
~ Happy Reading ~
Bandara I Gusti Nngurah Rai Internatinal
Contohnya depan bandara.
Mila berdiri di samping Kaya dengan tersenyum sambil memegang gagang koper. “Akhirnya kita sudah di Bali juga yah bu,” ucap Mila. Mereka saat ini sedang berdiri di depan penjemputan dan penurunan penumpang.
“Iya Mil,” senyum Kaya sambil melirik Jessica yang kegatelan memeluk lengan Nusa dari tadi. Lalu tiba-tiba datang sosok pria menghampiri mereka.
“Kay?” panggil pria itu menghampirinya dengan senyum.
Kaya langsung menoleh ke samping pria yang memanggilnya. “Adrian?” ucap Kaya.
“Hei Kay..,” sapa Adrian dengan senyum.
“Hei,” senyum Kaya. “Kamu kapan sampai Ad?” tanya Kaya.
Nusa yang melihat Adrian berada di sini heran dengan mengangkat alisnya sebelah. Dipikirannya kenapa ada Adrian di sini? Apakah Kaya mengajaknya?
“Iya aku tadi naik pesawat pribadi,” jawabnya.
“Ohh...,” gumam Kaya dengan.
“Hai Nus? Hai Jess?” Nusa hanya tersenyum menanggapi sapaan Adrian, sedangkan Jessica masih terus lengket di lengan Nusa.
Kenapa ada Adrian di sini? Tanya Jessica dalam hati sambil melirik ke arah Kaya dan Adrian. Tapi biarlah ada dia, supaya aku selalu berduaan dengan Nusa dan Adrian sama Kaya, senyum Jessica dalam hati.
“Ini siapa?” tanya Adrian melihat sosok wnita berdiri di samping Kaya.
Wah..., dia ganteng juga sama seperti pak Nusa, ucap Mila dalam hati dengan terpesona.
“Hello?” lambai Adrian dan Kaya menyenggol bahu Mila untuk menyadarkannya.
“Oh, maaf pak. Saya Mila, sekertaris pak Nusa.” Mila berjabat tangan dengan Adrian.
“Oh..., saya Adrian.” Balasnya.
“Kamu nanti mau nginap di hotel mana Kay?” tanya Adrian.
“Aku..,” Belum sempat menjawab Nusa sudah memotongnya terlebih dahulu.
“Hotel milik Tamalah..,”
“Oh, kebetulan sekali. Aku juga mengarah hotel tersebut. Bagaimana kalau kamu bareng aku aja Kay?” tawar Adrian.
“Tidak bisa, kami sudah ada jemputan.” Bukannya Kaya yang menjawab tapi Nusa yang menjawab dengan cepat.
“Ih Nusa sayang, biarin aja Kaya bersama Adrian, biar kita bisa berduaan.” Ucap Jessica.
“Kamu benar juga sayang.” Nusa tersenyum mencubit hidung Jessica. Dia sengaja melakukannya untuk membuat Kaya cemburu.
“Baiklah, aku ikut kamu Adrian!” Putus Kaya karena muak melihat mereka berdua.
“Ngomong-ngomong kenapa kamu pakai baju tertutup semua Kay? Bukannya ini musim kemarau yah?” tanya Adrian yang membuat semuanya berpikir hal yang sama dengan Adrian kecuali Nusa.
“Hemmm.., karena a-ku..,” Kaya bingung menjawab apa.
“Dia lagi masuk angin,” potong Nusa.
“Iya benar.., aku masuk angin Adrian.” Senyum Kaya.
“Iya pak Nusa kenapa bisa tahu? Perasaan kemarin ibu Kaya kayaknya sehat-sehat aja?” tanya Mila. Di dalam pikiran Adrian pun sama dengan Mila dan Jessica. Ia berpikir kenapa Nusa bisa tahu.
“Karena dia baru memberitahuku tadi.” Nusa tetap stay cool memberi alasan. Semua hanya ber ‘oh’ ria saja.
“Kalau sakit kenapa kamu paksaain ikut Kay?” tanya Adrian.
“Karena ini menyangkut pemilihan CEO nanti Adrian.” Jawabnya.
“Baiklah, tapi kamu harus tetap jaga kesehatan, karena aku ingin mengajakmu tempat yang indah di sini.” Adrian tersenyum menggoda dan membuat raut muka Nusa jutek melihatnya, sedangkan Kaya hanya terkekeh mendengar ucapan Adrian.
Melihat Kaya tersenyum kepada Adrian membuat pikiran Nusa berkecamuk kesal. Ia melirik Jessica dengan senyum. “Jess, kamu juga jangan sampai sakit nanti yah! Soalnya aku akan ajak kamu ke tempat bagus di Bali ini.” Nusa menekan kata tempat bagus dengan nada tinggi.
