My soul mate

My soul mate
100. Bertemu masa lalu



"Letnan saja yang tanya si Rista kan cinta banget sama letnan " ucap Serka Aris .


"Mbak Rista bisa tahu letak kamar perawatan kapten Effendi" ucapku menghampiri Rista yang sedang berbicara dengan seorang perempuan yang berpakaian casual.


" Sebentar letna Fathar ya saya cek " ucapnya sang resepsionis malu malu mengacuhkan.


" Mbak teman saya yang bertanya duluan dan udah di sini sebelum mas ini datang kenapa Mbak tidak mendahulukan teman saya, kami juga buru-buru " ucap marah seorang wanita berpakaian modis yang baru datang dan berdiri di depan wanita yang di depanku. Aku berjalan mendekati mereka sambil memperhatikan wanita yang berpakaian casual itu sepertinya menghindar melihat ke arahku .


" Emang mbaknya mencari siapa?" tanya ku saat posisi kami sudah sejajar.


" Kami dari perusahaan Perusahaan konstruksi Ardi karya ingin bertemu dengan kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa " ucap wanita berpakaian modis tanpa menoleh ke arahku.


" yaudah masnya duluan aja" katanya setelah melihatku tutur katanya lebih lebih halus dan lembut, serta memandang penuh kagum membuat Aris tertawa kecil.


" Bener nggak papa saya duluan" ucapku sengaja aku buat lembut buat sedikit menggodanya.


" Iya gak apa apa teman saya juga nggak keberatan ko" ucapnya membuatku memperhatikan temannya yang berjongkok, aneh lama sekali ia berjongkok, membuatku penasaran dengan apa yang dilakukannya.


Sekarang aku tahu siapa dia yang pura-pura membetulkan ikat sepatunya.


" Hah" kagetnya saat aku berdiri di belakang nya.


" Kenapa kaget pasti mengira aku sudah pergi, aku tidak pergi cuma berjalan memutar" kataku dengan senyum devil, membuat Rista resepsionis ,Vina dan Aris melihat kearah kami.


" Tidak aku tidak kaget" ucapnya sedikit terbata-bata.


" Oya " jawab ku dengan senyum manis.


"Mari Mbak kami antar ke ruangan kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa" kataku lalu berjalan duluan di depan bersama Aris.


" kamu mengenalnya" ucap teman Feby lirih.


" teman SMA".


" Saya Fathar dan ini teman saya Serka Aris" ucapku saat kami sudah berhenti di depan ruang kepala kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa.


setelah perkenalan singkat aku pergi ke ruang rawat inap kapten Effendi sesuai tujuan kami datang tadi untuk menjenguknya yang lagi terkena DBD.


" tadi pacar letnan" tanya Aris padaku.


" Sementara teman doakan jadi jodohku" ucapku. Aku juga nggak tahu kenapa aku jadi penasaran dan selalu terbayang-bayang Feby.Setelah menjenguk kapten Effendi Aris aku persilahkan pulang duluan aku sengaja menunggu Feby di parkiran.


"Bisa kita bicara sebentar" cegah ku saat aku melihatnya hendak masuk kedalam mobil.


"Vina kamu balik ke kantor aja duluan nanti aku bisa naik taksi" ucapku pada Vina.


" Mau bicara apa" ucapku kali ini sambil menatap matanya.


" Tidak di sini kita mencari tempat yang enak buat bicara" katanya sambil menarik tanganku masuk ke sebuah mobil, Yang sepertinya mobil operasional milik TNI.


mobil berjalan menuju ke sebuah kedai cafe.


" mau bicara apa katakan sekarang" kataku setelah kami duduk dan memesan beberapa makanan dan minuman.


" kenapa kau menuduhku berbohong, aku berbohong apa" ucapnya.


" kenapa kok diam saja saat aku menuduh mu mendekati Yumi, bahkan sampai aku menantangnya".


" Aku tidak berbohong kamu dan teman-teman lain yang mengasumsikan sendiri, kalau aku mempunyai hubungan dengan Yumi kala itu ".


" Ok tapi kenapa kamu bohong padaku,kamu mengatakan kalau orang tuanya melaporkan aku ke polisi. Padahal itu akal-akalan mu saja" ucapku menebak.


" iya kalau itu aku minta maaf saat itu aku hanya ingin membuatmu untuk sadar dan berpikir jangan terlalu mudah terprovokasi oleh teman-temanmu" ucapnya.


"Ternyata benar laporan itu palsu kamu tega membohongiku, gara-gara omonganmu semalaman aku tidak bisa tidur memikirkan nasib orang tuaku" ucapku dengan kecewa kepadanya.


" Maaf ".


" kalian laki-laki sama saja hanya bisa minta maaf jika ketahuan berbuat salah tanpa ada niatan untuk memperbaikinya" ucapku.


" kalau begitu kamu menginginkan apa dariku supaya kamu mau memaafkan aku".


" Aku tidak suka kebohongan karena sebuah kebohongan menghancurkan keluarga orang tuaku jadi aku mohon mulai sekarang jauhi aku" ucapku langsung berdiri hendak meninggalkan Fathar.


