My Target Is CEO

My Target Is CEO
Bab 32 ~ Mendapatkan Dua Makanan



~ Happy Reading ~


Di ruangan Kaya.


          Kaya yang sedang asyik bekerja mendapati Adrian masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk terlebih dahulu.


          “Eh, pak Adrian? Ada apa yah datang ke sini?” tanya Kaya yang masih duduk di tempatnya.


          “Maaf Kay ganggu, saya bawa makanan buat kamu!” Adrian berdiri di depan meja Kaya dengan membawa paper bag berisi makanan.


          “Tidak usah repot pak,” tolak Kaya beridiri dari kursinya.


          “Tidak apa-apa kok. Saya lihat kamu tadi tidak makan dan berniat membelikan makanan


ini ke kamu.” Adrian mengasih paper bag tersebut ke tangan Kaya.


          “Baik pak, terimakasih.” Kaya menerima paper bag tersebut dengan senyum dan menaruhnya di meja.


****


          Nusa berdiri di depan pintu ruangan Kaya sambil membawa makanan. Ia memegang gagang pintu dan membukanya perlahan. Namun tangannya berhenti untuk membuka pintu. Dirinya mendengar perbincangan Adrian dan Kaya.


          Melihat Adrian mengasih makanan kepada Kaya, ada perasaan tak suka dalam hatinya. Rasanya ia ingin memisahkan mereka berdua saat ini.


          Ia memegang pegangan pintu yang terbuat dari besi itu sangat kuat. Perasaanya bercampuk aduk saat ini. Hatinya merasa cemburu tapi pikirannya mengetahui segalanya


tentang Kaya. Karena merasa kesal Nusa memilih kembali ke ruangannya dengan


membawa makanan yang di bawanya.


          “Kamu makan aja dulu Kay!” suruh Adrian tersenyum.


          “Baik pak,” jawab Kaya.


          “Tidak usah takut sama saya. Saya tidak akan ngomelin kamu makan di ruangan.” Senyum Adrian.


          “Iya pak,” senyum Kaya.


          “Yaudah saya ke ruangan dulu yah!” Pamit Adrian dan Kaya hanya tersenyum.


          Kaya memang merasa lapar hari ini. Tadi siang, ia tidak makan siang karena sibuk kerja


terus. Mendapat makanan gratis dari Adrian, tentu saja Kaya tidak akan menolaknya. Tapi, ia masih heran dengan sikap Adrian hari ini.


          Namun, Kaya merasa bodo amat dan ia tak mau ambil pusing. Kaya membuka makanan pemberian Adrian dan memakannya dengan lahap. Setelah selesai makan. Kaya


mengingat Nusa. Dirinya belum bertemu dengannya hari ini karena sibuk.


          “Oh iya? Aku dari tadi enggak ketemu dia?” tanyanya monolog.


          Kaya langsung beranjak dari kursi dan berjalan menuju ruangan Nusa. Entah kenapa dirinya merasa kangen untuk bertemu Nusa.


Di ruangan Nusa.


          “Hai Nusa, kok tumben enggak main ke ruangan aku?” tanya Kaya yang duduk di depan meja Nusa.


          “Aku sibuk Kay,” jawab Nusa dengan datar.


          Tumben dia bersikap biasa aja, batin Kaya.


          “Ohhh sibuk?” gumam Kaya.


          Kaya tak sengaja melihat ada paper bag di atas meja Nusa. “Itu apa Nus?” tunjuk Kaya langsung berdiri mencoba mengambilnya. Namun Nusa langsung mengambilnya terlebih dahulu.


          “Bukan apa-apa Kay.” Jawab Nusa mengumpatkan paper bag yang berisi makanan tersebut ke kolong meja.


          “Nusa, mana sini aku liat! Aku tau itu makanan kesukaanku?!” Kaya masih berdiri dengan tangan meminta dan wajah yang serius.


          Sial dia udah tahu, batin Nusa.


          “Kok kamu tahu sih Kay?” nyengir Nusa yang ketahuan membawa makanan kesukaan Kaya dan mengasihnya ke Kaya.


          “Tuh kan, makanan kesukaan aku?!” Kaya membuka makanan tersebut.


          “Iya Kay, itu makanan kesukaan kamu!”


          “Kenapa kamu enggak kasih ke aku Nus?” tanya Kaya sambil  duduk kembali menghadap Nusa.


          “Aku tadi lihat kamu di kasih makanan sama Adrian tadi,” jujur Nusa.


          “Terus karena kamu lihat?! Kamu enggak mau kasih ke aku?”


          “Aku takutnya kamu kenyang Kay,” senyum Nusa.


          “Hahhaha. Aku gini-gini makannya banyak Nus,” tawa Kaya.


          “Iya, kamu kan cabe rawit,” ucap Nusa.


          “Aku makan yah!” Ucap Kaya dengan gembira.


          “Iya,” senyum Nusa bahagia melihat Kaya menerima makanan tersebut dengan gembira.


          “Kok kamu tahu sih aku suka makanan dari restoran grup Tama? Terus kamu mudah banget dapetin ini makanan. Ini susah tahu Nus, makanan ini selalu cepat habis dan mahal lagi?” tanya Kaya sambil mengunyah.


          “Kamu kan pernah cerita, kalo kamu ingin banget makanan yang terkenal di restoran Tama.” Nyengir Nusa.


