My soul mate

My soul mate
23.sah



SAH


SAH,


suara sah diiringi suara doa menandakan bahwa aku telah merubah statusku dari wanita Single menjadi seorang istri,


"ayo kita keluar"kata Lily di dampingi Lily dan ibu aku keluar menuju tempat akad,kulihat ada Raffi duduk di hadapan bapak dan keluarga lainnya,


"assalamualaikum makmum ku


"walaikumsalam wahai imam ku"balasku sambil mengambil tangan nya yang telah di ulurkan untuk ku cium sebagai tanda bakti pertama kali,dan dibalas dengan kecupan di dahi ku,pertama kali ada cowok yang mencium ku,selain bapak dan dia cowok yang pertama ku cium selain bapak dan adik adik ku,setelah di lanjutkan dengan foto dan memintak restu pada kedua orang tua kami,diawali orang tuaku terus orang tuanya


"ini kakak ku dan suaminya ,pasti dah kenal"


"selamat bergabung dengan keluarga kami Ika"kata kak Arin


"hallo Tante Rapunzel"sapa Andin bocah usia enam' tahun


"selamat bergabung dengan keluarga kami"kata Radit membuatku kaget,bukan karena keberadaanya tapi karena ucapannya keluarga kami


"Radit ini adik mas yang paling kecil"kata Raffi lirih tapi masih terdengar di telingaku


"jadi mas anak ....


dan pak Ardi ..."kataku sambil menutup mulutku tak percaya,ya tuhan aku menikah dengan orang yang tidak sama sekali aku ketahui keluarganya


"ga usah kaget mbak,emang ada pabrik atau perusaahan yang ngasih ijin karyawannya kaya aku,kalau ga ditekan suamimu aku juga ga bakal kasih ijin "katanya membuatku memandang kearah Rafi


"bener kamu tekan dia raff"


"mas Raffi,biasa kan memanggil mas sekarang"katanya sambil mencubit pipiku


"ekhm ekhm udah dong dilihat orang ga malu"kata Radit


"ngiri bilang bos"kata Raffi membuat Radit mendengus sebel


" selamat ya,mbak doakan bahagia selalu,dan semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, dan warrahmah."kata mbak Marsya istri mas Haris


"makasih mabak"


"selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, dan warrahmah.dan yang terakhir selamat jadi orang kaya"kata mas Haris membuatku langsung melotot kesel


"mas tau sejak kapan suamiku keluarga raksa,"tanyaku penasaran


"hari pertama Radit ngasih kamu kebebasan ngurus nikah kantor"katanya semua ucapan ucapan baik bagai doa tapi ada juga yang nyinyir apalagi keluarga adik ibu ,bu lek Ranti dan keluarganya malah menuduhku aneh aneh Pake pelet segala hingga dapat tentara tajir


'ga sah dipikir mbak dia iri anak nya yang lamaran duluan tapi ga nikah nikah,kan anaknya gagal nikah',itu kata kata Bayu kemarin waktu kamu menyiapkan acara akad


"capek "kata Raffi,saat ini kami di kamarku setelah sehari ngobrol dengan sanak saudara dan keluarga Raffi,tapi kedua orang tua raffi langsung balik ke Jakarta karena masih banyak kerjaan kecuali Kakak Raffi yang emang suaminya orang sini.


"lumayan ,raf


"kok raf di biasakan Pake mas atau Abang "potong rafii


"belum biasa ,sorry "cicitku


"harus dibiasakan kalau melanggar mas hukum"


"hukum apa"tantang ku


"hukuman enak"katanya sambil berjalan mendekat


"mau nyoba,ayo kalau berani "sambungnya dengan tatapan tajam bagai pedang


"belum ada dua puluh empat jam masak main hukum mau dibilang kdrt Lo"


"tidak boleh Pake elo,gw tapi aku kamu"


"ribet amat kemarin kemarin enggak deh"dengusku sambil berjalan mundur


"raff Lo mau ngapain"cicit ku


"mau ngasih hukuman "belum sempat aku menjawab sebuah kecupan menempel di bibirku membuatku menegang seketika,


"manis"katanya


"ko main cium sih"


"itu kecupan bukan ciuman "katanya lalu menempelkan bibirnya lagi ke bibirku dilanjut dengan ******* dan hisapan di bibir bawah dan bibir atasku,ciuman pertamaku mbuatku lemas dan tidak bisa bergerak sama sekali serasa jantung berhenti berdetak


"bernafas sayang "katanya setelah memberi kecupan kecil


"kaku pasti ciuman pertama "katanya,membuatku langsung mukul bahunya kencang


"salah sendiri siapa suruh main sosor mesum"ketusku


"bukan mesum itu ibadah enak"katanya membuatku langsung melotot


"kan menyenangkan suami itu ibadah"


"modus,"


"bukan modus tapi memanfaatkan kesempatan"katanya


"awas mau mandi "kataku sambil pergi tidak lupa membawa baju ganti ke kamar mandi,setelah selesai mandi aku turun kebawah meski cuma acara akad tapi semua keluarga bapak dan ibu datang berkumpul,karena setelah acara akad malamnya dilanjutkan syukuran mengundang tetangga sekitar,karena acara akad hanya mengundang saudara dan keluarga dekat.


