
~ Happy Reading ~
“Aku tidak tahu, mungkin karena masa lalu mereka.” Nusa menggedikan bahunya.
Apa maksud Nusa masa lalu mereka, batin Kaya bingung.
“Tapi yang jelas sama seperti Kaya. Yang ingin balas dendam karena membela orangtuanya begitupun dengan diriku. Bukankah begitu Kaya?” tanya Nusa mengangkat gelasnya seperti ingin bersulang.
“Betul sekali,” Kaya mengangkat gelasnya untuk minum.
“Kau benar sekali Nusa. Kau bisa balaskan perbuatan diriku, karena kamu anaknya Wijaya.” Senyum Kaya.
“Perbincangan kalian ini semakin panas rupanya,” senyum Adrian sambil minum.
“Baiklah sekarang giliran diriku.” Nusa memutarkan botolnya dan botol tersebut mengarah Adrian.
“Oke bro. Kamu pilih apa?” tanya Nusa.
“Aku pilih Truth,” jawab Adrian tersenyum.
“Apakah kamu masih cinta sama Kaya?” tanya Nusa dan membuat Kaya kaget. Kaya merasa tidak enak dengan Lita karena dia tahu Lita masih menyukai Adrian.
“Masih,” jawab Adrian dengan cool.
Kaya langsung menoleh Adrian yang disampingnya dan Lita mengepalkan kedua tangannya seakan ingin marah. “Kaya tenang aja aku tidak akan maksa kamu kok, sampai kamu mau menerima diriku.” Adrian menoleh ke arah Kaya dengan senyum.
Kaya hanya terdiam mendengar ucapan Adrian dan tak menanggapinya. “Lalu Kaya bagaimana pendapat anda. Apakah anda menyukai Adrian juga?” tanya Nusa tersenyum.
“Kan, permainan ini hanya sekali untuk satu pertanyaan,” senyum Kaya dengan sinis mengarah Nusa.
“Ohhh.., aku lupa nona CEO cantik.” Senyum Nusa.
“Berarti sekarang giliran Adrian,” tunjuk Nusa mempersilahkan Adrian untuk memutar botolnya.
“Siapakah yang akan ditanya Adrian?” Nusa membuat semuanya memperhatikan botol yang di putar oleh Adrian.
“Ternyata jatuh kepada Kaya,” ucap Nusa membuat suasana ramai sendiri.
“Kaya,” panggil Adrian.
“Iya Adrian,” senyum Kaya sambil minum.
“Apakah kamu menyukaiku?” tanya Adrian.
“Aku tidak bisa menjawabnya,”
“Berarti kamu harus melakukan sesuatu Kaya!” ucap Nusa dengan cool dan mengangkat alisnya.
“Baiklah. Adrian apa yang harus ku lakukan?” tanya Kaya.
“Aku ingin kamu menyium diriku!” Adrian tersenyum.
Kaya langsung bingung dan tidak tahu harus seperti apa. Jika dia menjawab jujur bahwa tidak menyukai Adrian. Itu akan menambah sakit hati Adrian dan dia tidak mau pertemanannya hancur.
Lalu jika dia melakukan yang diperintahkan Adrian. Lita akan marah besar dan mungkin kebenciannya terhadap dirinya akan bertambah.
Awas saja Kay, kalau kamu melakukannya! Ancam Lita dalam hati dengan menyipitkan matanya mengarah Kaya.
Maafkan aku Lita. Ini kesempatan diriku untuk membuat Nusa cemburu, batin Kaya menatap Lita.
“Kaya, ayo lakukan!” Nusa tersenyum cool sambil memegang gelasnya. Aku tahu Kay, kamu enggak akan melakukannya, batin Nusa percaya diri.
Baiklah akanku lakukan Nusa, jika ini mau kamu, batin Kaya.
“Baiklah,” senyum Kaya dan membuat semuanya tampak terkejut. Kaya mau melakukannya.
