PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
124. No Judul-judul



Tak berapa lama Chaiden dan Arthur pulang kerja dengan wajah lelah dan kusut membuat Ny.Park langsung menyuruh mereka mandi dan bersiap untuk langsung ke meja makan, karena semua sudah menunggu kepulangan mereka berdua.


"Malam semuanya."Heboh Arthur yang tak pernah berubah, hingga ia menyadari saat semua mata menatapnya membuat ia tersenyum salah tingkah.


"Malam juga cucu tampan."Ujar Kakek Wilson yang akhirnya menjawab sapaan Arthur.


"Malam kek,,malam paman."Ujar Chaiden yang ikut dari belakang.


Chaiden tampak bingung ia duduk dimana, karena tempatnya sudah di tempati oleh Stella, Sedangkan, Arthur ia duduk di samping mommynya.


"Duduk disini samping kakek."Ujar Kakek Wilson, karena kursi sebelahnya kosong dan Chaiden tersenyum dan mengangguk serta duduk di samping kakek Wilson.


Kini mereka semua makan dengan tenang tak ada yang berbicara ternyata kebiasaan makan seperti ini sudah biasa dalam keluarga masing-masing.


Jadi mereka benar-benar ingin menikmati santapan yang terhidang tanpa ada gangguan.


Hingga mereka selesai makan dan sekarang mereka sudah berkumpul di ruang keluarga tanpa terkecuali, eh kecuali Aidyen karena ia ada di Asrama.


"Berapa anakmu Ram?."Tanya Kakek Aharon karena ia sedikit penasaran.


"Ada Tujuh putraku, Paman."Jawab Tuan Park aka Ramons.


Kakek Aharon melihat anak Ramons tapi ia merasa ada yang kurang dari putra Park itu.


"Putra ku yang bungsu di Asrama Paman, karena ia seorang Idol." Jelas Tuan Park lagi, karena ia tahu pasti mereka bingung.


"Nah Bill, lihat saudaramu sudah punya banyak anak, terus kamu kapan?"Tanya Kakek Aharon pada Billy


"Kapan-kapan aja dah paman."Jawab Billy membuat mereka disana hanya bisa tertawa.


Tak lama Michael dan Harld pamit undur diri, karena mereka berdua ada sedikit pekerjaan versi dua gamers tersebut.


"oh,,ya Vant bagaimana? kapan kalian akan menangkap Rouwnd?."Tanya kakek Wilson karena ia ingin cepat menyelesaikan masalah ini.


"Rencana sudah di tentukan itu besok malam kek."Jawab Reivant, karena tadi ia sempat berbincang dengan Rayn/Rare masalah penangkapan Rouwnd itu.


"Baiklah, kakek akan ikut kalian kalau begitu."Ujar Kakek Wilson dengan tegas.


"Tidak, kakek tidak boleh ikut, ingat jaga kesehatan kakek."Ujar Shera seakan tidak setuju dengan keinginan kakeknya itu.


"Nah pa, cucu papa saja tidak mengijinkan, jika begitu biar Billy dan anak- anak saja yang pergi pa."Ujar Billy, ia juga setuju jika ayahnya tak ikut karena akan sangat berbahaya.


"Benar Wil, biarkan anak-anak dan cucu-cucu kita yang membereskan masalah itu, kita cukup membantu dari balik layar saja."Ujar kakek Aharon juga.


"Baiklah, jika begitu."Jawab Kakek Wilson pasrah.


Karena, ia tadi juga hanya ingin sekedar bermain sedikit tapi ternyata cucunya langsung mengatakan tidak.


"Kai, besok kamu dan Mike langsung ke kantor kakak, setelah dari kampus."Ujar Reivant pada adik ketiganya itu.


"Iya kak, besok aku hanya sebentar setelah acara wisuda langsung ke kantor."Jawab Chaiden


"Ingat kalian harus hati-hati, daddy rasa anak buah Gavin pasti akan menargetkan kalian lagi."Ujar Tuan Park memperingati putra ketiganya itu.


"Besok kamu wisuda cucu tampan?"Tanya kakek Aharon


"Iya kek."Jawab Chaiden pada kakek Aharon.


"Kai, apa besok aku dan baby boy boleh ikut."Tanya Rachel dengan wajah berbinar.


