
Sesuai janji Gani dia akan menanyakan langsung dengan putrinya tentang keinginan Ika untuk bertemu dengan menantunya, awalnya Febby menolak bertemu dengan mertuanya jujur dia kurang percaya diri dengan apa yang ada pada dirinya sekarang. Tetapi nasihat papa memantapkan niatnya untuk bertemu tidak mungkin dia akan bersembunyi terus suatu saat dia akan bertemu orang lebih banyak lagi jadi anggap ini sebagai latihan mental untuk bertemu dengan orang selain keluarga dekatnya.
Demi kenyamanan Feby supaya nyaman Ika rela mendatangi menantunya yang sekarang tinggal di sebuah pesantren di wilayah puncak Bogor.
Saat datang Ika dan Raffi di sambut Feby yang duduk di kursi roda.
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam mari Ma pa silakan duduk" ucap Feby.
" Bagaimana kondisi kamu nak sehat" tanya Ika.
"Alhamdulillah sehat mah tinggal di sini membuat pikiranku jadi lebih tenang" ucap Feby sambil tersenyum meski memakai cadar tapi terlihat dari matanya yang menyipit.
"Bagaimana keadaan cucu mama".
"Alhamdulillah juga sehat Mama tahu Feby hamil" ucap Feby sedikit kaget.
"Tahu, boleh mama tahu kenapa Feby mantap meminta cerai Putra mama tanpa bertanya dulu kepada Putra mama" tanya Ika.
" Jika aku bertanya hanya akan membuat dia berbohong kepadaku" ucap Feby.
"Kenapa kamu bilang begitu " tanya Ika tidak mengerti.
" Saat aku menemui dia dalam keadaan cacat dia pasti akan bilang siap menerima keadaanku apa adanya padahal aku yakin hati kecilnya tidak akan bisa menerima aku" ucap Feby .
" Apa yang membuat Feby bicara begitu" ucap Ika.
" Tadinya aku tidak ingin menggugat cerai tapi setelah beberapa kali bertemu dengannya tanpa dia sadari itu memantapkan pilihan aku untuk bercerai dengannya, maafkan Feby jika keputusan yang aku buat membuat kalian sakit hati " ucap Feby tidak enak.
" Kalau boleh tahu apa yang dilakukan putra papa pada kamu nak ,papa tidak akan membelanya papa percaya dengan pilihanmu" ucap Raffi.
" Pertama aku ketemu Fathar saat pertama aku menginjakkan kaki di Jakarta yaitu di bandara Fathar berjalan di ikuti pramugari cantik, sejak saat itu aku merasa tidak pantas buatnya " kata Feby membuat Ika dan Raffi mengingat kejadian Yumi marah-marah karena Fathar berciuman di parkiran bandara.
" Yang kedua juga di Bandara dia memandang sebelah mata aku karena aku jalan pakai kruk dan yang ke tiga di rumah sakit dia mengatakan sesuatu yang memantapkan keputusan yang aku ambil sekarang "ucap Feby.
" Terima kasih mempertahankan cucu kami bahkan rela tidak melakukan operasi hanya untuk mempertahankan cucu kami ,kami tidak akan minta apa-apa hanya izinkan kami bertemu dengan cucu kami jika dia sudah lahir nanti" ucap Raffi sambil tersenyum tulus menunjukkan rasa sayangnya kepada menantunya.
" Apa kamu tidak ingin mengoperasi luka di wajahmu "tanya Ika.
" Untuk saat ini aku hanya ingin fokus ke kandunganku semua operasi buat kaki buat memulihkan wajahku atau apapun itu, aku tidak mau memikirkannya aku hanya ingin mendekati hari kelahiranku pikiran ku aku fokuskan buat calon anakku " ucap Feby.
" Kalau boleh tahu calon cucu kami lelaki apa perempuan" tanya Ika.
"Aku tidak tahu Ma karena aku tidak ingin mengetahui mau lagi mau perempuan aku akan dengan senang hati merawatnya".
"Apa kamu tidak berniat memberitahukan tentang kehamilanmu pada Fathar" tanya Ika.
" Jujur jika aku beritahu aku takut dia tak percaya jadi biarkan waktu yang menjawab"ucap Feby,Ika dan Raffi hanya pasrah.
Setelah itu mereka tidak membahas tentang rumah tangga fatar dan Febi mereka hanya menceritakan tentang terjadinya kecelakaan itu dan kehidupan Febi selama di Padang setelah kecelakaan terjadi.
" Lo dapat surat dari pengadilan agama gw taruh di ruang kerja papa" ucap Yumi saat dia melihat Fathar masuk ke dalam rumah dan langsung duduk di sampingnya. Sekarang pukul 11 malam Yumi baru pulang dari acara ulang tahun temannya jadi dia mas duduk di meja makan sambil meminum air mineral.
