My soul mate

My soul mate
147. Adik Diva



Dari bukit yang ada Fathar langsung membuat tuntutan hari itu juga, Zahra terkena sanksi kurungan 14 Hari serta penundaan kenaikan pangkatnya yang harusnya tahun ini menyandang pangkat baru Letnan harus di undur tahun depan. Sedangkan saudaranya yang katanya seorang perwira polisi harus diberhentikan karena menerima suap untuk menghilangkan barang-barang bukti berupa ganja dan sabu.


"Kamu ko lemas banget sih mama lihat beberapa hari ini, sepertinya lagi gak enak badan " ucap mama.


"Tidak apa-apa ma hanya kecapean harus bolak-balik bikin laporan kalau aktif lagi di kegiatan PIA Ardhya Garini " ucapku.


" Besok kamu berangkat ke malang sendiri aja istri mu tinggal aja di sini dulu sampai keadaan membaik" ucap mama.


" Ma aku dah pesan 3 tiket Lo ma" ucap Fathar berusaha menolak usul mamanya.


" Aku yang akan ganti harga tiketnya habis berapa" ucap Ika tidak bisa di bantah, sang papa cuma bisa angkat kedua tangan ke atas tanda menyerah saat Fathar memohon kepadanya melalui gerakan mata.


"Biar mama tenang bagaimana kalau sekarang kita periksa saja ke dokter kalau aku tidak apa-apa hanya kecapean biasa"ucap Feby untuk menghilangkan rasa kecemasan sang ibu mertua.


Dia sendiri sebenarnya sayang kalau harus membuang-buang uang untuk beli tiket lagi hanya karena suatu hal yang tidak penting.


"Ok kalau begitu mama setuju ayo kita pergi sekarang"Ucap Ika sambil menyudahi kegiatan makannya yang kebetulan sudah habis.


"Kalian kenapa pada ikut berdiri " ucap Ika pada anak dan suaminya.


"Mau ikut " jawab mereka kompak.


"Kalian harus berangkat kerja ga ada ikut-ikutan,Fathar kamu lebih baik packing dan papa berangkat ke kantor " kata Ika kepada anak dan suaminya.


"Kantor tar kalau ada yang penting pasti Dio hubungi mas ga usah kuatir " ucap Raffi, Dio adalah asisten sekaligus sekretaris Raffi yang masih muda berumur sekitar 33 tahun seumuran Fathar.


"Nggak ada yang boleh ikut hanya Aku berdua dengan Feby yang pergi ke rumah sakit untuk cek kesehatan" ucap Ika.


Fathar dan Raffi hanya pasrah melihat para wanita itu pergi dengan meninggalkan Diva buat diasuh oleh Fathar, karena Feby sudah tidak bekerja makanya tidak mempekerjakan baby sister buat mengurus Diva hanya sesekali dibantu oleh mbok untuk menjaga putrinya itu.


" Diva tidak apa-apa mah ditinggal di rumah berdua dengan Fathar?" tanya Feby.


"Tidak apa-apa biar dia tau rasanya bagaimana repotnya mengurus anak seumuran Diva seorang diri" ucap Ika sambil berjalan ke arah mobil.


"Sepertinya putri ibu tidak apa-apa hanya saja saya sarankan untuk di periksakan ke poli kandungan" ucap dokter umum yang melakukan cek kesehatan pada Feby.


"putri saya hamil dok?"tanya Ika.


"Saya belum bisa memastikan sebaiknya biar dokter kandungan yang memastikannya" ucap dokter.


"Baik dok terimakasih " ucap Ika sambil menarik Feby berdiri.


" Mah bener ada adik Diva di sini "ucap Feby sambil mengelus perut ratanya.


"Iya sayang ayo kita pastikan biar tidak penasaran " ucap Ika Sambil duduk mengantri di poli kandungan.


"Mbak Ika lagi di sini " ucap Anin yang kebetulan lewat.


"Iya tadi dari dokter umum sama dokter di sarankan di bawa kesini"ucap Ika.


"Ikut aku aja ada dokter satunya lagi prakteknya masih satu jam lagi,tapi sudah standby karena habis melakukan operasi sesar " ucap Anin,membuat Ika dan Feby berdiri mengikuti Anin ( jangan lupa mampir ke cerita Anin ya).


"Maaf mengganggu ya" ucap Anin pada dokter yang sedang memeriksa Feby.


"Ya iyalah siapa yang berani menolakmu ni"ucap Ika yang di sambut tawa semua termasuk suster yang membantu .


"Ini lihat masih sangat kecil baru berumur 6 minggu"Ucap dokter.


"Oya dok mengingat usianya masih sangat muda boleh tidak kalau di bawa naik pesawat terbang ?"tanya Ika.


