
~ Happy Reading ~
Bip…, Bip…, Bip…
Pnsel Kaya bergetar dengan keras di tempat tidur. Sehingga Kaya terbangun dari tidrunya dengan posisi tengkurap. Dia mengambil ponsel di sampingnya dan membaca pesan WA yang masuk.
“Nanti malam, saya jemput kamu jam 07.00. Ada yang saya ingin bicarakan ke kamu. Penting!”
Kaya yang membaca pesan tersebut kaget dan terbangun dari tempat tidur dengan posisi duduk menyilang.
“Pak Adrian mau bicarain apa makanya penting?” Gumam Kaya. Kaya pun membalas pesan WA dari Adrian.
“Bapak ingin bicara apa yah?”
Lalu di balas oleh Adrian dengan cepat. “Saya mau bicara penting yang tidak bisa saya bicarakan di WA”
“Oh, baik pak.” Balas Kaya di WA.
Kaya beranjak dari tempat tidur dan meletakan ponselnya di meja. Ia melangkah menuju balkon untuk menghirup udara pagi yang segar dan sejuk, sambil menikmati matahari yang akan terbit di pagi hari. Pikirannya selalu mengingat perkataan Nusa yang tidak menyukai dirinya.
“Nus, kenapa kamu bilang itu ke Adrian disaat aku memang menyukai dirimu?” gumam Kaya memegang pagar balkon. Kaya mencoba menghela napas dan dia mengingat tujuannya.
“Ketika aku sudah mendapatkan tujuanku. Aku akan bilang ke kamu dengan jujur bahwa aku menyukai kamu Nus.” Ucapnya sambil memandangi langit pagi.
“Tujuanku tinggal sehari lagi, aku sudah mendapatkan tanda tangan dari pemilik Tama grup.”
Kaya berbalik badan dan berjalan menuju meja. Ia mengambil secarik kertas di laci dan menggeser kursi untuk duduk. Lalu memandangi kertas tersebut dengan tersenyum sinis.
“Bentar lagi kamu akan merasakan apa yang telah keluargaku rasakan Tama. Kamu akan hancur dalam hitungan detik.” Sinisnya.
***
Malam hari.
Bel rumah berbunyi…,
Kaya berjalan menuju pintu dengan membawa tas kecilnya di bahu. Dia membuka pintu rumah dan ternyata Adrian sudah sampai di depan rumah dengan membelakangi Kaya.
“Pak Adrian,” seru Kaya.
Adrian pun berbalik badan menghadap Kaya. Ia terpesona melihat Kaya yang memakai dress selutut dengan wajah anggun dan cantik. Matamya terus memandang wajah Kaya seakan ada sinar di wajah Kaya.
“Pak,” panggil Kaya dengan melambaikan tangannya di wajah Adrian.
“Ohh, iya Kay. Ayuk kita berangkat!” ajak Adrian.
Kaya mengangguk dan menutup rumah. Kakinya mengikuti langkah Adrian yang menuju mobilnya. Adrian membukakan pintu mobil untuk Kaya, lalu Adrian masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya.
****
Selama di perjalanan mereka terdiam dan bingung harus berbicara apa. Akhirnya Kaya memulai untuk mengobrol duluan.
“Pak, kita mau ke mana yah?” tanya Kaya menoleh Adrian yang fokus menyetir.
“Ada suatu tempat, restoran yang kamu suka Kay.” Jawab Adrian menoleh Kaya dengan senyum.
“Emang bapak tahu restoran apa yang saya suka?” tanya Kaya.
“Iya, saya tahu dari Nusa.” Jawab Adrian.
Flas back...
Adrian datang menghampiri Nusa dan duduk di kursi. Nusa mengambil sebotol anggur dari dapurnya dan membawa dua gelas menuju meja makan.
Nusa mengasih gelas kepada Adrian dan menuangkan anggur merah ke gelas Adrian. Lalu Nusa juga menuangkan ke gelasnya dan duduk berhadapan dengan Adrian.
“Aku akan menyatakan cinta kepada Kaya besok Nus.” Ucap Adrian memainkan ujung gelasnya dengan duduk menyilang.
Nusa yang mendengar ucapan Adrian sedikit kaget dan dia mengangkat gelasnya, lalu memainkan gelas yang berisi anggur dengan memutarnya.
“Baguslah, semoga kamuberhasil Adrian.” Ucap Nusa mencium aroma anggurnya terlebih
dahulu, lalu meminumnya.
