
Sejak malam aku mengizinkan untuk saling mengenal Fathar rutin setiap hari sarapan di rumahku,hari ini genap seminggu kami melakukan sarapan pagi bersama.
" Masak apa hari ini yang " ucap Fathar saat Feby membawa Secangkir kopi dan menaruh di depannya.
"Gak usah sok romantis panggil aku yang yang malah bikin aku puyeng" omel Feby.
"Hahaha kamu itu diajak romantis merusak suasana saja".
"Bukan merusak suasana tapi membentengi hatiku supaya tidak tertipu mulut manis buaya darat kaya loo" ucap Feby sambil sibuk menyiapkan sarapan.
" wuih mantap udang saus tiram" ucap Isal yang langsung duduk disamping Fathar.
"Mau makan apa ?" tanya Feby .
" Aku nasi goreng udang aja,udang saus tiram buat bekal " ucap Isal dengan cekatan Feby memberikan seporsi nasi goreng udang buat sang adik.
" Ini aku gak diambilkan sekalian " ucap Fathar saat melihat Feby pergi ke dapur.
" Ambil aja aku mau cari tempat bekal buat Isal".
"Hahaha kasian kamu mas"ledek Isal.
" Ini bekalnya di tutup tar aja kalau mau berangkat, mbak mau siap-siap dulu ini uang sakunya buat besok sekalian mbak ga ada uang pas" ucapnya lalu pergi meninggalkan meja makan.
"Tumben kamu bekal?" tanya Fathar.
"Sering ko aku bekal cuma kalau menunya cocok aja ko" ucap Isal sambil nyengir.
Setelah selesai makan Isal langsung menutup bekal dan pamitan berangkat sekolah, setelah Isal berangkat Feby keluar dengan celana sobek sama Hem pres body memperlihatkan lekuk tubuhnya membuat Fathar menelan ludahnya .
" Tumben memakai baju press body " ucap Fathar.
"O ini hari ini ada meeting ,kalau meeting Bagas selalu menyuruh memakai atasan selain kaos. setelah membongkar isi lemari kemeja dan blouse ku yang layak pakai kotor semua kebanyakan kaos semuanya ya terpaksa memakai stok lama meski agak sempit mana kancing atasnya lepas lagi" ucap Feby seketika membuat Fathar melihat pemandangan kancing yang terlepas itu.
"Apa gak sebaiknya kamu pasang kancing bajunya dulu ".
"Nggak usah tar aku bisa mampir ke butik yang ada di lantai dasar lantai dasar, siapa tahu sudah buka".
Ternyata laki-laki semua sama aja melihat body cewek langsung tergoda
untuk memandang. Sengaja Feby berpenampilan sedikit terbuka ingin melihat reaksi Fathar, bukan berati dia bohong Feby tidak seperti kebanyakan wanita yang sangat menyukai belanja dia hanya membeli seperlunya mengingat dia harus banyak menabung untuk masa depan Isal.
"Lusa hari kemerdekaan ada acara apa ?" tanya Fathar.
"Belum ada sih , tapi kalau jadi teman satu tim mau mengadakan camping " ucap Feby.
"Ini aku mendapatkan undangan buat menghadiri upacara kemerdekaan, aku mendapat kehormatan untuk menunjukkan kepiawaian ku mengudara dengan pesawat tempur di hadapan bapak presiden " ucap Fathar sambil menyerahkan undangan di atas meja .
"Ok terimakasih tapi aku gak bisa janji ya " kata Feby sambil mengambil undangan tersebut.
Setelah sarapan seperti biasanya Fathar akan mengantar Feby.
"Selamat ya bro bisa tampil di hadapan presiden "ucap Ali .
"Sama Lo juga " ucap Fathar menepuk bahu sahabatnya. Ali juga bisa menujukkan kemampuan di depan presiden tapi dalam bentuk terjun payung hari ini mereka bisa bertemu dalam rangka gladi bersih.
"Kamu 12 penerjun ada 2 oran wanita " tanya Ali.
"Nga tau maklum ga ngikutin gosip," kelekar Fathar.
"Letnan Zahra Damariva " ucap Ali membuat Fathar sedikit kaget, wanita yang dulu menolak nya karena memilih kakak tingkatnya.Saat itu Fathar dan Ali tahun ke tiga tapi Zahra baru tahun pertama, wajahnya yang cantik dan anggun banyak yang tertarik dengannya, mereka sempat dekat tapi waktu Fathar mengutarakan niatnya Zahra menolak dengan alasan menugu ungkapan cinta orang lain.
