
~ Happy Reading ~
Di Apartemen Nusa.
Nusa yang sudah sampai dari tadi di apartemen merasa kesal pada dirinya sendiri. Ia mengambil minuman alkohol dalam kulkasnya dan menuangkan ke gelas. Lalu dirinya berjalan menuju tempat tidur.
Pikirannya sangat kacau sekarang. Ia terus mengingat ucapannya terhadap Kaya dan itu membuat dirinya tak tenang sekarang.
Dasar Pelacur!
Heh, aku tidak akan percaya Kaya. Dasar Pelacur!
Nusa selalu mengingat perkataannya yang tidak baik dan dia merasa kesal pada dirinya sendiri. Ia meminum minumannya dan menggenggam gelas tersebut dengan kuat.
Nusa berdiri dari tempat tidur dan berjalan menuju kaca dinding bulat terbuat dari hiasan kayu yang berada di depan tempat tidur dengan bawahnya meja TV panjang. Ia melihat dirinya sendiri dengan tangan kanan masih memegang gelas.
“Arghhhhh!” teriak Nusa melempar gelas tersebut ke dinding dekat dari kaca, sehingga gelas tersebut pecah dan bertaburan ke lantai.
“Kenapa aku harus ngucapin itu kepadanya?” Nusa berbalik badan dengan air mata yang terbendung di pelupuknya.
“Kenapa, aku harus ucapkan kata itu kepadanya?” Nusa kini mulai sedih yang mendalam dan perlahan menekukkan kakinya untuk bersimpuh di lantai sambil bersandar di meja TV.
“Kenapa aku harus ucapkan kata itu kepadanya?”
Nusa terus mengucapkan pertanyaan yang sama. Ia merasa kecewa pada dirinya
sendiri dengan muka yang kacau. Nusa mulai mengeluarkan air mata tapi tidak bersuara. Kini dia termenung terdiam, sambil menutup matanya perlahan dan tertidur bersandar dengan kaki diluruskan.
Keesokan harinya....
Mina datang ke kamar untuk membangunkan Kaya. “Kay bangun sayang! Kamu enggak kerja emangnya?” tanyanya membuka horden jendela dan membiarkan sinar matahari masuk mengenai tempat tidur Kaya.
Kaya merasa risih dan kepanasan, ia pun terbangun. “Mah, tutup dong!” suruh Kaya yang masih lemas.
“Udah siang Kaya. Emang kamu enggak mau masuk kerja?” tanya Mina duduk di samping Kaya.
“Aku kurang enak badan,” jawab Kaya.
Mina langsung khawatir dan memeriksa jidat Kaya. “Iya, kamu agak hangat. Mama panggilkan dokter kalo gitu yah?!” Mina berdiri dari tempat tidur dan hendak berjalan. Namun Kaya langsung memegang tangan ibunya dengan tangan kirinya.
“Tidak usah mah, aku hanya butuh istirahat saja.” Kaya melepaskan tangan ibunya dengan senyum.
Mina kembali duduk di samping Kaya yang berbaring. “Baiklah, kalau gitu kamu harus minum obat yah Kay?!”
“Iya mah,” senyum Kaya.
“Yaudah kalau gitu mama bikinin sup buat kamu yah!”
Kaya hanya tersenyum mengangguk dan membiarkan ibunya pergi meninggalkannya. Kaya kembali menutup matanya untuk tidur.
Di kantor Tama…
Nusa masuk ke dalam ruangan sambil memperhatikan bangku Kaya yang kosong. Mila yang melihat Nusa berjalan berdiri tersenyum dan menyapanya.
“Kaya ke mana Mil?” tanya Nusa.
“Kurang tahu pak Nusa,” jawab Mila.
Nusa memperhatikan bangku Kaya dan bertanya dalam hatinya. Apakah dia tidak masuk karena kejadian kemarin? Nusa pun berjalan menuju kursinya untuk duduk.
Mila menghampiri meja Nusa dan bertanya. “Bapak ingin minum apa pak?”
“Kopi pahit,” jawab Nusa.
“Apa pak? Kopi?” pikuk Mila bingung.
“Iya kopi yang pahit yah,” jelas Nusa.
“Baik pak,” senyum Mila berbalik badan berjalan menuju pintu.
“Aneh? Bukannya pak Nusa enggak suka kopi yah?” gumam Mila memegang pintu untuk keluar. Namun dia melihat Jessica berjalan mengarahnya.
“Hai Mila sayang, apa kabar?” tanya Jessica yang sepertinya bahagia sekali.
“Heh, baik. Ibu ngapain ke sini?” tanya Mila berdiri membelakangi pintu.
“Saya?” tunjuk Jessica pada diri sendiri. “Yah jelas saya ke sini, soalnya saya itu CALON TUNANGAN NUSA.”
“Oh iya saya lupa ibu Jessica. Ibu kan calon tunangannya pak Nusa.” Mila tersenyum sambil menunjuk Jessica.
