
Sebulan sejak peristiwa nenek dan ibu tirinya Feby mendatangi semua masih berjalan normal,Bagas sering menginap dan Ika beberapa kali menemani Feby memeriksa kondisi jari-jarinya.
Dengan paksaan Ika , Feby menerima laptop yang di beli Ika buat menunjang pekerjaan selama tangannya masih sakit.
"Gimana ma tadi hasil periksanya" tanya Fathar kepada mamanya,Fathar rela langsung pulang kerumah orang tuanya setelah mengikuti latihan gabungan di Lanuma Abdul Rachman Saleh (ABD), Malang.
"Allhamdullilah sudah lebih baik jika tidak ada masalah 2 Minggu lagi sudah sembuh total " ucap Ika.
" Kamu langsung kesini tidak istirahat dulu di Barak " tanya Raffi.
"Aku penasaran dengan keadaan Feby" ucap Fathar lirih.
"Terus gimana adik asuh mu sekarang" tanya mama.
"Aku terakhir komunikasi waktu dia pamit kembali ke tempat tugasnya, emang beberapa kali sempat mengirim pesan tapi aku sudah tidak ada niat untuk membalas pesannya " ucap Fathar.
" Aku dengar papa menolak jabatan ketua BIN " tanya Fathar.
"Sebenarnya papa mau ambil tapi dilarang sama mamamu disuruh fokus membantu perusahaan biar nenek dan kakekmu bisa istirahat tidak memikirkan perusahaan lagi" ucap Raffi.
"kasihan Mama sama papa dari muda terus bekerja membangun perusahaan sekarang sudah tua biarkan menikmati hari tuanya dengan menikmati hasil kerja kerasnya selama. Sekarang tugas kita anak-anak dan cucu-cucunya untuk mempertahankan perusahaan yang telah didirikan oleh Mama dan papa, jika papa menerima tawuran itu kasihan pasti Mama dan papa akan kepikiran dengan perusahaannya" ucap Ika.
"Bener kata Mama lagian sudah 38 tahun sudah saatnya Ayah pensiun giliran kamu yang muda yang meneruskan perjuangan yang tua ini" ucap Raffi.
" Kamu belum pernah bertemu dengan Feby sejak hari itu " tanya Ika.
" Iya ma biarkan waktu nanti mempertemukan kami" ucap ku, sejak kejadian itu aku beberapa kali kalau lagi libur suka memperhatikan Feby dari jauh tanpa berani mendekat.
" Papa punya informasi yang penting buat kamu sebentar papa ambilkan " ucap Raffi berjalan menuju ke ruang kerjanya.
" Ini bacalah " ucap Raffi sambil menyadarkan dua amplop besar.
"Apa ini pa" tanya Fathar sambil membuka amplop.
Feby Anisa Kusuma putri tunggal dari pasangan Denisa putriatmojo(ibu Feby) dan Ganiatama Kusuma (ayah Feby). Bercerai saat usia pernikahan masuk 17 tahun.
Ganiatama Kusuma menikah lagi dengan mantan muridnya Pitaloka Candrawati mempunyai seorang putri bernama Calya Serly Kusuma ,3 tahun terakhir sering keluar masuk rumah sakit dikarenakan mengidap leukemia stadium 3.
"Jadi karena putrinya menderita kanker darah dia membutuhkan donor tulang sumsum belakang buat kesembuhan putrinya"ucap Fathar.
"Ada yang lebih mengejutkan yang kamu perlu tahu, yang ada di situ hanya informasi bersifat umum".
"Apa itu pa " tanya Fathar dan Ika penasaran.
" Dari penyidikan orang yang papa bayar dan terbukti akurat, istri muda Ayah Feby adalah anak kandung ibu Hartati Kusuma alias nenek Feby" ucap Raffi.
" Gila apa mereka melakukan pernikahan sedarah hingga mengakibatkan anaknya terkena penyakit kanker darah" uca Ika penasaran.
" Sepertinya bukan mereka tidak sedarah dari informasi yang papa dapat Hartati menikah dengan Djatmiko karena perjodohan,5 tahun menikah tidak punya anak ahkirnya Djatmiko menikah sirih dengan pembantunya dan lahirlah Ganiatama"jelas Raffi.
"Jadi Pitaloka anak dari Hartati dan selingkuhannya"tebak Ika yang di anggukin Raffi.
"Pantas Hartati terlihat tidak menyayangi Feby" ucap Ika.
"Perceraian orang tua Feby di duga karena campur tangan Hartati yang ingin anaknya masuk keluaga Kusuma "ucap Raffi.
"Ya Tuhan jahat sekali wanita itu,tega melakukan semuanya tanpa memikirkan perasaan sesama perempuan " ucap Ika.
"Apa menurut papa Feby tau yang menimpa orang tuanya karena campur tangan neneknya " tanya Fathar.
" Mungkin karena dari informasi yang papa dapat Feby dan mamanya pernah mendapat ancaman sebelum penceraian itu " ucap Raffi.
