My Target Is CEO

My Target Is CEO
Bab 46 ~ Sambutan Perpisahan



~ Bersambung ~


Di Restoran Tama.



          Kaya masuk ke dalam restoran Tama bersama Nusa. Mereka langsung menghampiri semua karyawan yang sudah hadiri di sana.


          “Hai, Kaya.” Sapa Jessica yang duduk di samping Adrian.


          Heh, ada cewek lenje di sini, batin Kaya tidak suka.


          “Hai, Jessica. Kenapa kamu bisa di sini? Emang ada yang ngundang kamu?” tanya Kaya mengejek Jessica.


          “Aku di ajak oleh Adrian, calon tunanganku.” Ucap Jessica dengan nada tinggi.


          “Oh iya, aku lupa Jes. Kamu kan tunangan Adrian.” Kaya menyengir sambil menunjuk Jessica.


          “Kay duduk!” ajak Nusa dan Kaya duduk, sedangkan Nusa masih berdiri di depan kursinya.


          “Perhatian semua! Hari ini ibu Kaya bekerja terakhir di perusahaan kita. Saya selaku HRD di sini, ingin mengucapkan terimakasih atas jasa yang diberikan oleh ibu Kaya selama bekerja di sini. Jadi sambil kita makan, ada beberapa karyawan ingin berkata sepatah kata untuk ibu Kaya. Begitu pun juga ibu Kaya, ia akan mengucapkan sepatah kata untuk kita semua. Yaudah kalau begitu, mari makan semua!”


          “Makasih pak Nusa.” Sahut semua karyawan yang di sana dengan gembira.


          Meja makan yang di pesan Nusa memanjang ke samping dan berhadap-hadapan. Ia memesan makanan yang sangat mahal dan elegan. Nusa juga memesan makanan favorite Kaya di restoran tersebut.


          Kaya yang duduk berhadapan dengan Adrian merasa jijik melihat kelakuan Jessica yang sok menyuapi Adrian dengan manja. Adrian pun menerima suapan dari Jessica dan dia mencoba mebuat Kaya cemburu. Bukannya cemburu, Kaya malah ingin muntah melihat gaya Jessica.


          “Adrian sayang, kamu makan yang bener dong! Sini aku bersihkan mulut kamu yang kotor!” Jessica mengelap mulut Adrian dengan tisu.


          Pasti  kamu cemburu kan Kaya, batin Adrian melirik Kaya di depannya.


          “Kay, dimakan makanannya!” Nusa melihat Kaya hanya diam memperhatikan Jessica dan Adrian yang


mesra.


          “Aku tiba-tiba ingin mau muntah Nus.” Kaya memperagakan mulutnya ingin muntah.


          “Kamu hamil Kay?” tanya Nusa bercanda.


          “Ngaco kamu Nus,” ketus Kaya.


          “Lagian kamu ada-ada aja ucapannya.” Nyengir Nusa geleng kepala.


          “Yaudah, aku mau ke kamar mandi dulu yah!”


          Kaya beranjak dari kursi menuju toilet. Adrian yang memperhatikan Kaya dari tadi berencana mengikutinya.


****


          Saat Kaya keluar dari kamar mandi. Ia dikejutkan dengan sosok pria yang berdiri di samping pintu kamar mandi dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam kantong celana.


          “Pak Adrian? Bapak ngapain di sini?” tanyanya setelah melihat pria itu dari depan.


          “Saya nunggu kamu.” Jawab Adrian berdiri tegap dari sandarannya di tembok tadi.


          “Ngapain bapak nunggu saya?”


          “Heh,” Adrian tersenyum sinis. “Kamu cemburu kan? Saya mesra dengan Jessica?” tanyanya percaya diri.


          Kaya langsung tertawa terbahak-bahak. “Saya cemburu?” tunjuk Kaya pada dirinya sendiri. “Adrian, Adrian, kamu lucu sekali.”


          Adrian yang mendengarnya marah dan tidak terima. Ia menarik Kaya ke arah tembok dan menguncinya dengan kedua tangan menumpu pada tembok.


          “Kamu enggak usah pura-pura Kay? Aku tahu kamu cemburu?” tanyanya tepat di depan wajah Kaya.


          “Aku enggak cemburu Adrian.” Kaya menatap Adrian dengan serius.


          “Kalau kamu enggak cemburu? Kenapa kamubilang ke Nusa ingin muntah dan ke kamar mandi?” tanya Adrian berdiri tegap.


          Kaya tertawa dengan sinis. “Karena aku enek, lihat cewek yang sangat manja di depan mukaku.” Jawab Kaya dengan kedua tanngan dilipatkan ke dalam dada.