“Tapi baru calonkan? Belum tunangan ataupun menikah?” lanjut Mila tersenyum mengejek.
“Yaudah yah bu, saya tidak ada waktu meladeni orang kayak ibu. Soalnya saya banyak urusan. Bye…,” Mila melambai dan melewati Jessica yang sudah mengeluarkan api di kepalanya untuk marah kepada Mila.
Jessica pun masuk ke dalam ruangan Nusa dengan tersenyum lebar. “ Hai Nusa sayang.” Jessica berjalan menuju tempat duduk Nusa sambil melambaikan tangannya.
Hadeh! Ngapain si wanita stress ini ke sini?! Udah tahu otakku lagi kusut, batin Nusa memegang kepalanya menunduk.
Nusa mengangkat kepalanya dan mencoba tersenyum kepada Jessica yang berjalan menghampiri dirinya. “Hai juga Jessica,” sapa Nusa saat Jessica sudah ada di depan mejanya.
“Nusa, aku sudah bilang kepada semua infotaiment, bahwa aku akan bertunangan dengan kamu awal bulan.”
“Apa?” Nusa kaget sambil berdiri.
“Kok kamu kaget. Emangnya kenapa?” tanya Jessica.
Nusa kembali duduk dan tersenyum. “Tidak. Aku hanya syok aja kamu bilang itu. Harusnya kamu bertanya dulu Jess, sebelum bertindak.”
“Yah kan, aku pikir kamu bakal setuju. Tapi kamu tidak ingkarkan sama janji kamu?” tanya Jessica.
“Tidak, buat apa aku mengingkarnya.” Senyum Nusa.
Flash back….
Di restoran Tama.
Nusa dan Jessica makan sambil berbincang di restoran Tama. “Nus,” ucap Jessica sambil makan.
“Hemmm..,” gumam Nusa.
“Aku tahu kamu sama Kaya sekarang adalah musuh.”
Nusa meletakkan sendoknya dan menatap Jessica dengan kedua tangan dilipatkan ke dalam dada. “Lalu?”
“Aku akan membantumu untuk membuat Kaya keluar dari perusahaan tersebut.”
“Caranya?” tanya Nusa dengan cool.
“Tunggu dulu, ada syaratnya Nusaku sayang!” Jessica berhenti makan dan menatap Nusa dengan serius.
“Apa syaratnya?” tanya Nusa mengambil gelas untuk minum.
“Kamu harus mau bertunangan denganku!” senyum Jessica.
Nusa menghentikan minumnya dengan gelas masih di depan mulutnya. “Baiklah,” senyum Nusa, lalu minum.
Ternyata benar dia mudah sekali untuk di dapatkan beda dengan Adrian, batin Jessica tersenyum bahagia.
“Tapi bukannya kamu calon tunangan Adrian?” tanya Nusa.
“Aku sudah memutuskannya, habisnya dia itu menyukai Kaya bukan diriku.”
“Ohh..,” gumam Nusa.
Dasar perempuan matre! Alasanmu bukan Kaya tapi hartakan Jess? Ucapnya dalam hati.
“Oke kita lupakan masalah putusku dengan Adrian.” Ucap Jessica. “Aku tahu kalau Kaya menyukaimu Nus.” Tunjuk Jessica ke arah Nusa.
“Dari mana kamu tahu?” tanya Nusa.
“Aku ini seorang wanita jadi aku tahu,” senyum Jessica.
“Lalu apa rencananya?”
“Aku akan datang setiap hari, agar Kaya selalu cemburu dan dia merasa tidak nyaman. Lalu akan keluar dengan sendirinya dari perusahaan kamu. Bagaimana hebat kan ide aku?” Jessica tersenyum bahagia karena dapat memberikan ide untuk Nusa.
Dasar bodoh! Kalau itu juga aku tahu Jessica. Biarkanlah yang penting aku akan manfaatin dia, batin Nusa.
“Iya…,iya…, ide kamu sangat bagus.” Nusa berpura-pura tersenyum.
“Yaudah mari kita lanjut makan Nus!” ajak Jessica kembali makan.
Jess…, Jess…, kamu sengaja tunangan sama aku karena hartaku. Tapi aku justru akan memanfaatkanmu hanya untuk keuntunganku saja, batin Nusa tersenyum sinis sambil minum.
“Oh iya Nus…, aku juga mau ngomong sesuatu.”
“Ngomong apa?” tanya Nusa. Tapi mendadak Kaya dan Mila datang menghampiri mereka.
Ada Kaya lagi. Eh.., tapi enggak apa-apa. Mumpung ada Kaya aku akan buat dia cemburu dan bilang kalo aku putus sama Adrian karena dia. Biar Mila juga tahu. Haahaha…, rasakan kamu Kay! Jessica tertawa dalam hati.
Flash back berakhir….
~ Bersambung ~