
Di Restoran
Tama....
Nusa dan Kaya berjalan menuju pintu Restoran Tama.
Mereka pun menghampiri meja yang di pesan oleh Nusa sendiri dan di sana sudah
banyak karyawan dengan makanan yang sudah ada di meja.
“Hai,
Kaya.” Ucap Jessica yang duduk di samping Adrian dengan tersenyum.
Loh kok, bisa ada cewek gatel di sini, batin Kaya berdiri di depan meja.
“Hai,
tamu yang tak di undang. Kenapa elo bisa di sini? Emang ada yang ngundang elo?”
tanya Kaya mengejek Jessica.
“Gue ini
diajak oleh Adrian calon tunangan gue,” ucap Jessica dengan nada tinggi.
“Ohhh
iya, gue lupa Jes. Elo kan, tunangan Adrian.” Nyengir Kaya sambil menunjuk
Jessica.
“Kay
duduk!” sahut Nusa yang sudah duduk. Kaya pun duduk di samping Nusa.
Nusa
menggeser kursinya dan berdiri. “Perhatian, semua! Hari ini adalah Ibu Kaya
terakhir bekerja di perusahaan kita. Saya selaku HRD di sini, ingin mengucapkan
terimakasih atas jasa yang di berikan oleh Ibu Kaya selama bekerja di sini.
Jadi sambil kita makan, kita akan menyambut beberapa karyawan yang ingin
berkata sepatah kata untuk Ibu Kaya. Begitu pun juga Ibu Kaya akan mengucapkan
sepatah kata untuk kita semua. Yaudah kalo begitu kita mari makan semua!”
“Makasih
Pak Nusa,” sahut semua Karyawan.
Meja yang di pesan Nusa sangat panjang dengan makanan
yang sangat mahal dan elegen. Nusa juga sudah memesan makanan favorite Kaya di
Restoran tersebut.
Kaya yang duduk di samping Nusa dan di depan Adrian
jijik melihat kelakuan Jessica yang sok menyuapi Adrian dengan manja. Adrian
pun menerima suapan dari Jessica dan dia mencoba mebuat Kaya cemburu. Bukan-nya
cemburu, Kaya malah ingin muntah melihat gaya Jessica.
“Adrian
sayang, kamu makan yang bener dong! Sini aku bersihkan mulut kamu yang kotor.”
Jessica mengelap mulut Adrian dengan tersenyum.
Pasti elo cemburu Kaya, batin Adrian
melirik Kaya di depan-nya.
“Kay, di
makan makanan-nya!” Ucap Nusa melihat Kaya hanya diam memperhatika Nusa dan
Adrian yang mesra.
“Gue,
tiba-tiba ingin mau muntah Nus.” Ucap Kaya dengan memperagakan mulutnya ingin
muntah.
“Elo
hamil Kay?” tanya Nusa bercanda.
“Ngaca
elo oncom,” jawab Kaya dengan ketus.
“Lagian
elo ada-ada aja ucapan-nya.” Nyengir Nusa.
“Yaudah
gue mau ke kamar mandi dulu yah!” Kaya beranjak dari kursi dan menuju kamar
mandi. Adrian yang dari tadi memperhatikan Kaya juga ingin menuju kamar mandi mengikuti
Kaya.
Saat Kaya ke luar dari Kamar mandi, dia kaget ada Adrian
yang sedang bersandar di tembok dengan ke dua tangan di masukan ke dalam
kantong.
“Pak
Adrian?” panggil Kaya menunjuk Adrian. “Bapak ngapain di sini?” tanya Kaya
dengan heran.
“Saya
nunggu kamu,” ucap Adrian menyingkir dari sandaran-nya di tembok dan menghadap
Kaya.
“Ngapain
Bapak nunggu saya?”
“Heh,”
Adrian tersenyum sinis. “Kamu cemburu kan saya mesra dengan Jessica?”
Kaya pun
tertawa terbahak-bahak. “Saya cemburu?” tunjuk Kaya pada dirinya sendiri.
“Adrian, Adrian, kamu lucu sekali.” Kaya menahan tawanya.
Adrian yang mendengarnya marah dan tidak terima dia
menarik Kaya bersandar ke tembok dan tangan kanan-nya menumpu tembok. Kaya
langsung terdiam menatap Adrian dengan sinis.
“Elo
enggak usah pura-pura Kay? Gue tahu elo cemburu?” Ucap Adrian di depan wajah
Kaya.
“Gue
enggak cemburu Adrian,” ucap Kaya menatap Adrian dengan serius.
Sementara Nusa dari tadi mengintip di balik tembok dekat
ujung lorong. Dia mendengar semua perbincangan Adrian dan Kaya. Dia sebenarnya
kesal karena sahabatnya di permainkan oleh Kaya.
enggak cemburu? Kenapa elo bilang ke Nusa ingin muntah dan ke kamar mandi?”
tanya Adrian menggeser dirinya ke belakang dengan berdiri tegap.
