My soul mate

My soul mate
35. Awas ketahuan



Lo pinter banget ngomong sejak memiliki suami tentara"tanya nya sinis.


"bukan gitu,kemarin waktu raffi berangkat dia menenangkan ku dengan ngomong begitu"jawabku


"tapi ini dah dua hari ga ada kabar "keluhnya


"ya wajar namanya juga kesasar di hutan,kalau ke dasar di mall tinggal umum min ke pusat informasi"jawab ku mencoba melucu tapi aku malah dapet pelotottan .


"udah Lo sekarang makan kasihan dedeknya,habis itu minum vitamin dan penambah darah mu".


🎼🎼


"assalualaikum"


"walaikumsalam"


"gimana Lily"


"sempat stress hingga harus dilarikan kerumah sakit tapi udah dapat penanganan ".


"Alhamdulillah"


"terus kamu kapan pulang"


"sampai pembebasan Sandra selesai,titik lokasi penyekapan udah ditemukan,rencana udah matang tinggal waktu dari mata mata kita sih malam ini kami bergerak,doakan aku kembali dengan selamat".


"pasti aku juga ga mau jadi janda ya masak sebulan nikah udah kamu tinggal mati'jawaban meski secara agama dan negara udah delapan bulan tapi kan orang orang tahu nya baru sebulan membuat yang disebrang sambungan ketawa ngakak.


"lagian aku juga ga mau mati,kalau aku manti ke enakan kamu mempunyai warisan banyak terus kamu nikah lagi suamimu dapat kamu janda rasa kaya masih sempit lagi"


"eh mulut nya ya"


"ya emang baru dipake sekali kan masih tergolong baru"


"itu mulut nya kenapa ga dikondisikan sih dari tadi"


"kalau aku pulang selamat aku habisi kamu ,aku gak mau nugu lama lama proses pembuatan Raffi junior"


"ah udah aku mau nengokin Lily dulu,kedalam"


"oke doakan malam nanti aku bisa bawa pulang Angga"


"tentu assalamualaikum"


"walaikumsalam cintaku"lebay amat suami ku sekarang.


"ly kamu udah bangun sejak kapan disini"kata ku sedikit kaget apa dia dengar obrolanku ya.


"sejak tadi ,jadi Angga bukan ke sesat kan dia dan teman teman di culik "kata nya sambil menghapus air mata nya yang tanpa diperintah udah mengalir,membuatku juga ikut meneteskan air mata.


"maaf udah dilaksanakan operasi penyelamatan pertama tapi Angga dan kelima temannya juga satu dokter dan satu jurnalis masih ditahan sabar ya,kita bantu doa"kata ku malah membuat Lily lemas hingga terjatuh,aku membantu duduk disofa serta mengambil minum,aku hanya bisa menghibur nya yang lagi menangis ,aku juga maklum disaat hamil mendapat kabar kaya begitu.


Hingga kapten Affan datang dengan istrinya mbak fian, mereka menggunakan seragam lengkap, juga mbak fian dengan seragam persit nya.


"siap siap ya Ly kita jemput Angga sekarang"kata mbak fian


"gimana kondisi Angga mbak"kata Lily penasaran.


"kita akan tahu nanti ya mbak juga belum tahu,".


"apa pun yang terjadi harus kuat,"bisik ku.


"apa aku boleh ikut nemeni Lily"tanya ku mbak fian pun mengangguk,dalam perjalanan menggunakan mobil kapten Affan tidak ada suara sama sekali,hingga kami tiba di Bandar Udara Abdul Rachman Saleh milik TNI AU setelah menugu hampir satu jam sebuah pesawat Hercules C-130 mendarat,hingga pintu pesawat di buka nampak satu persatu orang keluar dari yang luka ringan,dan ada yang mesti di bantu pake kursi roda dan ada juga yang ditandu membuat ku tidak bisa berpikir jernih di tambah dari kemari sejak Raffi menghubungi ku lewat Vidio call kemarin siang dia tak menghubungi ku lagi ,aku juga ikut cemas hingga aku lihat Raffi keluar dengan mendorong kursi roda Angga,belum sempat aku mengeluarkan kalimat apapun aku melihat Lily udah ga sadarkan diri.


"Ly ly bangun ,mbak Lily pingsan lagi "teriak ku pada mbak fian ahkirnya dibantu beberapa tentara yang ada dibawa ke mobil kapten fian .


" mas kamu disini juga "


"biar Angga yang Jagga Lily belakang "


"giman sampai begini ka "


"terlalu stress bahkan kemarin pendarahan ,saking stress nya badanya menolak makanan yang masuk setiap dia makan akan muntah ,kedua orang tua kalian juga dalam perjalanan kesini".Setelah sampai dirumah sakit sudah ada kedua orang tua mereka ,dan sayang bayi dalam perut nya ga dapet diselamatkan.