Setelah melakukan itu, Kaya menoleh ke arah Nusa dan Lita. Kaya tampak bingung melihat ekspresi Nusa yang tidak sama sekali cemburu. Padahal dirinya berharap Nusa akan cemburu. Sedangkan Lita tampak marah dengan muka merah padamnya.
Kenapa dia biasa saja? Tanya Kaya dalam hati.
Lita yang melihatnya emosi dengan kedua tangan dikepal ke dalam. Lita langsung berdiri dari kursi dan hendak ingin pergi.
“Udah malam, aku pulang duluan yah! Kalau kalian mau lanjutkan silahkan!” Lita berjalan meninggalkan mereka.
Maafin aku Lita, batin Kaya merasa bersalah.
“Kalau begitu aku juga pulang duluan!” Kaya berdiri dari kursinya.
“Aku antar yah Kay?” tanya Adrian.
“Tidak usah Adrian,” jawab Kaya dengan senyum.
“Kalau begitu buat apa dilanjutkan?! Kita pulang saja!” ajak Nusa.
Kaya menghiraukan ucapan Nusa dan beranjak dari kursi dengan tas di tangannya. Ia meninggalkan mereka berdua di sana.
Adrian pun beranjak dari kursi untuk pulang. “Adrian,” panggil Nusa berdiri dari kursidan Adrian menghentikan langkahnya. Nusa menghampiri Adrian yang berdiri di tempat.
“Aku tahu kamu memang suka sama Kaya. Tapi kamu juga ada maksud ingin membalas perbuatannya terhadap kamu kan? Bukankahh begitu?” tanya Nusa dengan cool.
“Heh..., sekarang diriku sudah ketahuan. Kamu memang benar Nusa, aku menyukai Kaya dan aku bermaksud juga membalasnya. Kamu memang benar sahabat yang mengerti diriku.” Senyum Adrian.
“Aku akan membantumu membuat Kaya hancur tapi dengan satu syarat.”
“Apa?” tanya Adrian dengan cool.
“Tetaplah seperti ini.”
“Tidak perlu kau beritahu, aku sudah melakukannya Nusa.”
“Lalu apa rencanamu?” tanya Nusa.
“Ini rahasiaku saja. Aku tidak akan menghalangi dirimu mengganggu Kaya. Tapi kau jangan ikut campur urusanku.”
“Baiklah,” senyum Nusa.
“Bagaimana kita berjabat tangan!” Nusa mengulurkan tangannya dan Adrian menerimanya.
“Ini bisnis kita masing-masing dan aku harap kau tidak ikut campur Nusa.”
“Aku setuju,” ucap Nusa tersenyum sinis.
Aku tidak akan biarkan kau mengganggu yang menjadi miliku, batin Nusa.
Maafin aku Nusa, aku tidak akan biarkan kamu mendekatinya ataupun jatuh cinta pada Kaya. Aku berbohong padamu. Aku sudah menargetkan dia harus menjadi miliku, batin Adrian tersenyum.
****
Adrian dan Nusa berjalan menuju parkiran di luar gedung. Ia melihat Kaya masuk ke dalam mobil dan berjalan melewati mereka berdua. Namun, Kaya tidak melihat mereka dan fokus ke depan.
Adrian dan Nusa pun masuk ke dalam mobil dan mereka keluar bersama dari area gedung tersebut. Nusa berencana mengejar Kaya dari belakang. Ia melajukan mobilnya dengan cepat dan mengejar mobil Kaya.
Setelah menyalip semua mobil. Nusa menemukan menemukan mobil Kaya. Ia pun menyetir berada di belakang mobil Kaya.
Kaya yang sedang fokus menyetir merasa dirinya sedang diikuti oleh mobil. Ia pun menaikkan gasnya dan menyalip semua mobil. Melihat itu, Nusa juga menyamakan kecepatan Kaya.
Kaya tidak tahu yang mengikuti dirinya yaitu Nusa, karena mobil Nusa bukan mobil yang sering ia pakai. Nusa terus mengikuti Kaya dan tidak ingin kehilangan jejaknya.
~ Bersambung ~