"Hmm,,tapi kami langsung ke kantor setelah itu Chell."Jawab Chaiden.


Danien menatap Rachel dalam diam saat tadi Rachel meminta untuk ikut acara Chaiden, entah ia merasakan tidak suka saat Rachel dekat dengan adiknya, Chaiden. Tapi, ia juga tidak tahu perasaan apa itu.(hmm sepertinya tuan muda kedua kita belum menyadari perasaan sebenarnya pada Rachel)


"Baiklah."Jawab Rachel, sepertinya ia akan ikut kakak dan sahabatnya besok untuk menangkap Rounwd karena ia sudah lama tak pernah melakukan itu lagi.


Ia sedikit tersenyum yang sempat di lihat oleh Danien dan Rayn, tapi Danien tak tahu apa maksud dari senyuman Rachel tersebut, beda halnya dengan Rayn yang tahu arti senyuman adiknya itu.


"Baiklah ini sudah malam, istirahat lah kalian butuh tenaga untuk melakukan pekerjaan kalian besok."Ujar Kakek Wilson.


"Benar, mari kita istrirahat."Jawab Kakek Aharon.


Mereka menuju kamarnya masing-masing, sedangkan Axell memilih tidur dengan Baby Carli di kamar gadis kecil itu yang bernuansa pastel tersebut. Rachel tidur Bersama Stella  mereka sudah sangat akrab tadi.


****


Disebuah ruangan yang di desain dengan sangat elegan tampak beberapa pria yang masih terjaga, mereka adalah Rouwnd dan asistennya, serta anak buahnya yang tampak kena amukan dari atasannya itu.


"Bagaimana kerja kalian?."Tanya Rouwnd dengan emosi yang memuncak, karena ia merasa anak buahnya banyak yang menghilang tanpa ada kabar.


"Maaf kan kami tuan, sebagian anak buah kami menjadi korban dari anak-anak Park Ramons."Jawab si A salah satu atasan itu.


"Hem, apa mereka sudah mulai bertindak, kalian jangan sampai lalai kali ini, ku dengar salah satu anak Ramons ada yang tinggal di asrama kan."Ujar Rouwnd.


"Benar tuan, sudah hampir tiga bulan anak bungsu dari Ramons tinggal di asrama karena ia seorang Idol."Jawab si B


"Dan ia juga di jaga ketat oleh beberapa anak buah mereka."Ujar nya lagi


"Hem,,gunakan otak kalian, bawa anak itu kesini, jadikan ia poin untuk kita."Ujar Rouwnd dengan senyum evilnya


"Baik tuan, malam ini kami akan melakukan."Jawab mereka serentak


"Hem,,ada apa Vin?."Tanya Rouwnd todepoint.


"....."


"Baiklah, kamu atur saja yang menurutmu bisa kau tangani."Ujar Rouwnd dan panggilan berakhir.


Anak buah Rounwd undur diri dengan tugas yang sudah di berikan oleh atasan mereka itu.


****


Asrama yang berada tepat di sebelah AGY Enterteimant itu tampak mulai sepi, karena anak-anak penghuninya sudah ada yang mulai masuk ke alam mimpi.


Karena sekarang sudah jam 1 malam tapi tidak dengan lima anak muda yang masih berlatih karena seminggu lagi F-One Group akan melakukan tour dan konser di beberapa daerah. F-One Group adalah nama grup mereka.


"Vin, perasaaan gw gak enak banget dah."Ujar Aidyen pada sahabatnya itu.


"Kenapa Ai, apa kamu gugup karena ini adalah tour pertama kita."Ujar Arvin serta bertanya pada Aidyen sahabatnya.


"Entahlah, aku merasakan perasaan yang tak biasa."Ujar Aidyen lagi dan duduk di sudut ruang latihan mereka.


"Kenapa dengan mu,Den?"Tanya Matthew salah satu anggota mereka.


"Gak tahu nie Matt, Ai lagi galau, seperti baru di putusin ceweknya. "Jawab Arvin sambil tersenyum pada sahabatnya Aidyen.


"Sans aja Bro, kita pasti bisa kok."Ujar Kevin yang ikut nimbrung, tak berapa lama Jacob datang dengan beberapa air mineral dan cemilan.


