
~ Happy Reading ~
Di Apartemen Michael.
Lita bangun dengan merentangkan kedua tangannya ke atas sambil menguap. Perlahan matanya tertuju pada Michael yang tidur di sofa.
“HAH......!” teriak Lita dengan keras sehingga membangunkan Michael.
“Ada api..., ada api...,” Michael bangun terkejut sambil mengatakan ada api dengan ekspresi panik. Sontak Lita langsung tertawa terbahak-bahak. Michael pun berhenti mengatakan itu dan menatap Lita yang tertawa dengan sinis.
“Lita...., kamu yah! aku pikir ada apa? Kenapa kamu teriak?” tanya Michael berdiri dari sofa sambil menguap.
“Aku kaget aja kenapa bisa di sini sama kamu Michael?” tanya Lita.
“Ohh..., kemarin kamu sama Kaya tuh mabuk. Aku disuruh Nusa nganter kamu, tapi aku tidak tahu rumah kamu di mana. Dan aku lupa minta alamat rumahmu sama Nusa.” Jawab Michael panjang lebar.
“Oh...,” gumam Lita. “Terus Kaya pasti dianter oleh Nusa?” tanya Lita.
“Iya,” jawab Michael.
“Sudah ku duga,” Lita tersenyum sinis.
“Emang kenapa Lit?”
“Tidak,” senyum Lita.
“Kamu sama Kaya lagi kenapa sih emangnya?” tanya Michael penasaran.
“Enggak. Adalah......, Michael. Bukan masalah besar kok,” kelak Lita.
“Ohh..., yaudah kalo kamu enggak mau cerita. Aku juga enggak maksa kok,” senyum Michael dan Lita hanya tersenyum.
“Ini apartemen kamu Michael?” tanya Lita.
“Iya,” jawab Michael dengan senyum.
“Besar sekali yah,” Lita memandang sekeliling apartemen Michael yang begitu minimalis.
“Nusa yang membelikannya Lit,” ucap Michael berjalan menghampiri Lita dan duduk di tempat tidur.
“Oh..., kalian pasti akrab sekali. Kenapa selama ini aku tidak tahu yah?!”
“Iya. Dia menganggap ku seperti saudaranya sendiri. Kamu kan selalu sibuk mengurusi perusahaan ayahmu, jadi kamu mana tahu aku dekat sama Nusa dan Adrian juga.”
“Ohh..., kamu dekat juga sama Adrian Mic?” tanya Lita.
“Iya. Kami saling kenal sejak SMA,” jawab Michael.
“Ohh..., begitu.” Gumam Lita dengan senyum.
“Oh iya Lit, kamu pasti sudah tahu bahwa Kaya mengambil setengah perusahaan pamanmu.”
“Iya aku sudah tahu. Apakah itu penyebab dirimu menjauh dari Kaya?”
“Iya,” jawa Lita dengan singkat.
“Lit kamu laper enggak?” tanya Michael.
“Iya Mic, kamu tau aja diriku laper.” Nyengir Lita.
“Yaudah aku pesanin gofood yah?!” ucap Michael.
“Aku pikir kamu mau masak, makanya nanya.”
“Kagak. Aku enggak bisa masak. Aku hanya bisa makan tidur saja,” canda Michael.
“Tapi kamu kok enggak gemuk sih,” tawa Lita.
“Aku kan ngegim melulu sama abang kamu,” tawa Michael.
“Dasar,” tawa Lita.
****
Di kamar Kaya.
Kaya yang baru selesai mandi duduk di tempat tidur sambil mengusap rambut dengan handuknya. Dia selalu memikirkan apa yang dikatakan Nusa.
Kau harus tanggung jawab dulu dengan apa yang kita lakukan disini!
“Apa iya sih aku melakukan sesuatu dengan dia?” tanya Kaya kepada dirinya sendiri dengan dahi mengerut.
“Tapi kemarin bajuku kenapa bisa di meja Nusa dan aku tidak memakai pakaian hanya selimut saja?” Kaya terus bertanya pada dirinya sendiri.
“Hadeh! Kaya bodoh! Inget dong sesuatu!” Kaya meneplak kepalanya sendiri.
Kaya mengeringkan rambutnya dengan hair dryer sambil memandang dirinya di kaca. Lalu dia teringat lagi dengan perkataan Nusa.
Bukankah kita kemarin melakukan suatu hubungan terlarang.
Dirinya benar-benar bingung dengan kejadian semalam. Dia meletakan hair dryernya di meja dan menatap lekat dirinya di kaca.
“Apa itu namanya hubungan terlarang. Bukankah hubungan terlarang itu hubungan tentang seorang mencintai kekasih orang lain?” gumam Kaya.
