My Target Is CEO

My Target Is CEO
Episode 45



 Di Restoran


Tama....


Nusa dan Kaya berjalan menuju pintu Restoran Tama.


Mereka pun menghampiri meja yang di pesan oleh Nusa sendiri dan di sana sudah


banyak karyawan dengan makanan yang sudah ada di meja.


          “Hai,


Kaya.” Ucap Jessica yang duduk di samping Adrian dengan tersenyum.


          Loh kok, bisa ada cewek gatel di sini, batin Kaya berdiri di depan meja.


          “Hai,


tamu yang tak di undang. Kenapa elo bisa di sini? Emang ada yang ngundang elo?”


tanya Kaya mengejek Jessica.


          “Gue ini


diajak oleh Adrian calon tunangan gue,” ucap Jessica dengan nada tinggi.


          “Ohhh


iya, gue lupa Jes. Elo kan, tunangan Adrian.” Nyengir Kaya sambil menunjuk


Jessica.


          “Kay


duduk!” sahut Nusa yang sudah duduk. Kaya pun duduk di samping Nusa.


          Nusa


menggeser kursinya dan berdiri. “Perhatian, semua! Hari ini adalah Ibu Kaya


terakhir bekerja di perusahaan kita. Saya selaku HRD di sini, ingin mengucapkan


terimakasih atas jasa yang di berikan oleh Ibu Kaya selama bekerja di sini.


Jadi sambil kita makan, kita akan menyambut beberapa karyawan yang ingin


berkata sepatah kata untuk Ibu Kaya. Begitu pun juga Ibu Kaya akan mengucapkan


sepatah kata untuk kita semua. Yaudah kalo begitu kita mari makan semua!”


          “Makasih


Pak Nusa,” sahut semua Karyawan.


Meja yang di pesan Nusa sangat panjang dengan makanan


yang sangat mahal dan elegen. Nusa juga sudah memesan makanan favorite Kaya di


Restoran tersebut.


Kaya yang duduk di samping Nusa dan di depan Adrian


jijik melihat kelakuan Jessica yang sok menyuapi Adrian dengan manja. Adrian


pun menerima suapan dari Jessica dan dia mencoba mebuat Kaya cemburu. Bukan-nya


cemburu, Kaya malah ingin muntah melihat gaya Jessica.


          “Adrian


sayang, kamu makan yang bener dong! Sini aku bersihkan mulut kamu yang kotor.”


Jessica mengelap mulut Adrian dengan tersenyum.


          Pasti elo cemburu Kaya, batin Adrian


melirik Kaya di depan-nya.


          “Kay, di


makan makanan-nya!” Ucap Nusa melihat Kaya hanya diam memperhatika Nusa dan


Adrian yang mesra.


          “Gue,


tiba-tiba ingin mau muntah Nus.” Ucap Kaya dengan memperagakan mulutnya ingin


muntah.


          “Elo


hamil Kay?” tanya Nusa bercanda.


          “Ngaca


elo oncom,” jawab Kaya dengan ketus.


          “Lagian


elo ada-ada aja ucapan-nya.” Nyengir Nusa.


          “Yaudah


gue mau ke kamar mandi dulu yah!” Kaya beranjak dari kursi dan menuju kamar


mandi. Adrian yang dari tadi memperhatikan Kaya juga ingin menuju kamar mandi mengikuti


Kaya.


Saat Kaya ke luar dari Kamar mandi, dia kaget ada Adrian


yang sedang bersandar di tembok dengan ke dua tangan di masukan ke dalam


kantong.


          “Pak


Adrian?” panggil Kaya menunjuk Adrian. “Bapak ngapain di sini?” tanya Kaya


dengan heran.


          “Saya


nunggu kamu,” ucap Adrian menyingkir dari sandaran-nya di tembok dan menghadap


Kaya.


          “Ngapain


Bapak nunggu saya?”


          “Heh,”


Adrian tersenyum sinis. “Kamu cemburu kan saya mesra dengan Jessica?”


          Kaya pun


tertawa terbahak-bahak. “Saya cemburu?” tunjuk Kaya pada dirinya sendiri.


“Adrian, Adrian, kamu lucu sekali.” Kaya menahan tawanya.


Adrian yang mendengarnya marah dan tidak terima dia


menarik Kaya bersandar ke tembok dan tangan kanan-nya menumpu tembok. Kaya


langsung terdiam menatap Adrian dengan sinis.


          “Elo


enggak usah pura-pura Kay? Gue tahu elo cemburu?” Ucap Adrian di depan wajah


Kaya.


          “Gue


enggak cemburu Adrian,” ucap Kaya menatap Adrian dengan serius.


Sementara Nusa dari tadi mengintip di balik tembok dekat


ujung lorong. Dia mendengar semua perbincangan Adrian dan Kaya. Dia sebenarnya


kesal karena sahabatnya di permainkan oleh Kaya.


enggak cemburu? Kenapa elo bilang ke Nusa ingin muntah dan ke kamar mandi?”


tanya Adrian menggeser dirinya ke belakang dengan berdiri tegap.