“Benaran yah Nusa sayang?” tanya Jessica dengan senyum manjanya dan Nusa mengangguk dengan senyum.
Sementara Mila yang mendengar percakapan dua pasang manusia tak jelas itu terdiam kesal. Ia berharap drama ini berakhir. Maklumlah kan tidak ada pasangan.
Kaya yang mendengar percakapan mereka mulai kesal dan tak ingin terlalu lama berada di keadaan yang menyebalkan ini. Ia menggandeng tangan Adrian dan tangan satunya lagi membawa koper.
“Yaudah kita pergi yuk Adrian! Ada hal yang ingin ku sampaikan padamu!” ajaknya.
Adrian hanya mengangguk karena paham kenapa Kaya menarik tangannya. Ia tahu Kaya cemburu, namun itu membuat dirinya senang. Karena dengan begitu, Kaya selalu melihat dirinya.
Kau tidak akan lama lagi mengungkapkan perasaanmu terhadapku sayang, batin Nusa melihat kepergian Kaya dan Adrian berjalan menuju mobil Adrian.
Contoh Mobil Jemputan Nusa:
Tak lama kemudian mobil mewah panjang berwarna putih menghampiri mereka. Mobil tersebut datang untuk menjemput Nusa, Jessica dan Mila.
“Nusa sayang ini mobil kamu?” Tanya Jessica menunjuk mobil tersebut. Nusa hanya mengangguk untuk mengiyakan.
“Wah mobilnya bagus yah pak?” ucap Mila dengan kagum. Jessica langsung melihat Mila dengan sinis. “Dasar norak!” ejek Jessica.
“Ibu enggak sadar diri?!” balas Mila dengan kesal. Nusa yang melihatnya hanya membiarkannya. Ia muak melihat mereka selalu berdebat enggak di kantor, tempat makan bahkan di sini juga.
Supir datang menghampiri mereka dan membuka pintu mobil untuk Nusa dan dua wanita tersebut. Namun, karena Nusa melihat Jessica dan Mila masih berdebat, ia melangkah masuk ke dalam duluan dan membiarkan mereka saling mengejek.
“Eh harusnya kamu sadar diri dong?! Kamu itu cuman sekertaris Mila, sedangkan saya model ternama. Yah pasti yang norak kamulah!” tunjuk Jessica dengan angkuh.
Tak terima dihina, Mila membalas gaya angkuh Jessica dengan bertolak pinggang juga. “Ibu memang model, tapi melihat mobil ini matanya langsung berbinar seakan tak pernah melihatnya. Sekarang siapa yang paling norak?” tanya Mila dengan kesal.
“Masih mending sayalah sekertaris, memang enggak tahu apa-apa tentang barang mevah dari pada ibu,” tunjuk Mila. “Model TERNAMA, tapi matanya langsung melotot melihat barang mewah seakan enggak pernah melihatnya.” Mila tersenyum mengejek.
Jessica yang mendengarnya menghentakkan kakinya kesal, ia ingin sekali menjambak Mila. Namun niatnya diurungkan saat supir Nusa berdiri di sampingnya dan berdehem untuk menghentikan suasana yang mematikan ini.
“Pak Nusa sudah di dalam bu!” ucap supir itu sopan sambil menunjuk pintu mobil yang masih terbuka.
“Awas aja kau Mila!” tunjuk Jessica dengan kesal dan masuk ke dalam mobi. Ia sudah bete dengan ucapan Mila. Namun satu sisi Nusa tersenyum senang mendengar ucapan Mila.
“Silahkan masuk bu!” ucap supir itu kepada Mila.
Mila masuk ke dalam mobil dengan muka bete juga. Ia membuang mukanya ke arah lain, yang jelas ia tak mau melihat Jessica. Lalu supir itu menaruh koper ke bagasi terlebih dahulu, lalu menjalankan mobilnya.
Nusa yang melihat mereka tersenyum dalam hati. Dua wanita ini saling membuang muka dengan muka cemburut. Sepertinya perjalanan akan membosankan dan ia rindu dengan Kaya, padahal baru bentar saja di tinggal.
Ahh.., andai aja ada Kaya di sini. Pasti ia senang melihat pertengkaran mereka. Tunggu dulu! Kenapa diriku mengingatnya, batin Nusa memandang jendela mobil.
Mungkin sekarang dia sedang bersenang-senang dengan Adrian, lanjut Nusa dalam hati. Heh, takkan ku biarkan kau mengambil apa yang menjadi milikku Adrian Pratama. Sampai kapan pun Kaya adalah milikku seorang dan kau takkan bisa menggapainnya.
~ Berambung ~