
~ Happy Reading ~
Kaya sampai di depan Hotel Tama bersama Adrian. Mereka turun dari mobil dan berjalan menuju resepsionis. Awalnya Kaya ingin masuk sendirian, tapi Adrian keukeuh ingin menemani dirinya masuk sampai dalam hotel.
Mereka berjalan ke resepsionis menanyakan kamar Kaya yang sudah di booking oleh Mila atas perintah Nusa. Sambil menunggu resepsionis mencari namanya, Kaya dan Adrian terlihat mengobrol santai.
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka. Dirinya mengabaikan pria yang berbincang dihadapannya dan lebih memilih focus melihat mereka di depan meja resepsionis. Ada raut tak suka di wajahnya dan rasanya ingin menarik wanita itu.
“Kay, sebentar dulu deh!” Adrian melihat ada daun di rambut Kaya dan mengambilnya sambil membenarkan rambut Kaya yang berantakan akibat mobilnya tadi.
Kaya hanya diam saja dan membiarkan tangan Adrian membenarkan rambutnya. Sedangkan pria yang menatap mereka berdua dari arah kejauhan semakin memanas dan mengepalkan tangannya ke dalam.
“Sial!” ucapnya tanpa sadar.
“Iya pak Nusa?” tanya manajer hotel tersebut karena mendengar ucapan Nusa dengan samar.
“Tidak pak, sebaiknya bapak kembali bekerja saja! Soalnya ada hal yang harus saya kerjakan!” titah Nusa dengan senyum.
“Baik pak Nusa, semoga harimu menyenangkan di sini pak. Sekali lagi senang bertemu dengan bapak.” Manager tersebut menjabat tangan Nusa.
“Senang juga bertemu dengan bapak,” balas Nusa dengan senyum sambil berdiri. Ketika manajer itu pergi, dia kembali duduk lagi dan memperhatikan kelakuan Adrian terhadap Kaya.
***
Resepsionis tersebut memberikan nomor kamar Kaya dan menyuruh pelayan hotel membawa tasnya, karena Kaya adalah tamu spesial seperti Nusa. Sedangkan Adrian pamit pulang kembali ke hotelnya dan Kaya hanya tersenyum sambil melambaikan tangan.
Melihat Adrian sudah pergi, Kaya berjalan mengikuti pelayan hotel tersebut menuju kamarnya. Tanpa ia sadari, Nusa mengikutinya dari belakang.
Sesampai di depan Kamar, pelayan tersebut pamit dan memberikan kuncinya kepada Kaya.
Saat pelayan itu pergi, Nusa langsung masuk ke kamar Kaya dan menarik lengan Kaya. Ia memojokkan Kaya ke tembok dengan menguncinya menggunakan kedua tangannya.
“Kenapa Adrian bisa di sini?” tanya Nusa terburu-buru.
“Kenapa emangnya?” tanya Kaya balik dengan mengangkat alisnya. Kaya bersikap tenang di depan Nusa.
“Apa kamu yang ngajak Adrian ke Bali?”
“Tidak,” jawab Kaya jujur.
“Lalu kenapa dia ke sini? Sebenarnya apa tujuanmu Kay?”
“Kenapa kau mengintimidasi diriku? Apakah kau cemburu?” tanyanya balik.
“Iya aku sangat cemburu, apalagi dia tadi membenarkan rambutmu?!”
“Jadi kau melihatku tadi?”
“Iya, aku tadi ada di ruang tamu dan tidak sengaja melihatmu.”
“Jangan mengalihkan pertanyaanku! Kenapa dia ada di sini?” lanjut Nusa bertanya lagi.
“Dia ada urusan di sini,” jawab Kaya.
“Jangan dekat dengan dia, aku tidak suka!”
“Apa hakmu melarangku?” tanya Kaya.
“Aku ini pacarmu!”
“Sejak kapan kita pacaran Nusa?”
“Sejak aku memberikan tanda padamu!” Nusa menunjuk ke arah leher Kaya.
“Cih, aku tidak sudi jadi pacarmu! Apalagi melihat perbuatanmu kemarin!” decih Kaya.
“Benarkah? Kau akan menyesal nanti!” Nusa melepaskan tangannya dari tembok.
“Sebaiknya kau pergi! Aku ingin istirahat sekarang!” usir Kaya.
“Tidak akan tuan Tama!” ucap Kaya penuh penekanan.
Nusa hanya tersenyum mendengarnya. “Sebaiknya kamu istirahat sayang, karena nanti siang kita akan ada presentasi!” Nusa mengelus rambut Kaya dengan lembut. Kaya terdiam membeku di tempat melihat
perlakuan Nusa yang lembut.
***
Di sisi lain Mila dan Jessica seperti anak kecil yang selalu bermain air dan saling menyimpratkan satu sama lain. Mereka menikmati indahnya pantai dengan tersenyum dan gembira. Mereka melupakan kejadian pagi tadi dan bersenang-senang bersama.
