
"Lo yang nikah kenapa aku yang repot sih"kataku sewot hari ini aku sengaja cuti setengah hari karena mengurus ATM ku yang ada masalah,setelah dibantu Lily ahkirnya selesai lebih cepat karena tanpa mengantri,tapi bukanya bebas aku malah disuruh Lily ke kantor lakinya buat nganter berkas pengajuan yang kurang,katanya kemarin dia dah cuti untuk mengurus tapi masih aja ada yang kurang
"tolong lah kalau bukan Lo siapa lagi"katanya sambil mukanya dibuat semanis mungkin kaya kucing berkedip kedip bukannya gemes malah pingin nimpung kepalanya aku.
"kalau bukan teman lama gw mau nikah gak mau gw jadi pesuruh mu"kataku sewot
"aku dah kasih kabar mas annga untuk nugu kamu biar kamu g repot,makasih sayang"kata lily sambil memelukku.
"permisi mbak ada yang bisa saya bantu"kata seorang tentara yang mungkin menjaga pos aku juga g paham ,setelah aku sampai karena panas aku menepi dan mencoba menghubungi Angga tapi udah panggilan yang ke tiga kali ga diangkat,membuat dua orang tentara yang menugu di pos salah satu datang menyamperin,mungkin aku kelihatan aneh nangkring diatas motor panas panas gini
"gak pak saya lagi nugu teman tapi saya hubungi gak diangkat"kataku malu
"boleh ko mbak menugu disitu dari pada disini panas panas"katanya sopan
"makasih mas,g papa biar sedikit berkeringat seperti mas mas yang lagi lari itu"kata ku sambil menunjuk satu barisan tentara yang lagi berlari mengelilingi lapangan,yang dibalas sama senyum manis
"hai ly kenapa disini"kata seorang tentara,mantan sialan
"ga papa"kata ku memutar bola mata malas
"kenal "kata tentara yang pertama menyapaku
"mantan"jawab nya pede,mendengar jawabannya membuatku muak
" Lo belum move on dari aku ka,sampai panas panas gini menguntit aku"katanya sambil tersenyum
"ngaca dong,yang namanya mantan buatku dibuang bukan dikenang"jawab ku sewot
"maaf lama"suara Angga menghampiriku sambil berlari di ikuti Raffi dibelakang nya,membuat kami bertiga menoleh kearah nya
"gw telpon gak diangkat angkat "kata ku sewot sambil mengeluarkan kertas di dalam tas ku
"maaf tadi aku lari,aku lihat kamu tapi gak bisa nyamperin nugu lari ku selesai dulu lah,kalau gak percaya tanya ni Raffi dia juga lari bersama ku"kata Angga sambil menunjuk kearah Raffi yang di balas anggukan,emang sih mereka berdua masih kelihatan ngos ngosan
"ini pesanan calon bini Lo,ini berkas yang kuran punya calon bini mu"kata ku sambil menyerah kan ke pada dan dengan suara yang keras biar tu mantan punya mata dibuka.
