My soul mate

My soul mate
CHAPTER 4



"Kak,udah selesai tugasnya" Alisha memperingatkan.


Tidak ada jawaban.


"Kaak!" Alisha setengah berteriak.


Masih tidak ada jawaban. Si kakak hanya duduk sambil memandangi diri Alisha.


"KAK GILBERT INI TUGASNYA UDAH SELESAII!!" Kali ini Alisha benar benar berteriak.


Sontak Gilbert tersadar dari lamunannya.


"Eh,sori sori,mana sini,aku cek" Ujarnya.


Whooaa,Gilbert tercengang melihat tulisan Alisha. Sejarahnya benar benar detail,bahkan di dalam tulisannya ada yang belum Gilbert tau.


"Kok kamu tahu banget sih sejarah ini?" Tanya Gilbert heran.


"Iya lah,siapa dulu dong" Sambung Alisha sambil mengibaskan rambutnya.


"Ya udah sekarang kita lanjut ke fakultas lain." Perintah Gilbert.


Mereka berdua pun berjalan menuju fakultas lain,tiba tiba ada seseorang yang menabrak Alisha hingga terjatuh.


"Ehh".


" Woyy kalau jalan liat liat dong,gak tau apa di sini ada yang lagi jalan!!" Bentak Gilbert


Mm,Gilbert belain Alisha nih..


"Kamu gak papa kan?" Tanya Gilbert.


"Gak papa kok kak,lanjut yuk" Tukas Alisha.


Gak salah ni kakak,batin Alisha


-


-


-


Fakultas Ekonomi.


"Ini Fakultas Ekonomi,sekarang kamu catat jurusan jurusannya ya," Pinta Gilbert.


"Dari tadi perasaan tugas mulu deh" Gumam Alisha yang ternyata masih di dengar oleh Gilbert.


"Kerjain aja kenapa sih,nanti aku jelasin,kamu dengerin,kan gampang" Balas Gilbert dengan nada yang agak meninggi.


Alisha beranjak menuju kursi di dekat lorong di sana. Ia pun mulai menulis jurusan yang ada di Fakultas Ekonomi ini. Sebenarnya,Alisha sudah tahu jurusan apa saja,ya,jelas saja karena ia anak dari pendiri kampus ini.


Namun,ada seseorang yang menghampiri Gilbert. Tampak Gilbert berjabat tangan lalu berbincang bincang.


Itu siapa ya? Alisha membatin.


Gilbert yang menyadari Alisha sedang memperhatikan dirinya dengan seseorang yang di sebelahnya,sontak ia menegur.


"Kerjain,gak usah kepo" Ujar Gilbert dingin.


Alisha mencuatkan bibirnya dan lanjut mengerjakan tugas dari Gilbert. Tiba tiba saja ia merasa ada yang mencubit pipinya.


"Iii,gemesh nyaa,ini junior bimbingan kamu Gil? Kamu hebat milihnya ya," ternyata yang mencubit pipinya adalah teman dari Gilbert.


Namun,baru kali ini Alisha merasakan cubitan di pipi nya selain dari ayahnya.


"Eh iya,adek manis namanya siapa?" Tanya teman Gilbert


"A-alisha k-kak" Jawab Alisha gugup.


"Nama kakak Ethan Bradley Maddox,panggil aja,,,emm,,kak Ethan,salam kenal ya" Cerocos sang kakak panjang lebar. Alisha hanya membalas dengan senyuman canggung.


"Eh,sini bentar" Gilbert menarik Ethan menjauhi Alisha


"Apaan?" Tanya Ethan polos.


"Kamu jangan berani deketin dia ya" Ancam Gilbert.


"Kenapa,suka ya sama.....siapa tadi... Alisha ya." Goda Ethan.


"Intinya bukan urusan kamu,udah pergi sana,husshh" Usir Gilbert sambil menggerakkan tangannya tanda ia mengusir.


"Ih,jahat kamu!" Omel Ethan.


"Udah sanaa!!" Usir Gilbert lagi.


Kali ini Gilbert menghampiri Alisha dan duduk di sebelahnya.


"Udah?" Tanya Gilbert.


Namun Alisha malah mengedarkan pandangannya,lalu menghela nafasnya.


"Kenapa si?"


Ehm,sepertinya ada yang mulai care.


"Takut" Jawab Alisha


"Takut kenapa?" Tanya Gilbert yang tampaknya mulai keffo😂


Alisha berbisik, "tadi ada...." Namun Alisha menggantungkan kalimatnya sebab ia tidak enak untuk berbicara.


"Ada apa?" Hmm,gak capek apa ya Gilbert nanya terus..


"Ada ulat di sepatuku" Gaya bicara Alisha sangat mirip dengan salah satu tokoh Toy Story,yaitu Woody.


Beberapa mahasiswa junior yang melewati tempat mereka berdua menatap Gilbert dengan pandangan berbinar (cewek ya)


"Hai kak,"


"Permisi kak".


" Siang kak"


Namun sebagian lagi ada yang hanya melihat Alisha saja(nah ini cowok)


"(senyum gk jelas )"


"Hai Alisha".


Selang beberapa lama......


" Uuh capek" Keluh Alisha


"Kenapa?"


"Capek bales sapaan" Ungkap Alisha jujur.


"Iya juga" Jawab Gilbert


Kring kring kring....


Handphone Alisha berbunyi.


"Hp kamu bunyi tuh" Ujar Gilbert.


"Ya i know"


Saat handphone Alisha di keluarkan.......


iPhone 11 Pro Max!!


"Halo?" Alisha mengawali teleponnya


"Hallo Alisha,do you remember me?" Terdengar suara lelaki menyapanya di seberang telepon


"Siapa ya?"


"Hei ini kakak kamu masa gak inget sii!!"


Mm,Alisha punya kakak...


"Yaampun,ya pantes kan kakak udah 2 tahun di London,maaf ya" >> Alisha


"Ya gak papa,besok kakak pulang" >> Kakak Alisha


"Eh,tapi ayah gak ada" >> Alisha


"Astaga,dimakamin di mana?" >> Kakak Alisha


"Hussh! Ayah belum meninggal,maksudnya gak ada dirumah" >> Alisha


"Ooh,sori,ya udah ya kakak lagi di bandara nih besok minta Pak Sony jemput ya" >> Kakak Alisha.


"Ya,hati hati ya kak" >> Alisha


"Iya,bye" >> Kakak Alisha


Telepon mati....


"Siapa?" Tanya Gilbert.


"Siapa ya?" Alisha balik bertanya.


"Lupakan. Mana tugasnya?" Gilbert mengalihkan pembicaraan.


"Aaaahhh!!!!"


Alisha berteriak lumayan kencang sehingga beberapa pasang mata menatap mereka heran.


"Gak usah teriak,kenapa?" Gilbert bertanya seolah tidak terjadi apa apa.


"Kertasnya...." Sepertinya Alisha sulit untuk berbicara.


"Kertasnya kenapa?"


" Di-injek-sama-kakak" Alisha terbata bata.


"Hah?! Yaampun"


Gilbert mengangkat kakinya dan melihat ada kertas di bawah kakinya. Ia mengambilnya lalu beralih menatap Alisha.


"Iya maaf"


What!! Dari info yang Alisha dapatkan dari Dela,Gilbert itu orangnya gak gampang minta maaf meski itu kesalahannya.


Tapi ini..........


Ok guys sampai sini dulu ya.


Maaf pendek


Soalnya ngisinya pas malem😂


See you.....


Terimakasih buat yang udah baca


Kasih saran ya,,