PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
61. Perjalanan Brandon Dan Arthur



Setelah dua hari kemarin mereka mencari tentang Hanny dan mereka tidak menemukannya, dan disini lah Brandon dan Arthur di sebuah rumah peristirahatan dari gadis yang mereka cari yaitu Hanny. Ya, gadis itu telah meninggal karena kecelakaan dan seorang Shera yang merupakan sahabatnya tidak tahu sama sekali tentang apa yang terjadi pada sahabatnya.


"Bagaimana sekarang, kak? apa kita akan membatalkan pertemuan antara Hanny dan kakak ipar??." tanya Arthur sambil melihat photo Hanny pada lemari kaca itu.


"Gadis yang malang, ia ternyata seorang Yatim piatu." gumam Brandon tanpa menjawab pertanyaan adiknya itu.


Bagaimana mereka bisa ada disini.


Flasback on


Berbekal sebuah photo dan juga alamat sekolah serta tempat tinggal Gadis yang bernama Hanny itu mereka berdua menyusuri jalan sempit di sebuah perkampungan di pinggir kota metropolitan.


Berjalan kaki bukan lah sesuatu yang memelahkan untuk mereka, walaupun mereka sudah terbiasa dengan kehidupan yang serba ada, tapi ini salah satu olahraga untuk mereka.


"Aku akhirnya bisa melihat sisi lain dari kehidupan sebuah kota besar yang penuh dengan hiruk pikuk kendaraan." Ujar Arthur yang di angguki oleh kakaknya Brandon.


Mereka berdua berjalan kaki mencari tempat tinggal gadis itu, anak dari salah satu orang terkaya di kota ini berjalan kaki untuk mencari seorang Gadis yang bisa membantu mereka untuk bertemu dengan kakak ipar mereka dan beruntunglah tidak ada satupun yang mengenal mereka.


Dan mereka menemukan tempat tinggal terakhir dari gadis itu dan pemilik nya bercerita jika gadis yang bernama Hanny yang mereka tunjuki photonya sudah enam bulan yang lalu meninggal karena kecelakaan saat ia pulang kerja pada malam harinya.


Gadis itu juga tidak punya keluarga jadi pemilik kontrakan itu lah yang menyemayamkan Gadis itu.


Flasback off


"Kak bagaimana?." tanya Arthur lagi karena tidak mendapat jawaban dari kakaknya itu


"Kakak tidak tahu Thur, nanti kita tanya kan pada kak Rei dan kak Danien saja, bagaimana jalan keluarnya?." Ujar Brandon sambil menatap salah satu bangunan/ lebih tepatnya rumah yang bertuliskan Panti Asuhan. ( entah apa yang ia pikirkan sekarang).


Mereka berdua sekarang sudah pulang dan menyusuri jalanan sempit perkampungan itu, banyak anak-anak panti asuhan yang mereka lihat, dan membuat Arthur juga merasakan apa yang mereka rasakan, karena ia juga pernah hidup di panti asuhan walaupun saat itu ia masih sangat bayi sudah langsung di adopsi oleh Mommy dan Daddynya. Ia sangat bersyukur dan berterima kasih karena ia mendapatkan kasih sayang sesungguhnya dari kedua orang tua nya dan saudaranya.


"Terima kasih kak, sudah menjadi kakakku." Ujar Arthur tiba-tiba dan membuat Brandon menatapnya bingung.


"kenapa,,kita patut bersyukur dan berterima kasih karena Mommy dan Daddy sangat menyayangi kita, dan kakak serta adik kita."Ujar Brandon dengan tersenyum.


Brandon mengusap lembut pundak adiknya yang lebih tinggi darinya itu.


"Kita akan memberikan Donasi dan mungkin membuat panti asuhan ini atas nama keluarga kita, supaya anak-anak itu mendapatkan kehidupan yang layak." Ujar Brandon sambil melirik adiknya itu


"Apa itu bisa, kak?" tanya Arthur sedikit Ragu,


"Jangan Ragu, Daddy dan mommy pasti menyetujuinya, dan kak Rei juga, kamu tahu kan bagaimana loyalnya keluarga kita." Jawab Brandon yang menimbulkan senyuman di wajah Arthur.


Mereka berdua terus berjalan menyusuri jalanan itu, Arthur merasa tenggorokannya sangat kering dan butuh air.


"Kak, Ar beli air dulu ya di toko itu dulu." Ujar Arthur yang Nampak kehausan.


"Iya, hayuu kita berdua Bersama kesana." Jawab Brandon


Dan disinilah mereka, berdiri di depan toko yang lumayan besar bertuliskan toko Atha.


"Perimis bu." Sapa Brandon pada seorang ibu yang tengah duduk di balik meja itu. Tampak kelelahan itu lah yang Nampak di mata Brandon


"Kami mau beli air mineral,," Ujar Brandon lagi


"Iya nak, ambil saja." Jawab Ibu itu, karena pegawainya cuma satu dan masih melayani pembeli yang lain.


