
~ Happy Reading ~
Hari ini Kaya menemani Lita shopping di Mall. Dia membawa banyak belanjaan Lita ditangannya. Sementara Lita memilih baju sana-sini dan berpindah-pindah dari satu toko ke toko lainnya dan membuat Kaya lelah mengikuti Lita.
Kaya harus melakukannya karena kalah taruhan dan menuruti kemauan Lita. Saat Lita sudah selesai belanja, mereka mencari tempat makan di dalam Mall.
“Kay, makan di mana yah?” tanya Lita yang berjalan di samping Kaya.
“Makan di mana ajalah! Aku udah berat nih bawa belanjaan kamu Lit yang segudang!” ucap Kaya lesu memegang belanjaan Lita di kedua tangannya.
“Hehehe, maaf deh.” Nyengir Lita.
Mereka berjalan mencari tempat makan yang enak. Tiba-tiba mereka berpapasan dengan Adrian dan Nusa, lalu berhenti berjalan.
“Pak Adrian? Pak Nusa?” ucap Kaya kaget.
“Adrian? Nusa?” ucap Lita juga dengan kaget.
Kaya langsung menoleh Lita dan menatapnya serius. “Kamu kenal Lit?” tanya Kaya. Tapi Lita menghiraukan ucapan Kaya dan masih menatap Adrian.
Kok Lita menatap Adrian lama? tanya Kaya dalam hati.
“Kaya? Kamu ngapain di sini?”tanya Nusa.
“Kamu enggak lihat? Aku belanja lah, emang ngapain lagi?” ketus Kaya. Sementara Adrian dan Lita masih bertatap-tatapan.
“Hehehe, iya yah.” Nyengir Nusa mengelus kepalanya.
“Ehem,” Nusa berdehem menghentikan Lita dan Adrian saling bertatapan. Mereka berdua pun langsung tersadar.
“Eh iya Kay. Tadi kamu ngomong apa?” tanya Lita tersadar.
“Udah lupa,” sewot Kaya.
“Jangan marah dong!” senyum Lita.
“Kalian saling kenal Lit?” tanya Nusa.
“Iya, dia sahabat aku dari SMP bang.” Jawab Lita.
“Loh? Kamu kenal Nusa dan Adrian juga Lit?” tanya Kaya.
“Iya Nusa itu sepupu aku! Sedangkan Adrian…,” Lita menghentikan ucapannya.
“Mantannya Kay,” sambung Nusa.
Sontak Kaya langsung kaget dan melepas semua belanjaan Lita. “Hah?”
“Kaya, belanjaan aku ini!” desis Lita melihat belanjaannya dijatuhkan oleh Kaya.
“Sini aku bantu!” Nusa langsung mengambil belanjaan mereka.
Lalu Kaya menarik tangan Lita sambil berbisik. “Kok kamu enggak bilang kalo dia itu mantan kamu Lit?” tanya Kaya sambil menyengir melihat Adrian.
“Jangan bilang CEO yang kamu maksud dia?” bisik Lita sambil tersenyum mengarah
Adrian.
“Iya Lita,” bisik Kaya dengan gregetan.
“Mana aku tau Kay! Kalau CEO kamu itu dia! Lagian kamu enggak pernah ngomong namanya?” bisik Lita.
“Iya juga sih,” gumam Kaya.
“Nih belanjaannya!” Nusa sudah mengambil semua dan menyodorkannya ke mereka.
“Aku bawa sebagian deh!” Nusa memegang sebagian di tangan kiri dan mengasih sebagian dengan tangan kanannya.
“Sini Nus!” Kaya mengambil belanjaan dari tangan Nusa.
“Makasih yah Nus,” senyum Kaya.
“Makasih yah bang,” senyum Lita juga.
“Kalian tadi bisik-bisik apa?” tanya Nusa.
“Hehe, enggak ada kok bang.” Nyengir Lita
“Iya enggak ada kok,” nyengir Kaya.
“Long time no see, Adrian.” Senyum Lita.
“Iya,” senyum Adrian dengan gaya yang cool dari tadi. “Kalian mau ke mana sekarang?” tanyanya.
“Aku sama Kaya mau makan,” jawab Lita.
“Dunia ini sempit yah?” Senyum Nusa.
“Iya,” senyum Kaya.
“Kamu temanan sama Kaya. Aku dan Adrian kerja bareng sama Kaya. Bisa kebetulan begitu,” gumam Nusa.
“Hehehe, iya. Aku aja sampai kaget tadi,” nyengir Lita.
Iya aku kaget yang ditargetkan Kaya itu ternyata mantanku, batin Lita.
“Iya Lit,” gumam Nusa.
“Kalian kan, mau makan nih! Kita juga mau makan.Gimana kalo kita bareng aja?” tanya Nusa.
“Aku sih sama Kaya oke,” senyum Lita.
