My Target Is CEO

My Target Is CEO
Bab 102 ~ Nusa Cemburu



~ Happy Reading ~


          Nusa menarik tangan Kaya sampai di tepi kolam renang yang berada diluar kafe bar tersebut.


          “Ih…, Nusa lepasin!” Kaya menghempaskan tangan Nusa dan mereka sekarang berhadapan.


          “Aku enggak suka sama dia,” sinis Nusa


          “Kenapa, kamu cemburu?” tanya Kaya.


          “Iya.” Kaya langsung mematung mendengarnya.


          “Lagi pula kamu ngapain ke sini? Ini kan tempat reuni SMP aku Nus?” tanya Kaya.


          “Aku datang sama Lita tadi,”


Flash back….


          Nusa yang mengetahui Kaya akan pergi ke reuni SMP langsung mengingat Lita. Ia menelepon Lita.


          “Halo Bang, kenapa?” tanya Lita di telepon.


          “Kamu ada acara reuni SMP yah hari ini Lit?” tanya Nusa.


          “Iya, emang kenapa?”


          “Aku antar kamu yah sekarang! Enggak pakai tapi-tapi!”


          “Lah tapi kenapa? Udah enggak usah. Aku bisa sendiri ke sana!”


          “Enggak Lit, aku ikut ke sana. Aku enggak mau kamu kenapa-napa! Jangan pakai membantah, aku datang sekarang ke rumah kamu yah! Bye…,” Nusa langsung mematikan teleponnya.


Flash back berakhir….


          “Kamu jangan alih pembicaraanku Kaya! Aku itu cemburu sama dia. Tadi dia itu siapa?” Nusa menarik pinggang Kaya untuk dekat dengannya dan jarak mereka hanya 1 cm.


          Apakah dia sudah menyadari cintanya terhadapku, batin Kaya.


          “Dia itu pacar aku. Kenapa?” kelak Kaya.


          “Jauhi dia, aku enggak suka sama dia!” titah Nusa dengan muka cemburunya.


          “Lah emang kamu siapa aku Nusa? Kamu bukan siapa-siapa aku?! Terus kamu ngapain ngaku-ngaku aku ini pacar kamu? Emang kita ada hubungan?”


          “Ada,”


          “Hubungan apa?” tanya Kaya


          “Hubungan cinta terlarang,” senyum Nusa.


          “Apa sih maksud kamu Nusa?” tanya Kaya.


          “Bukankah kemarin kita sudah melakukannya. Lalu itu namanya apa kalo bukan hubungan cinta terlarang?”


          “Heh, jadi menurut kamu aku ini cuman cinta terlarang kamu?” sewot Kaya.


          “Lalu apa?” tanya Nusa dengan senyum simpulnya. Kaya terdiam dan tidak ingin menanggapi ucapan Nusa. Dia menatap Nusa dengan tajam.


          Lalu tiba-tiba datang dua wanita dari arah belakang Kaya dan menghampiri mereka.


          “Hay Kay,” ucap Clara dengan senyum


          “Hay Clar, ada apa?” tanya Kaya.


          “Dia siapa Kay? Pacar yah?” tanya Naomi.


          “Oh..., bukan kok.” Jawab Kaya dengan senyum.


          “Iya, saya pacarnya.” Nusa langsung memeluk pinggang Kaya dengan erat.


          “Cie..., Kaya. Kok punya pacar ganteng kayak gini enggak ngakuin sih?” tanya Clara.


          “Iya tau nih Kaya, gimana sih?” sahut Naomi.


          “Ta-tapi memang bukan kok. Benaran deh?!” ucap Kaya dengan jari kanan membentuk v.


          “Iya, bukan salah lagi maksudnya,” tawa Clara.


          “Ihhh..., kalian benaran!” sewot Kaya.


          “Kenalin saya Naomi dan ini Clara, teman Kaya dulu.” Naomi dan Clara mengasih tangannya untuk berjabat tangan dengan Nusa.


          Nusa melepaskan tangannya di pinggang Kaya dan menjabat tangan mereka. “Nusa,” dengan tersenyum manis.


          “Nus, kamu tau enggak Kaya ini dulu cupu loh?!” ucap Clara dan Kaya langsung melotot melihat Clara.


          “Iya dia itu cupu dulu, sering di bully tapi sekarang cantik bagai ratu.” Sahut Naomi.


          “Oh yah?” tanya Nusa melirik Kaya yang malu.


          Kaya melotot ke arah teman-temannya. “Jangan dikasih tau juga kali!”


