PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
52.



Setelah satu jam mereka meeting, tak berselang lama Reivant beserta ketiga adiknya kembali ke ruangan dan melihat Baby Carli tidur di pangkuan Rachel dan Baby boy Axell yang tidur di sofa sebelah mamanya.


Rachel menatap empat pria tampan, kakak beradik yang sangat baik padanya terutama sahabatnya Reivant yang menjadi teman pertama saat Rachel menginjakan kakinya di Negara ini, Ia dan Reivant bertemu saat mereka duduk di bangku kuliah dan ia lah yang berinisiatif menyapa pria beku itu.


"Hei Chel, kenapa kamu melihat kami seperti itu?". Tegur Reivant bingung pada sahabat dan sekaligus karyawannya itu.


"Hm,,aku merasa bahagia Pak Reivant karena aku disini karena mu,," jawab Rachel dengan senyum manis, tapi tak luput dari senyum tengilnya.


"Sekarang sudah harusnya kita makan siang,, ahh sekarang bukan makan siang lagi, ya." ujar Brandon menatap semua manusia yang ada di ruangan itu.


"Sepertinya cacing dalam perut ku sudah berteriak kak." lanjut Arthur


"Baiklah kita makan sekarang. Don pesankan tempat di Restoran untuk kita, termasuk Agatha dan kedua baby itu." ujar Reivant pada adiknya tersebut


Danien sedikit melonggar kan dasi nya dan membuka sedikit kancing kemeja atas nya, ia benar-benar Gerah.


"Ck,, kau benar-benar tampan dengan gayamu barusan. Wah, Danien jika saja ada seorang gadis disini,mungkin dia akan histeris bahkan mimisan melihat gayamu barusan." Ujar Rachel seolah mengagumi Gaya Danien barusan.


Apakah dia tidak tau bahwa sebenarnya pria itu sudah sangat gerah dan resah harus berpakaian seperti itu selama seharian. Danien merindukan pakaian sehari-hari nya.


"Ck,, Ayolah Chel, sampai kapan kau akan menatap Kakakku seperti itu. Apakah kau tidak lapar?". Jawab Arthur yang juga mengikuti arah pandang Rachel.


"Apakah kalian mau menyuruhku untuk menggendong kedua bayi ini. Brandon bantu aku, gendong my Baby Boy dan Baby Mungilku ini bersamaku." Ujar Rachel dan menggerutu karena tak ada satupun dari mereka yang mau membantunya.


"Tidak! aku ingin menggendong Baby Carli,dan Biarkan Baby Axell dengan Daddy-nya." Jawab Brandon Cepat dan Rachel menghentikan Niat pria itu.


"Apakah kau tidak melihatnya bahwa Bayi kecilku ini sedang tertidur, Baiklah jika kau tidak mau membantu ku, jangan harap aku akan membantumu." Ancam Rachel dan berhasil membuat Brandon diam.


"Biarkan Baby Axell,aku yang gendong." Jawab Danien dan mengangkat Baby Axell pelan dari sofa.


Awalnya Reivant berniat menggendong Bayi tampan itu. Tapi,sudah di dahului oleh Adiknya Danien, Ia hanya bisa mengalah.


"Baiklah, apakah kau sudah memesankan restoran untuk kita?"tanya Reivant dan membukakan pintu untuk Danien yang berjalan dahulu bersama Baby Axell.


"Yaps,,sudah kak!" Jawab Brandon dan mengikuti langkah Kakaknya.


"Dimana Agatha?"Tanya Arthur yang mencari Agatha di meja kerjanya.


"Aku disini,pak!" jawab Agatha yang baru muncul dari toilet wanita.


"Baiklah. Ikut kami sekarang!" Perintah Reivant dan hanya di angguki oleh Agatha.


Semua karyawan itu menatap keempat kakak adik itu, bersama Rachel yang menggendong bayi mungil dan juga Agatha yang berjalan beriringan dengan Arthur.


Tapi,arah pandang mereka tertuju pada Danien, ia menggendong Baby Axell seolah melindungi Bayi tampan itu tanpa melihatkan wajahnya pada Publik dan seolah ia sangat menyayangi Bayi tampan itu.


"Pangeran ku! Apakah dia sudah memiliki anak?". Ujar salah satu Karyawan wanita yang kebetulan berpapasan dengan mereka dan berkata pada salah satu temannya.


Brandon hanya tersenyum mendengar ucapan wanita itu, karena terlihat di wajah Danien yang memerah menahan malu,karena tatapan mereka.


Dan sekarang mereka sudah di dalam mobil yang tadi di gunakan saat ke kantor, dan Arthur dengan sengaja menyiapkan sebuah tempat untuk Kakaknya Brandon dan juga Agatha dan Reivant di Samping Kanan Rachel dan Danien duduk berhadapan dengan Rachel.


"Seharusnya Baby Axell dan Baby Carli di gendong oleh Kak Brandon dan juga Agatha, Bukankah seperti itu." Ujar Arthur yang tiba-tiba membuka suara.


