My soul mate

My soul mate
99. Mengingat Diriku



" Bagas ,Febi , Daffa,Vina kalian saya kumpulkan untuk membahas permintaan calon klien kita" ucap Direktur.


" Kerjaan saya masih belum kelar tapi pak" proteksi.


" Kerjaan kamu kan tinggal finishing habis itu tinggal kamu serahkan ke bagian desain interior, kamu kan cuma tinggal ngecek sesuai dengan permintaan klien dan gambarnya aja".


" Iya sih, tapi kan saya mau cuti Pak masak hampir setahun saya nggak ambil cuti rugi saya ".


" Kamu ambil proyek ini cuti mu setahun aku ganti satu bulan gaji gimana" ucap Direktur.


" Kalau itu aku mau Pak " ucap Daffa dan Bagas .


" Boleh cuti kalian satu tahun diganti gaji 1 bulan asalkan cuti kalian masih utuh 1 tahun 12 hari" ucap direktur membuat Daffa dan Bagas langsung cemberut.


Aku akui sejak tinggal di sini aku hampir tidak pernah menggunakan cuti tahunan ku. Hidup berdua dengan isyal aku habiskan liburanku berdua dengan liburan ke mana saja tanpa pernah mengambil cuti tahunanku, karena jadwal sekolah Isal dan kegiatan sekolahnya yang padat kami hanya liburan di tanggal merah saja.


" wah satu bulan gaji mau kalau itu Pak" ucapku antusias.


" Baik sekarang juga saya hubungi bagian keuangan, biar kamu tambah semangat mengerjakan proyek ini" ucapnya dan langsung menghubungi bagian keuangan hanya berjarak 10 menit ponselku berbunyi dari m-banking sebuah transferan senilai gajiku sebulan masuk ke rekening ku.


" kita mendapatkan 2 klain yang sangat penting " ucap direktur.


"Semua klien penting kali pak, buat Bapak emang ada clan yang tidak penting " ucap Vina dengan berani, Karen Vina putri CEO jadi dia sangat berani dengan direktur yang sebenarnya adalah kakaknya sendiri.


" kalau ada kamu wibawa aku jadi hilang tahu" ucapnya kesel.


Membuat kami bertiga tertawa melihat kakak beradik yang tidak pernah akur tapi bisa kompak dalam pekerjaan.


"Klain penting apa sih "ucap Bagas, Direktur adalah kakak tingkat Bagas waktu SMA juga teman main Basket di sekolah.


"Pembangunan rumah sakit dan renovasi rumah sakit".


" kok semuanya rumah sakit" ucap Vina .


" Bisa diem nggak aku bicara dulu baru kalian berpendapat jangan menyela terus tidak akan selesai nanti".


"1 klain minta dibantu mendesain dan membangun satu rumah sakit 5 lantai untuk wilayah daerah Bogor dan satu lagi rumah sakit ingin memanfaatkan gedung yang sudah tidak terpakai supaya direnovasi lebih kokoh dan lebih cantik lagi" jelasnya.


" Kalian sudah jelas Ada yang ingin ditanyakan" ucap Direktur lagi.


"kan tadi lu bilang kita suruh diam, suruh dengarkan dulu emang ceritamu udah selesai El" ucap Daffa. Elvino nama sang Direktur duda satu anak istrinya dicerai karena lesbian dan adiknya Elvina seumuran denganku.


" Feby jangan ditiru ketika orang yang tidak punya sopan santun kepada atasan ini" ucap nya.


"udah sebaiknya segera dimulai rapatnya". ucap Bagas.


" Begini RSAU dr. Esnawan Antariksa, Jakarta Timur yang memakai jasa kita untuk merenovasi gedung yang tidak terpakai serta lahan lebih jelasnya 2 diantara kalian akan ke sana. Rumah Sakit sehat selalu cabang Bandung akan bekerja sama dengan RR Group membuka cabang rumah sakit di Bogor, ini klain langsung menemui papa jadi papa minta aku memilih yang kompeten".


" Terus sekarang siapa yang RSAU dr. Esnawan Antariksa dan yang ke Bogor " tanya Bagas.


" Untuk hari ini Vina dan Feby ke RSAU dr. Esnawan Antariksa dan Bogor biar para lelaki Karena posisinya yang di luar kota".


" oke kapan kami harus menemui mereka" ucap Daffa.


" Untuk desain kalian tidak perlu ke Bogor kalian coba temui Bapak Radit CEO RR group dulu".


" Jadi kami harus menemui klien kami hari ini semua" tanya Vina.


Ahkirnya aku dan Vina pergi menuju RSAU dr. Esnawan Antariksa yang terletak tidak jauh dari pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma dengan mengendarai mobil milik Vina.


