My Target Is CEO

My Target Is CEO
Adrian Mabuk



~ Happy Reading ~


        Kaya sedang asyik menonton sambil bersandar di tempat tidur, melihat ponselnya berdering dengan keras Kaya langsung mengangkatnya.


          “Halo Lit?” ucap Kaya sambil memeluk bantal.


          “Halo Kay, apa kabar?” tanya Lita.


          “Baik Lit, tumben kamu nelepon duluan?” tanya Kaya.


          “Aku penasaran sama CEO kamu. Gimana dia kemarin lusa? Kamu di hotel  ngapain aja sama dia?” tanya Lita penasaran.


          “Ohhh biasa aja Lit. Dia itu kurang peka orangnya.” Jawab Kaya.


          “Cerita dong! Aku penasaran, siapa tau kamu berbuat sesuatu sama dia?” canda Lita.


          “Berbuat apaan maksud kamu Lit?” tanya Kaya bingung.


          “Yahh begitu deh. Kamu mengerti lah maksud aku Kay?” goda Lita.


          “Ngaco kamu Lit, emang aku semurah itu?!” Ketus Kaya.


          “Aku bercanda beb,” tawa Lita.


          “Terus kamu enggak melakukan apa-apa sama dia gitu?” tanya Lita.


          “Melakukan apanya? Malah yang ada aku malu banget.”


          “Maksudnya gimana sih? Kok aku enggak ngerti?” tanya Lita.


          “Jadi waktu itu yah...”


Flash back....


          Setelah selesai meeting dengan cabang di sana. Mereka kembali ke hotel pukul enam sore dan waktu sudah hampir malam.


          “Bapak mau makan apa, biar saya siapkan?” tanya Kaya di lift.


          “Saya mau makan di restoran hotel ini saja Kay. Nanti kamu temenin saya yah?”


          Pasti mau makan romantis denganku, senyum Kaya yang kepedean dalam hati.


          “Baik pak,” jawabnya.


          “Jam tujuh kita ketemu di restoran bawah. Soalnya saya mau mandi dulu.” Adrian


melangkah keluar dari lift yang sudah terbuka.


          “Baik pak,” senyum Kaya. Mereka masuk ke kamar masing-masing.


          Saat di kamar Kaya langsung mengacak-acak kopernya dan mencoba mencari dress yang anggun.


          “Kok enggak ada sih?” desisnya.


          Kaya mencoba mengacak-acak lagi dan melihat dengan cermat. “Nah ini dia!” Kaya memegang dress warna hitam pendek yang ditaburi pernik-pernik yang menjadikannya


bling-bling.


          “Cocok enggak yah?” Kaya langsung berdiri dan menuju kaca.


          “Cocoklah, perfect lagi, untung aku bawa.” dengan memeluk baju tersebut. Dia pun bergegas langsung mandi.



contohnya seperti ini, tapi bajunya ketutup sampai dada.


          Selesai mandi, Kaya memakai dress hitam yang pendek di atas dengkul dan ketat. “Uncchhhh, dressnya bling-bling.” Kaya berdiri di kaca sambil memutar badan.


          Kaya langsung duduk di meja rias dan mendandan dirinya. Dia menggerai rambutnya yang panjang lurus sebahu dan mendandan mukanya dengan style korea, lalu memakai anting panjang.


          Selesai dandan, dia menyemprot semua dari kepala sampai bajunya dengan minyak wangi yang harum dan enak dicium.


          “Oke semuanya udah selesai, tinggal sepatu deh.” Kaya beranjak dari meja rias dan


memakai sepatu hak tinggi.


          “Selesai deh,” ucapnya dengan senang.


          “Udah jam tujuh nih saatnya aku ke bawah!” Kaya keluar kamar hotel dan menuju lift.


          Saat di lift, banyak pria melirik Kaya. Namun, Kaya hanya tersenyum. Dia pun keluar lift dan berjalan menuju restoran hotel.


          Ketika sudah sampai di restoran, matanya melirik-lirik dimana Adrian duduk.


          “Itu dia!” tunjuk Kaya dan berjalan menghampiri Adrian yang duduk di dekat kolam renang.


