My soul mate

My soul mate
94. Fathar mengutarakan perasaan.



Hari ini aku menghabiskan waktuku sehari penuh bersama Fathar seperti waktu hari terakhir di Bandung seminggu yang lalu bedanya kali ini kami berempat.


Tidak hanya mengunjungi Air Terjun Kedung Pedut, kami juga berwisata kuliner di berbagai rumah makanan khas Jogja di sekitar tempat wisata yang kami datangi.


"Sebenarnya kamu ada acara apa sih di Jogja" tanyaku saat kami sedang menikmati suasana siang dengan minum Es kelapa muda , sedang anak-anak bermain air di sekitar air Terjun.


" Ada acara di Taruna AAU selama seminggu ,kalau boleh aku tahu apa kamu sudah ada pasangan ?" tanya Fathar sambil melihat ke arahku.


" Kenapa kamu bertanya begitu ".


" Kalau aku bilang aku ingin mengenal mu lebih jauh siapa tau kita berjodoh dan kita bisa menjadi pasangan".


" Bukannya tempo hari kamu bilang kalau aku sudah punya pasangan, kenapa sekarang malah mengajak aku untuk menjalani hubungan " kataku curiga.


" Aku tidak tahu tapi perasaan aku mengatakan kalau kamu belum mempunyai pasangan".


" Aku tidak berniat untuk menikah dalam waktu dekat ini".


" Aku tidak minta kamu untuk menikah dalam waktu dekat ini, aku cuma mau minta kamu membuka hatimu untukku supaya kita saling mengenal siapa tahu kita berjodoh".


" Aku bukan Feby yang dulu tergila gila denganmu, jadi menurutmu pertimbangan apa yang harus aku ambil supaya aku bisa menerimamu".


" Aku tidak tahu , mungkin masih ada sedikit cinta mu untuk ku".


"Kalau begitu serahkan semuanya pada waktu kalau kita berjodoh suatu saat kita kan dipertemukan kembali".


" Sepulang dari sini aku akan mengikuti pelatihan kopassus selama 7 bulan dan selama itu pula aku tidak akan tahu dunia luar termasuk keluargaku ponselku ditahan aku full berlatih, bolehkah jika habis itu kita bertemu lagi kau mau menjalin hubungan denganku".


" Kalau setelah 7 bulan kita bertemu aku sudah mempunyai pasangan bagaimana" ucap Feby.


" Jika kamu mencintainya dan kalian siap melanjutkan hubungan ke jenjang lebih serius aku akan mundur secara ksatria tidak akan mengganggu lagi dan akan mendoakan kebahagiaanmu".


" Baik aku pegang kata-katamu tapi dengan syarat biarkan takdir yang mempertemukan kita bukan kamu datang mencariku" ucap ku.


" Baik biar kuasa Allah yang menentukan jodoh kita" ucap Fathar percaya diri.


"Jangan terlalu percaya diri kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya,gak semua yang kita mau akan terkabul sesuai dengan rencana kita".


"Kamu emang benar tidak semua yang kita harapkan sesuai dengan rencana kita, tapi aku mempunyai Tuhan yang mengabulkan semua doa-doaku, Aku percaya doaku akan dikabulkan olehNya kalau aku memohon hanya dengan sungguh-sungguh pada Nya".


Hari ini kami habiskan dengan bersenang-senang, setelah pembicaraan serius ku sebentar dengan Fathar yang mengutarakan perasaannya, tidak ada kecanggungan sama sekali kami melewatinya dengan tanpa beban seolah tidak ada pembahasan mengenai perasaan.


Benar katanya bahwa dia mengikuti pelatihan kopassus aku mengetahuinya dari pak lik, paklek bercerita dia adalah prajurit yang bertalenta hingga bisa mengikuti pelatihan kopassus di mana juga dia juga sudah menjadi prajurit kopasgat ( komandan pasukan gerak cepat, salah satu pasukan khusus Angkatan Udara, atau sebutan lainnya Korps Baret Jingga, merupakan pasukan (khusus) yang dimiliki TNI Angkatan Udara. Kopasgat merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra, yaitu udara, laut, darat).


" Mbak bisa pulang sebentar " ucap mama di sebrang telepon.


"Ada pa ma" ucapku yang tidak tahu apa yang terjadi.


" Pokoknya mbak pulang dulu, sekalian jemput Isal disekolah " ucap ibu dengan suara serak.


"Iya bu" dengan perasaan yang tak menentu karena tidak tahu apa yang terjadi,aku turutin perintah ibu dan setelah menjemput adikku kami bergegas pulang.


"Ada apa ini ma" ucapku mendekati mama yang sedang membacakan surat Yasin dan tahlil sama ibu pengajian mengelilingi nenek.


