
" Udah dong mah jangan nangis terus yang kamu tabrak juga sudah memaafkan mu , kenapa masih menangis aja" ucap Raffi membuatku geram.
" Kamu tidak dengar tadi Apa kata dokter sih tangannya tidak boleh digerakkan dulu sampai sembuh dan itu membutuhkan waktu kurang lebih 6 sampai 8 Minggu kamu tahu kerjanya apa arsitek Pah ,arsitek jari-jarinya itu berguna untuk menggambar untuk desain rumah kelainannya jika dia tidak bisa menggambar bagaimana dia bisa bekerja. Terus kalau dia tidak bekerja bagaimana dia makan, jika dia sudah berkeluarga bagaimana dengan anaknya bagaimana dengan orang tuanya bagaimana dengan suaminya jika dia sudah menikah"ucap Ika panjang rasa bersalah yang di alaminya membuatnya tidak bisa tenang.
Raffi hanya bisa pasrah mendengar ocehan istrinya dia sendiri maklum rasa bersalah istrinya mungkin terlalu besar mungkin saat ini pikiran istrinya hanya penyesalan, jadi daripada dia ngomong salah lagi dia hanya bisa diam mendengar semua ocehan istrinya.
" Mama sudah ngomong panjang lebar kok papa diam aja sih tidak merespon sama sekali, kasih solusi papa" rengekan Ika sambil memegang lengan Raffi , persis seorang anak yang meminta mainan pada orang tuanya.
" Tadi papa ngomong Kata mama salah, daripada salah lagi mending papa diam menjadi pendengar yang baik buat mama " ucap Raffi.
huaaa huaaa suara tangis Ika membuat Fathar yang datang bengong melihatnya. Setelah kejadian yang dialami tadi Fathar memutuskan pulang sendiri menggunakan taxi meninggalkan Zahra di Mall.
" Papa ngapain mama sampai menangis kayak gitu" ucap Fathar yang sudah duduk di samping mamanya.
" Ada apa Ma bilang sama Fathar papa bikin ulah apa sampai mama nangis begini" ucap Fathar yang langsung di pelototi sama Raffi.
"Hai papamu ini tidak ngapa-ngapain mamamu tanya mamamu kenapa menangis ,datang-datang papa disalahin papa ini sangat sayang pada mamamu ga mungkin menyakiti mamamu" ucap Raffi tidak terima di salahkan.
"Mama cerita sama Fathar kenapa mama menangis, siapa yang nakal " ucap Fathar yang langsung di hadiahi pukulan sama sang mama.
" Auh sakit Mama kenapa Aku dipukul" protes Fathar tak terima di pukul sang mama.
" Emang Mama ini anak kecil yang di nakalin temennya terus nangis mengadu ha " omel Ika kepada Fathar.
"Hehehe gitu dong jangan menangis lagi, aku gak tega melihat mama menangis " ucap Fathar membuat Ika mengingat kesalahannya lagi.
" Mama cerita dong kok diam aja" ucap Fathar kepada sang Mama sambil memeluk Mamanya, sebenarnya tujuan Fathar pulang ke rumah pengen merasakan pelukan mamanya yang menenangkan pikiran dan hatinya.
" Jangan lama-lama memeluk mamamu cari istri sana biar bisa dipeluk" ucap Raffi sambil melepaskan tangan Fathar yang memeluk mamanya dan berpindah ke pelukannya.
" Bilang aja papa cemburu sama aku yang lebih disayang mama daripada papa" ucap Fathar meledek Raffi.
" Ya tidak bisa kamu tuh lahir karena aku ya otomatis aku yang disayang mamamu dulu lah baru kamu" ucap Raffi.
" Coba sekarang papa tanya mama, mama lebih sayang aku apa papa pasti jawabnya sayang aku"ucap Fathar.
"Ya iyalah,mamamu yang mengandung mu, melahirkan dan yang merawat mu sampai Segede ini pasti lebih sayang kamu " uca Raffi kesal.
" Haha bener karena ga ada istilah mantan anak " ucap Fathar sambil mengejek papanya.
" kalian ini kenapa sih Mama lagi nangis kok kalian malah berdebat" ucap Yumi yang baru datang bersama Aufar.
"Gimana beres semuanya" tanya Raffi.
"Beres ini undangannya sudah jadi " ucap Yumi Sambil menunjukkan undangan yang di bawanya.
"Kenapa sih ma ko mukanya ditekuk gitu " ucap Yumi.
" Tadi di perjalanan pulang Mama dari rumah tante Gita Mama mengendarai mobil dengan membalas pesan dari papa, karena tidak konsentrasi Mama nggak ngelihat ada anak kecil menyebrang.."
