
~ Happy Reading ~
Alunan musik dari DJ membuat suasana meriah dengan suasana malam yang indah. Semua menikmatinya dengan menari atau berjoget termasuk Kaya, Clara dan Naomi. Mereka menari menikmati irama lagu.
“Kay.., kamu udah punya pacar belum?” tanya Clara sambil berjoget.
“Belum, emang kenapa?” Kaya sedikit berteriak karena musik yang begitu keras.
“Enggak aku nanya aja. Masa wajah cantik kayak kamu belum punya pacar sih?” ucap Clara.
“Iya bener tuh yang dibilang Clara. Bukannya kamu dulu ratu kecantikan di SMP?” sahut Naomi sambil berjoget.
“Aku lagi enggak mau aja punya pacar,” kelak Kaya dengan senyum. Padahal dalam hatinya ingin punya kekasih tapi masalahnya orang yang dia cinta adalah musuhnya sendiri.
“Hahahha…, “ tawa Clara. “Lagi enggak mau atau banyak yang dekatin jadi bingung pilih yang mana?!” Canda Clara.
“Iya…, hayo ngaku?” sambar Naomi dengan tawa.
“Ha..ha.., kalian bisa aja,” tawa Kaya.
“Eh…, aku haus nih?! Aku ke sana dulu yah!” Tunjuk Kaya menuju meja bar.
“Yaudah deh, aku sama Naomi di sini aja yah!” ucap Clara.
Kaya meninggalkan mereka yang sedang berjoget. Kakinya melangkah ke meja bar dan duduk. Ia memesan cocktail kepada bartender yang ada di bar.
Minumannya pun selesai dibuat dan Kaya meminumnya sambil menikmati pemandangan orang yang menari di tengah-tengah. Lalu tiba-tiba ada pria duduk di samping Kaya dengan wajah tersenyum kepada dirinya, sehingga membuat Kaya bingung.
“Hay Kay, apa kabar?” sapa pria tersebut.
“Kamu siapa yah?” tanya Kaya bingung.
“Masa kamu enggak ingat aku Kay,” jawabnya dengan senyum.
“Tunggu-tunggu, kamu itu Gani kan?” tunjuk Kaya meperhatikan muka Gani dengan seksama dan Gani mengangguk.
“Ha..ha.., enggak nyangka. Kamu Gani si cupu berkacamata tebal dulu.” Tawa Kaya melihat perubahan Gani yang berbeda dengan masa SMPnya.
“Lah kamu juga dulu cupu yah?!” balas Gani.
“Iya sih…,” gumam Kaya.
“Kamu tambah cantik aja Kay. Dari yang dulu cupu kelas satu sampai kelas dua. Terus menjadi cantik di kelas tiga. Lalu sekarang menjadi sangat cantik sekali.” Puji Gani berlebihan.
“Ha…, ha…, kamu bisa aja Gan.” Kaya menepuk bahu Gani sambil tertawa.
“Kamu juga tadinya cupu. Lihat sekarang diri kamu!” tunjuk Kaya ke arah Gani. “Benar-benar berubah bagaikan pangeran,” puji Kaya balik.
“Makasih atas pujiannya nona cantik,” senyum Gani.
“Oh iya sekarang kegiatan kamu apa Kay?” tanya Gani.
“Kerja. Yah biasa begitu aja,” jawab Kaya sambil minum. “Kamu sendiri?” tanya Kaya balik.
“Aku sekarang jadi pilot,” jawab Gani.
“Wah…, hebat yah kamu sekarang jadi pilot. Berarti nanti kalo aku ingin pergi keluar kota bisalah gratis?” Kaya menaikkan alis matanya dengan canda.
“Bisalah, apa sih yang enggak buat kamu Kay.” Jawab Gani dengan senyum menggoda.
“Kamu bisa aja Gan,” senyum Kaya.
“Oh iya Gan, kamu enggak minum? Pesan gih mumpung gratis!” tawar Kaya dengan canda.
“Iya yah? Yaudah aku pesan deh!” Gani memesan minuman ke bartender. Mereka pun berbincang-bincang sambil bercanda mengenang masa lalu mereka.
