My soul mate

My soul mate
49.Guru les



"Maaf ya bu Rafi jadi merepotkan tadinya yang mau belajar cuma kakaknya fajar, nggak tahu nya fajar juga mau ikut belajar"


"nggak apa-apa Ibu Lutfi saya senang bisa membantu "


"Ya udah saya tinggal dulu ya Ibu Raffi ntar anak y bisa pulang sendiri ini"


"iya Bu silahkan "


Hari ini aku mulai mengajar anak-anak ibu Lutfi, belajar di mulai habis sholat isya sampai pukul sembilan malam.


"sekarang kita perkenalkan dulu, kalian boleh memanggil mbak Ika atau Bu Rafi, terserah kalian "


"aku lebih suka memanggil mbak, boleh aku panggil Mbak aja,aku Muhammad Farhan Abdullah, bisaa di panggil Farhan, kalau adik ku Ahmad fajar Abdullah biasanya di panggil fajar "


"aku bisa memperkenalkan namaku sendiri" ketus fajar.


" ok untuk pelajaran pertama kita bahas apa kalian punya PR, kalau tidak punya aku kasih tugas buat mengukur kemampuan kalian "


"mbak Ika aku ada PR "


"Oya coba sini mbak lihat " kata ku sambil tersenyum tipis.


"ok seperti nya ini bukan PR, "


"ha ha ha "tawa Farhan pecah melihat tingkah konyol adik nya .


"ok mbak percaya, coba kamu kerjakan yang menurut mu paling gampang dulu, sekarang kamu Farhan."


"sebenarnya aku gak mau les"


"kenapa "


"kalau nilai ku bagus papa pasti maksa masuk Akmil, aku kan pingin jadi arsitek "


"aku mau jadi tentara kaya papa"seru sang adik.


"kenapa ga coba rayu papa dengan nilai yang bagus, kalau perlu kamu buktikan pada papa kamu bisa sukses dengan pilihan mu"


"cara nya "


"kamu laki laki, Kamu bisa kuliah dengan beasiswa, kamu bisa kuliah dengan bekerja,"


"apa aku bisa "


"tanya pada diri mu sendiri, "


"mbak aku udah selesai "


"coba sini"Setelah itu aku menjelaskan semua materi yang kata fajar adalah PR, sampai pukul sembilan mereka pulang, kulihat Raffi duduk di teras luar sambil merokok.


"tumben merokok"


" pusing"


"kenapa..๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ Ayu calling


"tu mama telpon "kata ku ketus, kulihat Raffi hanya memegang ponsel tanpa mengakat nya sampai ponsel berhenti berdering dan berbunyi lagi.


"angkat speakers" dengan berat hati Raffi mengakat telpon Ayu.


"assalamualaikum"


"walaikumsalam lama banget sih, aku ga mau tau kamu sekarang kesini, Kamu harus misahin putri sama Danu"


"kenapa kamu egois Ayu, Danu itu papa putri biar kan mereka ketemu"


"aku ga mau mereka bertemu Raffi,kamu tidak tahu susah nya dulu aku misahin mereka saat kami resmi bercerai, bahkan putri sampai sakit gara gara nyari Danu "


"dasar wanita gila " umpat ku yang Raffi langsung melotot mendengar nya.


"astaghfirullahaladzim ,astaghfirullahaladzim amit amit amit jabang bayi ya Allah"ucap ku sambil mengelus elus perut ku.


"bodo amat aku gak cinta sama Danu, aku gak mau kembali sama Danu "


"siapa yang meminta mu kembali pada dokter Danu"


"putri ku"


"apa kamu tidak bisa mengalah demi kebahagiaan putri mu sendiri, Putri kandungmu, Putri yang kau kandung selama sembilan bulan Putri yang kau lahir kan, kenapa kau tidak mengorbankan kebahagiaan putrimu demi kebahagiaanmu" kata ku karena udah gak bisa menahan emosi ku mendengar ke egois dan ayu.


"di mana Raffi Aku mau berbicara dengan Raffi bukan dengan dirimu"


"Raffi di depanku"


"kumohon Raffi segera ke rumahku"tapi Raffi hanya diam tak berkutik hanya memandang ku dengan muka serba salah.


"silakan kalau Raffi sekarang juga mau ke rumahmu aku lepaskan,"kataku sambil menyerahkan ponsel Raffi padanya dan segera masuk dalam rumah dan masuk kedalam kamar . Ya Tuhan ternyata ada seorang ibu yang egois yang hanya mementingkan kebahagiaannya tanpa mementingkan kebahagiaan putrinya, bapak ibu seketika aku mengingat kedua orang tuaku dan adik-adikku, meski orang tuaku tidak pernah memintaku berkorban untuk adik-adikku, tapi mereka selalu mengasih contoh kepadaku untuk selalu menyayangi adik-adikku, kuambil ponsel untuk menghubungi kedua orang tuaku.