"Mama menabraknya" potong Yumi shok.
" Dengerin mama cerita sampai selesai kenapa gak usah di potong kebiasaan " protes Fathar dan Ika hanya bisa menarik nafas panjang.
" Lanjut ma gak usah di denger pengganggu kaya dia " ucap Fathar.
Begitulah mereka terkadang seperti anak kecil saat berkumpul.
"Karena melihat anak kecil yang menyeberang secara tiba-tiba, Mama membanting setir jadi anak itu selamat.Tapi mobil mama menyenggol setang motor dari arah berlawanan dan mengakibatkan sang pengendara jatuh" .
" Terus apa yang terjadi dengan pengendara yang jatuh itu mah " ucap Yumi tak sabar saat melihat Ika sedang meminum air putih yang ada di depannya.
"Sabar dulu kenapa Mama lagi minum juga" omel Fathar pada adiknya.
"Cerita dong ma,mama bilang hanya luka ringan tapi ko malah sedih mukanya " ucap Fathar.
"Lukanya Ringan tapi masalahnya jari telunjuknya mengalami Mallet finger" ucap Ika.
"Mallet finger itu apa ma" tanya Fathar dan Yumi .
"Mallet finger adalah kondisi cedera yang terjadi pada bagian tendon jari, membuat ujung jari tidak dapat diluruskan karena tendon yang menghubungkan otot dengan tulang jari mengalami peregangan atau robek" jelas Ika.
"Terus masalahnya di mana Ma toh ntar juga bisa sembuh ,Mama tinggal membawanya ke dokter" ucap Yumi.
"Masalahnya yang terluka adalah jari tangan kanan mengakibatkan dia tidak bisa menggunakan jarinya buat menggambar ,sedangkan profesinya seorang arsitek bayangkan gimana nasibnya selama beberapa minggu jika dia tidak bisa bekerja" ucap Ika dengan muka sedih.
Seketika Fathar teringat Feby perempuan yang beberapa hari tidak ditemuinya dan tadi mereka bertemu dalam situasi yang tidak seharusnya.
"Sekarang kan serba canggih kayaknya bisa deh kan menggambar pakai laptop" ucap Aufar .
"Oya benarkah, kalau begitu kayaknya tante harus membelikan laptop buat membantunya bekerja selama jari-jarinya terluka" ucap Ika lansung berdiri.
" Mama mau ke mana " tanya Raffi sambil memegang tangan istrinya yang sudah berdiri.
" Mau beli laptop buat perempuan yang tadi mama tabrak pah" ucap Ika.
"Mama tahu laptopnya yang khusus buat arsitek jenisnya kayak gimana " tanya Raffi, yang dibalas Ika dengan gelengan kepala.
" Nanti saya coba tanyakan pada teman saya yang arsitek jadi Mama nggak usah buru-buru beli" ucap Aufar.
" Fathar juga punya temen arsitek nanti coba Fathar tanyakan atau Mama mau kita ajak dia pergi buat bantu mama langsung memilihnya" ucap Fathar.
"Halah modus loo mau dekat-dekat Feby Kan " ucap Yumi.
"Maksudnya " tanya mama.
" Kata Mama Aufar temennya yang kemarin ikut itu yang datang sama sepupunya mereka itu sama-sama arsitek dan sepupunya itu yang di sosor sama Fathar kemarin" ucap Yumi.
"wah hebat mas berani nyosor Feby gak di hajar sama Bagas"tanya Aufar.
Fathar tidak menanggapi ocehan adik dan calon adik iparnya itu,hanya tersenyum masam mendengar celotehan mereka.
"Ya udah kamu ajak dia beli kita pergi bersama ke mall " ucap Ika.
" Tapi bukan sekarang ma, ini waktunya orang istirahat" cegah Raffi karena sudah pukul 12 siang.
"Oh iya iya mama lupa ".
"lebih baik kita sekarang sholat terus istirahat" ucap Raffi sambil menggandeng Ika masuk kedalam kamar.
" Masih siang Pah jangan di kamar Mulu" teriak Fathar saat mama dan papanya berjalan ke arah kamar mereka.
"Sirik aja cari istri sana buat diajak ke pengajuan" Teriak Raffi.
"Haduh mama sama papa masih kaya ABG ya romantis nya" ucap Aufar.
"Mau kemana Thar" tanya Yumi saat melihat Fathar berdiri.
" Salat terus tidur disini ngapain suruh lihat kalian yang lagi pacaran "ucap Fathar
" Makanya pasangan mau gw cariin " ucap Yumi.
'"Berisik " ucap Fathar sambil naik ke lantai atas tempat kamarnya berada.