My Target Is CEO

My Target Is CEO
Bab 114 ~ Lita & Michael Berciuman



~ Happy reading ~


Flash back…,


          Michael menompang Lita masuk menuju apartemennya dan meletakkannya di kasur. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh Lita yang memakai dress mini. Lalu dirinya melepaskan sepatu high heels Lita dan meletakkannya di lantai.


          Setelah itu, Michael meninggalkan Lita di kasur dan menuju dapur. Ia mengambil botol yang berisi alkohol. Michael meneguk botol tersebut dan tiba-tiba Lita memeluk Michael dari belakang. Michael langsung keselak  minum dengan terbatuk-batuk.


          “Lita?” Michael membalikkan dirinya menghadap Lita sambil memegang botol tersebut.


          “Aku mau,” ucap Lita langsung merampas botol tersebut dari tangan Michael.


          “Lit, jangan!” Larang Michael yang telat, karena Lita sudah meneguknya. Michael hanya bisa pasrah dan membiarkan Lita meminumnya.


          Setelah meminumnya, Lita memicingkan matanya menuju kulkas yang terbuka. Ia mengambil satu botol dan memberinya kepada Michael.


          Michael menerima botol tersebut. “Ayok kita tos bareng!” ucap Lita dengan senyum sambil mendekatkan botolnya dengan botol Michael.


          “Lita kamu udah mabuk! Jangan minum lagi!” Larang Michael dengan mengambil botol itu yang hampir masuk ke mulut Lita.


          Ekspresi Lita langsung berubah. “He.., ehe…, ehe…, kamu jahat! Aku haus…, mau minum!” rengek Lita membuat Michael menghembuskan nafasnya.


          “Yaudah 1 botol aja yah!” Michael memberikan botol tersebut. Lita langsung mengambilnya dan meneguknya kembali. Melihat Michael tidak meminum botolnya, Lita menyodorkan ke Michael botolnya dan menyuruh lelaki itu untuk minum.


          “Ayok minum bersama!” Michael yang merasa dipaksa minum akhirnya meminum bekas minuman Lita.


          Michael terus dipaksa minum hingga isi botol tersebut habis. Lita kembali mengambil dua botol itu di dalam kulkas dan menarik Michael menuju tempat tidur.


          “Ayok mari kita minum sayang!” Lita duduk di tepi tempat tidur sambil meminumnya.


          Michael yang hanyut dalam suasana merasakan sensasi aneh di tenggorokannya. Ia meminum alkohol yang berada di tangannya dengan cepat.


          Michael melihat Lita yang senang dan berdiri menari enggak jelas di atas kasur membuat dirinya tersenyum dan tanpa sadar meminum satu botol alkohol yang dibawa Lita.


          Akhirnya mereka bersama-sama mabuk dan dengan konyol Michael ikut naik ke atas kasur dengan membuka baju. Lita juga ikutan membuka dress mininya sambil menari tak jelas. Mereka berteriak seperti orang hutan dengan mengayunkan baju mereka dan berputar ke atas.


          “Ayok kita berjoget semuanya!” teriak Michael.


          Lita yang mendengarnya terkekeh dan melanjutkan menarinya yang tak jelas. Padahal musik tidak ada, tapi mereka menari dengan imajinasi musik yang mereka berdua buat sendiri.


          Michael yang merasa gerah karena lelah menari tak jelas ingin membuka celananya tapi kesusahan. Lita yang melihat itu membuang dressnya ke lantai dan membantu Michael membuka kancing celana jeansnya dengan bersimpuh di kasur dan mensejajarkan kepalanya dengan kancing tersebut. Ia berhasil membuka kancing celana Michael sambil tertawa. Entah apa yang ditertawakannya, namanya juga mabuk.


          Michael langsung membuka celananya dan membuangnya ke lantai bersama bajunya. Lita yang sudah lelah duduk dengan senyum sendiri. Michael ikut duduk di sampingnya sambil menatap Lita dengan lekat. Lalu Michael mengelus pipi Lita dan mencoba menciumnya, tapi Lita langsung terbaring di kasur dan menutup matanya. Ternyata


ia tertidur dengan badan ditelentangkan.


          Michael yang melihatnya terkekeh dan ikut berbaring di samping Lita dengan menutup matanya. Lita tanpa sadar memeluk Michael yang hanya bertelanjang dada dan sebaliknya Michael ikut memeluk Lita. Mereka pun terlelap di malam yang indah.