"Ya Tuhan sebenarnya keluargaku Kusuma itu Keluarga apa sampai Hartati terobsesi melakukan segala cara untuk memasukkan anaknya menjadi anggota keluargaku Kusuma " ucap Ika.
"Keluarga Kusuma keturunan darah biru pemilik yayasan sekolahan besar punya perusahaan tambang" ucap Raffi.
"Kalau sama perusahaan Keluarga Raksa asetnya menang siapa "tanya Ika.
"Wow pantas dia ngotot memasukkan anaknya ke dalam keluargaku Kusuma emang harta bisa membuat seseorang berubah ya" ucap Ika.
" Ada yang nggak berubah udah masuk jajaran orang terkaya 10 masih suka makan di pinggir jalan"ucap Raffi.
"Selama ini gimana Febi dan Mamanya bertahan hidup dengan adiknya yang kecil serta membiayai kuliahnya"ucap Ika mengalihkan obrolan Raffi.
Raffi hanya tersenyum geli melihat tingkah laku istrinya yang mengalihkan pembicaraan.
"Dari yang aku dengar Feby selain mengandalkan beasiswa selama kuliah Feby menerima job sebagai model, nyanyi di cafe dan mamanya bekerja menjadi guru di SMA swasta " ucap Fathar.
"Dari informasi yang papa dapat orang tuanya Febi bercerai karena tuntutan keturunan anak lelaki "ucap Raffi.
"Terus adik Feby apa namanya menikah lagi " tanya Ika.
"Tidak mama Feby tidak pernah menikah lagi itu anak dari suami pertamanya diperkirakan setelah ketok palu baru dia sadar kalau dia hamil" ucap Raffi.
"Wah bisa gawat kalau ketahuan ada anak lelaki" ucap Ika.
" Fathar jika kamu mencintainya dan yakin dengan perasaanmu perjuangkan sekarang lindungi dia dari orang-orang yang tidak punya kemanusiaan , yang hanya membagikan harta dunia"ucap Raffi.
"Sebenarnya waktu papa menyuruh aku salat istikharah aku langsung melakukannya dan beberapa kali Feby muncul dalam mimpiku . Sekarang aku hanya mencari waktu yang pas kapan kira-kira aku harus bergerak maju "
" Bagaimana dengan jari-jari tanganmu Katanya tadi habis periksa ke dokter" tanya Bagas kepada Feby, saat ini mereka sedang berada di rumah Febi sedang makan malam dengan makanan yang dikirim oleh Mama Bagas.
"Alhamdulillah sudah lebih baik Kalau bisa bertahan begini kemungkinan dua minggu lagi udah pulih 100%"ucap Feby sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
" Isal Mas dengar kamu mengikuti pertandingan futsal antar sekolah, kalau menang ntar maju ke tingkat provinsi ".
"Iya Mas doakan ya supaya lolos karena setahuku kalau bisa lolos ke provinsi enter piagamnya bisa digunakan untuk masuk ke sekolah favorit" ucap Isal bangga.
"Bagaimana kalau besok kita jalan-jalan sekalian beli sepatu futsal buat kamu ".
"wah bener mas".
" Iya " jawab Bagas sambil tersenyum dan mengajak-ngajak rambut Isal.
" Oya aku ke depan dulu ya mbak mau membeli peralatan sekolah bersama Aldi" pamit Isal.
"Hati-hati ini buat beli peralatan sekolah mu" ucapkan sambil menyodorkan uang warna biru kepada Isal.
" Makasih mas " ucapan sebelum pergi.
Setelah selesai makan dan merapikan meja makan Feby dan Bagas kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang belum selesai .
"Mbak, mbak gawat" ucap Aldi yang masuk sambil berlari dengan suara yang masih ngos-ngosan karena habis berlari.
" Ada apa cerita pelan-pelan, Kalau nggak minum dulu air putih biar sedikit tenang" ucap Bagas sambil menyerahkan segelas air minum.
" Isal hilang ".
" Hilang bagaimana" tanya Feby kaget.
" Tadi setelah dari foto copy dia mau beli es dulu setelah aku tunggu 10 menit tidak datang-datang akhirnya aku samperin tapi di sana tidak ada saat aku tanya ke penjualnya tidak ada anak yang ku maksud " cerita Aldi.
"Ya Tuhan gimana ini" ucap Febi.
Ting xxx62 8884xxxxxxxx
KALAU MAU ANAKMU SELAMAT DATANG KE RUMAH SAKIT ESOK HARI IKUTI PROSEDUR PEMERIKSAAN DONOR TULANG SUMSUM BELAKANG
Isi pesan yang masuk dari nomor tak dikenal beserta gambar Isal yang sedang tertidur di dalam sebuah mobil membuat Feby langsung lemas.
"Aku harus ke rumah sakit sekarang Isal dalam bahaya"ucap Febi bergegas bangun.
"Jangan gegabah kita pikirkan solusinya jika kamu langsung pergi bukan hanya Isal kamu juga dalam bahaya" ucap Bagas sambil memegang tangan Feby.