Kaya
tertawa dengan sinis. “Karena gue enek, liat cewek gatel yang sangat manja di
depan muka gue.” Jawab Kaya ke dua tangan di lipatkan ke dada.
“Elo
bohong pasti Kaya?”
“Gue
enggak berbohong, lagi pula buat apa gue cemburu. Gue itu enggak suka sama
elo.” Ucap Kaya dengan ketus dan mengerutkan dahinya. “Yaudah yah, gue harus
balik ke tempat dulu!” Kaya berjalan melewati Adrian.
“Kay,”
panggil Adrian yang di belakangnya dan Adrian membalikan badan. “Gue tahu elo
enggak suka sama gue. Tapi apakah elo suka sama Nusa?” tanya Adrian menghadap
belakang badan Kaya.
Kaya
berbalik badan dengan ke dua tangan masih di lipatkan ke dada. Dia maju
selangkah menuju Adrian. “Iya gue suka sama Nusa.” Jawab Kaya. “Gue suka sama
dia sudah lama dan elo itu enggak akan pernah gue suka. Karena keluarga elo telah
menghancurkan keluarga gue.” Kaya menunjuk Adrian dan meninggalkan-nya
sendirian.
Apa sebenarnya maksud elo Kay?,tanya Adrian dalam hati.
Kaya berjalan ke luar lorong dan Nusa langsung bersandar
ke tembok dan membuang muka, agar tidak terlihat oleh Kaya. Nusa memandang Kaya
berjalan dari belakang dengan muka yang sinis.
Heh, gue tahu elo suka gue. Tapi kita lihat
nanti, sampai mana elo akan bertahan di perusahaan Tama Kaya., batin Nusa
tersenyum sinis.
“Adrian
yang malang,” Gumam Nusa.
Kaya kembali duduk. Nusa juga kembali duduk dan di susul
oleh Adrian yang kembali duduk. Mereka melanjutkan makanan-nya sambil mengobrol
dengan yang lain.
Karyawan satu persatu maju ke depan mic untuk mengucapkan
sepatah kata buat Kaya dengan di iringi musik yang sudah di siapkan Nusa dari
tadi.
“Ibu,
saya mengucapkan terimkasih karena sudah mengajari saya dengan baik.” Ucap Lena
anak buah Kaya.
“Saya
tahu, saya ini agak lemot dan kurang menangkap. Tapi Ibu Kaya sabar banget dan
memperhatikan Saya dan Desi. Selama ini belum ada yang mengajari kami dengan
sabar, semuanya pasti marah-marah apalagi Pak Adrian.” Nyengir Lena melirik
Adrian dengan membentuk jari V dan membuat semua orang tertawa mendengarnya.
“Saya
bercanda yah Pak,” nyengir Lena. “Pokoknya Ibu Is The Best deh. I Love You Ibu
Kaya.” Lena membentuk tangannya seperti hati.
“Lena, I
love you too.” Kaya tersenyum dan membentuk hati juga. Kaya tempat duduknya di
paling pojok kanan depan dan tidak jauh dengan tempat Lena berdiri.
Semua
karyawan langsung tersentuh dan tersenyum. “Saya mau dong bu di I Love You in,” sahut salah satu
karyawan cowok.
“Iya saya
juga mau Bu,” sahut karyawan cowok lain-nya.
Kaya melirik mereka dan hanya tersenyum. Lalu Lena
kembali menuju tempat duduknya kembali. Sementara itu Jessica melihat Kaya
dengan penuh ketidaksukaan. Jessica terus menggandeng tangan Adrian seakan
takut Adrian kabur darinya.
Pelayan Restoran lewat dan Adrian memanggilnya. Lalu
berbisik terhadap pelayan tersebut.
“Sayang
kamu bisik apa sih tadi?” tanya Jessica.
“Bukan
urusan elo!” ketus Adrian sambil menatap Kaya yang tersenyum mendengar sambutan
perpisahan dari karyawan.
Pelayan itu pun datang menghampiri Adrian dengan membawa
botol alkohol dan gelas yang berisi es. Pelayan itu menaruhnya di meja Adrian.
Jessica melirik Adrian dengan heran.
“Sayang
kamu kok pesan itu?” tanya Jessica.
“Jangan
urusin gue Jess.” Ucap Adrian dengan sinis. Jessica langsung terdiam dan bete
dengan melepaskan gandengan-nya dari tangan Adrian.
Nusa
melirik Adrian dan melihatnya memegang botol alkohol untuk menuangkan ke gelas
kecil. Adrian, maafkan gue kali ini gue
membiarkan terjadi sesuai rencananya. Nanti gue akan cerita kepada elo, batin
Nusa.
~ Bersambung ~