Arthur menatap sekeliling, dan matanya terpaku pada tulisan nama toko ini, "Atha,," gumamnya


"Kayak nama kak Agatha sekertarisnya kak Rei." gumamnya lagi, eh mungkin hanya perasaanku saja ya namanya sama.


"Nie,," Ujar Brandon memberikan botol air mineral pada adiknya itu.


"Nak, ini kembaliannya." ujar ibu itu saat melihat Brandon hendak pergi.


"Gak apa-apa bu." jawab Brandon


"Tidak boleh nak, ini kembalian nya banyak sekali." ujar ibu itu lagi.


"Baiklah jika begitu , saya ambil setengahnya aja ya,bu". Jawab Brandon sambil mengambil selembar uang kembalian dari tangan ibu itu.


"Oke,," jawab Arthur sambil mengambil telponnya dari saku celananya dan menelpon sopirnya.


"Ibu sendirian, ya?" tanya Brandon basa-basi. brandon tak melihat pegawai itu


Ibu itu melihat penampilan kedua anak muda di depannya ini, seperti bukan orang biasa menurutnya.


"Iya Nak, ibu sendiri jika siang begini dan ibu hanya punya satu pegawai, serta anak Ibu bekerja di kota." Cerita ibu itu yang merupakan ibu dari Agatha sekertaris dari Reivant.


"Jika anak ibu tinggal disini dan bekerja di sana, berarti cukup jauh dong bu." Ujar Brandon lagi sambil menujuk ke arah kota metro.


"Iya, mau bagaimana lagi nak, ibu hanya hidup berdua Bersama anak ibu, ia gadis yang tidak mau berdiam diri." cerita ibu itu mengingat anaknya Agatha.


"kak, pak sopirnya sudah datang." teriak Arthur dari luar, memutuskan percakapan antara Brandon dan ibunya Agatha.


"Baiklah bu, saya sudah harus pamit, permisi bu jaga kesehatan, semoga kita bisa bertemu lagi." Ujar Brandon


"Iya, hati-hati Nak." jawab Ibu itu dengan senyum yang tulus, ia berpikir anak muda ini sangat baik dan sopan.


Ia berdoa dalam hatinya semoga anaknya Agatha bisa menemukan pria yang baik dan sopan seperti anak muda tadi.


Makkk itu calon suami anakmu makkk ( Author Be Like)


Mobil yang di tumpangi oleh Brandon dan Arthur berjalan meninggalkan toko itu.


Entahlah selama perjalanan baik Brandon dan adiknya Arthur sama-sama terdiam tidak ada percakapan dari mereka.


Hingga Sang sopir bertanya, karena ia tidak tahu akan kemana dua tuan mudanya ini.


"Maaf Tuan muda, ini ke rumah atau langsung ke kantor?." Tanya sopirnya


"Langsung ke kantor saja pak." jawab Brandon, karena kedua kakaknya ada di kantor dan sekarang juga baru jam 11 siang. Karena, tadi mereka pergi pagi sekali.


"Baik Tuan." jawab sopirnya dan melajukan kendaraannya menuju perusahaan Park Company.


"Eh, kak tadi di toko yang kita beli air , kok namanya sama kayak nama sekertaris nya kak Rei ya, apa hanya perasaanku saja." Ujar Arthur memecah kesunyian di antara mereka


"Mungkin hanya sedikit sama,Thur." jawab Brandon asal


"Ya, mungkin saja, trus kapan kakak ngungkapin perasaan kakak pada Agatha?." Tanya Arthur dengan senyum usil dan menatap kakaknya yang syok mendengar pertanyaan konyol nya itu.


"Dasar kamu yah." balas Brandon sambil menyentil kepala adiknya itu,


"mungkin saat ia ulang tahun." lanjut Brandon memantapkan hatinya pada Gadis itu.


"Good idea kak, Arthur akan mencarikan kuenya." Ujar Arthur dengan mimik muka yang di buat serius.


"ck,,mulai berulah kamu Thur." Ujar Brandon sambil berdecak saat melihat kejahilan dalam mata adiknya itu.


"Hehe, Ar serius kak, apa nanti minta bantu kak Kai juga ya buat surprise nya." ujar nya sambil membayangkan wajah kak ketiganya itu.


"Terserah kamu aja." Jawab Brandon, akhirnya hanya kata itu yang terlontar dari bibir nya.


Mobil mereka akhirnya sampai di lobby kantor, dan mereka berdua keluar dari dalam mobil itu.


Jika dulu Brandon dan Arthur selalu tebar pesona, sekarang hanya Arthur saja, karena Brandon sudah berjanji pada dirinya jika ia akan setia pada Agatha seperti kakak pertamanya yang selalu setia menunggu istrinya kembali.


TBC.


Hay kakak-kakak pembaca.


Mulai sekarang author akan mengusahakan untuk up ceritanya 2 hari sekali.


Mohon dukungan,vote dan like nya.


Terima kasih😊