          “Iya dia itu sering di bully cupulah, sampai akhirnya frutasi dan yang buat dia sekarang itu Lita.” Ucap Clara antusias.


          “Ohh.., begitu.” Gumam Nusa dengan senyum. Pantesan Lita dan Kaya sangat dekat, batin Nusa.


          “Eh..., tapi bukannya kamu bareng Lita yah Nus?” tanya Naomi.


          “Iya, aku sepupunya.”


          “Ohh.., pantesan Lita cantik. Sepupunya aja ganteng kayak gini.” Naomi senyam-senyum sendiri.


          “Eh..., ingat Naomi! Dia punya Kaya!” Clara merlirik Naomi yang berdiri di sampingnya.


          “Iya...,” ucap Naomi agak sebal.


          “Tapi selama belum janur kuning melengkung boleh kali,” goda Naomi dengan mencolek lengan Nusa. Clara langsung menepuk jidat Naomi dan membuat Kaya tertawa kecil melihat kelakuan mereka.


          “Kamu yah Naomi…, selalu aja sama cowok ganteng dikit langsung main embat.” Sewot Clara.


          “Sakit tau!” sewot Naomi mengelus jidatnya.


          “Yah.., ambil aja Naomi, kalau dia mau.” Ucap Kaya dan Nusa langsung melirik Kaya dengan tatapan serius.


          “Kay.., serius?” tanya Naomi dengan gembira dan Kaya mengiyakan dengan kepalanya.


          “Oke kalau begitu Naomi saja yang jadi pacar aku sekarang?!” Nusa melepas pelukannya dan merangkul Naomi. Kaya langsung cemburu dan berharap Nusa tak melakukannya.


          “Oh.. yaudah silahkan saja!” sewot Kaya.


          “Kayanya ada yang cemburu nih!” goda Clara dengan senyam-senyum sendiri.


          “Siapa yang cemburu? Aku enggak cemburu kok?!” Kaya melipat kedua tangannya di dalam dada.


          “Perasaan aku enggak bilang namanya Kay..,” goda Clara dan Kaya langsung tersadar dengan melotot ke arah Clara.


          “Haha…, ketahuan deh cemburu. Berarti kalian emang pacaran?! Udah ngaku aja Kay!” ucap Naomi dan Kaya hanya bergeming.


          “Nusa udah jangan rangkul Naomi terus. Kayanya cemburu tuh!” ucap Clara.


          “Biarkan saja dia cemburu! Kan, dia yang mau aku sama Naomi! Yah kan, Naomi sayang!” Nusa memainkan mata terhadap Naomi dan Naomi semakin membuat panas Kaya dengan mamainkan mata juga terhadap Nusa.


          “Ohh.., yaudah siapa juga cemburu?! Yaudah yah.., aku pulang duluan yah?! Dah…,” Kaya tersenyum palsu dengan melambaikan tangan. Lalu dia berbalik badan untuk memulai melangkah, tapi Clara langsung memegang


tangan Kaya untuk menghentikan langkahnya.


          “Kay, kita bercanda kali!”


          “E-ehh…,” Kaya kehilangan keseimbangannya saat tangannya ditarik paksa oleh Clara untuk balik badan, sehingga dia jatuh ke kolam renang.


          Byur….!


          “Kay!” teriak Clara dan Naomi. Nusa langsung melepas rangkulannya melihat Kaya jatuh ke kolam renang.


          Kaya tidak bisa berenang, jadi dia selalu berusaha untuk mengangkat tangannya ke atas dan meminta bantuan sambil memanggil nama Nusa.


          Nusa langsung menjeburkan dirinya ke kolam renang dan membantu Kaya untuk naik ke atas kolam renang dengan bantuan Clara dan Naomi yang menarik kedua tangan Kaya.


          “Kamu enggak papa Kay?” tanya Naomi saat Kaya sudah duduk di tepi kolam renang dengan baju yang basah kuyup dan menjiplak. Kaya hanya menggelengkan kepala dan masih syok, sedangkan Nusa naik ke atas tepi kolam renang dan langsung memegang kedua pipi Kaya.


          “Kamu enggak papa kan?” tanya Nusa yang sangat khawatir dan Kaya hanya menggelengkan kepala. Melihat kemeja hitam Kaya yang jiplak, Nusa langsung membuka jas hitamnya dan menyelimuti Kaya walaupun basah.


          Di dalam diri Kaya seperti ada trauma berat dan Nusa yang melihatnya langsung memeluk Kaya dengan erat. Dia mencoba menenangkan Kaya.


          “Its ok Kay!” lirih Nusa sambil mengelus kepala Kaya.


~ Bersambung ~