
~ Happy Reading ~
Semua karyawan satu persatu sudah mengucapkan salam perpisahan untuk Kaya. Mereka semua mengeluarkan perkataan yang manis untuknya, sehingga membuat Kaya terharu dan tersenyum bahagia. Lalu kini Kaya maju ke depan untuk mengucapkan salam perpisahan pada semuanya.
“Test...., test...,” Kaya mengetest mikrofon tersebut.
“Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada kalian semua yang telah menerima saya dan menyambut saya di perusahaan ini. Kalian semua baik dan ramah kepada saya. Sehingga membuat saya terharu. Saya juga berterimakasih kepada pak Adrian dan pak Nusa yang telah menerima saya bekerja di sini.” Kaya melirik Adrian dengan senyum.
“Dasar sok cantik,” ucap Jessica.
“Saya tahu selama ini mungkin ada kesalahan yang saya buat tidak sengaja ataupun sengaja. Saya ingin minta maaf kepada kalian semua dan berharap kalian semua memaafkan saya.”
Aku tidak akan memaafkanmu Kaya! Adrian meminum alkoholnya.
“Saya udah maafkan ibu dari lahir kok!” sahut Karyawan cowok yang bercanda dan semuanya tertawa mendengarnya.
“Kamu bisa aja,” senyum Kaya.
“Sudah hampir setahun saya bekerja di perusahaan ini. Saya juga tidak menyangka harus keluar dan meninggalkan kalian semua yang baik kepada saya. Tapi apa boleh buat, saya harus keluar. Karena sudah mendapatkan pekerjaan baru.”
“Pekerjaan apa bu? Terus perusahaan apa bu?” tanya karyawan di sana.
“Saya menjadi CEO di perusahaan Tama, tempat yang kalian makan ini!” Kaya mencoba tersenyum. Sebenarnya dia ingin
merasahiakannya, tapi dia berpikir pasti semua akan tahu juga.
Semuanya langsung terkejut termasuk Adrian dan Jessica, kecuali Nusa. Adrian langsung behenti meminum alkoholnya dan memegang gelas tersebut di tangan kanannya. Mendengar ucapan Kaya membuatnya curiga dan memandang sinis Nusa yang berada di depannya.
Apa sebenarnya maksud Kaya? Kenapa dia menjadi CEO di perusahaan Nusa? Pantesan Nusa meminta pengalihan nama saham kemarin. Apakah Nusa tidak ingin Kaya jauh darinya? Tanya Adrian dalam hati.
Hah? Jadi CEO? Segitu hebatkah Kaya sehingga dia menjadi CEO di perusahaan yang terkenal yaitu Tama, batin Jessica yang tak suka mendengarnya.
Akhirnya kamu mengucapkan dengan mulut kamu sendiri Kay, batin Nusa memandang Kaya dengan senyuman sinisnya.
Pasti engkau kaget mendengarnya Adrian dan membenciku, ucap Nusa dalam hati beralih memandang Adrian yang menatapnya sinis.
“Ibu jadi CEO di perusahaan ini?” tanya Lena berdiri menunjuk tempat makan dengan jarinya. Kaya hanya mengangguk.
“Bukan kah? Perusahaan ini punya....,” Lena menghentikan ucapannya karena dipelototin oleh Nusa dan kembali duduk.
“Kenapa Lena? Ayuk lanjutkan bicaranya?” tanya Kaya.
“Enggak bu, perusahaan ini punya pak Wijaya Tama.” Ucap Lena dengan senyum.
“Iya emang benar. Karena pak Wijaya Tama sakit, saya yang akan menggantikannya.” Kelak Kaya melirik Adrian sinis.
“Wah ibu hebat yah?” sahut yang lainnya. “Selamat yah ibu,” sahut karyawan tersebut dengan senyum. Kaya hanya tersenyum malu.
Nusa berdiri dari kursi dan bertepuk tangan. “Kaya, kamu emang hebat sekali bisa jadi CEO di perusahaan Grup Tama.”
“Kalian harusnya bertepuk tangan dan mengucapkan selamat pada CEO yang cantik ini!” Nusa melirik semuanya dan mereka semua bertepuk tangan kecuali Jessica dan Adrian.
“Terimakasih semuanya,” senyum Kaya. Ia pun kembali ke tempat duduknya yang berada di samping Nusa.
Nusa masih bertepuk tangan dan menyambut Kaya dengan tersenyum. “Hai CEO cantik.” Kaya hanya tersenyum menanggapi Nusa.
Nusa pun melangkahkan kakinya berjalan menuju mikrofon. “Perhatian semuanya! Saya mau menyampaikan sesuatu kepada kalian semua.” Ucapnya serius.
“Hari ini saya juga terakhir bekerja di sini.” Nusa tersenyum memandang semuanya.
Semua karyawan langsung terkejut bahkan ada yang tersedak minum. Mata mereka langsung melihat Nusa yang berdiri di depan mikrofon dengan ekspresi tersenyum. Kaya yang mendengarnya juga terkejut, kecuali Adrian. Ia malah bersantai mendengarkannya sambil minum.
Apa maksud Nusa terakhir bekerja di sini? Apakah dia resign juga, tapi kenapa? Kaya bertanya dalam hatinya.
Semua karyawan berbisik-bisik. “Kenapa pak Nusa berhenti juga yah?
“Apa pak Nusa bercanda yah?” tanya karyawan yang bebisik di sana.
Nusa-Nusa, seharusnya aku mengerti kenapa kamu kemarin bilang berhenti kerja juga. Karena kamu ingin kerja bersama Kaya dan sengaja menjadikan dia CEO kan, agar dia tidak bisa lagi dekat denganku. Batin Adrian tersenyum sinis dan meminum alkoholnya.