"Sebaiknya sebelum usia kandungan mencapai 14 minggu, sebaiknya ibu hamil tidak naik pesawat. Di usia awal kandungan biasanya masih sering mengalami mual dan pusing, yang bisa menimbulkan gangguan lainnya jika dipaksakan. Selain itu, risiko keguguran juga lebih tinggi di usia awal kehamilan" ucap dokter .


"Terima kasih ya dok" ucap Feby dan Ika bersama-sama.


"Terima kasih Mbak Anin jadi aku gak perlu antri " ucap Feby kepada Anin.


"Santai aja kita kan keluarga " ucap Anin.


"Ya udah kita balik salam buat anak-anak juga" ucap Ika sebelum pergi meninggalkan Anin.


Sesampai di rumah Ika dan Feby di buat pusing oleh Fathar yang menurut mereka tidak bisa menjaga anak-anak,baju Diva basah semua muka belepotan es krim mainan berserakan di rumah utama,di dekat kolam berenang.


"Baru di suruh jaga anak 3 jam rumah sudah hancur,Diva ga ke urus gimana kalau disuruh jaga sehari penuh " omel Ika,Fathar yang salah hanya diam sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Mama nyuruh kamu menjaga Diva saat tidak ada bibi itu biar kamu bisa belajar menjaga anak sendiri tanpa pembantu, gimana ceritanya kalau Diva punya adik pasti semua dilimpahkan ke istrimu, istrimu nanti Yang kecapean dari kelelahan" omel Ika.


"Ya maaf kan masih tahap belajar ma" ucap Fathar sambil merapikan mainan anaknya, sedang Diva sudah dibawa Febi ke kamar untuk berganti pakaian yang tidak basah dan membersihkan mukanya dari bekas-bekas es krim yang bikin lengket.


"Kamu ini ya anak udah mau 2 belum bisa jagain anak gimana besok kalau adik Diva lahir kasihan istrimu. Sebaiknya besok kamu berangkat ke malang sendiri saja istri mu tinggal aja di sini " ucap Ika tanpa melihat ekspresi wajah Fathar.


"Ma bener yang mama bilang tadi anak aku mau 2" ucap Fathar memastikan.


"Kamu tanyakan saja sama istrimu " ucap Ika sambil membereskan kekacauan yang di buat anak dan cucunya itu.


"Eh mau kemana " cegah Ika sambil memegang tangan Fathar mencegah Fathar yang hendak berjalan menjauh


"Ke kamar menemui istriku lah" ucap Fathar.


" Beresin dulu mainan anakmu baru boleh menyusul Anak dan istrimu ke kamar, karena kalau udah masuk kamar kamu bisa berjam-jam" ucap Ika yang di tanggapi Fathar dengan cemberut tetapi tetap menjalankan perintah mamanya untuk membereskan mainan putrinya.


Sesampainya di kamar Fathar melihat anak dan istrinya sudah terlelap tidur dengan Diva yang sudah berganti pakaian bersih, tanpa membangunkan Fathar ikut tidur bergabung di belakang istrinya.


Feby yang merasakan pergerakan orang dan tiba-tiba ada yang melingkarkan tangannya ke pinggangnya sudah bisa menebak pasti ini tangan suaminya, sampai terdengar dengkuran halus dibelakangnya ahkirnya Feby memutuskan untuk bangun pelan-pelan meninggalkan putri dan suaminya untuk tidur. Setelah perdebatan panjang ahkirnya Feby terpaksa tidak ikut Fathar esok harinya untuk berangkat ke malang dan mau tidak mau Feby harus mengambil cuti tidak mengikuti kegiatan PIA Ardhya Garini di tempat dinas yang baru suaminya .


Setelah usia kehamilan yang ke 16 minggu atau 4 bulan baru Fathar menjemput kembali istrinya, untuk di boyong ke rumah dinas baru juga adik iparnya Isal pindah sekolah.


"Jaga anak, istri dan adik mu di tempat baru,awas kalau kamu teledor akan mama ambil cucu dan mantu mama" ucap Ika yang tak di gubris oleh Fathar.


"Mbak aku jadi gak ada teman sharing tentang kehamilan dong" ucap Yumi yang lagi hamil 10 Minggu.


" Nanti bisa langsung ke dokter kandungan yang " ucap Bagas yang masih tinggal pindah-pindah antara rumah Yumi dan rumah orang tua Bagas. Karena posisi Bagas yang anak tunggal dan Yumi juga yang seperti anak tunggal karena Fathar yang suka pindah-pindah tugas.


"Kalian ini udah ah pesawatnya bentar lagi jadwalnya" ucap Fathar memisahkan adik dan istrinya.