My soul mate

My soul mate
62.Pernikahan Ayu



" Mas bener nih si Fathar kita titipkan sama Raffi"


" Iya dek Nggak apa-apa daripada diajak ke sana ramai banyak virusnya,Fathar juga masih terlalu kecil untuk diajak keluar, apa kita nggak usah datang aja kalau kamu nggak tega ninggalin Fathar"


" justru kalau kita nggak datang nanti si Ayu mengira Mas masih sayang sama dia"


" itu lagi yang dibahas Ayo berangkat Ratih kita sudah suruh ke sini" akhirnya kita berdua berangkat ke acara pernikahan Ayu dan Putra yang acaranya diadakan di salah satu gedung tidak jauh dari tempat kami tinggal.


" Kapten Raffi gimana kabarnya" sapa dokter Danu yang datang menghampiri kami.


" Alhamdulillah sehat seperti yang Anda lihat"


" sudah lahiran cewek cowok"


" Alhamdulillah jagoan" jawab aku.


" dokter Danu yang sabar mungkin Belum jodohnya" kataku mencoba menghiburnya.


" Saya sudah ikhlas Ika orang tua saya menjodohkan saya dengan kenalannya, sedang Ayu tidak mau kembali sama saya selama kedua orang tua saya tidak mengasihi restu"


" jika anda menerima Perjodohan orang tua anda saya sarankan Belajarlah mencintai pasangan anda, karena mencintai yang sudah halal itu lebih indah"


"Boleh juga sarannya kapten akan saya coba terapkan sepertinya pengalaman Kapten sendiri nih"


" Ha ha ha betul sekali Anda saya ini mantan Playboy tapi saya berani mencintai orang yang tidak mencintai saya"


" sepertinya susah ya mendapatkan Ika"


" bener penuh perjuangan dia tidak mempan sama Pesona saya, wajah dan seragam saya yang biasanya menarik para perempuan tidak mempan untuk istri saya"


" Wah berarti Ika ini Jinak Jinak Merpati ya" sontak Raffi dan dokter Danu tertawa lepas.


" kalian ini ngomongin orang di depan orangnya apa nggak ada bahasa lain apa" sewot ku malas.


" Ayo ke atas panggung kita ucapin selamat buat pengantin terus pulang kasihan Fathar Kalau ditinggal lama-lama" kataku menghentikan obrolan Raffi dan dokter Danu.


" Ayo aku juga mau pamit pulang sekalian" akhirnya kita bertiga Jalan bertiga ke atas pelaminan.


" selamat menempuh hidup baru Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah langgeng sampai nenek kakek" kataku


" Makasih Ika Kapten Raffi sudah berkenan hadir di acara kami" ucap Putra,


" Makasih udah datang Ika Raffi aku minta maaf atas segala tingkahku selama ini" kata Ayu.Kami berjalan keluar bersama saling berbicara ,di tempat parkir dokter Danu sempat bercerita kalau sepulangnya dari Lebanon Putra juga Mengikuti Sekolah Calon Perwira (Secapa) biar bisa naik pangkat dari bintara ke perwira karena itu dia salut dengan perjuangan Putra.


" ada ya laki-laki kayak Putra cinta sejatinya sama Ayu sampai segitunya dia berjuang"


" jangan ngomong kayak gitu jadi cemburu ni mas"


" baru juga ngomong gitu udah cemburu gimana kalau aku gandeng tangan sama cowok lain"


" berani kamu" katanya calon buat pacar aku.


"ha ha ha kayaknya boleh tuh aku coba"


"awas ya kalau berani macam-macam"


"emang Mas mau ngapain kalau aku macam-macam"kataku sambil melihat ke arahnya yang lagi mengemudi mobil.


"mas akan kurung kamu di dalam rumah tidak boleh keluar ke manapun"


"emang aku anak kecil dikurung diam aja ya aku kabur lah"


"kamu tega ninggalin Mas"


"mas aja tega ninggalin aku yang lagi tidur"


"bahas itu lagi"kata Rafi sambil menghembuskan nafas kasar.


"biarin aku masih sakit hati tahu, udah diancam jangan pergi masih aja nekat pergi" Kata ku sewot.Sesampai di rumah Fathar lagi di ayun sama Ratih di temani Santi.


"udah pulang mbak , bersih bersih dulu mbak di luar banyak kuman ganti baju juga"kata Santi.


"mas orang tua nya mereka apa kita sih"kata ku yang di balas tawa mereka semua termasuk Raffi.


"Ayo kita ganti baju dulu biar anak kita di urus sama baby sister nya dulu "


"wah tar kita gajian bagi dua San"aku cuma tertawa dan geleng geleng melihat tingkah mereka.Ini lah hidup kadang ada senyum kadang ada tangis, ada tangis duka ada juga tangis bahagia.


