
Ny. Park menatap sendu wajah putra pertamannya yang terlelap kembali setelah ia sadar beberapa jam yang lalu. Ia tidak menyangka akhirnya gadis yang sudah menjadi menantunya dan ia sudah anggap anak itu datang juga. Tiba- tiba terlintas dalam pikiran Ny. Park apakah Shera bekerja disini karena ia sangat tahu profesi dari anak menantunya itu.
"Baiklah aku harus meneelpon Brandon,," gumam Ny. Park sambil mengeluarkan ponselnya dari tas dan berjalan keluar ruangannya Reivant.
Panggilan terhubung,,terdengar suara cucu tercintanya dari seberang line itu.
"Hallo Mom,," sapa brandon dari sebelah.
"Hallo anak mami yang tampan, my partner boy mommy,," ujar Ny. Park dengan tersenyum, karena ia tahu jika ada panggilan ini, berarti ia akan meminta anaknya melakukan pekerjaan yang sangat rahasia.
"Ada yang tidak beres nie mom,," ujar Brandon tertawa dengan garing.
"Ada apa mom, pasti akan ada misi penting jika mommy memanggil ku seperti itu,," lanjut Brandon lagi.
"Yupp, jenius boy,,datang sekarang ke rumah sakit, mommy menunggumu disini dan ada yang ingin mommy ceritakan, semuanya ini menyangkut seseorang,," ujar Ny. Park dan mematikan sambungan telponnya.
Brandon hanya menatap nanar ponselnya, ia meletakkan kembali handphonenya di atas meja.
"Ada apa mommynya meminta ku dating kesana,," pikir Brandon.
"Dimana semua orang, Dimana Michael!" gumam Brandon sambil mengendong baby Carli dan mencari Michael,karena posisinya sekarang ada di dapur.
"Mike, bisakah kau membantu kakak untuk menjaga Baby ya, kakak akan ke rumah sakit sekarang,," ujar Brandon dengan terburu-buru sehingga membuat Danien yang ada disitu menatapnya.
"Ada apa Don, apa ada yang terjadi dengan kakak pertama,," ujar Danien yang di angguki oleh Michael.
"Tidak ada apa-apa, kakak baik-baik saja, hanya mommy menyuruhku untuk datang sekarang,," jawab Brandon meluruskan penjelasannya, agar tidak membuat kuatir saudaranya yang lainnya.
"Kak Brandon,aku ikut." ujar Arthur yang baru keluar dari kamarnya.
"Ar, Apakah kau akan pergi lagi, tidakkah kau merindukan kakakmu yang tampan ini?" Tanya Chaiden yang sedari tadi tampak focus pada laptopnya, yang saat itu sedang mengerjakan Skripsinya.
"Ck,, Kerjakan saja pekerjaanmu,kak! Ini kerjaan orang dewasa dan akan ku tegaskan aku yang lebih tampan disini." Jawab Arthur dengan sedikit meledek, hingga membuat Chaiden ingin mengumpat adiknya itu.
Semua orang di ruangan itu, hanya bias menertawakan Chaiden yang selalu saja menjadi bahan bullyan saudara-saudaranya, Dan jangan bertanya dimana si Bungsu Park. Aidyen Park sekarang sedang focus pada belajarnya yang sebentar lagi akan menghadapi Ujian.
"Hahahha, kasian sekali kakakku yang malang ini. Baiklah, Ar, sepertinya aku juga membutuhkan bantuanmu disana." jawab Brandon dan tak lupa ia juga membantu adiknya Arthur membully kakak Chaiden tercinta itu, Brandon melemparkan kunci mobilnya ke arah Arthur, dan menyuruh Arthur untuk mengeluarkan mobilnya dari Garasi dan ia akan berganti pakaiannya.
"Don,,punya hak apa kau memerintah adik tersayangku,itu!" Ujar Chaiden yang sepertinya ingin membalas Bullyan Brandon.
"Hahaha,, Kak! untuk sekarang dia adalah tanggung jawabku." Balas Brandon dan berhasil membuat Chaiden mengakui kalah berdebat dengan adiknya itu. Chaiden harusnya bersyukur karena saat itu tidak ada Aidyen disana.
"Papa,,papa,," ocehan Baby mungil itu membuat Danien dan semuanya yang di sana, menatap iba pada ponaan kecilnya itu karena sudah hampir seminggu bayi mungil itu tak melihat papanya.