"assalamualaikum Ibu Bapak"


"waalaikumsalam Putri bapak yang paling cantik"


"bapak lagi ngapain, Ika rindu rumah"


"Alhamdulillah kami sehat semua ada apa ini malam-malam nelepon Bapak sama Ibu tumben"


"Bapak Ibu sebentar lagi akan dipanggil kakek nenek sehat terus ya"


"Alhamdulillah akhirnya aku punya cucu"sahut Bapak dan Ibu secara bersamaan, suara mereka sangat bahagia mendengar kabar kehamilanku.


"sehat-sehat ya ndok jaga cucu Bapak sama ibu"


"nggih pak Udah ya pak, bapak sama ibu istirahat udah malam assalamualaikum salam buat Bayu"


"waalaikumsalam salam buat mantu bapak sama ibu juga ya"


Tanpa menjawab perkataan bapak ku matikan ponselku aku putar musik klasik kupejamkan mata untuk menenangkan pikiranku, hingga terdengar suara pintu kamar terbuka, tidak lama kemudian terdengar pintu kamar ditutup kembali, ku langkahkan kaki ke luar ku lihat Raffi keluar dengan mobil nya.Segera kuambil tas kecil ku masukkan beberapa bajuku, ku langkahkan kaki menuju rumah mayor lutfi, aku sengaja memilih rumah mayor Lutfi karena aku yakin Raffi tidak akan berpikir aku akan kesana.Setelah sampai kediaman mayor Lutfi aku ditemui langsung oleh mayor Lutfi dan ibu Lutfi, aku ceritakan apa yang semua yang kami obrolan kan di telepon tadi.


"saya selaku Kakak sepupunya minta maaf atas kekacauan yang dilakukan adik sepupu saya"


"ijin mayor jujur saya tidak ada maksud apa-apa datang ke sini saya hanya minta ijin sama ibu untuk absen di kegiatan Persit untuk beberapa waktu,"


"dek Raffi mau kemana "tanya Bu lutfi.


"ijin ibu saya hanya ingin sedikit menenangkan pikiran, jauh dari Raffi dan Ayu tentunya untuk kesehatan saya sendiri dan calon anak saya tentu nya "


"jadi dek Raffi sedang hamil "


'iya ibu baru enam belas Minggu"


"sekarang rencana dek Raffi ke mana"


"untuk malam ini saya berencana menginap di hotel terdekat besok pagi berencana akan melanjutkan perjalanan ke luar kota ke rumah teman saya, saya tidak mau pulang ke rumah orang tua takut mereka kepikiran dengan keadaan rumah tangga putri mereka,biar orang tua saya cukup tahu kalau keluarga saya dalam keadaan baik-baik saja"


"Dek Raffi sedang hamil muda saya sarankan jangan berpergian jauh jangan terlalu capek ,jangan terlalu stres,rumah orang tua saya kosong kalau tidak keberatan bisa tinggal di sana sementara atau sepuas dek Raffi juga tidak apa apa "


"Maaf saya tidak mau merepotkan ibu"


"tidak repot dek Raffi saya senang kalau dek Raffi mau tinggal di sana, kita bisa saling menjaga secara tidak langsung dan sebagai ucapan minta maaf kami atas kelakuan Ayu lagian di rumah ibu saya hanya sendirian"


"bener yang di katakan istri saya, jujur sebenarnya saya tau selama ini Ayu dekat dengan beberapa prajurit tapi tidak pernah sampai membawa bawa putrinya"


"mungkin karena Ayu dan Raffi pernah satu sekolah, lagian saya juga masih percaya sama suami saya, apa yang di lakukan hanya demi putri, karena putri mengingat kan nya pada masa kecil nya,yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang ke orang tua nya"


"karena itu lebih aman dek Raffi tinggal di rumah mertua saya, saya akan tegur Raffi atas tindakan nya yang kurang tegas "


"saya kira saya pergi dari nya untuk beberapa saat bisa menjadi pelajaran buat dia mayor, jadi tidak perlu di tegur "


"baik lah saya akan pura pura tidak tau, tapi sebaiknya dek Raffi tinggal di rumah mertua saya biar saya tidak tambah merasa bersalah "


"baik lah mayor " ahkirnya malam ini dengan di antar ajudan mayor lutfi aku di antar ke rumah mertua mayor Lutfi,yang terletak sekitar tiga puluh menit dari asrama.