“Kalo kamu Adrian gimana?” tanya Nusa menoleh ke Adrian.
“Iya, aku ikut aja.” Jawab Adrian.
Mereka berjalan menyusuri restoran di dalam Mall dan berhenti di restoran Jepang. Mereka masuk dan langsung duduk. Nusa dan Kaya saling berhadapan duduknya. Sementara Adrian dan Lita berhadapan juga.
“Bagaimana kabar paman Lit?” tanya Nusa.
“Baik bang,” jawab Lita.
“Abang sendiri, bagaimana kabar paman?” tanya Lita balik.
“Hemm, dia pasti baik.” Nusa seperti tidak senang dengan pertanyaan Lita.
“Kamu mau ke mana Adrian?” tanya Nusa melihat Adrian berdiri.
“Aku mau ke toilet,” jawab Adrian dengan cool.
“Aku ikut deh! Kalian pesan dulu aja makanannya!” Nusa berdiri dan mereka berjalan ke toilet bersama.
“Lit, kamu kok enggak bilang kalo Nusa itu sepupu kamu?” tanya Kaya dengan mengerutkan dahi.
“Aku enggak tahu kalo Nusa yang kamu maksud adalah abangku Kay. Lagian kamu kalo cerita enggak pernah kasih tahu nama lengkapnya!”
“Kan kamu juga enggak nanya!”
“Iya juga sih,” nyengir Lita.
“Jadi yang kamu maksud gay itu mereka Kay?” tanya Lita.
“Iya,” nyengir Kaya.
“Hahaha…, kamu ada-ada aja Kay. Mana mungkinlah mereka gay?!”
“Ih.., serius Lit! Siapa tau Adrian putus dari kamu terus jadi gay. Terus Nusa sayang sama Adrian, jadi deh mereka pacaran.” Ucap Kaya polos.
“Hahahah, mana mungkinlah Kay.” Lita semakin tertawa terbahak-bahak.
“Yah dibilangin enggak percaya. Buktinya mereka ke toilet barang.”
“Iya juga sih Kay, bisa jadi.” Lita berhenti tertawa.
“Tapi yah, pantesan aja dia itu kagak peduli sama aku Lit. Orang mantannya kamu!” tunjuk Kaya.
“Emang apa hubungannya?”
“Iya waktu Adrian mabuk jangan-jangan yang sih Ta, Ta, Ta itu kamu lagi!” tunjuk Kaya.
“Emang iya,” nyengir Lita.
“Dasar! Tau gitu aku enggak usah taruhan segala sama kamu kalo gitu!”
Adrian dan Nusa selesai dari toilet dan kembali duduk bersama mereka.
“Kalian udah pesan belum?” tanya Nusa memegang buku menu.
“Belum, kita nunggu kalian.” Kelak Lita, padahal mereka dari tadi membicarakan mereka.
“Ohh yaudah, yuk pesan sekarang!” ajak Nusa.
“Kamu mau apa bro?” tanya Nusa.
Kaya dan Lita saling bersenggolan dan melirik satu sama lain seperti sepemikiran.
“Kalian mau pesan apa?” tanya Nusa.
“Hmmm, aku pesan ini aja bang!” tunjuk Lita.
“Kalo kamu Kay?” tanya Nusa.
“Aku pesen ini aja Nus!” tunjuk Kaya.
“Ohh oke,” jawab Nusa.
Nusa memanggil pelayan dan memesan makanan. Sambil menunggu makanan, mereka pun berbincang.
“Gimana kabar ayah kamu Adrian?” tanya Lita.
“Baik, Ta.” Jawab Adrian
“Ohhh,” senyum Lita.
“Tanya balik dong!” ucap Nusa.
Adrian langsung menoleh ke Nusa dengan tatapan tajam. Sementara Kaya sama Lita bersenggolan lagi.
“Tuh kan Lit! Mereka saling bertatapan?!” bisik Kaya.
“Iya juga Kay,” bisik Lita.
“Ehem,” Lita pura-pura batuk.
“Tuh Lit, Adrian dibilang kayak gitu langsung natap sinis. Padahal kan, aku bermaksud baik. Biar dia mengutarakan isi hatinya yang sudah lama tak bertemu kamu!” goda Nusa membuat Adrian menatapnya lagi dengan sinis,seperti ingin memakan Nusa.
“Emang iya Adrian?” tanya Lita.
Bete deh, liat sepasang kekasih bertemu lagi, batin Kaya.
“Enggak kok Ta. Abang kamu asal ngomong aja!” senyum Adrian.
“Ohhh..,” senyum Lita.
Makanan pun datang diantar oleh pelayan dan dengan senyum pelayan meletakkan makanan tersebut di meja. Mereka langsung menyantap makanan tersebut sambil berbincang-bincang tentang masa lalu.
~ Bersambung ~