Setelah latihan mereka membutuhkan tenaga agar tak kelaparan tentunya dan Jacob adalah yang paling bungsu di antara mereka berlima.


"Kak, makan dulu ya, Jack dah lapar nie."Ujar Jacob pada kakak-kakak di grupnya itu, dengan beberapa makanan di tangannya.


"Ya ampun Jack, ini dah tengah malam lu masih ingat makan juga."Ujar Kevin pada adik bungsu di grupnya mereka itu.


"Hehe, Jack lapar kak, kita latihan dari tadi dan Jack kan masih masa pertumbuhan kak."Ujar Jack polos membuat mereka tertawa, tapi Aidyen hanya tersenyum, entah ia benar-benar merasakan perasaan tak enak.


"Hm,apa aku telpon mami aja."Gumam Aidyen, yang hanya ia yang dengar karena keempat temannya sibuk dengan makanan.


"Frend, gw duluan ya, gerah banget nie."Ujar Aidyen pada teman-temannya.


"Eh Ai, kamu makan dulu."Ujar Arvin


"Nanti aja lah, gw gerah banget, nie dah hampir subuh."Jawab Aidyen dan berlalu meninggalkan teman-temannya.


"Ya dah hati-hati Bro,,"Ujar Matthew yang di balas anggukan dari Aidyen


Setelah itu ia berlalu keluar dari gedung latihan menuju asrama yang berada di samping, ia sesekali melihat sekeliling entah malam ini ia merasakan sedikit takut, di ambilnya handphone nya yang ada di saku celananya berniat menelpon maminya.


"Dimana para bodyguard yah?."Gumamnya lagi karena tak melihat kedua bodyguard yang selalu ada di sampingnya.


"Ah, aku lupa apa mereka sudah tidur ya."Ujarnya lagi


Aidyen berjalan dengan santai dengan handphone yang masih bertengger di telinganya, tapi tak ada jawabannya dari sebelah dan Aidyen hanya menepuk dahinya karena ia seperti orang lupa ingatan, jika sekarang kedua orang tuanya sudah tidur.


"Aha,,aku telpon kak Mike aja lah, pasti ia belum tidur."Gumamnya lagi dan mendial nomor kakak keenamnya itu.


"Hallo kak."Sapa Aidyen saat panggilan tersambung.


"Ai, tumben telpon kakak malam-malam, ada apa?"Tanya Michael dari seberang line


"Tidak, aku hanya merindukan rumah."Ujar Aidyen


"Apa kakak belum tidur?."Tanya Aidyen lagi.


"Bentar lagi nie."Jawab Michael dari sebelah.


"Baiklah kak, Ai hampir sampai di asrama, malam kak."Ujar Aidyen


"Hei, sudah pagi, bukan malam."Ralat Michael yang di balas tawa oleh Aidyen dan sambungan telpon terputus.


Aidyen masih berjalan dan tak berapa lama ia merasakan seseorang membekap mulutnya, ia pikir sahabatnya tapi akhirnya kesadaranya hilang karena di pukul tengkuknya dari belakang, yang sungguh benar-benar tak ada perlawanan, karena posisi Aidyen juga dalam keadaan tak ada persiapan.


Beberapa orang yang berbaju hitam itu membawa Aidyen ke dalam mobil, tapi mereka melupakan jika tadi Handphone dan jaket yang di pegang Aidyen terjatuh disana.


Kenapa tak ada yang tahu tentang itu, karena satpam yang menjaga di pintu masuk sudah di lumpuhkan oleh orang-orang bebaju hitam dan di mana dua bodyguard Aidyen, satunya ada di toilet dan satu lagi ada di ruangan.


Ternyata ada missing di antara mereka, bodyguard yang pertama berpikir jika Aidyen ke toilet, padahal ia pergi ke asrama tidak mengatakan pada bodyguardnya itu.


Apa yang terjadi, kita lihat saja nanti


TBC.


Untuk menebus kesalahan author yg telat up. hehhe.. Terima ksih atas dukungan kalian semua yang masih setia menunggu Kelanjutan cerita ini. Author jadi terharuಠ_ಠ.


Author kasi bonus Pict deh.


Jrengg,,,,jrenggg....


Spesial Pict. Papa Reivant Park