
Kaya masih tersenyum mendengar semua ucapan manis dari
semua karyawan di sana. Dia tak henti tertawa dan tersenyum. Semuanya
menyampaikan dengan gaya yang lucu dan bercanda. Semua karyawan sudah maju
semua, kini giliran Kaya yang maju dan menyampaikan sepatah kata buat
perpisahan.
“Test....,
test...,” Kaya memukul micnya dengan jari dan mengetesnya.
“Sebelumnya
saya mengucapkan terimakasih kepada kalian semua yang telah menerima saya dan
menyambut saya di perusahaan ini. Saya sangat berterimakasih sekali kepada
kalian. Kalian semua baik dan ramah kepada saya dan membuat saya terharu. Saya
juga berterimakasih kepada Pak Adrian dan Pak Nusa yang telah menerima saya
bekerja di sini.” Kaya melirik Adrian yang memandangnya dengan sinis dan sedang
minum. Sementara Jessica mendengarnya, merasa kesal.
“Dasar
sok cantik,” ucap Jessica pelan dengan sinis.
“Saya
tahu selama ini saya mungkin ada kesalahan yang saya buat tidak sengaja ataupun
sengaja. Saya ingin minta maaf kepada kalian semua dan saya berharap kalian
semua memaafkan saya.”
Gue tidak akan memaafkan elo Kay, batin
Adrian sambil minum minuman yang beralkohol.
“Saya
udah maafkan Ibu dari lahir kok,” sahut karyawan cowok yang menggombal dan
semuanya tertawa mendengarnya.
“Hahaha,
kamu bisa aja. Sudah hampir setahun saya bekerja di perusahaan ini. Saya juga
tidak menyangka harus keluar dan meninggalkan kalian semua yang baik kepada
saya. Tapi apa boleh buat, saya haru keluar karena ada urusan penting.”
“Urusan
apa Bu?” tanya karyawan yang di sana.
“Nanti
saya jelaskan. Impian saya dari dulu adalah ingin menjadi CEO dan kini sudah
terwujud. Saya menjadi CEO di perusahaan yang kalian makan ini. Saya ada urusan
di perusahaan Tama dan menjadi CEO di perusahaan Tama grup.” Ucap Jaya
menjelaskan-nya dengan senyum.
Semuanya langsung kaget dan heran, termasuk Adrian dan
Jessica begitu kaget mendengarnya. Adrian yang minum dari tadi menghentikan
minumnya. Adrian memegang gelas di tangan kanan-nya dan dia heran mendengar
ucapan Kaya. Dia langsung menatap Nusa dengan sinis.
Apa sebenarnya maksud Kaya? Kenapa dia
menjadi CEO di perusahaan Nusa? Pantesan Nusa meminta pengalihan nama saham
kemarin. Apakah Nusa tidak ingin Kaya jauh darinya?,batin Adrian dan mulai meminum lagi.
Hah? Jadi CEO? Segitu hebatkah Kaya sehingga
dia menjadi CEO di perusahaan yang terkenal yaitu Tama, batin Jessica yang
tak suka mendengarnya.
Akhirnya elo mengucapkan dengan mulut
elo sendiri Kay,batin Nusa tersenyum sinis melihat Kaya.
Semua
karyawan masih kaget dan heran. “Ibu jadi CEO di perusahaan ini?” tanya Lena
menunjuk tempat makan dengan jarinya. Kaya hanya mengangguk. “Bukan kah?
Perusahaan ini punya....,” Lena menghentikan ucapan-nya karena di pelototin
oleh Nusa dan dia langsung kembali duduk.
“Kenapa
Lena? Ayuk lanjutkan bicaranya?” tanya Kaya.
“Enggak
bu, perusahaan ini punya Pak Wijaya Tama.” Ucap Lena.
“Iya
emang benar, karena Pak Wijaya Tama sakit. Saya yang akan menggantikan-nya,”
Kaya berbohong dengan melirik Adrian sinis.
“Wah Ibu
hebat yah?” sahut yang lain-nya. “Selamat yah Ibu,” sahut karyawan tersebut
dengan senyum. Kaya hanya tersenyum malu.
Nusa
berdiri dari kursi dan bertepuk tangan. “Kaya elo sangat hebat sekali bisa jadi
CEO di perusahaan Tama grup.”
“Kalian
harusnya bertepuk tangan dan mengucapkan selamat pada CEO yang cantik ini!”
Ucap Nusa melirik semuanya dan mereka semua bertepuk tangan kecuali Jessica dan
Adrian.
“Terimakasih
semuanya,” senyum Kaya dan duduk kembali ke tempat duduknya yang di samping
Nusa.
Nusa
masih bertepuk tangan dan menyambut Kaya dengan tersenyum. “Hai CEO cantik.”
Kaya hanya tersenyum dan duduk. Lalu Nusa maju ke depan.
“Perhatian
semuanya! Saya mau menyampaikan sesuatu kepada kalian semua.” Ucap Nusa dengan
serius.
“Hari ini
saya juga terakhir bekerja di sini.” Nusa tersenyum memandang semuanya.
Semua langsung kaget termasuk Kaya dan Jessica kecuali
Adrian. Mereka langsung menoleh Nusa di depan.
Apa maksud Nusa terakhir bekerja di sini?
Apakah dia resign juga, tapi kenapa?, Kaya bertanya dalam hatinya.
