
~ Happy Reading ~
“Halo Lit?”Kaya berdiri menyender di pagar balkon sambil menerima panggilan dari Lita.
“Halo Cans,”
“Ada apa nih, kamu nelpon?” tanya Kaya.
“Gimana nih? Udah tiga bulan nih? Mana janji kamu cans? Kamu udah bisa belum dapetin dia?” tanya Lita.
“Dapetin apanya, orang CEO aku gay!”
“Serius? Masa sih?” tanya Lita enggak percaya.
“Iya. Masa yah, waktu aku di kantor! Aku lagi ngobrol sama karyawan cowok di tengah-tengah, terus dia di ruangan Nusa Lit. Udah itu dia duduk di atas meja Nusa dan pintu ruangan Nusa tidak ditutup Lit. Terus, kamu tahu enggak apa yang terjadi sama mereka di ruangan?” Ucap Kaya seperti jijik membicarakan mereka.
“Apa Kay?” tanya Lita penasaran.
“Mereka pegangan tangan gitu sambil tertawa. Ihhh….!” Lita tertawa mendengar Kaya bercerita dengan nada jijik.
“Kok kamu ketawa sih cans?”
“Mungkin dia lagi bercanda kali Kay. Lagi pula, emang udah pasti mereka gay? Kamu kan belum selidikin yang sebenarnya?”
“Yah makanya itu, dengerin aku dulu nih! Awalnya aku enggak percaya Lit. Tapi pas aku nyelidikin mereka, aku baru percaya.”
“Kamu nyelidikin mereka kemana Kay?” tanya Lita.
“Jadi pas pulang kerja, aku denger mereka mau jalan sabtu ke tempat gym, jadi aku ikutin deh.”
“Terus?”
“Yah aku ikutin. Eh Lit, ternyata kamu bener Michael itu gay.”
“Serius cans? Padahal aku cuman asal ngomong ta!?”
“Iya serius! Pantasan aja yah Michael enggak suka aku Lit. Pacarnya aja Nusa sama CEO aku.”
“Masa sih? Aku kok agak kurang yakin yah Kay? Kamu tahu dari mana?”
“Nih yah aku ceritain…”
Flash back..
Kaya yang sudah di tempat gym berpura-pura melakukan Treadmill dengan lambat. Agar tidak ketahuan, dia memakai topi dan masker. Saat Nusa dan Adrian masuk, Kaya langsung membuang muka agar tidak ketara.
Setelah mereka agak jauh, Kaya langsung melirik mereka menuju alat preacher bench. Kaya langsung berjalan ke sana dan mencari tempat duduk. Lalu ia duduk membelakangi mereka dan memberikan jarak agar tidak ketahuan.
“Adrian,” Nusa mulai mengangkat alat itu.
“Hemmm,” gumam Adrian mencoba mengangkat alatnya.
“Bodi kamu bagus juga bro,” puji Nusa.
“Baru tahu bro?” Jawab Adrian.
Hah? Nusa muji bodi Adrian? Tanya Kaya dalam hati sambil mengangkat alat dumbel
dengan duduk membelakangi mereka.
“Tapi bodi aku lebih bagus tentunya!” Nusa memuji diri sendiri dengan tawa candaan.
“Terserah kamu lah bro!” sinis Adrian.
“Hai Nusa, apa kabar ganteng?” Colek seorang cowok kemayu dengan berpakain baju ketat dan celana pendek ketat sambil melambai.
“Hai juga manis,” balas Nusa dengan tangan melambai juga.
“Adrian, apa kabar juga sayang?” tanyanya beralih berjalan ke samping Adrian dan mencolek lengan Adrian.
“Hmmm, baik.” Jawab Adrian.
“Uhh cuco deh, otot kalian berdua.” Ucap cowok itu dengan lenje.
Buset deh, itu siapa yah? Malah aku enggak bisa tengok lagi?! Kalau aku nengok ke belakang nanti ketahuan, batin Kaya penasaran.
“Iya dong Nusa dan Adrian,” sahut Nusa.
Nusa dan Adrian maksudnya apa? Kaya mengangkat dumbel dengan pelan sambil menguping.
“Ih.., iya deh. Kalian itu makin hot deh?!” ucap cowok itu dengan lenje.
“Pantasan kalian cocok,” tunjuk cowok itu.
Hah cocok? Apanya yang cocok? Tanya Kaya dalam hati.