Flash back berkahir….


          “Jadi kemarin kita tidak melakukan apa-apa?” tanya Michael setelah mendengar cerita dari Lita dan Lita hanya mengangguk.


          “Jadi kamu ngerjain aku Lit?” tanya Michael tersenyum menyeringai.  Ada niat jahil dalam hatinya.


          Michael perlahan memajukan mukanya. Lita yang bingung mulai was-was dan sadar selimutnya terlepas. Lalu diambil kembali selimut tersebut dan menyelimutinya sampai atas dada.


          “Michael kamu mau ngapain?” tanya Lita yang was-was.


          “Bagaimana kalau kita buat yang benaran saja?” tawar Michael menyeringai mendekati Lita, sehingga Lita memundurkan tubuhnya.


          “Michael jangan bercanda deh!” Lita mulai takut dengan berbaring dan menutupi dirinya dengan selimut.


          “Lita…, buka selimutnya sayang!” Michael menyeringai.


          “Michael jangan bercanda!” maki Lita yang masih mengumpat di dalam selimut.


          Michael mencoba menarik selimutnya dengan terkekeh di dalam hati. “Liii….,ta….,” suara Michael membuat Lita bergedik ngeri.


          “Michael kalau kamu lakukan itu aku bakal hapus kamu dari pertemanan aku!” mendengar ucapan itu Michael hanya terkekeh dan menarik selimut Lita dengan pelan-pelan.


          “Li…, ta…,” Michael terus menggoda Lita. Michael masih menikmati ketakutan Lita akan dirinya, lalu tanpa aba-aba Michael membuka selimutnya dan menampilkan wajah Lita yang merah padam.


          “Michael.., awas kamu lakukan yang enggak-enggak! Aku bakal ceburin kamu ke empang nanti!” ancaman Lita membuat Michael terkekeh dengan posisi menindih perut Lita yang masih ditutupi selimut.


          Perlahan Michael memajukan mukanya menuju Lita dengan senyuman menyeringai. Lita merasa gugup sekaligus takut “Mic-Michael ja-jangan!” gagapnya.


          “Ayoklah sayang aku tahu kamu mau?”


          Michael terus memajukan mukanya dan hampir dekat sehingga Lita langsung tutup matanya. “Michael!” teriaknya yang membuat Michael tertawa lepas dan melepas tindihannya sambil menahan perutnya yang sakit akibat tertawa.


          “Kenapa dia tertawa?” pikir Lita membuka matanya dan melihat Michael tertawa puas.


          Lita langsung duduk dan mencubit Michael dengan keras. “Rese yah! Udah mulai berani kamu nakutin aku Michael?” decak Lita.


          “Sakit Lit,” ringis Michael. “Muka kamu lucu tadi kayak pengen dibunuh aja?!” lanjut Michael dengan tawa. Lita yang tidak terima memukul dada bidang Michael dengan kencang.


          “Aw.., ampun Lit!” Michael mencoba menutupi dadanya tapi Lita terus memukul dan pindah ke arah lengan.


          “Dasar rese!” kesal Lita terus memukul dan di tangkup Michael dengan memegang kedua tangan Lita.


          “Maaf Lita, abisnya kamu duluan ngerjain aku. Jadinya aku bales deh.”


          Mata Lita melihat manik mata Michael yang indah dan apa yang diucapkan Michael Lita sama sekali tidak mendengarnya. Jantungnya mulai ber-disco tidak karuan. Apakah dirinya merasakan jatuh cinta?


          “Hei…, Lit!” Michael mengarahkan tangannya ke muka Lita.


          “Hah?” Lita tersadar dari lamunannya dan menatap Michael.


          Manik mata mereka bertemu. Michael menatap Lita dengan lekat, tanpa sadar mereka berdua terhipnotis dan saling memandang. Michael yang terhipnotis memajukan mukanya mendekati muka Lita.


          Tanpa sadar mereka terbawa suasana dan Lita membiarkan Michael mengelus pipinya. “Cantik,” bisik Michael dengan sensual membuat Lita tambah dag.., dig…, dug. Bibir Michael mendekati bibir Lita dan terjadilah kehangatan ciuman di antara mereka berdua.


          Lita tidak melawan sama sekali karena dirinya mulai menyukai Michael. Dia akui selama ini Michael mampu membuat dirinya nyaman dan bahagia, di saat dia sedih dan kecewa akan sikap Adrian.


~ Bersambung ~