" Dari kalian berangkat sekolah dan bekerja kondisi nenek mulai drop mama sudah memanggil dokter, dokter juga sudah meminta kita ikhlas " ucap mama berusaha untuk tidak menangis tapi sorot matanya menandakan kesedihan.


"Bagaimana keadaan nenek" suara Bagas yang baru datang.


" Dokter sudah meminta kita untuk ikhlas" ucapku.


"Apa papa dan pak lek Uda di kasih kabar "


" Udah semua, mereka sedang dalam perjalanan kesini" ucap mama kali ini dengan nada sudah lebih tenang.


" Maaf sebelumnya bukannya tidak sopan tapi mengingat besok mas Danang dan Deni kembali ke tempat kerja aku ingin menyampaikan sesuatu " ucap ibu di depan kami semua sehabis acara doa 4 hari meninggalnya nenek.


" Ada apa apa , apa ada hutang yang perlu kami lunasi biar langkah Ibu ringan " ucap pak Dhe.


" bukan mas ini" kata Ibu sambil menaruh kotak berukuran kardus susu 800 gram ke tengah tengah kami.


"Apa ini" tanya pak lek.


"Ini perhiasan ibu yang di kumpulkan selama 4 tahun terakhir " ucap mama.


" 4 tahun terakhir berarti sejak kamu tidak bekerja " ucap pak Dhe yang di anggukin sama mama.


4 tahun terakhir mama tidak bekerja dia fokus merawat nenek dan mengurus rumah,tetapi mama masih menerima murid yang mau les meski tiap bulan pak lek dan pak Dhe juga suka mengirim uang untuk kebutuhan nenek juga. Mama juga tidak pernah mau aku kasih uang dari penghasilanku dia beralasan sudah ada uang,maka dari itu tagihan listrik, air , kebutuhan sekolah Isal atau yang lainnya selalu aku bayar tepat waktu dan aku lebih suka langsung belanja kebutuhan pokok langsung sejak mama tak mau menerima pemberianku, dengan alasan uangnya masih cukup.


" Kamu yang merawat ibu sejak ibu sakit jadi semua peninggalan ibu menjadi hakmu, Aku tidak mau sepeserpun" ucap pak Dhe.


" Aku juga tidak mau " ucap pak lek.


"Mas dan Deni tidak ingin melihat isinya" ucap nama.


"Tidak "jawab mereka berdua kompak.


"Emang ada berapa gram " ucap Bu Dhe.


" Mama "tegur pakde kepada Bude.


" Aku tidak tahu Mbak karena tidak pernah menghitung ,setiap Deni dan mas Danang mengirim uang aku selalu bilang kepada ibu dan ibu selalu memintaku menukarnya dengan perhiasan seharga uang yang mereka kirim".


" Uang itu kami kirim buat kebutuhan ibu ,makan ibu, baju , berobat Ibu kalau sakit , seharusnya kamu gunakan itu" ucap pak Dhe.


" Waktu aku susah ibu yang selalu ada buatku apa salahnya aku hanya memberikan sedikit jerih payahku buat ibu".


" Berarti itu perhiasan juga hak mu" ucap pak Dhe tegas.


"Aku setuju " ucap paklek .


Keesokan paginya semua kembali ke rutinitasnya ,aku kembali bekerja, Isal kembali sekolah dan Bagas kembali ke apartemennya serta Pak lek dan pak dhe sudah kembali ke rumah masing-masing.


"Feby mama mau bicara" .


" Ada apa mah mau belajar apa".


" Sudah dua minggu mama tidak ada kerjaan kemarin mama dapat tawaran mengajar anak-anak TK boleh mama" ucap mama .


"Asalkan Mama tidak capek aku tidak masalah yang penting Mama senang"


Ahkirnya mama memulai rutinitas mengajar anak-anak TK.


Berita kompas pagi ini


Jadi dari 149 prajurit yang berdiri tegap di hadapan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayor Jenderal TNI Iwan Setiawan ada sebanyak 12 prajurit yang ternyata berasal dari TNI Angkatan Udara.


Dan mereka bukan sembarangan prajurit, mereka merupakan anggota Pasukan Khusus TNI AU anak buah dari Marsekal Muda TNI TaspinĀ Hasan dari korps baret jingga, Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat).


" Papa bangga padamu sudah bisa menyelesaikan latihan ini" ucap Raffi memberikan selamat kepada putranya.


" Ingatlah tanggung jawabmu juga bertambah " ucap Ika sambil memeluk putranya.


" wahh tambah keren dan gagah Abang ku ini makin banyak cewek yang terpikat tapi sayang masih jomblo "ucap Yumi.


Keluarga Fathar menemui langsung Fathar sehari setelah upacara Penyematan brevet dan baret Kopassus TNI.