Kenapa, kamu biasa aja sikapnya Nusa? Tanya Adrian dalam hati.
“Thanks bro,” ucapAdrian tersenyum sinis dan meminum segelas anggurnya. (Anggur yang mereka minum tidak akan buat mereka mabuk karena kadar alkoholnya rendah)
“Terus, kamu akan nembak dia di mana?” tanya Nusa dengan cool.
Nusa yang sedang meminum anggurnya mengangkat kedua alisnya dengan tersenyum sinis. “Bagaimana kalau kamu nembak dia di restoran grup Tama aja Ad?” saran Nusa sambil memegang gelasnya.
“Emang dia menyukai restoran itu?” tanya Adrian.
Nusa mengankat kakinya yang dari duduk menyilang menjadi duduk tegap menghadap Adrian dan gelasnya ditaruh di meja. “Iya dia sangat menyukainya. Apalagi makanan yang ada di sana, dia sangat menyukainya.” Jawab Nusa dengan senyum.
“Ohhh.., kayaknya kamu tahu banyak tentang Kaya bto?” tanya Adrian tersenyum kepada Nusa dan menghabiskan minumannya.
Iya, aku tahu banyak sampai kebohongannya aku sudah tahu, batin Nusa tersenyum menatap Adrian.
“Aku hanya tahu sedikit Adrian,” jawab Nusa tersenyum.
“Yaudah, besok akuakan nembak dia di sana.”
“Nanti, aku siapkan tempat buat kamu yang bagus. Itu juga kalo kamumau Adrian?”
“Baiklah, aku ikut kamu aja Nus. Aku tahu kamu ahlinya di sana.” Jawab Adrian.
“Yaudah, aku pulang dulu soalnya udah larut malam!” Adrian beranjak dari kursi dan berjalan melewati Nusa.
“Adrian,” panggil Nusa di belakang Adrian.
“Apa?” tanya Adrian menghentikan langkahnya tanpa menoleh Nusa yang duduk di belakangnya.
“Aku harus katakan sesuatu buat kamu!”
“Apa yang mau kamu katakan Nus?” tanya Adrian dengan cool.
Nusa tersenyum sinis dan mengambil lagi botol di mejanya, lalu menuangkan ke gelasnya. “Kamuharus berhati-hati sama Kaya!” Ucap Nusa meminum kembali anggur tersebut.
Adrian yang mendengar perkataan Nusa heran dan bingung. Namun, dia mengabaikan ucapan Nusa dan pergi keluar pintu.
Selama di perjalanan, Adrian yang sedang menyetir mobilnya masih bertanya-tanya apa maksud Nusa.
Apa sebenarnya maksud Nusa? Kenapa aku harus berhati-hati dengan Kaya? tanya Adrian dalam hati.
Flash back berakhir...
Di Restoran Tama.
Contoh Restorannya.
Adrian dan Kaya sampai di restoran Tama. Mereka langsung menuju tempat yang sudah disediakan oleh Nusa.
Restoran tersebut sangat bagus dengan nuansa klasik dan elegan. Restoran ini sangat terkenal di Indonesia.Memang agak mahal dan elit, namun makanan dan semua produknya berkelas.
“Kay ,silahkan duduk!” Adrian menggeser kursi untuk Kaya.
“Makasih pak,” senyum Kaya sambil duduk. Adrian pun duduk berhadapan dengan Kaya.
Pelayan restoran datang menghampiri mereka dan mengasih buku menu makanan.
“Kay mau makan apa?” tanya Adrian membuka menu.
“Saya mau makan pasta yang ini aja pak!” Kaya menunjukkan makanan di buku menu yang di pegangnya.
“Ohh, oke.” Jawab Adrian sambil mencari makanan yang ingin dia pilih.
“Pak, saya pesan ini dan ini yah!” tunjuk Adrian kepada pelayan yang berdiri di sampingnya dari tadi.
“Terus minumnya Kay?” tanya Adrian.
“Samain aja pak,” jawab Kaya.
“Oh.., oke.” Ucap Adrian dan dia menunjuk minuman cocktail kepada pelayan tersebut.
Pelayan tersebut meninggalkan mereka dan berjalan menuju bar. Mereka pun berbincang sambil menunggu makanan tiba.
Tak lama kemudian makanan tiba dibawakan oleh pelayan tersebut dan menaruhnya di meja mereka. Lalu mereka menyantap makanan tersebut dengan pelan dan berbincang sambil tersenyum.
~ Bersambung ~