Nusa punya perusahaan? Kenapa dia tidak pernah cerita? tanya Kaya dalam hati dengan heran.
Ini sangat membingungkan dan lucu sekali. Nusa ingin mengantikan Ayahnya tapi Kaya juga ingin menggantikannya. Batin Adrian tersenyum geli.
Nusa punya perusahaan? Bukankah dia pernah bilang dia itu enggak punya apa-apa bahkan ayah. Aku harus selidiki siapa tahu perusahaan Nusa lebih besar dari Adrian. Ucap Jessica dalam hati.
“Maafkan saya memberitahu kalian mendadak sekali dan saya hanya memberitahukan kepada pak Adrian. Saya tahu ini terlalu mendadak. Tapi saya berharap tanpa adanya saya di perusahaan ini, perusahaan akan terus maju.” Senyum Nusa.
“Pak, saya sedih sekali bapak pergi.” Sahut Desi yang merengek.
“Makasih Desi.Kamu jangan menangis nanti saya akan sering ke perusahaan untuk berkunjung. Yaudah, hanya itu saja yang saya ingin bicarakan. Saya tidak bisa berbicara banyak lagi, karena sekarang juga sudah mau larut malam.” Nusa kembali duduk di samping Kaya.
Sebenarnya semua karyawan ingin sekali bertanya kepada Nusa. Namun, karena sudah larut malam, mereka pun mengurungkan niatnya untuk bertanya dan berpamitan untuk pulang.
Sebelum pulang mereka semua berjabat tangan kepada Kaya dan Nusa, sambil mengucapkan salam perpisahaan. Lena dan Desi yang dekat sekali dengan Nusa menangis dengan memeluk Nusa. Mereka tak menyangkan pak Nusa akan keluar dari perusahaan ini juga. Nusa hanya bisa memberikan senyuman dan
membalas pelukan mereka.
Akhirnya semua karyawan pulang. Tinggalah Adrian, Kaya, Jessica dan Nusa di sana. Nusa yang haus meminta pelayan untuk membawakan beberapa botol alkohol. Adrian juga menyuruh pelayan itu membawakan alkohol juga.
Pelayan itu datang kembali membawakan beberapa alkohol untuk Nusa dan Adrian. Mereka pun minum dengan banyak, sedangkan Kaya dan Jessica hanya duduk manis terdiam memperhatikan mereka. Karena mereka juga bingung harus bagaimana.
Adrian berdiri dan berjalan dengan oleng menuju tempat duduk Kaya sambil memegang gelas di tangan kanannya. Jessica mencoba mencegah Adrian, tapi ditolak oleh Adrian.
“Kaya, kenapa kamu nolak aku?” tanya Adrian di depan wajah Kaya yang sedang duduk. Kaya hanya terdiam
dan membuang muka.
Jessica yang mendengarnya kaget. Apa Adrian suka sama Kaya? Tanya Jessica dalam hati sambil berdiri menghampiri Adrian. Lalu ia menarik tangan Adrian untuk menjauh dari Kaya.
“Adrian kamu kenapa bilang itu?! Seharusnya kamu bilang suka ke aku?!” Ucap Jessica tidak terima.
“Diam kau Jessica!” bentak Adrianmengehempaskan tangan Jessica.
“Kamu mempermainkanku dan sekarang kamu bilang enggak suka sama aku. Terus kamu menjadi CEO sekarang. Heh, kamu betul-betul wanita licik. Karena kamu udah menjadi CEO, makanya kamu nolak aku kan?” tanya Adrian tersenyum miris menunjuk Kaya dengan mabuk.
“Adrian, ayuk kita pulang aja!” ajak Jessica menarik tangan Adrian lagi.
“Lepasin!” Adrian menghempaskan tangan Jessica.
Nusa hanya menikmati pertunjukan mereka dengan cool. Ia meminum alkoholnya dengan santai sambil tersenyum melihatnya.
“Kenapa kamu nolak akuKaya? Kenapa?” Adrin membentak Kaya dan meminum alkoholnya dengan berantakan sehingga tumpah dari mulutnya. “Kenapa?” tanya Adrian lagi dihadapan wajah Kaya.
Kaya hanya terdiam dan tidak ingin menjawabnya. Jessica terus menarik Adrian untuk menjauh dari Kaya. Sementara Nusa tersenyum bahagia melihat perseteruan mereka.
“Nusa, baiknya kita pulang aja!” ajak Jessica mencoba merangkul Adrian yang sudah mulai setengah tertidur dengan mengigau.
“Kaya kenapa kamu nolak aku?” tanya Adrian yang dirangkul oleh Jessica dengan raut wajah sedih. “Kenapa semua orang yang aku suka selalu buat aku sakit hati?!”
“Yaudah Jess,” setuju Nusa.
“Ayuk Kay, aku antar kamupulang!” ajak Nusa beranjak dari kursi. Kaya pun mengangguk dan beranjak dari kursi.
Jessica menopang Adrian berjalan dengan mabuk dan tertidur mengigau menuju pintu depan restoran. Saat sudah di depan pintu restoran.
“Jess, kamu antar Adrian yah! Soalnya akumau mengantar Kaya!” Nusa berdiri dihadapan Jessica yang menopang Adrian.
“Kaya, kenapa kamu menolakku?” Adrian mengigau.
Kaya, Kaya, Kaya melulu?! Lama-lama aku tinggalin juga kamu di sini Adrian! Ancam Jessica dalam hati.
“Iya Nus.”Jessica berjalan menuju mobil yang sudah di depannya.
“Ayuk Kay!” ajak Nusa dan Kaya mengikuti Nusa berjalan menuju mobil yang sudah di depan restoran diantar oleh walet. Lalu mereka masuk mobil dan Nusa menjalankan mobilnya untuk pulang.
~ Bersambung ~