“Mila awas kamu yah!” tunjuk Jessica ketika Mila melempar pasir ke Jessica tanpa rasa takut. Mila malah tambah meledek Jessica dengan menjulurkan lidahnya.
Jessica yang geram mengambil segenggam pasir dan melemparnya ke arah Mila dan akhirnya kena tepat ke muka Mila. Tawa Jessica pun pecah melihat muka Mila yang penuh dengan pasir.
“Awas yah bu!” tunjuk Mila. Ia tak mau kalah, lalu ia mengambil segenggam pasir dan melemparnya ke muka Jessica. Alhasil Jessica yang tertawa kemasukan pasir di mulutnya.
Mila tertawa terbahak-bahak melihat pasir mengenai mulutnya. Jessica melepehkan semua pasir. Dengan tanduk yang sudah di kepala, ia mengambil banyak pasir dan melempar ke Mila. Tapi pasir itu tidak mengenai Mila, karena Mila langsung menghindar.
Mereka pun saling mengejar dan melempar pasir, tanpa ada rasa malu dilihatin banyak bule dan turis yang sudah banyak di sana.
Matahari mulai naik ke atas kepala dan membuat mereka kepanasan. Mereka akhirnya menghentikan aksi saling mengejar dan berjalan mengambil sepatu mereka. Dengan baju yang sudah basah kuyup dan kotor, mereka kembali ke hotel.
***
Siang hari tepatnya pukul dua siang. Kaya dan Nusa berjalan bersama menuju ruang meeting yang berada di hotel tersebut. Sesampai di ruang meeting Kaya dan Nusa bersalaman dengan seorang pria. Mereka duduk dengan saling berhadapan.
Ruangan meeting tidak terlalu besar hanya satu petak saja dengan 4 kursi, 1 meja dan proyektor yang berada di depan. Nusa dan Kaya duduk bersampingan, sedangkan pria itu duduk dihadapan mereka.
“Ibu Kaya, kenapa anda memakai syal?” tanya pria itu dengan heran.
“Saya kurang enak badan saja,” jawabnya dengan senyum.
Pakaian yang dikenakan Kaya akan membuat semua orang yang melihatnya aneh. Gimana tidak, Kaya memakai rok pendek dengan baju turtlneck dan syal yang dililitkan di leher.
“Dia masuk angin,” tambah Nusa dengan senyum.
“Oh, begitu rupanya.” Ucap pria itu dengan senyum.
“Bisa kita mulai pak Angkasa?” tanya Nusa yang tidak ingin pria itu menanyakan atau memperhatikan Kaya lebih lanjut.
“Bisa pak,” jawabnya berdiri untuk mempresentasikan proyek tersebut.
Pak Angkasa adalah pimpinan kontraktor yang akan membangun restoran tersebut. Pak Angkasa tidak terlalu muda tapi tidak terlalu tua juga, bisa di bilang di atas Nusa 6 tahun atau sekitar 30-an.
Pak Angkasa menjelaskan tentang anggaran atau budgeting untuk membangun restoran yang di inginkan Nusa dan Kaya. Pak Angkasa juga menjelaskan secara detail struktur bangunannya dengan menampilkannya di proyector. Kaya dan Nusa yang menyimaknya dengan seksama sesekali memberikan pertanyaan.
Setelah Angkasa selesai mempersentasikan semuanya. Nusa memberikan beberapa pendapat tentang sturktur bangunannya dan tata letak bangunan yang akan diubah.
Nusa meminta untuk kolam renang dan live musik dekat dengan bar. Agar yang menikmati kolam renang dapat melihat live musik tersebut.
Kaya yang mendengarnya mengangguk setuju. Kaya menambahkan beberapa agar pemandangan kolam renang dekat juga dengan pantai. Kaya pun menambahkan agar semua pintu restoran berbentuk kaca transparan dan jendela restoran juga begitu, agar semua melihat view pemandangan dengan indah. Kaya juga menambahkan agar ada penambahan bangunan untuk diluar ruangan yang langsung berhubungan dengan pantai.
Contoh yang di inginkan Nusa dan Kaya seperti ini yah:
Angkasa yang mendengarnya mengangguk dan menggambar ulang semuanya dengan cepat di kertas. Setelah selesai memberikannya kepada Nusa dan Kaya.
Kaya dana Nusa yang melihatnya mengangguk setuju. Mereka kembali berbincang lagi masalah budgeting.
Setelah berbincang dengan lama, mereka saling sepakat dan menyetujui rencana proyek tersebut. Kontrak pun di tanda tangani oleh Nusa dengan membaca isi kontrak tersebut terlebih dahulu dengan seksama. Lalu mereka saling berjabat tangan sambil berdiri dengan senyum.
~ Bersambung ~