
" gimana dok sehat" Tanyaku pada dokter William , saat ini aku sedang berada di rumah sakit untuk periksa kandungan tanpa ditemani siapapun.
"Dedeknya sehat Sekarang usianya udah tiga puluh dua minggu ,air ketubannya udah pas ,berat badannya udah ideal,kalau posisi masih berubah ubah ya, mau lihat jenis kelaminnya nggak" Tanya Dokter William.
" enggak lah dok masalah jenis kelamin biar menjadi kejutan" yang dijawab dokter William dengan anggukan kepala.
"Raffi masih belum pulang"
" belum dok padahal udah 3 bulan kemarin waktu berangkat sih bilangnya Kurang lebih 3 bulan tapi ini di udah tiga bulan lebih seminggu sih belum ada kabar apapun"
" yah risiko pekerjaan yang sabar aja sepertinya Raffi juga lebih baik dari dulu dari zaman sekolah dulu"kata dokter wiliam sambil tertawa.
" Iya Raffi pernah cerita Kalau dokter adalah teman masa-masa bandelnya, dulu teman aduh kekuatan otot ,teman balapan liar,bahkan pernah masuk kantor pilisi "
" ha ha ha ternyata banyak yang raffi ceritakan ya Raffi tentangku padamu"
" Ya pastilah do k Kita kan suami istri Jadi harus seling terbuka"
" bagus itu kunci rumah tangga adalah komunikasi rumah tangga saya yang mau saya bina gagal sebelum ke pelaminan gagal juga gara gara komunikasi"
" yang sabar dok mungkin Belum jodohnya"
"Bener juga katamu jodohnya yang terbaik masih disiapkan"
" ini seperti biasa saya kasih vitamin jangan lupa satu bulan lagi ke sini ya karena usianya Udah semester ke tiga sering-sering ikut dengan senam ibu hamil"
" Terima kasih dok" aku melangkah keluar menunggu antrian obat duduk sendirian sambil bermain ponsel,Ratih dan Santi sudah pada berhenti kerja karena para suami tidak mengizinkan kerja lagi ,jadi tidak ada yang menemaniku di rumah sakit, hari-hariku tanpa Raffi berjalan seperti biasa mengejar Les buat Fajar dan Farhan tapi sudah sebulan ini Farhan berhenti karena baru menyelesaikan ujian nasionalnya tapi Farhan masih suka ke rumah ngantar Fajar.
"Mbak Ika ya"kata laki laki berjas dokter.
" Iya benar Anda dokter Danu"
" Iya habis kontrol kandungan Mbak"
" Iya biasa kontrol bulanan"
" Kapten raffinya mana Mbak sendirian aja"
" Rafi ada tugas di pedalaman Sudah tiga bulan sih"
" Jadi mbak ika sendirian"
" udah biasa Mas nggak masalah, jangan panggil mbak ,panggil nama aja,praktek disini sekarang"
"iya sudah sebulan "
"gimana Ayu dan putri"
"sekarang mereka tinggak sama saya"
"rujuk dong"
"belum doakan ya,soalnya putra juga berusaha meraih simpati Ayu dan Putri"
"Mintak sama yang mempunyai hati,yang bisa membolak balikan hati hambanya"
"bener katamu,terima kasih saranya"
"ibu ika pratiwi"
"udah dulu ya,namaku udah di panggil" kulangkahkan kaki untuk mengambil obat dan setelahnya berjalan keluar meninggalkan rumah sakit,sesampainya Aku di rumah kulihat Ratih dan Santi duduk di depan teras rumahku
" Ada apa kalian ngumpul di sini"kataaku sambil membuka pintu asrama.
" Mbak dari mana jam segini baru pulang"
" kontrol bulanan melihat pertumbuhan dede"
" kalian ini ya aku tuh udah dewasa bukan anak kecil yang harus di kawal kemana-mana"
"he he he sebelum pergi kami kan di amanhin buat menjaga mbak"
"iya mbak kalau ada apa apa sama mbak kami merasa sangat bersalah "
"semua yang terjadi udah ada garisnya masing masing,kita tinggal menjalani"
"selamat malam kami mintak maaf menggagu waktynya"seru mayor lutfi beserts istrinya.
"malam masuk mayor juga ibu,silahkan duduk"
"kedatangan saya kesini malam malam sabagau atasan Raffi"kata mayor lutfi berhenti menarik nafas panjang sebelum meng meneruskan kata katanya.