“Udah ah, aku mau nyamperin kekasih aku dulu yah! Dah..,” lambai cowok itu dengan genit dan lenje. “Uhhh cuco deh,” cubit cowok itu pada lengan Adrian dan pergi.
“Dasar!” desis Adrian.
Apa semuanya ini?Aku enggak ngerti mereka yah Tuhan? Tanya Kaya bingung akan ucapan mereka semua.
Cowok yang tadi menggoda Adrian dan Nusa menghampiri cowok yang tidak jauh berada di depan Kaya. “Hai Michaelku sayang? Apa kabar?” ucap cowok itu dengan lenje sambil tersenyum manis.
“Baik” jawabnya.
Hahh? Michael?
Kaya langsung menoleh ke arah cowok itu dan Michael. Itu kan Michael? Ngapain dia di sini?
“Udah datang noh cinta kamu Nus!” Adrian menunjuk Michael dengan mulutnya.
Cinta Nusa? Apa maksud Adrian yah?
“Cintaku? Cinta kau juga bro!” Canda Nusa dan Adrian hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.
Cinta Adrian juga. OMG, apa mereka cinta segitiga dalam gay? Tanya Kaya dengan muka yang mengerut.
***
“Aku kesana dulu yah!” Michael menunjuk Nusa dan Adrian.
“Oke deh jagoanku,” senyum cowok itu melepaskan lengan Michael.
Michael menghampiri Adrian dan Nusa. “Hai bro, apa kabar?” tanya Michael duduk di depan mereka.
“Baik bro,” jawab Nusa.
“Itu sih Boy pasti udah ngegoda kamu terus deh?” tanya Nusa.
“Iya, aku capek sama dia. Tiap ke sini selalu aja menggoda.” JawabMichael.
“Yah kan, namanya juga cinta kamu Mic.” Nusa terkekeh dan Adrian ikut terkekeh.
“Kan aku cintanya sama kalian,” canda Michael
“Unchhhh,” ucap Nusa dengan lenje sambil tertawa.
Mendengar ucapan mereka Kaya mematung seakan tak percaya cowok seganteng dan setampan mereka adalah Gay.
Kok aku merasa ingin muntah yah mendengar semua ini! Kaya berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.
“Lama-lama aku jijik dengar candaan kalian,” ucap Adrian sambil mengangkat alat tadi.
“Hahaha, emang dari dulu selalu serius melulu kau Ad!” Tawa Michael.
“Iya, Michael. Emang dia enggak pernah berubah,” tawa Nusa.
Adrian tidak menanggapi omongan mereka dan fokus mengangkat alat yang dipegangnya dari tadi.
Di kamar mandi.
Kaya berdiri di depan wastafel mencoba membasuh wajahnya dengan air. “Gila Adrian, Nusa dan Michael ternyata gay?” gumam Kaya sambil melihat dirinya di kaca.
“Apes banget sih aku suka sama orang yang gay. Pertama si Michael waktu SMA, sekarang Adrian ditambah Nusa teman curhatku. Pantesan aja Adrian enggak pernah tertarik, orang pacarnya Nusa.” Gerutu Kaya.
“Gila emang yah mereka semua itu! Terus Michael pacarnya siapa? Adrian atau Nusa? Atau jangan-jangan mereka cinta segitiga lagi?” tanyanya monolog.
“Hadeh, lama-lama aku enggak tahan! Sabar Kay…, kamu harus buntutin dia sampai kamu tahu Adrian punya siapa Michael atau Nusa?” gumam Kaya mengelus dada.
Kaya mengelap wajahnya dengan handuk kecil yang dari tadi dililitkan di lehernya. Setelah itu, Kaya kembali memakai maskernya dan kembali ke tempat gym tersebut.
Saat Kaya kembali mereka sudah tidak ada. Kaya mencoba melirik sekeliling ruangan. Mana mereka yah? tanya Kaya dalam hati.
“Tuh dia!” ucap Kaya menemukan mereka yang sedang membereskan peralatan mereka ke dalam tas kecil dan sudah berganti baju santai.
Kayaknya mereka mau keluar dari gym deh? Tanya Kaya dalam hati. Kaya pun mengambil baju gantinya di dalam loker dan menggantinya di ruang ganti wanita. Lalu dia mengambil tasnya, dan melirik untuk memastikan mereka masih di sana.
~ Bersambung ~