My soul mate

My soul mate
118. Gagal



Dengan didampingi Fathar yang di kira suami Feby mereka ke rumah sakit. selama perjalanan tidak ada percakapan sama sekali, Fathar tahu perasaan Feby sedang kacau memikirkan keadaan adiknya.


Sedang Ika , Raffi dan Bagas meluncur kerumah keluarga Kusuma setelah mereka mendapatkan informasi keberadaan Isal di sana.


"Lo Bagas kamu Bagas kan anak mas Danang " ucap Gani ayah Feby saat melihat tamu yang datang ke rumahnya.


" Iya saya Bagas anak Bapak Danang ternyata Pak lek masih ingat saya" ucap Bagas,Gani hanya tersenyum menanggapi omongan Bagas.


"Ada perlu apa ke sini apa ada sesuatu yang terjadi dengan.." ucap Gani terhenti tidak berani melanjutkan ucapnya.


" Kenapa berhenti apa om lupa namanya "ucap Bagas.


"Tidak om masih ingat hanya om sedih jika mengingat penolakannya " ucap Gani.


" Wajar kalau dia menolak keberadaan Om setelah apa yang Om lakukan padanya,Feby tau semua kebejatan Om jadi Wajar jika dia membenci Om tidak ada seorang anak pun yang rela mamanya disakiti" ucap Bagas.


"Aku anak ingin meneruskan garis keturunan keluargaku" ucapnya.


" Dengan diam-diam selingkuh dan akhirnya menikahi selingkuhan Om " ucap Bagas.


"Aku tidak selingkuh " sanggah Gani cepat.


" Tapi Putri Om sendiri sering melihat perempuan itu keluar dan masuk kamar disaat tidak ada mamanya".


" Apa kamu bilang Feby melihatnya " ucapnya lirih.


"Aku kasih tahu selama ini istri dan ibu om sengaja memotong biaya pendidikan yang harus di terima Feby hingga Feby harus bekerja keras untuk biaya kuliahnya "cerita Bagas.


"Kamu bohong mereka tidak mungkin melakukan itu " ucapnya tak percaya.


"Jika om menganggap aku berbohong sebaiknya om cek sendiri kebenarannya , selama kuliah Feby selain mengandalkan beasiswa dia juga bekerja sampingan menjadi model dan penyanyi cafe terkadang juga menjadi MC" ucap Bagas, hingga ia dapat pesan dari Raffi posisi Isal di gudang dan polisi akan datang dalam 10menit.


Rencana yang disusun Raffi adalah setelah memastikan Feby dan Fathar bertemu langsung dengan Hartati dan Pitaloka baru orang nya menyelinap masuk mencari Isal. Gani yang tadi di rumah adalah rencana Raffi saat di perjalanan ke sekolah tiba-tiba mobilnya mogok dan terpaksa Gani pulang mengabil mobil yang lain karena posisi yang belum terlalu jauh dari rumahnya.


" Pak ada beberapa polisi di depan ingin memeriksa rumah " ucap satpam di rumahnya.


"Ada apa ini" ucapnya sambil berjalan keluar menemui polisi yang datang.


"Ada apa ini pak " tanya Gani.


" kami akan menggeledah rumah bapak karena diduga menyembunyikan seorang anak " ucap polisi.


" Buat apa aku menyembunyikan anak " ucap Gani.


"Untuk mengancam seseorang, silahkan pak periksa "ucap Bagas yang membuat Gani bingung tapi juga penasaran dengan apa yang terjadi.


"Mas Bagas " teriak Isal yang langsung keluar dan memeluk Bagas.


" Kami menemukan anak ini di gudang dalam keadaan tangan dan kaki terikat dan mulut tersumpal karena itu bapak diharapkan memberi keterangan di kantor polisi sekarang" ucap sang polisi.


Gani sangat sok dengan apa yang terjadi siapa anak ini siapa yang membawanya masuk ke dalam rumahnya berbagai pertanyaan ada di dalam pikirannya.


"Halo Feb Isal sudah bersama ku kamu tidak perlulah kuatir segera tinggalkan rumah Sakit " ucap Bagas.


Gani tidak tahu Bagas mengobrol dengan siapa ,tetapi yang dimaksud Feb apakah putrinya Feby dan anak ini siapa.


"Pasti om bingung, aku akan jelaskan anak ini namanya Isal diculik oleh ibu dan istri om digunakan untuk mengancam Feby supaya melakukan tes pemeriksaan buat mencocokan tulang sumsum belakang, selebihnya om bisa tebak sendiri " ucap Bagas sambil membawa Isal keluar dari rumah,menuju Ika dan Raffi yang sudah menunggu di dalam mobil.


Sedang Gani yang masih shock dengan yang terjadi hanya pasrah saat di Giring ke kantor polisi.


" Ayok " ucap Fathar, dengan berjalan bergandengan tangan Feby dan Fathar berjalan memasuki lobi rumah sakit nampak nenek Hartati dan Pitaloka sudah menunggu di sana.


"Tenang ada Aku di Sini" bisik Fathar.