****
Sedangkan Nusa mencari wanitanya yaitu Kaya. Setelah melirik-lirik ke semua orang, ia menemukannya. Melihat Kaya bersama pria dengan tertawa, membuat dirinya mendadak emosi. Nusa pun menghampiri mereka.
Tatapan Nusa tidak lepas dari mereka berdua. Ia melangkah dengan cepat karena melihat tangan pria itu ingin memeluk pinggang Kaya. Nusa langsung berdiri tepat di belakang Kaya yang duduk. Sehingga pria itu memegang pinggang Nusa.
“Eh…, maaf.” Ucap Gani tak sengaja memegang pinggang Nusa. Kaya pun menoleh ke arah belakangnya.
“Nusa,” Kaya terkejut dengan mengerutkan dahinya.
“Kamu kenal Kay?” tanya Gani. Kaya yang ingin menjawabnya tidak sempat karena Nusa langsung menyahutnya lebih dahulu.
“Kenal, aku pacarnya!” Sambar Nusa memegang pinggang Kaya dengan tangan kanannya. Kaya terkejut mendengar ucapan Nusa dengan mata melotot melihat Nusa.
“Iya kan sayang?” Nusa mengedipkan matanya ke arah Kaya dengan senyum. Kaya yang melihatnya hanya diam mematung.
“Ayok sayang! Aku mau bicara sama kamu!” Nusa menarik tangan Kaya.
“Eh tunggu!” Kaya yang tertarik beranjak dari kursi. Nusa menghentikan langkahnya dan berbalik badan kembali.
“Aku mau ngomong dulu sama Gani!” Nusa melepaskan tangan Kaya.
“Gani, sory yah. Aku mau bicara dulu sama dia!” ucap Kaya dengan senyum.
“Iya,” muka Gani memelas seakan tak suka dengan Nusa.
Nusa yang mendengar mereka selesai berbicara langsung menarik tangan Kaya. “Nusa…, ihhh…, kamu apa-apaan sih!” desis Kaya tertarik dan menoleh Gani dengan menyengir sambil melambaikan tangan untuk mengucapkan selamat tinggal. Lalu kembali lagi menoleh ke arah Nusa yang menariknya berjalan entah ke mana.
Naomi, Lita dan Clara yang sedang berjoget tidak sengaja melihat Kaya ditarik oleh pria tampan.
“Eh lihat tuh sih Kaya sama siapa?” tanya Clara menunjuk dengan mulutnya.
“Iya yah, sama siapa dia?” sahut Naomi ikut bertanya juga.
“Lit bukannya tadi cowok itu sama kamu?” tanya Naomi yang melihat Nusa dan Lita masuk bersama tadi.
“Iya.., dia sepupu aku.” Jawab Lita.
“Ohhh…, ganteng yah sepupu kamu Lit.” Puji Clara.
“Iya ganteng…,” sahut Naomi ikut terpesona.
“Huhhh…, kalian giliran sama cowok ganteng aja langsung melongo!” decak Lita.
“Terus hubungan sama Kaya apa Lit?” tanya Clara bingung dan Lita hanya menggedikan bahu seakan tak tahu menahu.
“Kok kamu enggak tahu?” sahut Naomi.
“Tanya aja sendiri sama Kaya!” ucap Lita dengan muka malas.
“Kalian lagi marahan yah?!” tunjuk Clara sambil menggoda Lita.
“Enggak kok,” jawab Lita dengan ekspresi serius.
“Enggak. Tapi kok kamu masa enggak tahu....,” ucap Clara.
“Yah emang aku harus tahu semua tentang Kaya!” ucap Lita dengan sewot. “Udah ah.., malas aku sama kalian. Mending aku minum aja dulu!” Lita pun berjalan menuju bar dan memesan minuman kepada bartender tersebut.
Ngapain sih si Nusa gandeng tangan Kaya, batin Lita.
“Lah Lita kenapa jadi sewot begitu sih?” tanya Clara ke Naomi melihat Lita duduk di bangku depan bar.
“Iya.., tau ah. Mending kita samperin Kaya yuk sekalian tanya dia itu siapa!” ajak Naomi.
“Ayuk!” setuju Clara.
~ Bersambung ~