"gw balik,dan buat lo ingat mantan tempatnya di tempat sampah buat di buang jadi jangan asal nuduh,sok kecakapan Lo" kataku sewot sama si mantan yang sekarang mukanya udah tidak se sombong tadi,mungkin dua orang ini pangkatnya dibawa Angga dan raffi
"gak minum dulu " kata raffi
"makasih "kataku langsung tancap gas meninggalkan mereka
"dah beres mbak "Kata Radit saat ini aku dah di meja kerjaku,memeriksa beberapa laporan keuangan dari beberapa divisi
"alhamdullilah "jawabku
"KA kamu dah cek belum itu proposal anggaran buat acara gathering"kata mas Haris
"belum,proposal nya aja belum sampai mejaku"kataku
"gimana mau nyampek,aku yakin juga belum seratus persen jadi proposal ya"kata Radit,membuat aku dan mas Haris melihat kearah nya
"mereka itu mau demo nuntut uang makan balik kaya dulu sama sistem hitung lembur di kebalikan kaya dulu sebelum ada penggantian pimpinan"kata Radit
"ya setauku dia saudara sama direktur RR Group yang di Surabaya"kata Haris
"bukan Lo juga kenal sama yang punya pabrik ya mas"tanya ku
"ga,gw ga kenal sama sekali kecuali Adira raksa itu juga kenal karena beliau sidak kesini"jawabnya
"kan gosipnya istri lo saudara ,makanya Lo jadi direktur keuangan"kata ku sesuai gosip
"gw jawab jujur Marsya itu bukan saudara jauh cuma mama Marsya itu kenal sama Santi raksa istrinya Adira raksa begitu,jadi gw jadi direktur keuangan keringat gw sendiri ya"kata Haris sewot
"oo begitu ,eh dit nama kamu Radityaawan.R kan R nya singkatan apa"tanyaku tiba tiba penasaran,masak seorang lulusan S2 mau jadi staf keuangan biasa kaya aku
"jangan aneh aneh gak mungkin R nya itu raksa"kata mas Haris sambil mukul lenganku Pake gulungan kertas
ha ha ha ha ketawa mas Haris dan Radit,aku cuma mengakat bahu ku acuh
"coba kalau ada sidak ada yang ngadu sama bos besar kelakuan anak buah nya"kataku
"gak bakal ada yang berani lagian juga belum tentu setahun ngadain sidak kamu tahu RR grop itu besar,pabrik kita cuma sepuluh persen dari kekayaanya,jadi kalau ada masalah sepele kaya gini,gak mungkin capek capek ngurusin nya"kata mas Haris
"tapi kasihan karyawan kecil yang kena imbasnya"kataku
"makanya Lo bersyukur bukan karyawan seperti mereka"kata mas Haris
"tapi aku pernah ngerasain nya,bapak cuma satpam,ibu buruh cuci sama ngasuh,makanya aku belain kerja part time minimal aku bisa mengurangi beban mereka"kataku
"gak sah dipikirin semua orang punya jalan hidup masing masing ,yang penting kita kerja yang benar,dewan direksi sama yang punya pabrik puas,pabrik tetap jalan lancar kita semua aman"kata mas haris,mas Haris orang yang gak mau ambil pusing dengan keadaan sekitar
"kenapa Lo dit lihat gw"kataku
"gak "kata Radit salah tingkah
"jangan galak galak kenapa,jauh dari jodoh Lo tar"seru mas hari
"Halah jodoh gw emang jauh belum ada hilalnya"kataku sewot sambil meneruskan pekerjaan,yang malah diketawain sama mereka,karena satu ruangan cuma bertiga kita jadi kaya teman padahal umur kami ga ada satu pun yang sama.
"kamu satu SMA sama Marsya kan,berati besok kamu ikut acara reuni Akbar dong"tanya mas Haris
"ga tau mas,males ditanyain kapan nikah,mana pasangan nya,jangan kerja Mulu dan masih banyak lagi,lagian bodyguard gw ga bisa Minggu ada acara manggung dia"kataku
"mang udah ada pacar baru mbak,Pake bodyguard segala"kata Radit penasaran
"bodyguard dia itu adik bungsunya,masih SMA tapi kalau jalan sama dia kelakuannya persis satpam,bukan pasangan barunya"kata mas Haris sambil ketawa
"ya udah aku temenin gimana mbak,bilang aja aku pacar baru mbak"kata Radit membuatku menyipitkan mata dan mas Haris kaget langsung kearahnya
"maksudku gini aku kan baru tiga bulan disini jadi biar tau dan banyak temen,siapa tau disana aku dapat kenalan,kalau reuni akbar kan biasanya dihadiri beberapa angkatan"kata Radit menjelaskan
"ok deh,dari pada aku gak datang dikira takut yang penting ada pasangan,awas Lo batalin janji"kataku sambil memperagakan gerakan memotong leher,yang dijawab dengan anjungan jari jempol dan tawa mas harid