"Aku sudah berpikir seperti itu, tadi aku sengaja memintanya menggendong Baby Axell,tapi dia menolak tawaranku." Jawab Rachel yang juga menyetujui perkataan Arthur.


"Yaya,benar! Tapi, seharusnya yang lebih benar lagi, Kak Reivant yang harus menggendong Baby Axell. Itu yang benar dan tepat." ujar Arthur dan mengangguk membayangkan perkataannya.


"Hahaha,, itu ide yang brilian. Tapi,aku lebih senang karena Baby Tampan ku di gendong oleh Danien, setidaknya ia jauh lebih tampan dari Kakakmu ini.". lanjut Rachel dan menatap kearah Danien yang hanya menatapnya tanpa expresi.


"Mommy...". Suara Baby Axell membuyarkan semua pikiran mereka yang mungkin berkelana kemana saja.


"Daddy!". Panggil Baby Axell lagi.


"Yah Baby, why? Daddy here." Jawab Reivant dengan spontan dan semua mata tertuju padanya.


Arthur menyipitkan matanya dan menatap kakaknya dengan tatapan mengintimidasi.


Baby Axell mengangkat kepalanya dan berbalik mencari suara Reivant, setelah menemukan asal suara, Bayi tampan itu turun dari pangkuan Danien dan berjalan dengan keadaan mengantuk kearah Reivant.


Reivant mengulurkan tangannya dan membawa Baby Axell pada pangkuannya. Sedikit gerakan dari bayi tampan itu dan membenamkan wajahnya di dada bidang Daddy-nya,kemudian melanjutkan tidurnya.


Rachel menatap putranya yang sangat nyaman dengan posisinya itu, dan Reivant tampak biasa-biasa saja bahkan ia terlihat senang dengan kelakuan Baby Axell.


"Sepertinya Baby Axell merindukan sosok Ayah."Ujar Arthur dan membuat Rachel dan juga Reivant menatapnya.


"Benar, perkataan Arthur! Apakah kau tidak berniat untuk menikah lagi,chel?"Tanya Reivant dan Rachel menatapnya sedikit curiga.


"Apakah kau sedang melamarku,Vant?" tanya Rachel tanpa ada embel kata 'Pak'.


"Ck,,kau sudah gila. Terus bagaimana dengan istri mungilku?". Tanya Reivant balik dan Rachel hanya cekikikan.


"Yaya,,benar! Aku ingat pada gadis mungilmu itu. Tapi,mungkin kau berniat untuk menikah dua kali?". Lanjut Rachel dengan wajah tengilnya.


"Tidak! Aku tidak berminat kalau itu denganmu dan aku tidak akan pernah melakukannya lagi, karena aku mencintai satu wanita saja dalam hidupku." Jawab Reivant cepat dan sepertinya Rachel ingin terus menggodanya.


"Papa!" suara Baby Carli berhasil menghentikan niat konyol Rachel.


"Yes Baby...". Reivant menatap putri kecilnya yang kembali melanjutkan tidurnya.


Ternyata Baby Carli hanya mengigau dan memanggil papanya atau karena suara bising mereka yang membuat tidurnya terganggu.


Setelah Baby Axell kembali ke pangkuan Reivant. Dengan bebas Danien bermain dengan istri perseginya, Arthur melirik dan penasaran apa yang di lakukan oleh kakak keduanya itu.


"Apa yang kau lakukan,kak?"tanya Arthur.


"Game!"jawab Danien singkat dan Arthur menatapnya kesal.


"Aku tau kau bermain game. Tapi,baru pertama kali aku melihat game ini." Arthur menatap handphone kakaknya semakin dekat.


"Menyingkirlah dari hadapanku,Ar! Kau menghalangi pandanganku,Ar! Apakah kau tidak tau ini game yang sedang populer saat ini dan pembuat game ini adalah salah satu bungsu,Park." ujar Danien dan menyingkirkan Kepala Arthur.


"Bungsu Park?. Tunggu,Michael??". tanya Arthur dan melotot menatap Kakak keduanya itu.


"Bingo! Sepertinya Adik kita bisa menjadi seorang millyader dan mungkin dia akan membuka perusahaan Game." Lanjut Danien, Walaupun matanya tetap fokus pada Gamenya,tapi ia masih bisa menjawab pertanyaan Arthur.


"Bungsu Park? Michael? Siapa lagi dia?". Gumam Agatha yang masih bisa di dengar oleh Brandon yang duduk di sampingnya.


Brandon hanya menyinggungnya senyumnya dan melirik kearah Agatha yang sepertinya bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Gadis yang menarik.". Batin Brandon dan berusaha menahan senyumnya.


TBC.


Hay Kakak-kakak pembaca yang terkasih Terima kasih atas dukungannya untuk selama ini.


Jangan pernah bosan yah, tetap ikuti terus dan jangan lupa dukung,vote dan like Ceritanya.


Terima kasih.☺