"Apa baby lapar,," tanya Michael, mungkin maksud hati ingin mengalihkan ocehan ponaan nya itu tapi bayi mungil itu malah menangis dan mengumamkan kata papa.
Danien dan Michael kebingungan karena saat ini baby Carli benar-benar tidak bisa di bujuk, hingga Brandon keluar dari kamarnya ia terpaku melihat bayi gembil itu menangis sesegukan.
"Bagaimana ini kak,," tanya Michael.
"Baby,juga tidak mau sama mike,," ujar mike lagi dengan wajah kebingungan.
"Berikan baby padauk,Mike.," ujar Brandon yang baru tiba dan meminta baby Carli.
"Baby,kenapa sayang??" ujar brandon dengan mengusap pelan air mata ponaannya itu.
"Daddy akan menjemput papa sekarang, jadi baby jangan menangis lagi ya." ujar brandon lagi dengan pelan dan lembut.
Dan see,,bayi mungil itu tersenyum di antara airmatanya, ia mengerti apa yang di katakan pamannya. Hal itu berhasil menarik perhatian semua orang di ruangan itu, termasuk Chaiden yang tadi berusaha kembali focus pada pekerjaannya.
"kak,," ujar Michael,, "Apa kak pertama akan keluar hari ini,,' lanjutnya lagi dengan expresi yang tidak bias di jelaskan.
"itu akan kami usahakan,," jawab Brandon dengan sedikit ragu.
Danien hanya menatap brandon yang di lihatnya ada sedikit rahasia yang harus ia cari, dan sepertinya Danien penasaran, tapi ia tampak tenang dan sabar, karena ia tahu pada akhirnya mereka akan mencarinya dan meminta tolong pada Danien.
"Baby sama paman Michael ya, daddy pergi keluar sebentar." ujar brandon dengan membujuk ponaanya itu dan ia memberikan baby carli pada adiknya itu dan berpesan jika baby menangi, langsung melalakukan video call saja.
Brandon meninggal kan mansion dan ia tak lupa pamit pada kakak keduanya, karena Arthur sudah menunggu lama di depan. Ia masuk dan duduk di kursi samping pengemudi, dan melihat tatapan adiknya itu seperti bertanya kenapa lama, dan sepertinya ia sangat membutuhkan penjelasan dari kakak keempatnya itu.
"Mengapa menatapku seperti itu Ar?? Tadi baby menangis mencari kak Rei, dan itu sangat sulit di bujuk seperti nya baby sangat merindukan papanya,," ujar Brandon menjelaskan kenapa ia lama.
"Huff,, Kasihan bayi cantik ku,itu" jawab Arthur, karena semenjak kecelakaan yang menimpa kakak pertamanya, ponaanya selalu menangis.
Mereka meninggalkan mansion menuju rumah sakit tempat kakak pertama mereka di rawat. Perjalanan yang memakan waktu sekitar 30 menit lebih, lumayan lama karena jarak antara rumah sakit dan mansion mereka lumayan jauh.
****
Brandon dan Arthur hanya menatap dan tersenyum karena mereka tidak tahu apa yang harus di lakukan dan mereka sudah terbiasa dengan tatapan-tatapan itu. Tak jauh dari situ ada seorang perempuan mungil ia adalah Shera yang menatap adik-adik iparnya tersebut dengan tersenyum karena kebiasaan mereka berdua tak pernah hilang.
"Dasar, mereka berdua tidak pernah berubah.!" gumamnya dengan senyuman di bibir mungilnya.
"Mommy,," panggil Arthur pada mommy nya saat tiba dalam ruangan kakak pertamanya, dan langsung memeluk mommynya itu dan Ny.Park membalas pelukan manja putra Kelimanya itu , dan selama kakaknya di rawat mommynya tidak pernah pulang , Sehingga terkadang mereka hanya menyuruh pengawal dan maid yang mengantarkan pakaian ganti untuk Mommynya.
"Brandon ikut mommy kita berbicara di luar saja, dan kamu Arthur jaga kakak mu disini,," ujar Ny. Park tanpa bantahan.
"Baik mom,," Jawab Arthur, karena setidaknya ia akan menjaga kakaknya sekarang.
sepeninggal mommynya dan kakaknya Brandon, Arthur duduk di sebelah ranjang kakaknya.