" wuih sekalian cuci mata ini" kata Vina saat memarkirkan mobilnya, melihat para segerombolan tentara berjalan.


" Cuci mata pakai sabun lah" ucapku sambil bercanda.


" Lo yang tanya ke resepsionis harus menemui siapa,gw mau duduk di sana siapa tahu ada yang mengajak kenalan aku " ucapnya jika melihat dia Aku mengingat diriku waktu SMA. Terlalu percaya diri dengan kecantikan yang kumiliki dan kekayaan orang tuaku , hingga menjatuhkan ku di saat semua berbalik Cinta Yang ditolak, orang tua bercerai dan hidup serba pas-pasan.


" Permisi saya perwakilan dari Perusahaan konstruksi Ardi karya ingin bertemu dengan kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa" ucapku.


" Maaf apa sudah membuat janji dengan beliau" tanya nya .


" Direktur kami sudah membuat janji dengan beliau dan kami perwakilannya" ucapku.


"Mbak Rista bisa tahu letak kamar perawatan kapten Effendi" ucap seseorang yang tiba-tiba datang dan menyela. Aku kenal suara itu tapi tidak ada keberanian untuk melihat atau menoleh ke arahnya ,aku hanya bisa berdiri kaku di depannya.


" Sebentar letna Fathar ya saya cek " ucapnya sang resepsionis mengacuhkan aku padahal aku yang bertanya duluan.


" Mbak teman saya yang bertanya duluan dan udah di sini sebelum mas ini datang kenapa Mbak tidak mendahulukan teman saya, kami juga buru-buru " ucapnya marah. Aku hanya bisa merapalkan doa supaya Fathar tidak menyadari keberadaanku. Aku sengaja diam supaya Fathar cepat pergi tapi Vina malah mengacaukannya.


" Emang mbaknya mencari siapa?" tanya Fathar berjalan satu langkah ke depan jadi sejajar dengan kami,aku hanya bisa memejamkan mataku sambil mengalihkan wajahku ke arah lain.


" Kami dari perusahaan Perusahaan konstruksi Ardi karya ingin bertemu dengan kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa " ucapnya kepada Fathar dengan tatapan kagum pada Fathar.


" yaudah masnya duluan aja" kata Vina lebih halus dan lembut tidak seperti tadi, membuat teman Fathar tertawa kecil.


" Bener nggak papa saya duluan" ucap Fathar dengan suara lembutnya, membuatku merasa muak.


" Iya gak apa apa teman saya juga nggak keberatan ko" aku yang mendengarnya ucapan Vina langsung berjongkok pura-pura membutuhkan tali sepatuku dan menganggukkan kepalaku.


Padahal yang aku lakukan adalah melepas tali sepatu mengikatnya lagi, berulang kali sampai aku mendengar derap langkah menjauh. Setelah merasa aman aku langsung berdiri.


" Hah" kagetku.


" Kenapa kaget pasti mengira aku sudah pergi, aku tidak pergi cuma berjalan memutar" katanya dengan senyum devil, membuat resepsionis ,Vina dan teman Fathar melihat kearah kami.


" Tidak aku tidak kaget" ucapku sedikit terbata-bata.


" Oya " katanya dengan senyum manis.


"Mari Mbak kami antar ke ruangan kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa" kecepatan berjalan di depanku.


" kamu mengenalnya"bisik Vina padaku saat kami berjalan di belakang Fathar.


" teman SMA".


" Saya Fathar dan ini teman saya Serka Aris" ucap Fathar datar .


setelah perkenalan singkat kami melanjutkan perjalanan ke ruang kepala rumah sakit.


Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa Kolonel Kes dr. M.Roikhan Hardi. Sp.THT-KL., M.Kes. menyambut kami dengan baik dan menyampaikan tujuannya memanggil jasa perusahaan kami .


Ada sebuah gedung lama yang sudah lama tidak berfungsi beserta tanah kosong di sebelahnya, yang rencananya akan dibikin taman rumah sakit buat para pasien dan ruang inap biar tambah luas.


Kami berdua diantar langsung oleh beliau untuk melihat tempatnya secara langsung.


" Saya kira yang datang seorang arsitek dan desain interiornya para lelaki saya tak menyangka arsitek dan desain interior adalah para wanita ".


" Buat apa Kartini berjuang meningkatkan derajat kami jika kami tidak bisa menyetarakan derajat kami dengan kaum laki-laki pak" ucap Vina .


kami berhenti di kantin rumah sakit setelah melihat lokasi yang akan direnovasi.


" kami akan segera mengirimkan desain yang semoga sesuai dengan keinginan Bapak tadi".


Setelah perbincangan kami dengan beliau dan ajudanya kami juga di jamu makan siang meski hanya di kantin rumah Sakit.


" Bisa kita bicara sebentar" cegah Fathar saat aku hendak masuk kedalam mob.