          “Maaf pak, saya telat.” Kaya langsung duduk dan membelakangi rambut di telinga kiri.


          “Iya tidak apa-apa,” ucapnya cool.


          Gila ini cowok kagak terpesona apa dengan kecantikan aku? Padahal aku udah dandan capek-capek, batin Kaya.


           “Iya pak,” nyengir Kaya.


          “Ayuk Kay, pesan makanan!”


          “Baik pak,” senyum Kaya.


          Kaya membuka buku menu yang sudah ada di meja dan mencoba mencari makanan yang enak.


          “Saya yang ini aja pak!” tunjuk Kaya ke buku menu.


          “Oke,” ucap Adrian dan memanggil pelayan.


          “Iya pak,” ucap pelayan tersebut menghampiri mereka.


          “Saya mau pesan ini dan ini yah!” tunjuk Adrian di buku menu tersebut.


          “Baik pak, tunggu sebentar yah!” senyum pelayan itu.


          “Oh sama satu lagi, saya pesan wine yah!” (Wine yang di pesan Adrian kadar alkoholnya rendah.)


          “Ohh baik pak,” jawab pelayan itu dan pergi.


          “Emang bapak bisa minum?” tanya Kaya.


          “Bisa. Ini tidak bisa bikin saya mabuk kok.”


          “Ohhh,” senyum Kaya.


          Makanan pun tiba di meja. “Silahkan Kay dimakan!” Adrian  memegang garpu dan pisau.


          “Iya pak, makasih.” Kaya makan dengan anggun dan terlihat cool di depan Adrian. Namun Adrian tetap cuek dan menghiraukan


Kaya.


          “Pak, di mulut bapak ada!” Kaya menunjuk bibirnya sendiri.


          “Ada apa Kay?” tanya Adrian.


          “Saya aja Kay,” Adrian mengambil tisu di tangan Kaya.


          “Baiklah pak,” senyum Kaya kembali duduk.


          “Terimakasih,” ucap Adrian langsung mengelap bibirnya yang ada noda makanan.


          “Iya pak,” senyum Kaya.


          Padahal aku sengaja, biar romantis kayak


drama di tivi-tivi, batin Kaya sambil makan dengan kesal.


          “Wahh? Lihat deh bro ada wanita cantik di situ!” bisik seorang pria ke teman sampingnya dan terdengar oleh Kaya dan Adrian.


          “Iya cantik banget. Kalau aku jadi cowok itu, udah aku kekap dia enggak boleh kemana-mana.” Canda temannya satu lagi.


          Kaya langsung tersenyum dan tertawa dalam hati. Dua cowok itu aja bilang begitu, masa depan aku kagak bilang apa-apa. Emang buta kali nih mata Pak Adrian!


          Banyak pria yang melihat Kaya dan membisikkan dirinya. “Cantik yah?” Ucap pria yang tempat duduknya tidak jauh dari Kaya.


          “Iya cantik banget dia, aku pengen kenalan jadinya nih.” Sahut temennya lagi. Kaya


yang mendengarnya tersenyum sambil makan.


          “Ahh tapi dia udah ada cowoknya tuh, ganteng lagi!” sahut temamnya lagi.


          “Kay banyak yang muji kamu yah?” ucap Adrian.


          “Iya pak, maaf yah pak.”


          “Buat apa kamu minta maaf?” tanya Adrian


          “Takutnya bapak ke ganggu,” jawab Kaya.


          “Tidak kok, buat apa saya ke ganggu.” Senyum Adrian sambil meminum habis wine tersebut dan menuangnya lagi ke gelasnya.


          Ahhhh, bilang aja kamu cemburu? Dasar


munafik!


          Mereka sudah selesai makan dan Adrian mencoba menghabiskan minumannya. Kaya yang kegerahan mengikat rambutnya ke belakang.


          “Kay,” seru Adrian.


          “Iya pak,” senyum Kaya.


          Adrian berdiri dan menghampiri Kaya yang duduk. Lalu mencodongkan mukanya dekat dengan muka Kaya. “Bapak mau ngapain?” tanya Kaya bingung karena Adrian menatapnya dengan senyum.


