My Target Is CEO

My Target Is CEO
Bab 63 ~ Tamu Tak Terduga.



~ Happy Reading ~


          Sebentar lagi jam makan siang pun tiba. Kaya dan Mila sedang berberes mejanya, sementara Nusa fokus pada laptopnya. Kehengingan pun terhenti melihat seorang tamu wanita yang tak terduga tiba-tiba masuk ke ruangan mereka. Mata mereka bertiga langsung melotot ke arah tamu tersebut.


          “Halo Nusa ganteng,” sapa tamu wanita tersebut, sambil duduk di depan meja Nusa.


          Hah? Jessica? Ngapain dia ke sini? Tanya Kaya dalam hati.


          Siapa dia? Tanya Mila dalam hati.


          “Halo Jessica apa kabar?” tanya Nusa.


          “Baik,” jawab Jessica dengan senyum.


          “Aku mau bicara sama kamu bisa tidak?” tanya Jessica.


          “Bisa. Apasih yang enggak buat kamu?!” Nusa tersenyum menggoda Jessica.


          Kaya dan Mila yang mendengarnya langsung menatap sinis Jessica yang tersenyum lenje.


          Siapa sih itu? Bikin gue kesal aja, batin Mila memegang pulpennya dengan kesal.


          “Kamu bisa aja Nusa sayang,” senyum Jessica menggoda Nusa.


          “Yaudah, yuk sekarang! Lagi pula sudah mau jam makan siang Nus.” Ajak Jessica sambil melihat jamdi tangannya.


          “Iya.”Nusa beranjak dari kursinya dan menghampir Jessica yang juga ikut berdiri dari kursi. Mereka pun berjalan menuju pintu.


          “Dah Kaya,” lambai Jessica tersenyum mengejek. Ia merasa dirinya menang. Jessica menggandeng tangan Nusa dengan sengaja, agar Kaya cemburu.


          Dasar genit! Masih tunangan Adrian, udah dekat  yang lain, gerutu Kaya dalam hati.


          “Ih…, bete deh!” ucap Mila dengan kesal dan mencoba memotekan pulpenya.


          “Kamu kenapa Mila?” tanya Kaya heran.


          “Ahhh..., enggak bu. Saya kesal aja lihat itu cewek genit sama pak Nusa.” JawabMila dengan jujur.


          Kaya hanya bisa tertawa dalam hati. “Kamu cemburu emangnya?” tanya Kaya.


          “Hehehehe, kagak bu.” Nyengir Mila. “Cewek itu siapa yah bu?” tanya Mila.


          “Dia itu namanya Jessica teman saya SMA dulu dan teman Nusa juga.”


          “Ibu sama pak Nusa teman SMA?”


          “Ohh.., enggak. Saya sama Nusa kenal di perusahaan lama.”


          “Ohhh..., berarti ibu akrab sekali dengan pak Nusa yah?” tanya Mila.


          Dulu iya Mil, aku sangat akrab sekali sama dia. Tapi sekarang tidak, batin Kaya.


          “Iya,” jawab Kaya dengan senyum.


          “Bu? Pak Nusa suka makan apa? Warna kesukaannya apa? Terus dia itu suka sama apa aja sih?” Mila bertanya banyak sekali.


          Kaya pun tertawa. “Mila..., Mila…., dia itu enggak suka apa-apa kecuali wanita.”


          “Bu, ibu enggak salah. Masa iya pak Nusa gila wanita?”


          “Iya benar, kamu enggak percaya. Lihat aja, dia mulai lengket sama wanita tadi, nanti abis ini beda lagi. Mungkin aja, abis dia, kamu.”


          “Yah kalau begitu juga enggak papa bu, yang penting aku senang.” Ucapnya senang.


          Dasar cewek ganjen! batin Kaya hanya menyengir melihat Mila.


          “Emang ibu enggak suka apa dengan dia? Kalau saya jadi ibu yah,  apalagi punya wajah cantik banget. Saya bakal goda dia dan buat dia jatuh cinta dengan saya. Hahhaha….,” tawa Mila bercanda.


          “Kamu yah!” tawa Kaya.


          “Ada-ada aja. Udah ah...., ayuk kita makan udah jam 12 nih!” ajak Kaya beranjak dari kursi.


****


Restoran Tama.


          Kaya yang samapai di restoran Tama menyuruh Mila untuk masuk duluan karena dirinya harus memakirkan mobilnya terlebih dahulu. Kaya mengajak Mila makan siang di restoran ini karena memang posisinya tidak jauh dari gedung Tama.


          Saat Mila masuk. Mila terkejut melihat Nusa berada di sana makan bersama Jessica.


          “Pak Nusa?” tunjuk Mila.