          “Kamu pasti bohong Kaya?”


          “Aku enggak berbohong Adrian. Lagi pula buat apa aku cemburu. Aku itu enggak suka sama kamu.” Ketusnya. Sedangkan Adrian diam di tempat mendengar ucapan Kaya.


          “Yaudah yah, aku harus balik ke tempat dulu!” Kaya berjalan melewati Adrian.


          “Kay!” Panggil Adrian yang kini dibelakang Kaya dan Adrian membalikkan badannya.


          “Aku tahu kamu enggak suka sama aku. Tapi, apakah kamu suka sama Nusa?” tanya Adrian menghadap belakang badan Kaya.


          Kaya berbalik badan dengan kedua tangan masih dilipatkan ke dalam dada. Ia maju selangkah menuju Adrian. “Iya, aku suka sama Nusa.” Jawab Kaya.


          “Aku suka sama dia sudah lama dan kamu itu enggak akan pernah aku suka Adrian. Karena keluarga kamu telah menghancurkan keluargaku.” Kaya menunjuk Adrian dengan telunjuknya. Ucapan Kaya membuat Adrian bingung, sementara Kaya sudah meninggalkan Adrian yang diam di tempat.


          Apa sebenarnya maksud kamu Kay? tanya Adrian dalam hati.


          Kaya berjalan keluar lorong dan Nusa langsung membalikkan badan bersandar pada tembok. Ia membuang muka agar tidak terlihat oleh Kaya. Saat Kaya sudah jauh darinya, Nusa memandang Kaya berjalan dari belakang dengan muka yang sinis.


         Heh, aku tahu kamu suka aku Kay. Tapi kita lihat nanti, sampai mana kamu akan bertahan di perusahaan Tama Kaya?! batin Nusa tersenyum sinis. Nusa kembali lagi melihat Adrian yang berdiri dengan perasaan kecewa.


          “Adrian yang malang,” gumam Nusa menggelengkan kepalanya.


*****


Acara Sambutan Perpisahan di mulai….,


          Karyawan satu persatu maju ke depan mic untuk mengucapkan sepatah kata buat Kaya, dengan di iringi musik yang sudah disiapkan Nusa dari tadi.


          “Ibu, saya mengucapkan terimakasih karena sudah mengajari saya dengan baik.” Ucap Lena yang berdiri di depan mic.


          “Saya tahu, saya ini agak lemot dan kurang menangkap. Tapi Ibu Kaya sabar banget dan memperhatikan Saya dan Desi. Selama ini belum ada yang mengajari kami dengan sabar, semuanya pasti marah-marah apalagi pak Adrian.” Nyengir Lena melirik Adrian dengan membentuk jari V dan membuat semua orang tertawa mendengarnya.


          “Saya bercanda yah pak,” nyengir Lena.


          “Pokoknya ibu Is The Best deh. I Love You ibu Kaya.” Lena membentuk tangannya seperti hati.


          “Lena, I love you too.” Kaya tersenyum dan membentuk hati juga.


          Semua karyawan langsung tersentuh dan tersenyum. “Saya mau dong bu di I Love You in,” sahut salah satu karyawan cowok.


          “Iya saya juga mau bu,” sahut karyawan cowok lainnya. Kaya melirik mereka dan hanya tersenyum.


          Lena pun kembali menuju tempat duduknya. Sementara itu Jessica melihat Kaya dengan penuh ketidaksukaan. Jessica terus menggandeng tangan Adrian seakan takut Adrian kabur darinya.


          Pelayan restoran lewat dan Adrian memanggilnya. Lalu berbisik terhadap pelayan tersebut. Pelayan itu mengangguk dan pergi.


          “Sayang kamu bisik apa sih tadi?” tanya Jessica.


          “Bukan urusanmu!” ketus Adrian sambil menatap Kaya yang tersenyum mendengar sambutan perpisahan dari karyawan.


          Pelayan itu datang kembalimenghampiri Adrian dengan membawa botol alkohol dan gelas yang berisi es. Pelayan itu menaruhnya di meja Adrian. Jessica melirik Adrian dengan heran.


          “Sayang kamu kok pesan itu?” tanya Jessica.


          “Jangan urusinku Jess!” Ucap Adrian dengan sinis.


          Jessica langsung terdiam dengan muka bete. Lalu melepaskan gandengannya dari tangan Adrian.


          Nusa melirik Adrian dan melihatnya memegang botol alkohol untuk menuangkan ke gelas kecil. Adrian, maafkanku. Kali ini aku membiarkan terjadi sesuai rencananya. Nanti aku akan cerita kepada kamu, batin Nusa.


~ Bersambung ~