“Jangan-jangan maksud dia, aku itu mencintai kekasih orang lain. Antara lain Nusa kan memang punya kekasih sih Jessica sekarang, terus aku itu selingkuhannya dong. Jadi maksud dia begitu,” tunjuk Kaya dengan muka memelas.
“Kurang ajar dia! Ini enggak bisa dibiarin, enak aja bilang itu hubungan terlarang.
Jelas-jelas dia juga suka sama aku!” ucap Kaya meneplak meja dan mengenai hair dryer.
“Aduh panas!” Kaya meniup tangannya yang terkena hair dryer. Lalu sebuah ponsel di tempat tidur bergetar. Kaya beranjak dari kursi dan menuju tempat tidur untuk mengambil ponselnya. Ia duduk di tempat tidur membuka pesan WA dari Nusa.
Halo Dirgantara sayang....
Apakah kamu merindukanku?
Bagaimana kita lakukan hal itu sekali lagi, aku sangat ingin menikmatinya lagi.
Aku menunggu balasanmu sayangku...
Pesan Nusa membuat Kaya kesal dan marah. Ucapan Nusa telah membuat harga dirinya turun. “Kurang ajar Nusa!” Kaya pun membalas WA nusa.
DENGAR YAH NUSANTARA!
AKU BUKAN ORANG SEPERTI ITU!
JANGAN-JANGAN KAU YANG MEMANFAATKANKU DAN MEMBUKA BAJUKU SAATKU MABUK. SEHINGGA KAU MELAKUKAN HAL YANG MENJIJIKAN PADAKU.
Kaya membalas pesan Nusa dengan huruf besar semua dan meletakkan ponselnya di tempat tidur dengan kesal. Lalu keluar dari kamar.
Di apartemen Nusa.
Disisi lain Nusa yang sedang duduk di tempat tidur, sontak tertawa membaca balasan dari Kaya. Dia sengaja menggoda Kaya hanya untuk mengerjainya saja.
“Kay.., Kay..., kamu pikir aku berani melakukan itu tanpa persetujuan darimu.” Nusa menggelengkan kepalanya sambil tertawa.
“Biarkan saja! Biar dia tambah parno dan kesal! Rasakan kau Kaya!” ucap Nusa dan dia mulai mengetik diponselnya untuk membalas pesan Kaya di WA.
Kaya sayang kenapa engkau begitu naif?
Bukankah kemarin kau yang membuka kemejaku dan mencium dadaku sehingga aku tidak terkontrol dan mencumbui dirimu?
Nusa menngirim pesannya dan menunggu balasan dari Kaya. Ia tersenyum sendiri mengerjai Kaya, sambil memegang ponselnya di depan dagu. Beberapa jam kemudian, Nusa melihat layar ponsel dan tak ada sama sekali balasan dari Kaya. Sangking kesalnya menunggu balasan dari Kaya. Nusa mengirim pesan lagi kepada Kaya.
Harusnya kau tidak melakukan itu! sekarang aku ingin tanggung jawab dirimu jika tidak kau akan tahu akibatnya!
Nusa membanting ponselnya di tempat tidur dan beranjak menuju kamar mandi dengan kesal.
Di rumah Kaya.
Kaya kembali ke kamar dan mengambil ponselnya di tempat tidur dia melihat ada pesan WA dari Nusa.
Kaya sayang kenapa engkau begitu naif?
Bukankah kemarin kau yang membuka kemejaku dan mencium dadaku, sehingga aku tidak terkontrol dan mencumbui dirimu?
Harusnya kau tidak melakukan itu! sekarang aku ingin tanggung jawab dirimu jika tidak kau akan tahu akibatnya!
Kaya mengerutkan dahinya dan memijat pelipisnya melihat balasan dari Nusa. “Masa sih aku cium dada dia? Terus apa iya dia melakukan hal itu kepadaku?” Kaya bertanya sendiri dengan bingung. Dia pun membalas pesan Nusa.
Nus…,
Udah deh enggak usah bohong. Seingat aku. Aku cuman muntahin kemeja kamu doang. Dan satu lagi aku mana mungkin cium dada kamu yang kurus itu.
Ada senyum saat Kaya mengetik pesan tersebut dengan ledekan. Padahal Kaya tahu bahwa dada Nusa sangat sixpack dan berbidang. Kaya melanjutkan lagi mengetik di ponselnya.
Aku harus tanggung jawab?
Hello Nusa…,
Harusnya kamu yang tanggung jawab!
Jika terjadi sesuatu dengan diriku kamu yang harus tanggung jawab!
Sambil menunggu balasan dari Nusa, Kaya melangkahkan kakinya menuju meja rias lagi untuk dandan. Karena dirinya akan menghadiri acara reunian SMP.
~ Bersambung ~