          “Iya emang cantik,” tawa Adrian.


          Hahahah, emang aku cantik baru sadar kamu Adrian kampret?


          Tapi aneh enggak biasanya dia begini? pikuknya dalam hati.


          “Bapak sehat kan?”


          “Saya,” Adrian menunjuk dirinya dengan tawa. Lalu memegang bahu Kaya dan menyuruhnya berdiri. “Saya sangat sehat Kay. Kamu itu cantik sekali, tapi sayang kelakuan kamu masih rendah.” Ucap Adrian dengan keras dan tertawa sendiri.


          “Pak ini tempat umum!” Kaya malu dan mencoba menutup mukanya. Mamp*s aku? Apa coba maksud perkataannya?


          “Kamu tadi masuk ke kamar saya berniat untuk menggoda saya kan?” Adrian menunjuk Kaya dengan oleng.


          “Gila nih Adrian kayaknya dia mabuk?” pikuk Kaya.


          Mampus, pasti semua melihat aku penuh dengan makna aku murahan? gumamnya dalam hati.


          “Hahahhahaha,” tawa Adrian terbahak-bahak seperti orang gila.


          Semua melihat Kaya dan berbisik. “Idih cantik-cantik ternyata penggoda,” ucap salah


satu di sana.


          “Iya, aku sih enggak papa asal dia cantik walaupun aku digoda.” Tawa salah satunya lagi.


          “Ihh dasar cewek gatel!” cibir pengunjung wanita di sana. Cibiran mereka terdengar


oleh Kaya dan membuat Kaya malu.


          “Pak Adrian sadar!” Kaya menggoyangkan badan Adrian.


          “Hmmm, lepas!” sentak Adrian.


          “Kamu emang cantik Kay! Hahahahahah,” tawa Adrian kegirangan.


          “Pak sadar pak. Ayuk kita kembali pak!” ajak Kaya memegang tangan Adrian.


          “Hmmmm, aku enggak mau!” Adrian menghempaskan tangan Kaya dan Adrian jatuh duduk di bawah sambil menarik dress Kaya.


          “Pak lepasin dress saya!” Kaya mencoba melepas tangan Adrian yang memegang dressnya dengan erat, sambil menutupi mukanya dengan tas kecil.


          “Hemmm, enggak mau!” Adrian terus menarik dress Kaya.


          “Pak lepasin!” bentak Kaya yang sudah kesal dengan kelakuan Adrian.


          “Engak mau!” ucap Adrian dan dress Kaya robek sedikit. Lalu semua orang melihat mereka berdua.


          “Pak Adrian!” bentak Kaya dengan memegang dress bawahnya yang dirobek. Sangking kesalnya dia berencana meninggalkan Adrian sendirian dan berbalik badan.


          “Jangan tinggalkan aku!” mohon Adrian dengan muka sedih.


          “Ihhh, kasian banget tuh dia! Mau di tinggalin begitu aja!” Ucap pengunjung di sana.


          “Iya, begitulah penggoda. Udah dapat semuanya di buang,” sahut  pengungjung yang lain.


          Dasar pada mulut berbisa semua di sini!  Dumel Kaya berbalik badan menatap Adrian


dengan sinis. Ck, dasar menyusahkan. Gara-gara dia, aku dapat malu!


          “Ayok pak!” Kaya berjongkok mencoba merangkul Adrian dan menopangnya sambil berjalan.


          “Hai, berapa nih bayarannya?” tanya pengunjung cowok di sana.


          “Bukan, saya tidak seperti itu!” senyum Kaya menjelaskan sambil berjalan menompang Adrian.


          Diam gek mulut kamu Adrian!  Desis Kaya dalam hati dengan muka geram.


          “Mbak, ternyata begitu yah?” tanya salah satu pengunjung cewek.


          “Bukan mbak. Mbak salah paham, saya tidak seperti itu.” Kaya tersenyum pura-pura.


          “Alah bohong aja, bilang aja iya? Munafik banget sih!” sahutnya.


          Kurang ajar banget nih cewek! Dumel Kaya dalam hati, tapi masih tetap tersenyum menanggapi mereka semua di sana.


~ Bersambung ~