"Kak,," panggil Arthur pada kakaknya yang masih tertidur
"Hmm,,". jawab Reivant karena sebenarnya dari saat adik-adiknya datang, ia sudah bangun hanya malas membuka matanya. ckcckck dasar Reivant.
"Kak Rei sudah bangun??." Tanya Arthur dengan nada suara terkejut, tapi tidak dengan expresi wajahnya yang datar.
"Kak, kapan kakak bisa pulang?. Baby sangat merindukanmu dan ia terus saja menangis mencari kak Rei,," lanjut Arthur dengan menceritakan tentang keadaan ponaan nya itu sekarang.
"Apa?." tanya Reivant kaget
"Baby menangis?, baiklah nanti kakak akan meminta pada mommy, agar sore kita harus pulang." ujar Reivant dengan tegas karena ia juga sudah sangat merindukan anaknya itu dan ia juga akan mencari keberadaan Shera istrinya itu.
*****
Di café rumah sakit, Ny. Park dan Brandon duduk di salah satu meja paling pojok, karena misi rahasia yang di katakan Ny. park saat di telpon tadi.
"Mom,,apa yang mommy maksudkan dengan misi rahasia,," ujar Brandon memulai percakapan mereka
"Apa kamu telah lupa dengan gadis mungil, istri kakak pertamamu itu?." ujar Ny. Park dengan tersenyum.
"Kakak ipar?, kakak ipar, yang sudah dua tahun menghilang tanpa kabar?." tanya brandon balik pada Mommynya.
"Iya,, Mommy curiga ia bekerja di rumah sakit ini Don, karena saat kakakmu sadar ia berkata Shera datang menemuinya dan Baby Carli adalah anak mereka yang Shera tinggal kan pada Reivant, sepertinya gadis itu punya masalah serius, hingga ia meninggal kan Reivant dan membawa baby carli pada kita, agar bayi mungil itu aman,," cerita Ny. Park Panjang kali lebar.
Brandon hanya mengangguk-angguk kepalanya tanda setuju dan sepertinya ia sudah mulai mengerti dengan maksud dan tujuan Mommynya.
"Pantesan saat baby Carli pertama kali di temukan depan teras mansion, wajah sangat familiar, ternyata wajahnya perpaduan dari kak Rei dan kakak ipar,," ujar Brandon dengan mengingat wajah ponaan kecilnya itu dengan tersenyum.
"Terus sekarang, apa yang akan kita lakukan mom, karena kakak ipar pasti selalu ada yang menjaganya, mungkin seseorang yang kita tidak tahu, baiklah aku akan menyuruh kak Danien untuk mencarinya di sekitar rumah sakit ini, mungkin ada petunjuk,," lanjut Brandon
"Bekerja lah diam-diam dan tetap tenang, supaya orang yang di maksudkan Shera tidak mengetahui gerak-gerik kita, karena keselamatan Shera sangat penting,." ujar Ny.Park
"Baik mom!! Partner boy mu ini akan melakukan pekerjaan ini dengan sangat rapi." ujar Brandon dengan bangga.
Setelah perbincangan yang Panjang, Ny. Park dan Brandon berjalan menuju ruang perawatan Reivant, saat di koridor rumah sakit itu, brandon melihat kakak iparnya disana, di salah satu pintu perawatan.
"Mom, sepertinya benar tebakan mommy, kakak ipar kerja disini,," ujar Brandon dengan senyuman, Karena sekali lihat ia langsung tahu kalua itu Kakak Iparnya.
Dalam hatinya ia bersyukur karena Tuhan mempertemukan kembali kakak iparnya yang sudah 2 tahun menghilang.
"Tunggulah kakak ipar, kami akan membawamu kembali berkumpul Bersama,," gumam Brandon dan mengikuti langkah Ny.Park, namun matanya terus mengawasi gerak-gerik orang di sekitar kakak iparnya itu.
TBC.
Hay kakak-kakak pembaca,
Author Princess Daddy kembali hadir di tengah-tengah kalian.
Maafkan Keterlambatan up author selama ini. Bukannya sengaja tapi karena satu dua kendala membuat Sedikit tertunda.
Heheh,, Terima kasih atas dukungannya selama ini.
Dukung dan ikuti terus cerita ini.
Terima kasih dan jangan lupa Vote nya.
Thank's by Baby Carli.😘