
~ Happy Reading ~
Nusa masuk ke dalam ruangan dan berjalan menghampiri Mila. “Mila, saya mau kamu beli tiket pesawat ke Bali tanggal 24 ini!” perintah Nusa.
“Baik pak,” ucap Mila.
“Kamu beli tiga buat saya, kamu dan ibu Kaya!” perintah Nusa berdiri di depan meja Mila.
“Hah..., tiga pak? Saya juga ikut pak?” tanya Mila kaget.
“Iya,” jelas Nusa. “Kamu kan sekertaris saya, jadi harus ikut!”
“Emang kita mau ngapain ke sana pak?” tanya Mila.
“Saya dan ibu Kaya mau lihat lokasi pembangunan restoran di sana dan bertemu rekan bisnis.”
Jessica yang mendengarnya sontak langsung kaget. Ia merasa takut jika Nusa terlalu dekat dengan Kaya. Jessica yang duduk di depan meja Nusa langsung berdiri menghampiri Nusa.
“Nusa, aku ikut dong ke Bali!” bujuk Jessica memegang tangan Nusa.
“Kamu mau ngapain ikut?” tanya Nusa heran.
“Tau ibu ngapain sih ikut?” tanya Mila dengan judes.
Kaya yang medengar ucapan Jessica tersenyum karena berhasil membuat Jessica cemburu dan akan lengket sama Nusa. Kaya berencana untuk membuat Jessica lengket sama Nusa terus, agar Kaya bisa leluasa mengatur idenya di restoran tersebut.
“Kamu ngapain ikut-ikut bertanya Mila?!” omel Jessica.
“Saya ini adalah calon tunangan Nusa dan bulan depan saya mau tunangan sama dia.” Tegas Jessica.
“Iya kan Nusa?” tanya Jessica mengedipkan matanya.
Kaya yang sedang memeriksa berkas kaget dan menjatuhkan pulpen yang di pegangnya ke kertas. Kaya berpikir kalau Jessica hanya omongan kosong saja, tapi dia melihat ekpresi Nusa seperti mengiyakan.
“Apa?” Mila kaget dan tidak percaya dengan ucapan Jessica.
“Kamu ngapain kaget Mila? Nusa beritahu ke mereka!” ucap Jessica yang masih memegang lengan Nusa.
Nusa melepas tangan Jessica dan berbalik badan ke arah Kaya yang duduk. Dia sengaja agar Kaya cemburu. “Ehem,” Nusa berdehem agar semua memperhatikannya.
“Saya akan umumkan ke kalian, bahwa yang diucapkan Jessica memang benar. Saya dan dia akan tunangan bulan depan saat kita pulang dari Bali nanti.”
“Tuh kan? Kalian dengar semuanya?” Jessica menunjuk Mila dan Kaya menggunakan bibir yang dimonyongkan.
Kaya menatap Nusa yang sinis memandang dirinya. Dia hanya membalas tatapan Nusa dan terdiam melihat mereka.
“Pak Nusa kenapa mendadak sekali?” tanya Mila berdiri dari meja.
“Iya maaf Mila. Saya baru beritahu, soalnya saya merasa Jessica adalah wanita yang cocok dengan saya.” Nusa menarik Jessica dan mendekatkannya dengan dirinya, dengan tangan kanan memeluk pinggang Jessica.
“Ahhhh..., bapak!” Mila kesal dan berjalan menuju pintu.
“Mila kamu kenapa?” tanya Nusa heran melihat Mila berjalan dari belakang.
“Saya mau ke toilet pak,” jawab Mila kesal dan berjalan keluar pintu.
“Tapi kalau kamu ikut. Bagaimana jadwal modeling kamu Jess?” Nusa melepaskan tangannya dari pinggang Jessica.
“Nanti aku cancel semua Nusa, yang penting aku bisa dekat sama kamu.” Jawab Jessica dengan senang dan memeluk lengan Nusa.
Kaya merasa geli melihat kelakuan Jessica yang manja dan dia kembali memeriksa dokumen lagi di mejanya.
“Baiklah, kamu bisa ikut.”
“Hore...! Makasih Nusa sayang,” Jessica mencium pipi Nusa dan membuat Kaya cemburu, sambil menghentakkan pulpennya dengan keras di meja.
Jessica yang melihatnya merasa senang dan memandang sinis Kaya. Rasakan itu! Emang kamu pikir bisa dapatin dia, batin Jessica.
“Yaudah aku pulang dulu yah sayang!” Jessica tersenyum dan Nusa hanya mengangguk.
Jessica berjalan sambil memperhatikan Kaya dengan sinis. Lalu Jessica meledek Kaya dengan memeletkan lidahnya terhadap Kaya. Namun, Kaya hanya terdiam saja dan memandang sinis Jessica.