Semua
karyawan berbisik-bisik. “Kenapa Pak Nusa berhenti?, ada juga yang berbisik,
“Semuanya
mohon perhatian! Saya ingin menjelaskan kenapa saya keluar? Saya keluar karena,
Ayah saya sakit dan saya ingin menggantikan-nya.”
Nusa punya perusahaan, kenapa dia tidak
pernah cerita., batin Kaya heran.
Ini sangat membingungkan dan lucu sekali.
Nusa inging mengantikan Ayahnya tapi Kaya juga ingin menggantikan-nya., batin Adrian tersenyum geli.
Nusa punya perusahaan?, batin Jessica
kaget. Bukankah dia pernah bilang dia itu
enggak punya apa-apa bahkan Ayah.
“Saya
memberitahu kalian mendadak sekali dan saya tidak sempat bilang ke kalian
kecuali kepada Pak Adrian. Saya tahu ini terlalu mendadak, tapi saya berharap
tanpa adanya saya perusahaan kita akan terus maju.” Senyum Nusa.
“Pak,
saya sedih sekali Bapak pergi.” Sahut Desi yang merengek.
“Hahah,
makasih Desi. Kamu jangan menangis nanti saya akan sering ke perusahaan untuk
berkunjung. Yaudah hanya itu saja yang saya ingin bicarakan, saya tidak bisa
berbicara banyak lagi karena sekarang juga sudah mau larut malam.” Ucap Nusa
dan duduk ke tempat duduknya.
Semua karyawan masih terheran dan ingin bertanya kepada
Nusa. Namun, karena sudah pukul jam 10 malam. Semua karyawan berpamitan dan
mengucapkan minta maaf kepada Nusa dan Kaya. Semua karyawan berjabat tangan
mengucapkan Kaya selamat dan berjabat tangan ke pada Nusa mengucapkan minta
maaf dengan sedih.
“Pak,
maafin saya Pak kalo ada salah.” Ucap Lena dengan sedih sambil berjabat tangan.
“Iya Len,
tidak apa-apa.” Nusa tersenyum.
Setelah karyawan semua pulang tinggalah Adrian, Jessica,
Nusa dan Kaya yang duduk saling berhadapan. Adrian yang sudah banyak minum
meminta pelayan menambah lagi dan Nusa juga meminta untuk di ambilkan minuman
beralkohol. Kaya dan Jessica hanya diam melihat mereka minum dengan banyak.
Adrian berdiri dan berjalan dengan oleh menuju tempat
duduk Kaya sambil memegang gelas di tangan kanan-nya. Jessica mencoba mencegah
Adrian, tapi di tolak oleh Adrian.
“Kaya,
kenapa elo nolak jadi kekasih gue?” tanya Adrian di depan wajah Kaya yang
sedang duduk. Kaya hanya terdiam dan membuang muka.
Jessica
yang mendengarnya kaget. Apa Adrian suka sama Kaya?, batin Jessica berdiri dan
menghampir Adrian, lalu menarik tangan Adrian.
“Adrian
elo kenapa bilang itu. Seharusnya elo bilang suka ke gue?” Ucap Jessica tidak
terima.
“Diam kau
Jessica!” bentak Adrian.
“Elo
mempermainkan gue dan sekarang elo bilang enggak suka sama gue. Terus elo
menjadi CEO sekarang. Heh, elo betul-betul wanita licik. Karena elo udah
menjadi CEO, makanya elo nolak gue kan?” Adrian tersenyum dengan mabuk.
“Adrian,
ayuk kita pulang aja!” ajak Jessica.
“Lepasin
gue!” Adrian menghempaskan tangan Jessica.
Nusa hanya menikmatinya pertunjukan mereka dengan tenang
dan cool. Dia meminum alkoholnya dengan cool dan duduk menyilang.
“Kenapa
elo nolak gue Kaya? Kenapa?” Adrin membentak Kaya dan meminum alkoholnya.
“Kenapa?” tanya Adrian lagi di hadapan wajah Kaya.
Kaya hanya terdiam dan tidak ingin menjawabnya. Jessica
terus menarik Adrian untuk menjauh dari Kaya. Sementara Nusa tersenyum bahagia
melihat perseteruan mereka.
“Nusa,
baiknya kita pulang aja!” ajak Jessica mencoba merangkul Adrian yang sudah
setengah tertidur dan mabuk.
“Kaya
kenapa elo nolak gue?” Adrian yang di rangkul oleh Jessica dengan muka
sedihnya. “Kenapa semua orang yang gue suka selalu buat gue sakit hati.”
“Yaudah
Jess,” setuju Nusa. “Ayuk Kay, gue antar elo pulang!” ajak Nusa beranjak dari
kursi. Kaya pun mengangguk dan beranjak dari kursi.
Jessica menompang Adrian berjalan yang sedang mabuk dan
tertidur mengigo. Saat sudah di luar pintu Restoran.
“Jess,
elo antar Adrian yah. Soalnya gue mau mengantar Kaya!” Ucap Nusa berdiri
dihadapan Jessica yang menopang Adrian.
“Kaya,
kenapa elo nolak gue?” Adrian mengigau.
“Iya
Nus,” ucap Jessica berjalan menuju parkiran mobil Adrian.
“Ayuk
Kay!” ajak Nusa dan Kaya mengikuti Nusa berjalan menuju parkiran mobil. Lalu
mereka masuk mobil dan Nusa menjalankan mobilnya untuk pulang.