"Mujur sekali nasibmu ketemu cinta masa lalu saat diatas karir ,gw denger Juka SK pengangkatan mu juga sudah keluar tinggal nunggu pelantikan, selamat ya bro " ucap Ali,tanpa melihat perubahan muka Fathar .
"Iya hai gimana kabarnya " ucap Fathar sedikit canggung dan tegang.
"Baik gw denger Lo dinas di Lanud Husein Sastranegara Bandung " ucapnya lembut seperti dulu.
"Udah 2 bulan gw pindah di Lanuma Halim Perdanakusuma (HLP)" jawab Fathar.
"Bagaimana kalau malam ini kita makan malam bersama " ajak Ali yang disetujui mereka semua.
"Mbak besok temani aku ya mengikuti upacara di Istana Negara "ucap Isal.
" Selama ini aku latihan ya meski cuma berdiri tapi bangga mbak bisa lihat langsung " ungkapnya senang.
" ok sekarang temani mbak kita mencari baju ada , sesuai undangan " ucap Feby.
"Ok,mas Fathar ga kesini mbak " tanya Isal.
"Nggak kayanya ayo kita cus "ucap Feby.
Mereka berjalan - jalan ke mall terdekat
Setelah mengelilingi beberapa toko dengan mengikuti pilihan Isal ahkirnya pilihan jatuh pada kebaya Bali modern dengan bawahan kain jarik.
" Mbak itu mas Fathar kan " ucap Isal menujuk Ke arah pintu masuk bioskop nampak Fathar dengan 3 temannya, seperti pasangan yang sedang melakukan double date.
"Mbak ko diam ga ada niat menghampiri mereka" ucap Isal karena melihat sang kakak yang tak merespon.
" Biar aja itu hak dia bukan hak kakak buat melarangnya" ucap Feby santai tetapi dalam hati kecewa, sejak makan siang sampai sekarang Fathar sama sekali tidak menghubunginya mengingat biasanya begitu sering dia mengirim pesan.
"Dasar buaya buat apa tiap pagi kerumah ikut sarapan bareng kalau tidak ada rasa " ucap kesal Isal.
"Tidak apa-apa kami sarapan bersama hanya sebatas teman,ayo buruan habiskan pulang istirahat biar besok semangat " ucap Feby menghibur Isal.
"Hai maaf lama" ucap Zahra menghampiri Fathar dan Ali yang sudah menugu di depan mall.
"kenalkan ini serta Vera teman satu asrama aku " ucap Zahra. Setelah berkenalan singkat mereka masuk bersama Zahra berjalan di depan sama Fathar dan Ali sama Vera di belakang.
" Bagaimana kalau kita nonton dulu baru makan" usul Zahra pun disetujui mereka, mereka masuk bioskop berpasang layaknya pasangan. Dinding kaca Bioskop nampak begitu jelas dari stan makana siap saji yang berada di depan bioskop.
" Nggak tau kenapa aku merasa Zahra ko matre ya" ucap Ali di dalam mobil Fathar setelah mengantarkan para wanita pulang.
"Ko bisa lo berpikir begitu ?" tanya Fathar.
"Dari awal tujuan kita makan malam bukan nonton atau belanja ,tapi begitu ketemu dia langsung mengajak kita nonton " ucapan Ali.
Bahkan setelah mereka pergi nonton Zahra juga yang memilihkan tempat di mana mereka makan tanpa bertanya kepada yang lain .
" Seharusnya dia bertanya Ke mana kita makan nggak langsung main tunjuk restorannya ,aku yakin kamu tadi habis satu juta buat makan kita berempat" ucap Ali.
" Nggak sampai cuma 955.000" ucap Fathar.
"Sama aja tinggal sedikit lagi 1juta, terus habis makan tiba-tiba ngajak ke toko sepatu dan memilih yang kemudian pura-pura duit cash nya kurang " geretu Ali.
"Ya siapa tau benar adanya " bela Fathar.
"Dasar buncin Lo, wanita baik - baik tidak akan melakukan itu pura-pura pinjam uang, kenyataan nya di diam aja kan setelah Kita sampai asrama" ucap Ali tak suka cara Zahra.
" Aku ikhlas, lagian aku juga gak akan mau jika dia mengembalikan uangnya ko" Ucap Fathar.
" Bego dasar buncin , kalau aku jadi kamu mending aku sedekah ke rumah yatim dari pada ku kasih wanita kaya dia. Lagian dulu dia menolak Lo kan gara-gara ngincar anak Marsekal Muda TNI (MARSDA TNI)si Bintara kakak tingkat kita".
Fathar tidak menanggapi ucapan Ali di a senang bisa jalan bersama dengan wanita yang dulu pernah disukai nya.