Nusa yang berdiri di depan meja Mila tadi berjalan menghampiri Kaya yang berdiri dari kursi. “Kamu mau ke mana?” tanya Nusa yang sudah di samping Kaya.
“Aku mau ke toilet,” ketus Kaya.
“Bohong,” senyum Nusa.
Nusa langsung meraih tangan Kaya dan menyenderkannya di tembok. “Nusa lepasin!” sinis Kaya.
“Katakan padaku Kay? Kamu cemburu kan?” tanya Nusa di depan muka Kaya yang sudah kesal.
“Heh..., aku cemburu. Udah aku bilang aku enggak akan pernah cemburu.” Tekan Kaya.
“Katakan Kaya? Kamu cemburu?” tanya Nusa dengan nada tinggi dan menatap Kaya dengan tajam.
Kaya langsung mendorong Nusa agar menjauh darinya. “Udah aku bilang berapa kali Nusa. Aku enggak akan pernah cemburu dari kamu. Mengerti!” tegas Kaya menunjuk muka Nusa dan Kaya berjalan menuju pintu dengan kesal.
“Heh, aku tahu kamu cemburu dan itu akan membuatku semakin senang menjalankan semua rencana.” Senyum Nusa melihat Kaya keluar pintu.
Kaya masuk ke dalam toilet dan mendengar suara Mila merengek dengan kencang. Kaya mencoba mencari suara tersebut di pintu kamar mandi yang mana. Ternyata ada di pintu kamar mandi pertama, lalu Kaya mengetuk pintu tersebut.
“Mil, kamu di dalam yah?” tanya Kaya.
Mila yang sedang duduk di closet langsung kaget mendengar suara Kaya. “Aduh ada bu Kaya lagi,” Mila menghentikan tangisannya dan mengelap air matanya di pipi.
“Mil?” panggil Kaya sambil mengetok pintu.
“Iya bu, bentar.” Jawab Mila dengan teriak.
Mila pun keluar dari dalam dengan mata yang sembab. “Hehehe, ada ibu Kaya?” nyengir Mila keluar.
“Kamu abis ngapain?” tanya Kaya mengerutkan dahi.
“Enggak ngapa-ngapain bu,” jawab Mila mencoba tersenyum.
“Kamu nangis yah?” tanya Kaya terus terang.
“Enggak kok bu,” kelak Mila.
“Udah jangan bohong. Kamu nangis karena cemburu kan sama Jessica?” tanya Kaya.
Mila mulai merengek. “Iya bu,” jawab Mila memeluk Kaya.
“Kamu ngapain sih tangisin Nusa?” tanya Kaya sambil mengelus pundak Mila.
“Saya suka sama pak Nusa bu. Selama ini pak Nusa selalu perhatian sama saya dan selalu beliin saya makanan. Tapi kenapa pak Nusa milih ibu Jessica?” tangis Mila masih memeluk Kaya.
Ini orang kepedan banget sih disukain Nusa, batin Kaya memutarkan matanya.
“Ohhh..., yaudah. Kan,saya pernah bilang Nusa itu dekat sama semua cewek. Jadi kamu jangan mengharapkan lebih.” Kaya mengelus pundak Mila dan mencoba membuat dirinya tenang.
“Iya bu, tapi aku sudah baper sama pak Nusa.” Tangis Mila kini menjadi-jadi.
“Udah Mil..., enggak enak di dengar yang lain.”
“Biarin aja bu, biar pak Nusa tahu.” Rengek Mila.
“Mil...,” Kaya melepaskan pelukan Mila. “Kamu enggak malu di dengar orang?” Kaya memegang pundak Mila.
“Biarin aja bu...,” rengek Mila.
“Udah kamu tenang dulu, nanti aku bantu biar kamu bisa dekat sama Nusa.”
“Beneran bu?” tanya Mila dengan senang.
“Iya,” jawab Kaya dengan senyum.
Maaf Mila, aku akan memanfaatkan kamu kali ini, batin Kaya.
“Tapi saya tidak janji jika Nusa bisa suka sama kamu. Cuman saya akan bantu kamu untuk mendekati Nusa.”
“Iya bu enggak papa,” Mila tersenyum senang.
“Yaudah kamu balik gih! Nanti dicariin pak Nusa!” perintah Kaya.
“Baik bu,” Mila tersenyum meninggalkan Kaya di kamar mandi.
Kaya berjalan menuju wastafel. Ia memandang dirinya sendiri. “Aku akan buat kamu diganggu dua cewek Nusa dan mereka akan menjadi kesulitan bagi kamu.” Kaya tersenyum dan mencuci tangannya.
~ Bersambung ~