"seharusnya kapten Raffi sudah kembali kesini tiga hari yang lalu,bersama keempat rekannya tapi kemarin ke empat rekan raffi kembali tanpa kapten raffi dan dari cerita mereka tangga penghubung ke helikopter putus dan kapten terjatuh ke jurang" kata kata itu bagaikan siraman air panas buat tubuhku.
" Innalillahi rojiun" ucap kami bertiga.
" yang sabar bu Raffi Emang keadaan Kapten Raffi belum diketemukan sekarang tim kami lagi menyusuri jurang buat mencari keberadaan Kapten Raffi meski kemungkinan hidupnya cuma lima puluh perssen tapi kami akan berusaha mencarinya"
" Astaghfirullahaladzim ,Allahu Akbar, Allahu Akbar,lindungi Suami hamba Ya ALLAH di mana pun berada,aku pasrahkan semua padamu hidup mati kami hanya untuk mu,jika ini jalan yang kau gariskan beri hamba mu ke kuatan untuk melaluinya hanya padamu aku berpasarha dan hanya kepada Mu hamba mohon pertolongan"kata ku lirih, kedua tanganku digenggam erat oleh Santi dan Ratih di kanan dan kiriku.Hanya dzikir yang terus ku ucapkan lirih untuk menguatkan dan menenangkan ku hatiku,aku tidak boleh tumbang,ada nyawa anak kami di perurku jadi aku harus kuat.
"bu Raffi kami pulang dulu jika ada kabar tentang kapten Raffi akan segera kami sampaikan"
"terima kasih mayor udah datang ke kediamman kami secara langsung untuk menyampaikan kabar berita ini,kalau boleh saya ingin bertemu langsung dengan ke empat rekan suami saya"
"boleh besok mereka akan saya suruh kesini langsung bertemu dengan mu"
"terimakasih mayyor" setelah kepergian Mayor Lutfi beserta istrinya, aku minta Ratih dan Santi untuk pulang karena Aku ingin menenangkan diri. Aku tidak berani menghubungi keluarga takut membuat keluarga besar Raffi maupun Ayah Ibuku cemas, Hanya doa memohon kepadanya supaya supaya cobaan ini segera berakhir.
tok tok tok ku buka pintu rumah ku,ku lihat empat orang tentara muda di depanku.
" selamat siang perkenalkan saya letnan Taufik"
"Selamat siang perkenalkan saya serka Handoko"
"Selamat siang perkenalkan saya serda Heru"
"Selamat siang perkenalkan saya Serka Rizal"
"siang silahkan duduk tapi maff kita hanya bisa duduk di luar"
"tidak apa apa ibu"
" saya diperintahkan mayor lutfi bersama rekan-rekan saya untuk menemui ibu"kata letnan Taufik.
"Iya Benar saya meminta Mayor lutfi untuk bisa bertemu dengan keempat segan suami saya secara lsngsung"
"kalau boleh tahu apa yang bisa kami bantu"kata letnan Taufik.
" Saya hanya ingin mengetahui kronologi kejadiannya itupun jika diperkenankan saya tahu" mereka berempat saling memandang hingga akhirnya ketiganya saling mengganggu.
"Hari itu hari kepulangan kami karena titik lokasi yang jauh dan terpencil hanya bisa dijangkau dengan kapal feri dan helikopter, seperti biasanya kapten Raffi akan naik yang paling terakhir dia meminta Kami naik helikopter duluan"letnan Taufik menjed kalimatnya.
" Tapi saat masih ada tig orang yang bergelantung di antar tali tangga menabrak pohon dan mrngakibatkan tali itu putus setengah tapi kapten malah meminta saya dan serka rizal untuk segera naik tanpa memepedulikanya yang berakibat kapten Rafii terjatuh di tebing jurang"kata letnan taufik kulihat mata ke empatnya laki laki di depanku juga berkaca kaca.
"karena itu kami membatalkan kepulangan untuk mencari keberadaan Kapten Raffi, hari pertama kami mencari Tidak ada hasil hari kedua turun hujan dan dilanjutkan pencariannya di hari ketiga, tapi pada hari ke empat atasan kami meminta kami kembali ke pusat untuk memberikan laporan kerja kami tapi pencarian tetap dilakukan dan diteruskan tim lain bahkan sampai saat ini pencarian masih dilakukan"jelasnga.
" Kami berempat mau minta maaf karena belum bisa membawa Kapten Raffi pulang dengan selamat"
" tidak apa-apa terima kasih atas informasinya Hanya doa yang saya minta semoga pencariannya segera menemukan titik terang"
" kalau begitu Kami berempat pamit undur diri"
" silakan sekali lagi terima kasih atas informasinya"