"Mas ,semoga keluarga kita bisa melalui semua cobaan yang menghadang di depan ya"kata ku sambil melepas baju ku, setelah tadi menyempatkan membersihkan diri.


"Mari kita saling mengingatkan "


"I love you "kata nya sambil mencium leherku.


"awas berbekas Kata ku"


"di sini biar gak berbekas "Kata nya sambil membalikkan tubuhku dan langsung mencium bibir ku atas bawah secara lembut.


"ga enak sama yang di depan "kata ku mengahkiri ciuman kami.Aku bergegas mengganti pakaian ku dan langsung berjalan keluar.


"ko ahkirnya Ayu mau juga menikah dengan Putra yang hanya Bintara "tanya Ratih.


"sudah perwira sekarang kan ikut Secapa (sekolah calon perwira)"


"wah hebat juga ya, terus mantan suami suaminya gimana "tanyanya lagi.


"dijodohkan, lagian katanya keluarga besar nya susah menerima Ayu, meski dia mencintai Ayu".


"kasihan cinta tak direstui "kata Santi yang dari tadi jadi pendengar yang baik.


"bukan tak direstui, yang namanya tidak direstui itu bila keduanya saling cinta, ini kan yang cinta mati hanya si dokter Ayu masih labil"kata Ratih.


"ya semoga dengan yang sekarang baik Ayu maupun dokter Danu bisa ketemu jodoh terakhir dan terbaik mereka "


"Amin "jawab mereka kompak.Hari berganti dengan cepat.


"udah siap semua dek barang-barang yang perlu dibawa "


"udah" kata ku hari ini kami akan pergi ke Jakarta karena lusa akan menghadiri Upacara Praspa Dwi ( Praspa adalah Prasetya Perwira atau upacara pelantikkan dan pengambilan sumpah para calon perwira remaja (capaja) yang berjumlah 700 orang dari matra TNI dan Kepolisian, yang di pimpin langsung presiden dan di selenggarakan di Istana negara ).


"bapak dan ibu berangkat kapan "


"besok dianter Bayu"


"bagus besok Bayu bisa disuruh mengasuh bakar sebelum Mas datang"


"Mas nggak langsung ke tempat acara"


"Mas menyusul Mas harus ke Markas Kopassus, Cijantung - Jakarta Timur dulu, baru mas nyusul"


"kita nginep dirumah mama apa mbak Arin, "


"mama aja lagian mama papa juga gak ada di rumah lagi di Singapura ,tadi mas juga Udah bilang mama "


"waktu mas dulu yang menghadiri siapa "


"mbak Arin sama almarhum papanya Dini tapi mereka masih pacaran "


"Pasti Mas sedih"


"enggak lah kan dari kecil udah biasa ,Mama papa itu ga pernah menghadiri acara anaknya" ini pertama kali Fathar naik pesawat, biasanya Raffi akan membawa mobil sendiri biar bisa lebih santai dan sekalian kuliner.


"Bay kamu asuh Fathar Mbak mau nemenin Bapak Ibu dulu" saat ini kami sedang menghadiri Upacara Praspa Dwi di Istana Negara.


"siap " katanya sambil menengadahkan tangan meminta uang jajan Fathar.


"ni awas sampai nangis jangan terlalu banyak minum es krim, jangan banyak chiki"kataku padanya sambil mengasihkan dua lembar uang warna merah.


"Bu ,pak itu dwi" kataku setelah mengikuti rankean upacara Kami pergi mencari Dwi di tengah-tengah lapangan upacara.Kulihat mata Bapak memerah dan ibu sudah menangis haru ,tangis bahagia ,tangis bangga kepada Putra laki-lakinya.


"kamu hebat bapak dan ibu bangga padamu, yang amanah jadilah abdi negara yang bertanggung jawab"kata bapak sambil memeluk putranya.


"ayo kita menepi di sini panas"


"benar kata Ibu ayo kita sekarang keluar aku takut si Bayu mengasih makanan aneh aneh pada Fathar" nampak Bayu sedang menggendong Fathar bersama Raffi di sampingnya.


"Mas sudah datang"


"sudah tadi nggak sengaja melihat mereka lagi makan es krim jadi Mas samperin aja mereka" setelah berbahasa-basi sebentar kami putuskan untuk meninggalkan tempat acara menuju restoran yang telah di booking Raffi,


"Mas sudah naik pangkat aja lagi" tanya Dwi saat melihat pangkat di PDH .


"baru dua bulan lalu "


"orang sama sama militer tanpa bertanya sudah tahu ya pangkat nya"seru Bayu.


ha ha ha tawa mereka pecah, karena berhasil menyelesaikan misi rahasia beberap bulan lalu Raffi naik pangkat cepat,tapi selama beberapa bulan jauh dari keluarga nya.