motor sport.
Akhirnya mereka sampai di parkiran, dan Danien menarik Rachel menuju motornya yang di tatap shock oleh wanita itu.
"What? jadi kita pulang pakai ini?."Tanya Rachel sambil menujuk motor sport merah hitam tersebut.
"Ya,,"Balas Danien singkat, dan ia memakaikan Helm pada ibu satu anak itu, sedangkan ia tak mengunakan helm, ia hanya memakai masker saja.
"hm, not bad."Ujar Rachel dan naik ke atas motor tersebut karena Danien sudah siap menunganggi kuda besi itu
"Pegangan Chell."Ujar Danien dan tersenyum dari balik masker sambil menatap Rachel dari kaca spion motornya.
"No, jalankan motornya, ah sudah lama aku tak merasakan Udara malam."Balas Rachel yang tersenyum di balik helm. Entahlah ia merasakan sesuatu yang membuncah dalam dadanya.
"Hm, baiklah,,"Ujar Danien dan langsung menarik gas hingga membuat Rachel mau tidak mau memeluk tubuh Danien dan membuat senyum merekah terbit di bibir sexi milik Danien.
Sedangkan dalam mobil Reivant dan Brandon hanya menatap kepergian Danien dan Rcahel dengan gelengan kepala.
"Aku tak habis pikir dengan kedua pasangan virtual itu kak."Ujar Brandon sambil menggeleng kepalanya.
"Hm, biarkan waktu yang menjawab perasaan mereka."Balas Reivant dan menyandarkan tubuhnya di jok mobil.
Sebenarnya ia sudah mencium adanya perasaan suka dari kedua manusia itu, tapi sepertinya adik bodohnya itu belum menyadari perasaan yang sebenarnya.
Entah pada siapa Perasaan Danien akan berlabuh pada Rachel wanita beranak satu yang tangguh dan juga bar-bar itu yang merupakan sahabatnya ataukah pada Devi gadis Yatim piatu yang menjadi sekertarisnya sekarang ini, kita lihat saja nanti.
Dan apakah ada yang sadar jika Danien membohongi Rachel tentang mobil Brandon yang padahal itu mobil Mercy empat pintu bukan mobil Lamborghini atau Ferrari yang hanya dua pintu.
TBC.
Dan Bagi pendukung Rachel-Danien
Devi-Danien. Mana suara kalian?.
Hai-hai Noona author cambek, terima kasih atas semua dukungan dan like dan komentar yang lucu dan unik. maaf kan jika kami duo racun eh duo kacang polong, wekkk maksudnya duo kakak beradik ini jarang membalas komentar kalian, tapi dukungan kalian adalah semangat kami. ikuti terus ceritanya karena akan ada banyak moment yang bikin sakit hati, hahahah,,dan maaf ceritanya agak gaje, sekian dan terima saham Park company. muahhhhh by babang Arthur.