My Target Is CEO

My Target Is CEO
Bab 123 ~ Cemburu



          Kaya dan Mila sekarang berada di restoran yang jauh dari hotel. Mereka duduk di dekat jendela yang dapat melihat orang lalu lalang, kendaraan dan seberangnya ada beberapa toko pakaian dll.


          Mereka menikmati makanannya dengan lahap sambil mengobrol santai. Saat mengobrol, mata Kaya tak sengaja menangkap sepasang manusia sedang berbelanja pakaian di toko depan restoran ia makan.


          Kaya yang melihat Nusa tersenyum mengobrol dengan Jessica sambil memilih pakaian membuat dirinya cemburu. Baru saja Nusa menyatakan cinta, sekarang dia bermesraan dengan wanita lain.


          Andai saja jendela dan pintu toko pakaian itu bukan terbuat dari kaca, pasti Kaya tidak melihatnya. Namun karena semuanya transparan membuat Kaya melihat semuanya. Ia melihat Nusa selalu tersenyum menanggapi Jessica dan membuat hatinya sedikit panas, sampai-sampai semua ucapan Mila tak di dengar oleh Kaya.


          Matanya terus tertuju pada Nusa dan Jessica. Mila yang melihat Kaya seperti melamun ke arah jendela membuatnya melirik ke arah yang sama dan melihat sepasang manusia sedang berbelanja di sana.


         Ah, pantas saja dia tidak memperhatikan ucapanku dari tadi. Rupanya ada pak Nusa di sana bersama Jessica, batin Mila tersenyum melihat Kaya cemburu.


           “Bu?” panggil Mila. Kaya tidak menyahutnya dan masih melihat mereka.


          “Bu?” panggil Mila menepuk bahu Kaya untuk menyadarkannya.


          “Eh, iya Mil.” Ucap Kaya langsung menoleh Mila dengan cepat.


          “Ibu lihat siapa sih?” tanya Mila.


          “Ehmm.., enggak ada.” Kelak Kaya.


          “Masa sih? Tapi kayaknya aku melihat ibu tadi melihat ibu Jessica dan Pak Nusa di sana?” tunjuk Mila mengarah ke samping jendela.


          “Enggak kok Mil,” kelak Kaya.


          “Alah..., udah enggak usah bohong bu?!” goda Mila dengan senyum.


          “Kamu apaan sih?!” desis Kaya tak suka.


          “Yaudah sih bu, enggak usah bohong?! Aku tahu ibu suka sama pak Nusa dan satu hal lagi, ibu harusnya enggak usah takut, pak Nusa itu cinta sama ibu!” tunjuk Mila. “Kan kemarin saya sudah memberikan banyak pendapat ke ibu.”


          “Iya.., iya..., aku memang melihat mereka.” Jujurnya.


          “Nah gitu dong, jujur?!”


          “Yaudah kita lanjutkan makan! Biar nanti bisa cari oleh-oleh!” Kaya melanjutkan makanannya dengan perasaan malu karena ketahuan memperhatikan mereka.


          “Iya bu,” ucap Mila melanjutkan makannya juga.


***


          “Ini bagus enggak Nus?” tanya Jessica mengambil baju itu dan melihatnya di depan Nusa.


          Nusa yang tidak tahu harus bilang apa hanya tersenyum mengangguk saja. Sesungguhnya, ia malas menemani Jessica berbelanja karena menurutnya dia adalah wanita yang ribet.


          “Oke aku pilih ini!” Jessica berkata pada pelayan toko tersebut. Lalu Jessica kembali memilih baju dan selalu menanyakan pendapat Nusa.


          Nusa hanya tersenyum mengangguk saja, dia malas menanggapi Jessica. Di dalam pikirannya saat ini, kapan dia berakhir berbelanja.


          Nusa yang malas melihat Jessica memilih baju mengalihkan pandangannya menghadap jendela dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam kantong celana.


          Nusa yang melirik jalanan dan sekitarnya tak sengaja menangkap sosok wanita yang ia suka yaitu Kaya. Ia dapat melihat Kaya sedang mengobrol dengan Mila. Seutas senyuman terbit di wajahnya saat melihat wanitanya tertawa mengobrol dengan Mila.


          “Nus?” panggil Jessica.


          Nusa yang baru saja menikmati pandangan menyenangkan, terpaksa harus menoleh pandangan yang tak menyenangkan. “Iya,” jawab Nusa dengan senyum.


          “Yuk, kita cari tempat lain!” ajak Jessica yang sudah mendapatkan yang dia inginkan. Jessica mengalungkan tangannya di lengan Nusa dan Nusa hanya membiarkannya.


          Mereka pun berjalan keluar toko dan tak sengaja berpapasan dengan Mila dan Kaya. Rupanya Mila dan Kaya sudah keluar restoran dan menyeberang untuk membeli pakaian di sana.


          “Pak Nusa?” panggil Mila yang berhadapan dengan Nusa.


          Kaya hanya melipatkan kedua tangannya ke dalam dada tanpa mau tersenyum atau menyapa mereka. Pandangannya ke arah lain seakan malas melihat dua insan tersebut.


          “Katanya aku wanitanya, tapi malah bergandengan.” Cibir Kaya pelan yang nyaris tak terdengar mereka.


          “Aku habis makan sama bu Kaya di seberang pak.” Jawab Mila mennujuk arah belakangnya.


          “Aduh ada pengganggu datang!” cibir Jessica yang menggandeng lengan Nusa dengan erat seakan takut Nusa pergi.