Aku sendiri yang memintanya menjauh, tapi aku juga merasakan sakitnya kataku dalam hati sambil menahan air mataku supaya tidak menetes.


Aku dulu sangat merasa terganggu dengan caranya mendekatiku, maka saat ada kesempatan yang membuatku menjauh darinya meski itu gosip aku membiarkan saja kata Fathar dalam hati.


" Kamu memang tidak pernah berkata kalau kamu dekat dengan Yumi, tapi seharusnya kamu bisa meluruskan kesalahpahaman itu".


" Tidak ada yang pernah bertanya jadi buat apa aku meluruskannya".


Bener kata Fathar tidak ada yang pernah bertanya kepadanya jadi buat apa dia bercerita juga tidak ada untungnya.


" Aku tahu yang datang bersamamu itu Bagas Jadi kamu masih single mari kita mulai saling mengenal " ucap Fathar sambil menggegam erat tanganku.


" Jangan buang-buang waktumu untuk mengenal aku , karena aku tidak niatan untuk menikah saat ini ataupun kedepannya".


" kenapa ".


"Feby" panggil seseorang padaku.


Seorang wanita tua dan wanita muda yang usianya diatasku 4 tahun yang pantas menjadi kakakku,ya dia nenekku dari papa dan ibu tiriku.


" Kamu Feby kan" ucap wanita tua itu lagi padaku sambil mendekat .


" Bawa aku pergi" kataku lirih sambil memegang erat lengan kekar Fathar.


" jangan pergi kita perlu bicara" ucap wanita muda.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan Semua sudah berakhir 12 tahun lalu".


" Tidak ada kata berahkir untukmu dan papa mu, kamu masih anaknya dan pasti kamu pasti membutuhkannya untuk menikah ".


"Tidak jika aku katakan tidak ya tidak, aku tidak membutuhkannya aku tidak akan pernah menikah puas kalian" kataku berlari menjauh dari mereka. Aku terus berlari tanpa tujuan sampai aku merasa ada yang mendekapku dari belakang.


" Jangan berlari terus masalah tidak akan selesai jika kamu terus berlari" fisik Fathar di telingaku.


"Aku tidak mau menikah ,aku tidak mau ketemu papa, Aku tidak mau ketemu orang yang ada hubungannya dengan papa" kataku lirih.


#sebelumnya#


" Dasar kelakuan anak sama mama sama aja nggak punya sepasang pun diajak ngomong orang tua langsung kabur, emang udah bener anakku mencarikan mamanya" ucap wanita tua.


"Anda siapanya Feby" tanya Fathar.


" aku neneknya Dan ini Mama sambungnya, bilangin dia harus sopan sama orang tua diajak ngomong malah main kabur".


"jika anda neneknya harusnya anda memahami cucu anda bukan malah membuat cucu Anda kabur" ucap Fathar sebelum berlari mengejar Feby.


**


" kita kembali ke parkiran mobilku masih di sana" ucapku.


"Aku tidak mau ketemu mereka".


" tidak akan ku jamin mereka tidak akan mengganggumu" ucapku sambil membimbingnya berjalan kembali ke arah parkiran.


Setelah sampai ke parkiran dan masuk dalam mobil Feby hanya memandang luar dengan pandangan kosong. Aku tidak tahu apa yang dialaminya hingga tidak mau melihat neneknya dan wanita yang katanya mama sambungnya.


" Di mana alamatmu aku akan mengantarmu pulang" ucapku tapi tidak ada jawaban setelah aku menoleh ternyata Feby sudah tertidur. Karena bingung harus membawa kemana ahkirnya aku bawa pulang Karena tidak mungkin aku bawa ke asrama.


" kenapa wanita ini Mas " tanya Mama saat aku datang dengan membopongnya.


" Ketiduran ma aku gak tega mau membangunkannya " kataku sambil terus berjalan menuju kamarku.


Setelah aku membaringkan Feby ke dalam kamar aku menghubungi Aufar untuk memintak kontak Bagas dan memberinya kabar kalau Feby di ruma orang tuaku. Tidak sampai 1 jam Bagas sudah sampai di rumahku awalnya dia salah paham setelah aku ceritakan apa yang terjadi akhirnya dia paham.


" terima kasih atas bantuannya " ucap Bagas padaku di depan mama, saat ini di sini hanya ada aku, mama dan Bagas.


" Maaf sebelumnya dulu waktu di Bandung dia juga pernah bertemu dengan papanya dan minta tolong padaku untuk membawanya menjauh dan hari ini waktu bertemu dengan neneknya beserta ibu tirinya dia juga mintaku membawanya menjauh".


"Aku tidak tahu apa yang dialaminya" ucap Bagas .


" Sepertinya dampak perceraian orang tuanya berpengaruh pada kehidupannya" ucapku.


" sepertinya begitu karena selama ini dia menolak menikah hanya karena tidak mau ketemu papanya" jelas Bagas


" Sebaiknya dibawa ke psikiater atau psikolog sepertinya dia mengalami trauma tentang pernikahan" ucap Mama yang dari tadi menyimak obrolan kami.


" Akan saya coba bujuk tante semoga dia mau" ucap Bagas sebelum pamit pulang dengan membawa Feby pulang dalam keadaan tidak sadarkan diri.