
~ Happy Reading ~
Di Apartemen Nusa.
Nusa keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk di pinggangnya, ia berjalan menuju tempat tidur untuk mengambil ponselnya dan melihat ada pesan masuk dari Kaya. Nusa membukanya sambil berdiri.
Nus…,
Udah deh enggak usah bohong. Seingat aku. Aku cuman muntahin kemeja kamu doang. Dan satu lagi aku mana mungkin cium dada kamu yang kurus itu.
Aku harus tanggung jawab?
Hello Nusa…,
Harusnya kamu yang tanggung jawab!
Jika terjadi sesuatu dengan diriku kamu yang harus tanggung jawab!
Wajahnya tersirat senyum setelah membaca pesan dari Kaya dan ia duduk di tempat tidur dengan kaki menyilang. Dirinya mengambil gambar sendiri dengan ponselnya.
Terlihat bahwa fotonya hanya memakai handuk di pinggang dengan rambut yang masih basah dan menampakan dada yang bidang. Dia mengirim fotonya kepada Kaya dan mengirim pesan.
Aku harus tanggung jawab?!
Bukankah kau yang tergoda dengan dadaku ini nyonya Dirgantara?
Dan satu hal lagi tubuhku ini tidak kurus! Itu adalah gambar dadaku yang sixpack. Bagaimana apa kau tertarik?
Nusa mengirim pesan kepada Kaya dengan senyum-senyum sendiri. Sambil menunggu balasan dari Kaya. Nusa beranjak dari tempat tidur menuju lemari pakaian.
Di kamar Kaya.
Kaya yang sudah selesai dandan mendengar bunyi pesan masuk dan dia mengambilnya dari meja riasnya. Terlihat ada pesan WA dari Nusa dan Kaya membukanya. Ketika membukanya matanya langsung melotot melihat gambar yang dikirim Nusa. Terlihat Nusa sedang duduk dengan menampilkan dada bidangnya dan rambut yang masih basah.
Aku harus tanggung jawab?
Bukankah kau yang tergoda dengan dadaku ini nyonya Dirgantara?
Dan satu hal lagi tubuhku ini tidak kurus! Itu adalah gambar dadaku yang sixpack. Bagaimana apa kau tertarik?
“Apa-apaan ini? Nusa mengirim gambar tubuhnya yang sixpack?” Kaya mengerutkan dahinya dan membaca pesan Nusa.
“Hemm…, emang dadanya tidak kurus sih. Malah terlihat sexy,” gumam Kaya tanpa sadar.
“Kenapa jadi muji dia,” sadar Kaya dan berdiri dari kursi. Dia memakaikan tas slempangnya dan menfoto dirinya yang sudah siap untuk ke reunian.
Cekrek!
Satu gambar di ambil Kaya dan melihatnya dulu sebelum dikirim. Setelah dirasa bagus gambarnya, Kaya mengirim ke Nusa dengan pesan di WA.
Buat apa aku tertarik?
Lihat diriku sangat cantik bukan, untuk dirimu Nusa. Lagi pula banyak cowok sepertimu dapat ku cari, jadi jangan berharap aku menyukaimu!
Dia mengirim pesan WA-nya dengan senyum dan kembali duduk di meja rias untuk memperbaiki rambutnya.
Di Apartemen Nusa.
Nusa yang sudah berpakaian rapi mendengar pesan masuk langsung mengambilnya di tempat tidur dan
membukanya. Dia terlihat tersenyum melihat foto Kaya.
“Kay emang kamu sangat cantik,” kagum Nusa dengan senyum.
“Apa yang harus ku lakukan dengan dirimu yang cantik ini? Apakah aku harus melupakan segalanya dan membuat dirimu tetap disisiku?” gumam Nusa memandang foto Kaya.
“Hemm…, dia mau ke mana yah dengan pakaian rapi seperti itu?” Nusa bertanya sendiri.
Nusa mencoba mengambil foto dengan angel yang bagus. Dia mendapat beberapa foto dan memelih foto yang terlihat cool dengan tatapan serius. Lalu Nusa mengirim foto tersebut dan mengirim pesan lewat WA.
Kau mau kemana sayang dengan berpakaian seperti itu?
Apakah perlu ku temani, tapi ada syarat kau harus tidur lagi denganku?
Dan satu hal lagi sayang, aku tidak berharap kau menyukaiku tapi tanpa sadar kau telah menyukaiku. Bukankah begitu Kaya Dirgantara?
Kau mencintaiku karena ketampananku bukan?
Di kamar Kaya.