"Ika suaminya diambil kan makan siang dulu,ini udah jam satu kasihan belum makan "kata bulek adek bapak.


"iya Bu lek"kataku berjalan kedepan mencari Raffi yang lagi ngobrol sama bapak dan Bayu,


"raf udah makan belum "kataku sambil duduk disamping bapak


"ndok nak Raffi sekarang suamimu hormati dia,baktimu sekarang pada suamimu,panggil dia yang sopan jangan hanya nama di dengar orang ga sopan"kata bapak membuatku nyengir kuda,dan timbul senyum kemenangan dibibir Rafi dan tawa tertahan Bayu,


"Nak Rafi sana makan siang dulu udah jam satu"kata bapak


"iya pak,ayo dek"kata Rafi,sambil berjalan kearah dapur aku lihat dia tersenyum


"ga usah senyum senyummu itu meledek ku kan"


"enggak siapa yang ledek kamu"


"Pake apa,"


"apa aja yang diambilkan istri ku aku makan"setelah menyiapkan makan kami makan dengan tenang


"wih mantep baru lagi makan "kata Bu lek ranti yang juga ikut makan didepan kami


"nak Raffi jadi tentara dulu bayar berapa"tanya membuatku malu


"gratis Bu,saya masuk Akmil tanpa biaya"


"ah sama aja kamu kaya Dwi jika ditanya,Dwi kan udah lulus dua tahun lalu ko bisa ketrima kalau ga Pake duit ga mungkin,tapi jika ditanya jawabnya gratis"Kate Bu lek Ranti


"kan udah dijelaskan Bu lek umur max 22 tahun,jadi bisa karena umur Dwi baru 20tahun,"dengusku,


"eh anak ibu masih muda ga kalah cantik kenalin dong sama temannya yang masih bujang,kan ibu juga pingin punya mantu tentara"


"boleh Bu"


"Sari sini"


"ada apa Bu"


"ini sari anak ibu cantik kan"


"kenapa sih Bu,"


"ibu pingin kamu kenalan sama temanya nak Raffi biar kamu dapat suami tentara,ga sah ngarep pacar mu,dia dah punya istri "kata Bu lek Ranti


"mas kenal sama pak Radit juga ya,tadi aku lihat pak Radit datang bersama keluarga mas"kata Ranti


"Radit siapa sar"kata bulek


"direktur baru Bu"


"nak Raffi kenal direktur pabrik gula juga,wah hebat tolong dong anak saya udah kerja sepuluh tahun masa jadi teknisi Mulu,kakaknya sari,padahal masuk pabrik duluan anak saya dari pada Ika,anak saya gitu gitu aja,Ika udah bisa bangun rumah,berangkat haji bapaknya........"karena dah panas kuping kuambil piring Rafi yang kosong ku tumpuk jadi satu


"bulek aku mau istirahat dulu"kata ku sambil menarik Raffi menjauh


"ga sah didengerin Omongan orang kaya dia"kataku langsung duduk dan melepas jilbab instan ku


"jangan pernah bilang ke orang,kamu keluarga yang punya pabrik"


"kenapa "


"tar kamu di manfaat kan"kataku yang dibalas dengan senyum


"aku mau bicara serius," kataku dan Raffi langsung duduk di lantai dan menaruh Kepalanya di pangkuanku,karena emang saat ini aku duduk di lantai dengan bersandar pada kasur


"kamu tahu aku punya tiga adik untuk ke dua adikku aku dah ga memikirkan kedua nya sekolah kedinasan masa depannya terjamin,tinggal Bayu dan orang tua ku,sebelum menikah aku bilng ke ayah kalau ayah harus berhenti kerja kalau aku nikah,sekarang aku jadi tulang punggung buat ku kebutuhan kedua orang tuaku dan adikku jadi aku mintak ijin tetap bekerja"


"aku pasrahkan padamu,kalau mau berhenti kerja juga apa apa aku bisa menafkahi kamu,Bayu dan kedua orang tua mu,yang sekarang juga dah menjadi orang tuaku"katany sebelum tidur di pangkuanku.