" Baguslah Kamu bisa di ajak kerja sama dengan baik, ikuti prosedur yang yang di perintahkan dokter maka adikmu akan kami selamatkan" ucap Pitaloka.


"Sekarang kita temuin dokter yang menangani Calya di ruangannya" ucap nenek Hartati. Karena Hartati dan Pitaloka berjalan didepan Fathar dan Feby itu memudahkan Fathar mengirim pesan kepada papanya letak Rumah Sakit mana yang dikenakan untuk pemeriksaan tes sumsum tulang belakang.


" Kalau begitu kita harus melakukan tes pemeriksaan kesehatan dahulu untuk mencocokkan nya dan memastikan saudari Feby tidak dalam kondisi hamil atau memiliki penyakit kronis dan juga tidak pernah melakukan operasi pendonoran sebelumnya serta memastikan kesehatan saudari Feby benar-benar sehat tidak sakit apapun" ucap dokter.


" Jadi jika istri saya hamil maka gugur untuk melakukan donor tulang sumsum belakangnya dok" tanya Fathar membuat Feby melotot tak percaya dengan pertanyaan konyol Fathar.


"Tidak bisa" ucap dokter.


"Gugurkan kalau kau hamil " ucap Pitaloka, membuat yang di situ tak percaya mendengarnya.


" Bagaimana jika pendonor dipaksa melakukannya apa ini bisa dituntut" tanya Raffi sambil mengulur waktu.


" Apa-apa pertanyaan mu itu, jangan banyak tingkah segera lakukan tes ,ayo dokter mulai lakukanlah tes pemeriksaan nya " ucap Pitaloka.


" Tidak bisa kalian sudah memaksa kami berada di sini dan sekarang memaksa kami untuk melakukan tes, aku akan tuntut kalian dan aku pastikan ijin praktek mu sebagai dokter akan di cabut jika pemeriksaan ini di lanjutkan " ancam Fathar balik Setelah dia mendapat kabar tentang posisi Isal yang sudah dalam keadaan aman bersama mama dan papanya.


" kamu jangan macam-macam anakmu berada di dalam gegaman ku" ucap Pitaloka.


"Dokter dengar sendiri mereka mengancam kami apa dokter yakin masih mau melanjutkan pemeriksaannya" tanya Fathar dan dokter hanya bisa diam.


"Dokter jangan mendengar ucapan anak muda itu ingat saya memegang kartu as anda jika anda menolak permintaan saya maka anda tau konsekuensi nya" ancam Pitaloka kepada dokter.


"Mari kita mulai pemeriksaan nya"ucap dokter tak berdaya karena Pitaloka memiliki bukti perselingkuhannya dengan beberapa perawat di rumah sakit, jika bukti itu di sebar tidak hanya keluarganya yang hancur karirnya juga akan hancur.


"Tidak ada pemeriksaan apa pun"ucap tegas sambil menarik tangan Feby untuk berdiri.


" kalian tidak akan bisa keluar dari sini sebelum melakukan pemeriksaan" ucap nenek Hartati.


"Oiya " tantangan Fathar sambil menyeringai.


Ceklek suara pintu terbuka membuat semua mengalihkan semua pandangan ke arah pintu, nampak direktur rumah sakit dan pemilik Rumah Sakit berada di depan pintu bersama 2 polisi.


"Dr. Gita ,Pak Edo" ucap sang dokter kaget dan terbata-bata.


" Aku dengar ada masalah di sini" ucap Direktur rumah sakit.


"Tidak ada apa-apa pak"jawab sang dokter.


"siapa mereka"tanya Pitaloka.


"Perkenalkan saya direktur di rumah sakit ini Edo dan ini istri saya salah satu pemilik saham di sini" ucap Edo.


"Anda kami tahan atas tuduhan pengancaman dan pemaksaan kehendak serta penculikan " ucap sang polisi dan langsung memborgol tangan Hartatik dan Pitaloka.


"Ini tidak benar ini fitnah ini jebakan" rancu Pitaloka saat di paksa untuk ikut polisi tersebut.


"Dokter anda kami tunggu di ruangan saya " ucap direktur rumah sakit sebelum pergi meninggalkan ruangan itu.


" Udah sana pergi tadi papa mu juga udah menelpon om "ucap dr Gita.


" kamu mengenal mereka" tanya Feby saat sudah berada di dalam mobil yang membawa mereka pulang.


" kebetulan rumah sakit punya sahabat papa dan sahabat mama" ucap Fathar sambil tangannya menggenggam erat tangan Feby.


" terima kasih untuk hari ini" ucap Feby .


"Aku akan melakukan apapun untukmu" ucapnya.


Sesampai di rumah sudah ada Isyal di sana beserta Bagas dan kedua orang tua Fathar.


" Mbak tidak apa-apa " tanya Isal.


"Mbak baik-baik saja bagaimana denganmu" tanya balik Feby sambil memeluk adiknya.


" om tante terima kasih atas bantuannya" ucap Feby tulus.


" kami akan selalu ada membantu jika kamu membutuhkan sesuatu" ucap Ika sambil memeluk erat Feby.