          Kaya


tertawa dengan sinis. “Karena gue enek, liat cewek gatel yang sangat manja di


depan muka gue.” Jawab Kaya ke dua tangan di lipatkan ke dada.


          “Elo


bohong pasti Kaya?”


          “Gue


enggak berbohong, lagi pula buat apa gue cemburu. Gue itu enggak suka sama


elo.” Ucap Kaya dengan ketus dan mengerutkan dahinya. “Yaudah yah, gue harus


balik ke tempat dulu!” Kaya berjalan melewati Adrian.


          “Kay,”


panggil Adrian yang di belakangnya dan Adrian membalikan badan. “Gue tahu elo


enggak suka sama gue. Tapi apakah elo suka sama Nusa?” tanya Adrian menghadap


belakang badan Kaya.


          Kaya


berbalik badan dengan ke dua tangan masih di lipatkan ke dada. Dia maju


selangkah menuju Adrian. “Iya gue suka sama Nusa.” Jawab Kaya. “Gue suka sama


dia sudah lama dan elo itu enggak akan pernah gue suka. Karena keluarga elo telah


menghancurkan keluarga gue.” Kaya menunjuk Adrian dan meninggalkan-nya


sendirian.


          Apa sebenarnya maksud elo Kay?,tanya Adrian dalam hati.


Kaya berjalan ke luar lorong dan Nusa langsung bersandar


ke tembok dan membuang muka, agar tidak terlihat oleh Kaya. Nusa memandang Kaya


berjalan dari belakang dengan muka yang sinis.


          Heh, gue tahu elo suka gue. Tapi kita lihat


nanti, sampai mana elo akan bertahan di perusahaan Tama Kaya., batin Nusa


tersenyum sinis.


          “Adrian


yang malang,” Gumam Nusa.


Kaya kembali duduk. Nusa juga kembali duduk dan di susul


oleh Adrian yang kembali duduk. Mereka melanjutkan makanan-nya sambil mengobrol


dengan yang lain.


Karyawan satu persatu maju ke depan mic untuk mengucapkan


sepatah kata buat Kaya dengan di iringi musik yang sudah di siapkan Nusa dari


tadi.


          “Ibu,


saya mengucapkan terimkasih karena sudah mengajari saya dengan baik.” Ucap Lena


anak buah Kaya.


          “Saya


tahu, saya ini agak lemot dan kurang menangkap. Tapi Ibu Kaya sabar banget dan


memperhatikan Saya dan Desi. Selama ini belum ada yang mengajari kami dengan


sabar, semuanya pasti marah-marah apalagi Pak Adrian.” Nyengir Lena melirik


Adrian dengan membentuk jari V dan membuat semua orang tertawa mendengarnya.


          “Saya


bercanda yah Pak,” nyengir Lena. “Pokoknya Ibu Is The Best deh. I Love You Ibu


Kaya.” Lena membentuk tangannya seperti hati.


          “Lena, I


love you too.” Kaya tersenyum dan membentuk hati juga. Kaya tempat duduknya di


paling pojok kanan depan dan tidak jauh dengan tempat Lena berdiri.


          Semua


karyawan langsung tersentuh dan tersenyum. “Saya mau dong bu di I Love You in,” sahut salah satu


karyawan cowok.


          “Iya saya


juga mau Bu,” sahut karyawan cowok lain-nya.


Kaya melirik mereka dan hanya tersenyum. Lalu Lena


kembali menuju tempat duduknya kembali. Sementara itu Jessica melihat Kaya


dengan penuh ketidaksukaan. Jessica terus menggandeng tangan Adrian seakan


takut Adrian kabur darinya.


Pelayan Restoran lewat dan Adrian memanggilnya. Lalu


berbisik terhadap pelayan tersebut.


          “Sayang


kamu bisik apa sih tadi?” tanya Jessica.


          “Bukan


urusan elo!” ketus Adrian sambil menatap Kaya yang tersenyum mendengar sambutan


perpisahan dari karyawan.


Pelayan itu pun datang menghampiri Adrian dengan membawa


botol alkohol dan gelas yang berisi es. Pelayan itu menaruhnya di meja Adrian.


Jessica melirik Adrian dengan heran.


          “Sayang


kamu kok pesan itu?” tanya Jessica.


          “Jangan


urusin gue Jess.” Ucap Adrian dengan sinis. Jessica langsung terdiam dan bete


dengan melepaskan gandengan-nya dari tangan Adrian.


          Nusa


melirik Adrian dan melihatnya memegang botol alkohol untuk menuangkan ke gelas


kecil. Adrian, maafkan gue kali ini gue


membiarkan terjadi sesuai rencananya. Nanti gue akan cerita kepada elo, batin


Nusa.


~ Bersambung ~