Kaya yang mendapat pesan dari Nusa langsung cepat membukanya dan dia terpesona dengan foto yang diberikan oleh Nusa. Hatinya merasa ingin melompat-lompat.
“Kau benar Nusa tanpa sadar aku menyukai dirimu,” gumam Kaya.
Kaya terus memandang wajah Nusa dengan senyum. Entah kenapa hatinya merasa teduh melihat foto Nusa. Dia pun mengirim pesan kepada Nusa.
Aku tidak butuh ditemani oleh pria sepertimu!
Karena diriku akan berkencan dengan seorang pria tampan dan berkelas di reuni SMP nanti.
Bye Nusantara..,
Kaya sengaja memanasi Nusa dengan mengirim pesan tersebut. Lalu dia memasukan ponselnya ke dalam tas slempang merahnya dan beranjak dari meja rias berjalan kelura kamar.
***
Di kafe bar.
Pukul 07: 00 PM.
Kaya masuk dan mendapati semuanya sudah tengah asyik menikmati musik yang dimainkan oleh DJ. Kafe bar tersebut sudah di sewa oleh mereka semua dan hanya SMP Tarumanegara yang boleh datang dari senior hingga junior dulu. SMP Tarumanegara adalah nama sekolah SMP Kaya.
Kakinya melangkah mendekati semua yang datang dan tiba-tiba ada seorang yang menepuk pundak Kaya. Lalu Kaya berbalik badan dan tersenyum bahagia melihat orang tersebut. Ternyata teman baangkunya dulu yaitu Clara.
“Clara,” ucap Kaya dengan senang dan memeluk Clara.
“Baik sayangku,” balas Clara dengan pelukan.
“Kau sendir bagaimana?” tanya Clar melepaskan pelukannya.
“Baik sekali,” jawab Kaya dengan senang.
“Oh iya? Lita mana Kay?” tanya Clara.
“Tidak tahu.” Kaya tersenyum sambil menggedikan bahu, mencoba untuk tidak membuat Clara curiga.
“Oh..., ku kira kau bersamanya Kay?”
“Enggak, aku tidak tahu di mana dia.” Jawab Kaya tersenyum.
“Mari kita duduk Kay disana!” ajak Clara berjalan menuju tempat duduk di depan bar dan Kaya mengikuti Clara. Mereka pun duduk sambil memesan minuman.
“Hay kalian,” ucap seorang wanita dengan senang memeluka Kaya dan Clara.
“Hay Naomi, apa kabar?” tanya Clara dengan senyum.
“Baik,” jawab Naomi berdiri dihadapan mereka yang duduk.
“Kaya kau semakin berubah saja dari yang dulu?” Naomi heran dengan penampilan Kaya yang cantik. Pasalnya dulu Kaya adalah anak yang sangat culun dulunya.
“Makasih Naomi,” senyum Kaya.
“Apakah kau menyukai seorang makanya berubah?” tanya Naomi mengankat alisnya dengan senyum menggoda Kaya.
“Hahaha..., tidak ada Naomi. Aku memang sudah berubah sejak kelas tiga SMP. Masa kau lupa?” tanya Kaya.
“Hehehehe..., kau benar. Kau dan Lita memang wanita paling digilai kalangan cowok saat kelas tiga SMP.” Nyengir Naomi.
“Haha..., kau bisa saja Naomi.” Tawa Kaya.
“Apakah kalian tidak ingin menikmati musik di sini?” tanya Naomi.
“Aku di sini saja Naomi,” tolak Kaya dengan senyum.
“Aku ikut deh,” ucap Clara. “Kau yakin Kay tidak ingin menikmatinya?” tanya Clara.
“Ayoklah Kay! Masa kamu kesini cuman datang saja dan tidak menikmatinya?!” ucap Naomi.
“Baiklah,” setuju Kaya.
Mereka pun masuk ke dalam sekumpulan orang-orang yang sedang menari dan mendengarkan musik. Mereka sekilas menyapa semua yang mereka kenal dengan senyum dan senang. Mereka berpelukan kepada semua yang mereka kenal dan mengobrol sambil berjoget di sana.
Kafe tersebut sangat luas dengan tengah–tengah adalah tempat untuk menari atau berdansa dan bar. Dj memainkan musiknya dengan lihai dan menyapa semuanya yang berkumpul. Mereka menikmati dan larut dalam alunan lagu. Sebenarnya Kaya sudah terlambat tadi karena penyambutan sudah mulai dari jam 05:00 sore. Jadi sekarang hanya pesta puncaknya untuk bersenang-senang.
~ Bersambung ~