          “Aku punya kenalan di sana,” jawab Nusa.


          Kaya langsung kaget. “Siapa Nus?” tanyanya.


          “Dia kokidi sana, dan aku temannya.” Jawab Nusa.


          “Ohhh,” gumam Kaya memakannya denganlahap. Padahal dia sudah kenyang.


          Makanan ini adalah termasuk makanan mahal di Indonesia. Makanan yang harganya bisa sampai jutaan ini berisikan pasta  dengan atasnya diberi toping telur ikan stregon atau biasa di sebut telur caviar yang jika di jual per ons bisa jutaan rupiah. Nusa memang


sangat royal dalam memberi sesuatu,jika dia sudah menyukai seseorang tersebut.


Contoh makanannya:



              “Kaya, Kaya. Kamu kebiasan deh, selalu aja berantakan kalo makan.” Nusa tersenyum sambil berdiri dan mencondongkan dirinya ke wajah Kaya yang di depan mejanya.


          Kaya hanya tersenyum dan mencoba membersihkan mulutnya dengan tangannya. Namun, Nusa langsung menyingkirkan tangan Kaya dan mengelap mulutnya dengan tangannya.


          Kaya yang melihat Nusa sangat perhatian dan lembut membuat hatinya berdegup kencang. Ia menatap mata Nusa yang memakai kacamata dengan terpesona seakan dia sadar bahwa Nusa sangatlah tampan dari pada Adrian.


          Setelah Nusa selesai mengelap mulut Kaya, diakembali duduk. Kaya langsung sadar dan menghilangkan pikirannya terhadap Nusa.


          “Makasih yah Nus,” nyengir Kaya melanjutkan makanannya. “Oh iya? Kamu


enggak mau ini?” tanya Kaya yang memegang sendok.


          “Enggak,kamu aja yang makan!” tolak Nusa.


          “Kamu juga makanlah Nusa! A..., enggak!” Suruh Kaya dengan memperagakan buka mulut ke Nusa dan mencodongkan dirinya maju sedikit agar dapat diraih oleh mulut Nusa.


          Nusa langsung membuka mulut dan menerima suapan dari Kaya. “Aku tau Nus, demi membeli ini, kamu rela enggak makan?!”


Canda Kaya membuat Nusa tertawa.


          “Lebay kamu Kay!” Tawa Nusa sambil mengunyah. Kaya pun menyengir dan memakannya lagi, lalu menyuapi Nusa lagi.


          Setelah selesai makan Kaya membersihkannya dan menyuruh Nusa membuang sampah makanan tersebut di tong sampah belakang Nusa.


          Kaya merasa puas dan kenyang sekali mendapat makanan dari dua pria tampan sekaligus, sambil mengelus perutnya.


           “Aku kenyang banget Nus. Makasih yah,” senyum Kaya.


          “Iya sama-sama,” senyum Nusa balik.


          “Oh iya? Kamu beliin aku makanan dalam rangka apa? Malah mahal lagi Nus?” tanya Kaya.


          “Aku cuman pengen memenuhi keinginan kamu aja untuk makan ini. Kamu kan pernah cerita ingin mencicipi makanan ini.”


          “Iya sih, tapi aku merasa ini terlalu mahal. Aku jadi enggak enak Nus.”


          “Yaudah balikinlah,” canda  Nusa.


          Kaya juga bercanda ingin memuntahkan makanan tersebut. “Uek,” ucap Kaya.


          “Kamu kenapa?” tanya Nusa heran melihat Kaya ingin muntah.


          “Aku pengen balikin makanan kamu Nus,” ucap Kaya jahil dan Nusa tertawa.


          “Dasar kamu Kay!”


          “Yaudah nanti aku balikin duit ajalah yah Nus. Aku enggak enak sama kamu, ini kan pasti jutaan.”


          “Enggak usah Kaya. Kalo pun kamu mau balikin, dengan cara lain aja!” Ucapan Nusa membuat Kaya bingung.


          “Maksudnya?”


          “Yah kamu bisa membalasnya dengan memberi…,” jawab Nusa memperagkan tangannya seperti berciuman.


          “Yehhh, dasar otak kamu emang yah!” omel Kaya sambil menunjuk Nusadan Nusa hanya menyengir.


          “Yaudah deh aku balik dulu! Dah Nusa,” Kaya beranjak dan berbalik badan. Namun, ia


menghentikan langkahnya dan berbalik badan lagi.


          Nusa yang sudah kembali fokus kerja lagi, tidak sadar Kaya berbalik badan. Kaya langsung menghampiri Nusa dan berdiri di sampingnya. Ia sedikit membungkukan badannya agar sejajar dengan pipi Nusa.


Cup


          Kaya memberikan kecupan singkat di pipi Nusa. Sementara Nusa, masih diam mematung denganbtindakan Kaya terlalu cepat.


          “Udah yah Nusa,” bisik Kaya tersenyum dan langsung berlari keluar ruangan Nusa.


          Nusa kembali sadar dan tersenyum dengan senang. Ia memegang pipi yang dicium Kaya tadi dengan senyum.


***


          Kaya kembali ke ruangannya dengan duduk di kursinya. Wajahnya berubah menjadi merah karena kecupan singkat yang diberikannya kepada Nusa. Jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya.


          “Nusa, kenapa aku melakukan itu ke kamu?” tanyanya monolog dengan senyam-senyum.


~ Bersambung ~