          “Mila, kamu sama siapa?” tanya Nusa.


          “Eh Kaya, kok makan di sini yah? Kayak enggak ada tempat lain aja?!” sindirJessica dengan kesal.


          “Ohhh.., maaf ibu Jessica. Saya tidak tahu kalian di sini. Maaf yah…,” senyum Kaya.


          “Yaudah gabung aja!” ajak Nusa sengaja.


          “Yaudah yuk bu! Kita gabung aja!” senyum Mila menoleh Kaya di belakangnya. Mereka pun duduk berhadapan dengan Nusa dan Jessica.


          Aku akan buat kamu cemburu Kaya, batin Nusa melihat Kaya duduk di depannya.


          Hadeh, Nusa ngapain sih ajak mereka gabung, batin Jessica kesal.


          “Pelayan!” teriak Nusa melihat pelayan yang sedang membawa nampan.


          “Iya pak Nusa,” jawab pelayan tersebut berdiri di depan meja mereka.


          “Saya minta buku menu!”


          “Baik pak,” angguk pelayan tersebut mengambil buku menu dan menghampiri mereka lagi untuk mengasih buku menu.


          “Ini pak!” pelayan itu menyodorkannya kepada Nusa.


          “Baik terimakasih,” senyum Nusa. Lalu pelayan itu pergi meninggalkan mereka.


          “Kalian pesan aja dulu!” Nusa mengasih buku menu kepada Mila.


          “Baik pak,” angguk Mila mengambil buku menu dari Nusa.


          Mila membuka buku menu tersebut dan heran dengan harganya yang mahal-mahal sekali. “Mahal-mahal banget yah bu Kaya harganya?” ucap Mila heran.


          “Norak sekali sih,” sindirJessica tidak suka.


          “Emang saya norak,” ketus Mila dan Kaya hanya tertawa dalam hati melihat mereka berdua.


          “Udah kamu pesan saja, nanti saya bayarin.” Senyum Kaya.


          “Tidak usah ibu Kaya yang terhormat, saya saja yang akan bayarin kalian semua.” Ucap Nusa tersenyum.


          Sekedar informasi aja. Walaupun ini restoran Nusa. Peraturan di perusahaan Tama yang dibuat oleh keluarganya yaitu mau saudara yang datang ataupun pemilik yang datang mereka harus tetap bayar.


          “Baiklah pak Nusa yang baik hati,” senyum Kaya.


          Mila dan Jessica menoleh ke arah mereka dengan heran dan bertanya-tanya ada apa dengan mereka.


          “Mila pesan yang kamu mau, saya yang bayar!” titah Nusa dengan senyum.


          Mila yang bengong melihat Nusa dan Kaya langsung sadar kembali. “Iya pak,” angguk Mila dan melihat buku menu.


          “Lama deh, cepatan dong!” ketus Jessica tak sabar melihat Mila yang lama mikir.


          “Iya sabar bu,” ketus Mila. “Udah pak,” ucap Mila.


          “Pelayan!” Nusa memanggil pelayan dengan petikan jari ke atas. Pelayan itu pun datang.


          “Kamu pesan apa Mila?” tanya Nusa.


          “Saya pesan ini pak,” tunjuk Mila di buku menu.


          “Ibu Kaya tidak pesan?” tanya Mila.


          “Saya pesan minum saja,” tolak Kaya dengan senyum.


          “Saya tahu kamu lapar?! Pesankan dia makanan favorite-nya yaitu Pasta yang spesial di sini dengan telur caviar di atasnya!” sahut Nusa memerintah pelayan tersebut.


          “Baik pak,” angguk pelayan tersebut lalu pergi menuju dapur. Sedangkan Mila dan Jessica  menoleh Nusa dengan heran.


          Pak Nusa tahu makanan favorite ibu Kaya, batin Mila terkejut.


          Nusa tahu makanan favorite Kaya, apa sebenarnya hubungan mereka? Tanya Jessica dalam hati.


          Kaya mengingat kembali Nusa memberi makanan favorite-nya saat di perusahaan Adrian. Ia melamun menatap Nusa yang dihadapannya sedang makan.


          Aku tak menyangka kamu masih mengingatnya Nusa. Apakah tidak ada rasa cinta di hatimu waktu itu Nus, batin Kaya.


          Pelayan itu datang dengan membawa makanan dan Mila menatap Kaya melamun menyadarkannya. “Bu, makanannya udah datang.”


          “Iya Mil. Makasih yah,” senyum Kaya sambil menatap Nusa dan Nusa menatapnya balik dengan senyum.


          “Iya bu,” ucap Mila melihat Kaya dan Nusa saling bertatapan dan membuatnya curiga.


~ Bersambung ~