          Mila hanya melirik sinis Jessica seakan tak suka ucapannya. Sedangkan Kaya tetap bersikap cool dan enggan melihat mereka. Ia selalu mengalihkan pandangannya ke arah lain, sambil memainkan kakinya yang pegal berdiri.


          “Terus kalian mau ke mana?” tanya Nusa.


          “Aku sama ibu Kaya mau belanja pak.” Jawab Mila dengan senyum.


          Nusa yang ingin menjawabnya terhenti karena Jessica lebih bersuara. “Ohh, kalian mau belanja. Baguslah soalnya kita mau ke tempat lain. Karena kami sudah berbelanja, aku mau romantisan dulu sama Nusa. Yah kan Nusa?” tanya Jessica tersenyum memandang Nusa.


          Nusa hanya tersenyum membalasnya. Ia sengaja memanfaatkan ucapan Jessica untuk memanasi Kaya.


           Mila yang ingin menjawab terhenti karena Kaya lebih dahulu berbicara. “Baguslah, jadi kita tak perlu melihat keromantisan alay kalian di sekitar sini.” Sinis Kaya.


          Jessica yang mendengarnya hanya mencebik kesal. “Yaudah, kita enggak perlu lama-lama di sini Nus! Ayuk kita ke tempat romantis di Bali!” ajak Jessica menarik lengan Nusa melewati mereka berdua dengan wajah tak suka.


          Nusa hanya mengikutinya saja, ia sangat menikmati drama ini. Satu sisi pasti Kaya cemburu, satunya lagi dia tidak perlu mengeluarkan kata-kata romantis membuat Kaya cemburu.


          Melihat Nusa dan Jessica sudah jauh, Mila mendekatkan dirinya ke Kaya. “Ibu Kaya sepertinya sedang cemburu yah?” bisik Mila sengaja menggoda Kaya.


          “Enggak,” ucap Kaya dengan ekspresi kesal.


          Wajah Kaya yang kesal membuat Mila tertawa. “Bilang aja cemburu bu? Soalnya terlihat dari muka ibu?!”


          “Emang kelihatan banget yah Mil?” tanya Kaya dengan polosnya. Mila hanya mengangguk dengan senyum.


          “Argghh.., pasti dia besar kepala sekarang!” Kaya menjambak rambutnya frustasi sambil berjalan menuju pintu toko dengan kesal. Mila yang melihatnya hanya tertawa pelan dan berjalan menyusul Kaya.


***


Malam Hari...,


          Kaya dan Mila berpisah saat berbelanja, karena Kaya merasa lelah dan ingin kembali ke hotel. Sementara Mila masih ingin berbelanja dan menikmati jajanan khas Bali. Ia juga ingin membeli hadiah untuk Nusa besok malam.


          Kaya berjalan kaki dari pusat perbelanjaan menuju hotel karena tidak terlalu jauh, namun juga tidak terlalu dekat. Ia berjalan santai sambil menikmati suasana malam yang indah dan melihat turis-turis yang berbeda-beda berjalan kesana-kemari.


          Saat berjalan, ia teringat sosok pria yang sangat ia cintai. Kaya mengingat semua ucapan Nusa yang selalu bilang mencintai dirinya. Terkadang Kaya seperti orang gila yang tersenyum sendiri sambil berjalan.


           “Bagus, karena kamu adalah wanitaku, sekarang sampai selamanya kau tetap wanitaku. Ingat itu Kaya Aqila!”


          Tak terasa Kaya berjalan sudah sampai di pantai dekat hotel. Kaya yang tak ingin langsung menuju ke hotel berjalan menyelusuri pantai. Ia berjalan di tepi pantai sambil memandang indahnya malam. Angin yang berhembusan membuat kedua tangannya mengusap lengannya dengan posisi menyilang.


          Kaya melirik ke arah tempat restoran yang berada di depan pantai. Ia dapat melihat sepasang kekasih duduk berhadapan dengan cahaya lampu yang dibuat romantis membuat Kaya iri.


          Matanya terus memperhatikan sepasang kekasih tersebut. Terlihat mereka sedang makan malam romantis dengan iringan musik. Walau tak jauh dari tepi pantai, namun ia tak begitu jelas wajah pria dan wanita tersebut.


          Kaya tersenyum memandangnya. Seandainya Nusa membawanya makan malam romantis di tempat itu, pasti hari ini hari yang sangat indah.


          Sepasang kekasih itu duduk berhadapan di luar restoran dengan pandangan mengarah ke


pantai. Yang membuat romantis adalah lampu kecil di sekeliling mereka dan seorang pria paruh baya yang memainkan biola. Mereka terlihat tersenyum sambil menikmati makannya.


          Kaya berhenti sejenak dan menyipitkan matanya. Ia seperti mengenal mereka. Keadaan malam hari membuat matanya tidak begitu jelas melihatnya.


          Kaya semakin menjelaskan penglihatannya dan membuat dirinya terdiam membeku. Mereka adalah Nusa dan Jessica. Ini membuat Kaya menjadi marah, tangannya dikepal ke dalam. Bagaimana tidak marah, baru saja Nusa menyatakan cinta dan mengklaim dirinya adalah wanitanya. Sekarang dia romantisan dengan Jessica.


          Hati Kaya sangat sakit melihatnya. Mukanya udah merah padam menahan emosi. Ia tak mau terlalu lama berada di sana untuk melihatnya. Kakinya dengan cepat melangkah menuju hotel.


          Kaya tak dapat menahan kecemburuannya. Nusa selalu saja membuat dirinya cemburu di saat pria itu menyatakan cinta kepadanya. Kaya melangkah cepat menuju hotel dengan muka yang kesal dan menahan emosi yang berkecamuk di hatinya.


~ Bersambung ~