"pulang yuk,Lily dan Angga dah ada orang tua mereka dan juga keluarganya ".Setelah pemakaman putri mereka aku dan Raffi pamit pulang tidak lupa mampir kerumah ibu sebentar.


"gimana Lily "


"pendarahan Bu,dedek nya ga bisa di tolong"


" Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun,semoga Lily dan Angga diberi kesabaran ,ya.Kalian langsung balik ke Surakarta ga nginep"


"gak Bu,aku mampir mau ngambil berkas sama beberapa buku dan novel buat baca,yang kemarin ga sempat kebawa"


"ya udah hati hati,kalau kamu sudah isi jangan stres" kata ibu,membuat Raffi tersenyum jahil.


"nyampe ke rumah kita langsung bikin proses Raffi junior ya" bisiknya saat di mobil ,karena di depan ada letna Riko yang lagi mengemudi jadi aku cubit aja paham suami mesum ku.


"ih bikin kaget aja" kataku kesel lagi ngulek cabe Raffi melingkarkan tangannya ke perutku dan menciumi leherku dan bergantian menjilat daun telinga,yang tadi mau marah karena kaget jadi merinding disco badanku.


"bikin ayam geprek aja,masih ada ayam kuning kemarin tinggal goreng, ayo makan dulu dah siap"


"masih pada panas,sambil nugu dingin kita cari sensasi baru di dapur yuk"katanya dengan suara berat sambil menghisap area leherku membuatku lemas.


"masss ah"ketika rafii menghisap kuat leherku dan tangan mulai menaikan daster rumahan yang kupakai.


"jangan kuatir pintu depan dah aku kunci" katanya sambil menekan kan kebanggaan nya pada tubuhku membuatku langsung blank.


"Deek tanggung jawab lah "


"apa lagi tadi kan udah"


"gara gara tangan adek bekas cabe ni "sontak aku ketawa siapa suruh memintak jatah ga lihat situasi.


"terus mau diapain lagi,mau tak suruh berendam di kamar mandi ga ada Bathtub ,mau di kompres air dingin"


"gak tapi ,jadiin permen"


"modus ,udah ah ,tu lima menit lagi adzan Isyak sono ke mushola"usir ku.


"tapi kalau pulang sholat Isak belum sembuh ya"


"Halah modus paling sembuh juga bilang belum sembuh" dengan senyum mesum dia mendekat.


"apalagi "


"kising doang "


"dasar mantan play boy"


"ga pa pa udah halal" katanya sebelu melangkah ke luar.


"mba Ika besok kerumah ibu danyon bareng ya " sapa Ratih istri letnan Riko rumahnya sebelah ku pas,umurnya sebenarnya sama tapi gara gara pangkat suami memanggilku Bu,karena aku keberatan jadinya memanggilku mbak udah menikah empat tahun belum di karuniai momongan.


"mau bawa apa "tanya ku ,besok ibu danyon mau meng khitan anak bontotnya yang berumur sepuluh tahun.


"tau aku juga bingung ,tar tanya suami aja"


"pinjam sepedah mau kedepan mau beli tepung buat bikin kue basah aja besok pagi"


"ini kuncinya mbak"


"sepada goes aja biar sehat" dengan mengendarai sepedah aku belanja kebutuhan bahan kue,karena lumayan antri jadi agak lama,aduh bisa gawat kalau Raffi pulang aku ga da dirumah ,lupa pamit lagi mikir ku sebentar gak taunya antri,Raffi ngobrol sama siapa itu wanita cantik,kalau aku samperin kayanya ga sopan,ah bodo mungkin temannya.


"Ratih makasih sepeda nya".


"mau bikin apa "


"brownis kukus aja kali yang gampang lagian juga ga ada oven"


"assalamualaikum "


"walaikumsalam ,ko baru pulang mas,itu letnan Riko dah nyampai rumah dari tadi"


"itu itu tadi ketemu temen di ajak ngobrol bentar "


"hati hati mbak masak mas Riko dah sampai rumah dari tadi ko"


"ga papa berani macam macam akan terima balasan dua kali lipat"


ha ha ha"bener mbak aku setuju,tak dukung kamu mbak "


"Riko istrimu mengajari istriku ga bener "


"ga bener kenapa ,ha emang Ratih ngajarin aku apa,"kataku lansung masuk bawa kantong belanjaan .


"kamu dari mana"


"dari warung depan "


"apa warung depan"


"iya,warung depan dekat mushola kenapa ,takut ketahuan aku,"


"bukan ,emang aku kenapa"


"ya emang aku tahu,terus kenapa kamu gugup,"


"enggak ko"


"ya udah santai aja kalau ga"