"Surat dari pengadilan agama " tanya Fathar bingung dan bergegas bangun menuju ruang kerja papanya.
" Surat gugatan cerai, apa ini alasan orang tua Feby kemarin meminta data identitas Feby . Jika dia selamat harusnya dia menemuiku dulu bukannya tiba-tiba mengirim surat gugatan cera begini" ucap Fathar sambil marah.
" kamu akan tahu nanti kenapa dia tidak mau menemui dulu malah mengirim surat gugatan cerai "ucap Raffi yang tiba-tiba muncul dan bergabung dengan kedua anaknya.
" Jadi papa sudah tahu kalau Feby selamat" tanya Fathar dengan menahan emosinya , pulang dari perjalanan bukan bisa langsung istirahat tapi malah mendapat surat gugatan cerai dari sang istri yang keberadaannya tidak diketahuinya bahkan dicari-carinya selama ini.
"Papa tahu dan papa mendukung segala putusan yang di ambilnya " ucap Raffi sambil berjalan ke ruang kerjanya.
" Jika papa tahu kenapa tidak memberitahuku kenapa papa hanya diam"geram Fathar sambil mengikuti papanya yang berjalan menuju ruang kerjanya.
"Itu permintaan yang bersangkutan , jadi papa hanya bisa menempati karena itu syaratnya yang dimintanya saat papa ketemu dengannya" ucap Raffi.
" Papa mendukung yang Feby lakukan yang benar saja, di sini aku korbannya anak papa" ucap Fathar.
"Korban ,di mana luka mu kata adikmu saja kamu sudah jalan sama pramugari yang cantik dan seksi ya udah sekarang lepaskan Feby" ucap papa santai Fathar yang kesal langsung keluar dari ruang kerja papanya menuju kamar untuk berganti baju santai serta mengambil kunci mobilnya pukul 12 malam dia pergi meninggalkan rumah.
"Lo dimana temui gw di klub malam di Kemang " ucap Fathar membuat orang di seberang telepon mengumpat marah, tapi sejam kemudian orang itu datang menemuinya.
" pukul 01.00 pagi Lo masih di sini ini jam orang tidur bego gimana orang tua Lo kalau Lo tau " ucap Bagas yang baru datang dan melihat Fathar duduk dengan seorang perempuan yang sedang memberikan servis buat juniornya sedang mulutnya menghisap rokok.
"Ini bayaran Lo dan pergi sekarang " ucap Fathar kepada wanita tadi.
"Gila gw gak kira Lo kaya gini sekarang " ucap Bagas tidak percaya dengan apa yang baru saja di lihatnya.
" Ini Semua gara-gara sepupu lu".
"maksudmu Feby dia sudah diketemukan di mana dia sekarang" brondong Bagas.
" gue belum ketemu dengannya tapi barusan gue pulang terbang dan mendapatkan surat dari pengadilan agama surat , coba tebak surat apa surat gugatan cerai" kata Fathar sinis.
"Jangan bercanda loo emang Feby sudah di diketemukan, di mana dia sekarang " tanya Bagas.
" Kalau gw tau sudah gw samperin dia. Enak sekali dia menawarkan cinta buat aku sekarang aku mau di tinggalkan nya setelah membuat aku hampir depresi" ucap Fathar.
" Sekarang kita pulang besok aku bantuin nyari info " ucap Bagas sambil membantu Fathar berjalan keluar dari club malam tersebut.
Fathar di bawa Bagas ke hotel dekat club' malam karena tidak mungkin membawanya pulang ke rumahnya atau mengantarkan pulang ke rumah orang tuanya Fathar.
"Apa papa tahu kalau Febi selamat dan sudah diketemukan" tanya Bagas kepada orang tuanya yang lagi menikmati sarapan pagi.
"Tau tapi sebatas tau belum melihatnya langsung karena dalam masa pemulihan " ucap papa Bagas.
"Emang pak lek Gani cerita apa" tanya Bagas penasaran.
"Dari yang papa dengar dari Pak Lek Mu lukanya cukup parah dia aja tidak berani kemu orang saat ini karena malu dengan wajahnya" ucap papa Bagas Danang.
" Emang seberapa lukanya sampai dia tidak berani ketemu orang"ucap Bagas.
"Dari cerita pak lek mu, pipinya mengelupas hingga bisa memperlihatkan dagingnya aja .
" Dia tidak berani ketemu orang karena takut dengan wajahnya atau orang yang melihatnya akan menghinanya wanita cacat karena lukanya menimbulkan bekas yang lumayan parah di pipi sebelah sebelah kanan" ucap Danang, yang sudah dikasih tahu oleh Gani tapi dilarang untuk bertemu dengan ponakannya dulu.